E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN TABLET ALLOPURINOL MENGGUNAKAN PATI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
Salah satu sumber pati adalah pati singkong. Dalam kondisi panas, gel masih memiliki kemampuan mengalir yang flexibel dan tidak kaku. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian menggunakan pati singkong sebagai pengikat secara granulasi basah dengan menggunakan allopurinol sebagai model obat.Mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pati singkong terhadap fisik sediaan tablet allopurinol dan mengetahui konsentrasi yang paling baik pada formulasi tablet allopurinol.Pati singkong dibuat menjadi mucillago amily pada suhu 40°C selama ± 5 menit sampai terbentuk cairan berwarna putih bening seperti lem. Variasi konsentrasi pati singkong yang digunakan sebagai pengikat yaitu (F2) 7%, (F3) 9%, (F4) 13%, (F5) 15%, dan (F6) 17%. Uji preformulasi berupa laju alir, sudut diam, indeks kompresibilitas, kadar air dilakukan terhadap massa granul sebelum dicetak menjadi tablet. Setelah dicetak menjadi tablet dilakukan evaluasi tablet yaitu uji kekerasan, waktu hancur, kerenyahan, dan keseragaman bobot.Pati singkong dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada formulasi tablet allopurinol. Hasil uji preformulasi granul memenuhi syarat untuk semua formula. Pada evaluasi tablet allopurinol uji kekerasan, kerenyahan, dan waktu hancur memenuhi persyaratan. Semakin ditingkatkan konsentrasi pati singkong maka akan menghasilkan kekerasan dan kerenyahan yang baik, namun waktu hancur tablet semakin lambat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati singkong dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada formulasi tablet allopurinol secara granulasi basah dengan konsentrasi yang baik 13%.
Kata kunci :Pati singkong, bahan pengikat, dan formulasi tablet allopurinol
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK TABLET EKSTRAK DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) DENGAN PERBANDINGAN VARIASI BAHAN PENGIKAT (MICROCRYSTAL CELLULOSE) DAN PENGISI (LACTOSE MONOHIDRAT) SECARA KEMPA LANGSUNG
Daun asam jawa mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin, tanin, steroid, glikosida, tetapi negatif terhadap glikosida jantung dan glikosida antar kuinon. Daun asam jawa mengandug asam galat yang mempunyai efek antipiretik sebanding dengan Paracetamol 300 mg/kg bb. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh tablet yang memenuhi persyaratan sebagai suatu sediaan farmasi dari ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.). Formulasi ini menggunakan metode kempa langsung dengan bahan tambahan yang digunakan yaitu Microcrystal cellulose (Avicel pH102), Laktosa monohidrat, Talkum, Koloidal sillika (Aerosil 200) dan Mg Stearat. Formulasi yang dibuat adalah V formulasi dengan perbandingan 2 eksipien antara Microcrystal cellulose (Avicel pH102) konsentrasi 60 mg, 45 mg, 36,05 mg, 27,1 mg, 12,1 mg dan Laktosa monohidrat 12,1 mg, 27,1 mg, 36,05 mg, 45 mg, 60 mg. Hasil dari pengujian tablet menunjukan bahwa formulasi V telah memenuhi persyaratan tablet yang baik seperti pada uji massa granul dan beberapa uji sifat fisik tablet, tetapi tidak memenuhi persyaratan pada uji waktu hancur tablet dengan rata-rata waktu yaitu 15,3 menit. Hasil waktu hancur formulasi V lebih mendekati waktu yang telah ditetapkan farmakope yaitu harus kurang dari 15 menit dibandingkan dengan formulasi I-IV.
Kata Kunci: Tablet, Daun asam jawa, Microcrystal cellulose, Laktosa monohidra
PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.)Swatz).
Sirih merah merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah sebagai antiinflamasi. Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap jejas. Pengobatan inflamasi yang banyak digunakan masyarakat adalah Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS) sebagai terapi antiinflamasi, namun memiliki efek samping berupa perdarahan pada saluran cerna. Penelitian uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode edema buatan pada telapak kaki tikus dengan menggunakan karagenan 1% sebagai zat pembuat udem. Uji efek antiinflamasi menggunakan tikus putih jantan galur Sprague-dawley sebanyak 24 ekor tikus terbagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol normal (Na-CMC), kelompok kontrol positif (Na diklofenak), kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan ekstrak dengan variasi dosis 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB yang diberikan secara per oral. Pengukuran volume udem kaki tikus diukur menggunakan alat pletismometer, dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah memberikan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan yang diinjeksi karagenan 1%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara setiap kelompok perlakuan dengan kontrol normal. Pada dosis ekstrak 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB menunjukkan tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif pada taraf uji 0,05.
