E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN PEWARNA PIPI DALAM BENTUK PADAT DARI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)

    No full text
    Bakteri penghasil antibiotik golongan beta laktam telah lama diteliti. Sejalan dengan waktu, resistensi terhadap antibiotik golongan beta laktam saat ini banyak terjadi. Resistensi tersebut dapat diakibatkan karena salah satunya adalah tidak konsisten untuk menghabiskan antibiotik sehingga bakteri mampu menghasilkan enzim β-laktamase. Resistensi ini dapat dikurangi dengan menggunakan inhibitor terhadap aktivitis enzim β-laktamase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri yang memproduksi inhibitor antibiotik β lactamase dari bahan baku tahu sumedang. Bakteri terpilih dilakukan uji dengan metode “direct antagonismâ€. Sampel diambil dari pabrik tahu dari daerah Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Dari proses isolasi didapat beberapa isolat tunggal yang berpotensi menghasilkan inhibitor beta laktamase. Isolat tersebut di uji daya hambat terhadap bakteri target golongan β-laktamase. Isolat yang menghasilkan zona bening ketika uji merupakan isolat dengan potensi. Didapat 1 bakteri kandidat yang memiliki potensi untuk menghasilkan inhibitor beta laktamase. Identifikasi dilakukan dengan metode API test dan didapat bakteri tersebut adalah Bacillus licheniformis. Kata kunci: bakteri antibiotik, beta laktamase, inhibitor beta laktamas

    Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja Dan Pengembangan Karier Terhadap Kepuasan Kerja Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Karyawan PT. XYZ

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja dan pengembangan karier terhadap kepuasan kerja dan dampaknya terhadap loyalitas karyawan PT. XYZ. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana variabel penelitian ini terdiri dari lima variabel yaitu Kepuasan kerja (Y1), Loyalitas karyawan (Y2), Kompensasi (X1), Lingkungan kerja (X2), dan Pengembangan karier (X3). Objek penelitian ini adalah PT. XYZ dengan responden yang berjumlah 90 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) variabel kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. XYZ. 2) variabel lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. XYZ. 3) variabel pengembangan karier berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. XYZ. 4) variabel kompensasi, lingkungan kerja dan pengembangan karier secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. XYZ. 5) variabel kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas karyawan PT. XYZ. Kata kunci : kompensasi, lingkungan kerja, pengembangan karier, kepuasan kerja, loyalitas karyawan

    Studi Penambatan Molekuler Senyawa Scopoletin Dari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Pada Enzim Ace Sebagai Antihipertensi

    No full text
    Hipertensi adalah tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 120 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 80 mmHg. Hipertensi dapat diobati dengan obat golongan Angiontensin Converting Enzim- Inhibitor (ACEI). Tetapi captopril memiliki efek samping yaitu batuk kering. Maka masyarakat memilih buah mengkudu sebagai pengobatan hipertensi, yang di dalamnya mengandung senyawa scopoletin. Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah, maka dilakukan pengujian in-silico, sebagai alternatif penemuan obat baru. Pengujian ini menggunakan tanaman mengkudu yang memiliki senyawa scopoletin pada buahnya sebagai senyawa uji. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat skor docking yang terendah antara senyawa uji dan senyawa pembanding. Metode yang digunakan yaitu Autodock 42.6. studi penambatan molekul adalah metode komputasi yang bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro Reseptor yang digunakan yaitu ACE dengan kode 2X8Z. Hasil pengujian ini scopoletin menghasilkan free binding energy -6.21 kkal/mol sedangkan captopril -5.97 kkal/mol, maka scopoletin menghasilkan skor docking yang lebih rendah dibandingkan captopril. Keduanya memiliki asam amino yang sama yaitu 265GLN, 497HIS, 337HIS, 367HIS. Satu ikatan hidrogan yang terbentuk antara ligan uji dengan reseptor ACE, ikatan hidrogen yang terbentuk yaitu antara atom O pada scopoletin dan atom N pada residu asam amino 266GLN dengan jarak 2.01Ã…. Sedangkan captopril memiliki empat ikatan hidrogen yang terbentuk antara atom O dan atom N pada residu asam amino 495LYS, GLN265, HIS497, HIS337. Dapat disimpulkan bahwa scopoletin diprediksi dapat berperan sebagai antihipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Scopoletin, ACE, Penambatan Moleku

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) DENGAN METODE DPPH (1,1Diphenyl-2-picrylhydrazyl)

