e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
Akuisisi dan Pengolahan Data Multibeam Echosounder (MBES) Menggunakan Perangkat Lunak Qinsy V.8.0 (Studi Kasus: Perairan Marunda Teluk Jakarta): Multibeam Echosounder (MBES) Data Acquisition and Processing Using Qinsy V.8.0 Software (Case Study: Marunda Waters, Jakarta Bay)
Standar ketelitian survei hidrografi, S-44 IHO edisi kelima tahun 2008, untuk orde spesial, mensyaratkan adanya penggunaan teknologi Multibeam Echosounder untuk mendapatkan cakupan dasar laut hingga 100% tanpa ada gap, sehingga pemahaman serta penguasaan teknologi Multibeam Echosounder beserta pengolahannya merupakan hal yang sangat penting untuk memenuhi tuntutan kebutuhan survei hidrografi pada orde spesial di Indonesia.
Tugas Akhir ini akan memberikan penjelasan tentang bagaimanakah proses akuisisi sekaligus pengolahan data Multibeam Echosounder dengan menggunakan perangkat lunak QINSy, sehingga menghasilkan data gambaran topografi dasar laut suatu perairan yang bebas dari kesalahan sistematik maupun blunder.
Proses akuisisi dan pengolahan data Multibeam Echosounder menggunakan perangkat lunak QINSy dapat menghasilkan kedalaman yang cukup representatif sesuai dengan standar ketelitian lingkup pekerjaan yang diberikan
Pengolahan Data Multibeam Echosounder Menggunakan Perangkat Lunak Geoswath Plus 3.50 (Studi Kasus di Perairan Tiley, Morotai) : Multibeam Echosounder Data Processing Using Geoswath Plus 3.50 Software (Case Study In Tiley Waters, Morotai)
Teknologi survei kelautan khususnya survei batimetri mengalami pekembangan yang cukup pesat. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas survei terutama dalam hal efesiensi waktu dan resolusi data. Multibeam Echosounder mampu memberikan informasi dasar laut dalam bentuk 3D (tiga dimensi) sehingga dapat mempermudah dalam interpretasi terhadap bentuk tofografi dan objek dasar laut.
Multibeam Echosounder merupakan suatu instrument yang dapat memetakan (mendapatkan data rekaman) lebih dari satu titik lokasi di dasar perairan dalam satu kali pengambilan data dan mempunyai kemampuan perekaman dengan resolusi yang tinggi daripada Echosounder konvensional, sehingga daerah dasar laut yang cukup luas dapat ditentukan kedalamnya dalam satu sapuan.
Pengolahan data Multibeam Echosounder menggunakan perangkat lunak Geoswath plus versi 3.50. dapat mengolah data dalam jumlah besar, dan hasil pengolahan data menggunakan perangkat lunak Geoswath plus versi 3.50 memiliki tingkat ketelitian yang baik dan menghasilkan data kedalaman yang representatif
Pemanfaatan Software Tidal Model Driver untuk Memprediksi Pasang Surut (Studi Kasus Perairan Pondok Dayung, Sungai Barito dan Perairan Pulau Batek): Utilization of Tidal Driver Model Software to Predict Tides (Case Study of Pondok Payung Waters, Barito River and Batek Island Waters)
Perkembangan teknologi dibidang Hidrografi sangat diperlukan guna untuk mendapatkan informasi survei hidrografi secara lengkap dan praktis. Salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah software Tidal Model Driver (TMD). Pengaplikasian Software Tidal Model Driver (TMD) untuk memprediksi pasang surut di 3 (tiga) lokasi yaitu lokasi teluk di Perairan Pondok Dayung, lokasi sungai di Sungai Barito dan di Perairan Pulau Batek. Hasil prediksi pasut Software TMD yang berupa elevasi data pasut akan divalidasi dengan data lapangan sedangkan konstanta harmonik di validasi dengan konstanta harmonik hasil pengolahan dengan metode Admiralty. Metode untuk menguji keakuratan hasil prediksi TMD dengan data lapangan adalah metode Statistik menggunakan Regresi linear sederhana. Dengan metode ini dapat mengetahui seberapa jauh sebaran titik dilihat dengan diagram Regresi dan Akar kuadrat rata – rata dari prediksi pasang surut Software TMD dan pengamatan pasang surut. sedangkan Keluaran program TMD berupa konstanta harmonik (M2, S2, N2, K1, O1, M4, K2, P1 ) divalidasi dengan konstanta harmonik hasil pengolahan dengan metode Admiralty.
Pengujian Software TMD di 3 (tiga) lokasi dengan karakteristik yang berbeda menggunakan metode Statistik menunjukan nilai akar kuadrat rata – rata residu terkecil dan Regresi linear adalah di stasiun pasut Pondok Dayung dan Perairan Pulau Batek sehingga pengaplikasian Software TMD sebaiknya dilaksanakan di teluk dan Perairan laut terbuka
Hitungan Hitungan Volume Pengerukan
Pelabuhan merupakan salah satu jaringan transportasi yang menghubungkan transportasi laut dengan transportasi darat. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa akan banyak kegiatan yang berhubungan erat dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan pelabuhan, salah satu pekerjaan perawatan pelabuhan adalah pengerukan alur pelayaran untuk menjaga kedalaman dan menjamin keselamatan kapal yang melalui alur pelayaran pelabuhan tersebut, dengan dukungan data batimetri.