Kata kunci : sirih merah, antiinflamasi, ude
UJI AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETIL ASETAT HERBA ANTING-ANTING (Alcalypha indica. L) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat menimbulkan kematian. Upaya pencegahan terhadap vektor DBD telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida buatan. Namun insekstida buatan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahaya penggunaan insektisida buatan tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya adalah ekstrak etil asetat herba Anting-anting (Alcalypha indica. L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari konsentrasi ekstrak etil asetat herba Anting-anting (Alclypha indica. L) 0,045%, 0,09%, 0,135%, dan 0,18%. Kelompok kontrol negatif yaitu aquades dan kelompok kontrol positif yaitu larutan abate 0,1%. Hasil penelitian menunjukkan adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, dan steroid pada ekstrak etil asetat. Hasil penelitian dilakukan analisis data dengan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Tukey, Analis Probit dan penentuan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak herba herba Anting-anting (Alcalypha indica. L) efektif sebagai aktivitas larvasida dengan LC50 sebesar 72,4435 ppm.
Kata Kunci : Alcalypha indica. L., Aedes aegypti., larvasida
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA FRAKSI N-HEKSAN DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB) TERHADAP TIKUS PUTIH SPRAGUE DAWLEY YANG DI INDUKSI GLUKOSA
Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan hipergilkemia serta terjadi perubahan progresif terhadap stuktur sel beta pankreas. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efek fraksi n-heksan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan sprague dawley yang diinduksikan Glukosa. Sebanyak 24 ekor tikus putih jantan sprague dawley dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok normal, kelompok positif, kelompok negatif, kelompok fraksi daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dosis 100 mg/200gBB, 150 mg/200gBB dan 300 mg/200gBB. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah puasa, 30 menit setelah induksi Glukosa, dan pada menit ke 60, 90, 120, 180 setelah pemberian sediaan pada masing-masing kelompok perlakuan. Data dianalisis secara statistika dengan Oneway ANOVA dan dilanjutkan uji LSD untuk melihat beda nyata antar perlakuan. Pada tes homogenitas di dapat nilai 0,009 < 0,05 ini menandakan bahwa data tidak homogen, maka dilanjutkan dengan uji kruskal wallis dan didapat nilai 0,004 < 0,05 ini menunjukan data terdistribusi homogen. Data Hasil penelitian menunjukan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dengan dosis 150 mg/200gBB dan 300 mg/200gBB memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan sprague dawley terbaik setara dengan kontrol positif yang diberikan Glibenklamid dengan dosis 0,09 mg/200gBB.
Kata kunci: Daun pandan wangi, kadar glukosa darah,diabetes melitus
Keywords:Pandan wangi leaves, blood glucose levels, Diabetes mellitu
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN FARINGITIS ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RSU KABUPATEN TANGERANG TAHUN
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA ) termasuk kedalam 10 penyakit Terbanyak Rawat Jalan dan menempati urutan pertama pada tahun 1999, serta menjadi penyebab kematian umum terbanyak kedua pada tahun pada tahun 2000. Faringitis akut merupakan salah satu penyakit ISPA tersering pada anak-anak. Insiden puncak faringitis adalah pada usia sekolah antara umur 4-7 tahun. Penyebab utamanya adalah virus dan bakteri. Bakteri Streptokokus Grup A adalah penyebab umum pada Faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan antibiotik pada pasien faringitis anak dan gambaran kesesuaian penggunaan antibiotik yang meliputi ketepatan dosis, ketepatan indikasi, ketepatan pemilihan obat, ketepatan cara pemberian dan ketepatan lama penggunaan antibiotik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder yang berupa data rekam medis. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif analitik dengan metoda total sampling. Dari 112 pasien diperoleh 95 pasien yang masuk kategori inklusi penelitian dan sisanya sebanyak 7 pasien masuk kategori ekslusi penelitian. Pada penelitian ini diperoleh kesesuaian penggunaan antibiotik yang cukup tinggi yaitu sebanyak 63,2% yang meliputi ketepatan dosis sebanyak 87,4%, ketepatan indikasi sebanyak 100%, ketepatan pemilihan obat sebanyak 100%, ketepatan cara pemberian obat sebanyak 100% dan ketepatan lama pemberian sebanyak 83,1%. Penggunaan antibiotik terbanyak pada penelitian kali ini adalah Cefiksim dengan proporsi sebanyak 37.90%.
Kata Kunci : ISPA, faringitis, antibioti
Efek Penambahan Ekstrak Daun Kembang Sungsang (Gloria Superba L.) Pada Ekstrak Daun Gandarusa (Justicia Gendarussa Burm. F.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kalium Oksonat
Daun gandarusa dan daun kembang sungsang telah terbukti dapat menurunkan kadar asam urat darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan ekstrak daun kembang sungsang pada ekstrak daun gandarusa terhadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan kalium oksonat. Percobaan ini dilakukan terhadap enam kelompok tikus, 4 ekor tiap kelompok. Tikus diinduksi kalium oksonat secara intraperitoneal terhadap lima kelompok, sedangkan satu kelompok diberikan larutan Na CMC 0,5% secara oral sebagai kontrol normal.