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas senyawa fenol dari Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst). Berdasarkan literatur dan pengalaman secara empiris, umbi gadung dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pengujian aktivitas antioksidan dengan penentuan nilai IC50 diharapkan dapat menjadi informasi tentang kekuatan aktivitas antioksidan dengan memanfaatkan umbi gadung. Ekstrak umbi gadung diekstraksi secara maserasi langsung dengan etanol 96% sehingga diperoleh ekstrak etanol umbi gadung. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol umbi gadung ini dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dengaan vitamin C sebagai kontrol positif. Metabolit sekunder yang terdapat pada umbi gadung adalah flavonoid, alkaloid, fenol, tannin, saponin, steroid, terpenoid, dan glikosida. Hasil perhitungan nilai IC50 umbi gadung adalah sebesar 52,196 ppm, sedangkan nilai IC50 vitamin C adalah sebesar 6,305 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak umbi gadung memiliki tingkat kekuatan antioksidan yang kuat. Kata kunci: Umbi gadung, antioksidan, DPPH, IC50

    FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN PEWARNA PIPI DALAM BENTUK PADAT DARI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)

    No full text
    Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tumbuhan yang hidup di daerah pegunungan yang batu tetapi tidak terlalu dingin. Saat ini tumbuhan kayu secang belum dimanfaatkan secara maksimal, adanya warna merah tua pada kayu secang diakibatkan adanya senyawa brazilin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini dilakukan membuat sediaan pewarna pipi dengan memanfaatkan pewarna alami pada kayu secang. Formula sediaan pewarna pipi terdiri dari talkum, kaolin, zink oksida, paraffin cair dan metil paraben serta ekstrak kering kayu secang konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Pengujian terhadap sediaan meliputi pemeriksaan mutu fisik mencakup pemeriksaan homogenitas, organoleptik, pH, uji oles, uji iritasi, uji kesukaaan (Hedonic Test). Formulasi pewarna pipi menggunakan ekstrak kayu secang menunjukkan sediaan yang dibuat homogen, mudah dioleskan, memiliki pH antara 6-7, sediaan yang disukai dan tidak berubah selama penyimpanan 4 minggu adalah formula III (15%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan pewarna pipi dan tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman digunakan. Kata kunci: kayu secang (Caesalpinia sappan L.), brazilin, pewarna pip

    FORMULASI SEDIAAN DEODORAN ROLL ON DENGAN MINYAK SIRIH (Piper betle Linn.) SEBAGAI ANTISEPTIK

    No full text
    Minyak sirih (Piper betle Linn) dengan kandungan utama kavikol yang berfungsi sebagai antiseptik diformulasi menjadi sediaan deodoran roll on dengan basis etanol 96%. Sifat antiseptik ditentukan oleh zat-zat yang berfungsi sebagai antibakteri yang terkandung dalam minyak atsiri yang terdapat pada tumbuhan. Deodoran roll on dibuat dengan kandungan minyak sirih dengan konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5 %. Prinsip pembuatan deodoran roll on adalah dengan melarutkan komponen yang larut dalam air dan yang larut dalam etanol 96%. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan deodoran roll on meliputi homogenitas, organoleptik, pH, viskositas, sifat alir, uji iritasi, dan daya hambat terhadap minyak sirih serta sediaannya, yang kemudian dibandingkan dengan deodoran roll on pembanding yang ada di pasaran. Hasil evaluasi daya hambat minyak sirih dan sediaannya serta pH dianalisis secara statistik dengan metode anva satu arah dan dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak sirih maka semakin besar pula kemampuan menghambat bakteri. Daya hambat paling besar pada kosentrasi 1,5% yaitu pada formula IV dengan karkteristik sebagai berikut: Homogenitas baik, berwarna putih susu, bau khas sirih, pH antara 3,97-3,98, viskositas berkisar antara 230-300 cPs, memiliki sifat alir tiksotropik, tidak mengiritasi kulit, dan diameter hambat bakteri Staphylococcus epidermidis 0,80-1,00 cm. Kata kunci :Minyak sirih, Antiseptik, Deodoran roll o

    PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI SABUN CAIR MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (Cymbopogon Nardus L. Rendle)

    No full text
    Sabun merupakan salah satu jenis kosmetik untuk kebersihan tubuh yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Minyak atsiri merupakan senyawa ester yang mudah menguap. Minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon Nardus L. Rendle) diperoleh dari destilasi daun sereh wangi. Minyak sereh wangi berpotensi sebagai zat pelembab, zat antiseptik dan senyawa aromatik yang banyak digunakan pada industri parfum. Sabun yang mengandung minyak atsiri biasanya dibuat dalam bentuk padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia formulasi sabun dengan penambahan minyak atsiri sereh wangi yang dibuat dalam bentuk cair. Jenis sabun cair menjadi salah satu yang sangat diminati dalam penggunaannya karena lebih praktis penggunaanya dan terjaga higienitasnya dari kontaminasi bakteri dibanding jenis sabun yang lain. Sediaan sabun dibuat dalam 6 formulasi dimana F0 sebagai basis. Konsentrasi minyak atsiri sereh wangi yang ditambahkan pada formula F1, F2, F3, F4, F5 berturut-turut sebesar 0.05%, 0.1%, 0,15%, 0.2%, dan 0.25%. Hasil sediaan sabun cair yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian fisik dan kimia untuk mengetahui karakteristiknya sesuai dengan SNI 06-4085-1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1,F2 dan F3 memiliki karakteristik fisik dan kimia sesuai persyaratan SNI. Hasil uji organoleptik menunjukkan semua formula berwarna putih susu, beraroma khas sereh wangi, dan berbentuk cairan homogen, kecuali F4 dan F5 yang memisah pada minggu ke-4. Hasil uji berat jenis antara 1.0385g/cm3-1.044g/cm3. Hasil uji viskositas yaitu antara 288.6cps-416.96cps. Uji daya busa menunjukkan kestabilan busa antara 23%-65%. Hasil uji pH menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki pH rata-rata 8-10 dan uji kadar alkali bebas keenam formulasi antara 0.11%-0.14%