Berdasarkan data batimetri pelabuhan PLTU Tanjung Jati-B Jepara Jawa Tengah dapat dijadikan sebagai data untuk menghitung luas segmen dan volume yang akan dikeruk secara teliti sampai kedalaman yang diinginkan. Metode yang digunakan pada hitungan volume ini adalah metode Newton-Cotes, ada tiga metode yang terkenal yaitu Metode Trapesium (Trapezoidal Rule), Metode Simpson 1/3 (Simpson’s 1/3 Rule), dan Metode Simpson 3/8 (Simpson’s 3/8 Rule), hitungan volume dilaksanakan dengan perangkat lunak Matlab.
Berdasarkan hitungan yang sudah dilaksanakan menggunakan data batimetri hasil survei Hidro-Oseanografi dan pemetaan di Pelabuhan Khusus PLTU Tanjung Jati-B Jepara Jawa Tengah yang dilaksanakan oleh Primkopal Dishidros. Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan Metode Trapesium dihasilkan volume sebesar 302.294,8882 m3, Metode 1/3 Simpson 302.268,9474 m3, dan Metode 3/8 Simpson sebesar 304.657,8472 m3
Pengoperasian Alat Arus ADCP Teledyne dengan Sistem Sea Bottom Mounted dan Pengolahan Data : Teledyne ADCP Flow Equipment Operation with Sea Bottom Mounted System and Data Processing
Pengamatan data arus air laut merupakan bagian dari pengumpulan data-data yang dilakukan oleh Dinas Hidro-Oseanografi. Banyaknya kesulitan dalam pengambilan data secara manual yang disebabkan oleh pengaruh cuaca buruk, ombak laut yang tidak menentu dan juga personil yang dibutuhkan lebih dari 1 orang. Dengan mengikuti perkembangan teknologi modern, banyak alat otomatis untuk pengambilan data arus yang diharapkan lebih mudah, efektif dan akurat sehingga akan mempermudah dalam pengolahan data. misalnya Acoustic Doopler Current Profiler (ADCP) Teledyne yang ada di Dishidros
Dalam penelitian ini proses pengoperasian dan pengambilan data arus menggunakan alat otomatis ADCP Teledyne dengan system Sea Bottom Mounted dan pengolahan data.
Tujuan dari tulisan ini agar dapat digunakan sebagai petunjuk teknis dalam pengoperasian alat arus otomatis ADCP Teledyne
Variasi Lapisan Termoklin di Perairan Selatan Jawa dan Barat Sumatera dan Aplikasinya untuk Operasi Kapal Selam: Thermocline Layer Variations in the Waters south of Java and West of Sumatra and its Application for Submarine Operations
Keberadaan sistem angin Muson, IOD, ITF dan ENSO berpengaruh terhadap perubahan lapisan termoklin di Samudera Hindia. Pada tiap tempat di Samudera Hindia mempunyai variasi kedalaman lapisan termoklin yang berbeda-beda. Keberadaan lapisan termoklin di Samudera Hindia dapat diketahui dengan menentukan besar gradien temperatur pada kolom air laut. Nilai absolut gradien penurunan temperatur vertikal pada lapisan termoklin standar untuk daerah Samudera Hindia adalah lebih dari atau sama dengan 0,05°C/m (Bureau of technical supervision of the P.R of China,1992).
Hasil menunjukkan bahwa pada daerah barat Sumatera, dari barat daya ke tenggara kedalaman lapisan termoklin semakin dalam dengan rata rata kedalaman 44,38 meter di barat daya dan 50 meter di tenggara. Demikian juga dengan ketebalan lapisan termoklin menunjukkan dari barat daya (ketebalan rata-rata 103,125 meter) ke tenggara (ketebalan rata-rata 107,5 meter) ke semakin tebal.
Pada selatan Jawa, dari utara ke selatan posisi kedalaman dari permukaan lapisan termoklin semakin dalam dengan rata rata kedalaman dari 44,38 meter di selatan dan 63,75 meter di utara. Demikian juga dengan ketebalan lapisan termoklin menunjukkan dari utara (ketebalan rata-rata 114,38 meter) ke selatan (ketebalan rata-rata 133,125 meter) semakin tebal.
Keberadaan lapisan termoklin akan berpengaruh terhadap pola penjalaran gelombang akuistik di laut. Posisi sonar yang paling baik untuk mendeteksi kapal selam adalah pada permukaan lapisan termoklin, karena pada posisi ini sonar dapat mendeteksi kapal selam pada mixed layer dan lapisan termokli
Pengoperasian dan Pengolahan Data “Continental Current Profiler” (Studi Kasus Perairan Toli-Toli Sulawesi Tengah): Operation and Data Processing “Continental Current Profiler” (Case Study of Central Sulawesi Toli-Toli Waters)
ABSTRAK
Arus mempunyai gerakan air yang sangat luas yang terjadi pada seluruh lautan di dunia. Arus-arus ini mempunyai arti yang sangat penting dalam menentukan arah pelayaran bagi kapal-kapal dalam bernavigasi baik pada permukaan maupun dalam kolom air. Peta arus dibuat oleh para pelaut berabad-abad yang lalu.
Pengumpulan data arus dilaksanakan di perairan Toli-Toli Propinsi Sulawesi Tengah dengan satu Stasiun. Lama pengamatan 15 piantan dari tanggal 29 Nopember sampai 14 Desember 2004. Sistem pemasangan alat dengan cara Fixed Structure. Pengolahan datanya menggunakan Sofware Matlab dengan metode Least Square.
Dari hasil analisis harmonik arus pasut Dungulan perairan Toli-Toli dapat disimpulkan arus dominan ke arah Timur. Kecepatan arus maksimum Sumbu panjang 14.9 m/dt dengan arah -110°, sumbu pendek 4.8 m/dt dengan arah -20° berlawanan putaran arah jarum jam. Kecepatan arus minimum sumbu panjang 0.2 m/dt dengan arah -12°, sumbu pendek 0.1 m/dt dengan arah 180° searah putaran jarum jam