Kata kunci: Daun Gandarusa, Daun Kembang Sungsang, Asam Ura
ANALISA TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN UNIT RAWAT JALAN DI IFRS SERANG
Mutu pelayanan kefarmasian sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan di mata masyarakat. Sebagai indikatornya adalah lima dimensi penilaian atas tingkat kepuasan (Parasuraman, et al, 1991): Responsiveness (ketanggapan), reliability (kehandalan), assurance (jaminan), emphaty (empati) dan tangibles (bukti fisik). Kepuasan pasien dapat mempengaruhi minat untuk kembali ke rumah sakit yang sama. Hal ini akan menjadi promosi gratis dari mulut kemulut bagi calon pasien lainnya yang diharapkan sangat positif bagi usaha apotek di rumah sakit (Supranto J. 2001). Tujuan Penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap Pelayanan Kefarmasian Unit Rawat Jalan di IFRS RSUD Serang. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu merupakan suatu metode pengumpulan data primer yang memerlukan adanya komunikasi antara peneliti dan responden. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil menunjukan bahwa tingkat kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan Instalasi Farmasi RSUD Serang mencapai nilai rata-rata sebesar 0,77 dengan interpretasi cukup puas. Dimensi tangible (bukti fisik), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,74. Dimensi reliability (kehandalan), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,67. Dimensi Assurance (Jaminan), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa sangat puas dengan nilai sebesar 0,81. Dimensi Responsiveness (Daya Tanggap), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,78. Dimensi empathy (Empati) dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa sangat puas dengan nilai sebesar 0,85.
Kata kunci : Tingkat kepuasan, Pelayanan Kefarmasian, Pasien BPJS, Rawat Jala
PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN ALAMI DAN ANALISIS INTERAKSINYA TERHADAP RESEPTOR VEGF-1 MENGGUNAKAN METODE MOLECULAR DOCKING
Antioksidan merupakan zat yang mampu melindungi pangan dari proses oksidasi. Penggunaan antioksidan sintetik telah menjadi perdebatan dikarenakan efek negatif yang ditimbulkannya. Antioksidan alami dari tumbuhan dapat menjadi senyawa potensial sebagai bahan tambahan pangan alternatif. Namun belum banyak penelitian mengenai efek toksik antioksidan alami. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh prediksi toksisitas 300 senyawa antioksidan alami tumbuhan menggunakan metode in silico dan analisis interaksinya dengan reseptor VEGF-1 melalui metode molecular docking. Prediksi toksisitas senyawa dilakukan menggunakan perangkat lunak T.E.S.T, Toxtree, ADMET predictor, dan QSAR Toolbox. Analisis senyawa uji dengan reseptor VEGF-1 melalui molecular docking dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6. Hasil analisis molecular docking terlihat bahwa terdapat interaksi antara senyawa uji dengan reseptor melalui adanya kemiripan residu asam amino yang berdekatan seperti pada senyawa pembanding dan adanya ikatan hidrogen. Interaksi dengan reseptor VEGF-1 pada uji karsinogenitas menunjukkan asam rosmarinat dan kapsaisin memiliki energi bebas ikatan terendah dengan nilai -8,54 dan -8,11 kcal/mol.
Kata kunci: antioksidan alami, molecular docking, VEGFR-
PENINGKATAN PENETRASI AMINOFILIN DARI SEDIAAN GEL ANTISELULIT DENGAN ENHANCER PROPILEN GLIKOL MELALUI MEMBRAN KULIT TIKUS JANTAN
Banyak sediaan antiselulit yang beredar di pasaran menggunakan zat aktif aminofilin dalam berbagai bentuk sediaan topikal. Penetrasi aminofilin ke dalam kulit perlu ditingkatkan untuk meningkatkan penetrasi aminofilin dengan penambahan enhancer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi propilen glikol sebagai enhancer terhadap transpor aminofilin menembus membran kulit tikus. Sediaan dibuat dalam empat formula, yaitu formula gel tanpa propilen glikol (kontrol), formula gel aminofilin dengan propilen glikol; 7%; 10%; 12% b/b. Semua formula dievaluasi sifat fisiknya, meliputi organoleptis, pH, daya sebar, dan daya lekat. Uji transpor dilakukan dengan menggunakan alat uji difusi tegak dengan medium reseptor (larutan Phospat Bufer Salin 0,1 M pH 7,4), medium donor (sediaan gel aminofilin), Suhu 35°C dan kecepatan pengadukan ± 300 rpm. Kadar aminofilin dalam kompartemen donor yang tertranspor ke kompartemen reseptor pada jam ke- 0; 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 4; 5; 6; 7; dan 8 jam ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Data transpor dianalisis untuk ditentukan fluks dan efisiensinya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan propilen glikol dapat mempengaruhi daya sebar dan daya lekat, akan tetapi tidak mempengaruhi pH sediaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan enhancer propilen glikol memberikan pengaruh yang signifikan (