    PERBANDINGAN KANDUNGAN GOLONGAN SENYAWA KIMIA ANTARA EKSTRAK ETANOL 70% BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) DENGAN EKSTRAK ETANOL 70% DAGING BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) SECARA KUALITATIF

    No full text
    Pola kehidupan masyarakat dunia saat ini cenderung kembali ke alam termasuk di bidang obat-obatan. Orang kini cenderung beralih ke tumbuhan obat karena tumbuhan obat memiliki beberapa keuntungan yaitu memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat sintetik, harga lebih murah, dan penggunaannya tidak memerlukan bantuan tenaga medis. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional adalah buah stroberi dan buah papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan kimia yang terdapat pada buah stroberi dan buah papaya. Penelitian ini dilakukan dengan membuat ektrak buah stroberi dan papaya dengan metode maserasi, ekstrak yang diperoleh selanjutnya diuji skrining fitokimia secara kualitatif dengan melakukan uji kandungan senyawa vitamin c, polifenol, flavonoid, antosianin, alkaloid, dan steroid. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% daging buah pepaya adalah senyawa vitamin C, polifenol, flavonoid, antosianin, dan steroid. Sedangkan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% buah stroberi adalah senyawa vitamin C, flavonoid, dan steroid. Kata kunci: stroberi, pepaya, uji kualitati

    VAKSINASI (IMUNISASI) DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM

    No full text
    Vaksinasi atau imunisasi mejadi pembicaraan yang hangat seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi modern yang berhasil menciptakan berbagai macam pengobatan modern disatu sisi, namun disisi lain kemjauan teknologi ini menjadi ancaman baru bagi munculnya berbagai bakteri atau virus baru yang mengerikan seperti Virus Meningitis dan polio. Berkembangnya berbagai macam penyakit virus atau bakteri, tidak bisa dilepaskan dari kehadiran lingkungan alam disekitar kita yang sudah tercemar oleh polusi udara akibat dampak dari perkembangan teknologi modern. Penggunaan Vaksinasi tentu menjadi garapan para ilmuwan dalam rangka menanggulangi keberadaan virus yang banyak memakan korban jiwa, khususnya Virus Meningitis dan polio. Oleh Karena itu,kajian ini menjadi penting karena wacana ini menjadi kontroversial bagi umat muslim khususnya Jemaah Haji yang tujuannya bermaksud melaksanakan ibadah suci namun digelisahkan oleh kasus maningitis yang mengandung unsur Babi yang diharamkan, begitu pula dengan orang tua yang memiliki balita merasa ragu untuk memvaksinasi anak balitanya.Karena itu penulisan ini sangat penting untuk dibahas baik dari aspek agama maupun secara ilmiah

    Perbandingan Kandungan Kadar Vitamin C Antara Ekstrak Etanol 70% Buah Stroberi (Fragaria X Ananassa) Dan Ekstrak Etanol 70% Daging Buah Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Visibel

    No full text
    Ada banyak sekali bahan makanan yang berasal dari sayur dan buah-buahan yang merupakan sumber vitamin C, seperti berbagai jenis jambu, nanas, stroberi, pepaya, sayuran segar, tomat, bahkan jeruk dan lemon. Kebutuhan untuk vitamin C adalah 60 mg/hari, tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% buah stroberi yang dibandingkan dengan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% daging buah pepaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memeriksa kadar vitamin C pada pada ekstrak etanol 70% buah stroberi dan ekstrak etanol 70% daging buah pepaya. Kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% buah stroberi rata-rata 14,407% sedangkan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% daging buah pepaya rata-rata 3,5314%. Terdapat perbedaan antara kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% buah stroberi dan kadar vitamin C pada ekstrak etanol 70% daging buah pepaya. Kata kunci : vitamin C, ekstrak etanol 70% buah stroberi, ekstrak etanol 70% daging buah pepay

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