Megasains (Journal)
Not a member yet
    113 research outputs found

    Studi Tren Kenaikan CO2 Hasil Pengukuran pada GAW Bukit Kototabang dan Perbandingannya dengan Data Global

    No full text
    Aktivitas manusia pasca revolusi industri telah menggeser fungsi komposisi alamiah Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Konsentrasi GRK yang berlebihan menyebabkan peningkatan temperatur udara di permukaan bumi. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik Karbon Dioksida (CO2) yang diamati oleh SPAG Bukit Kototabang. Pengukuran CO2 ini menggunakan Air Kit Flask Sampler yang dikirim ke NOAA. Data dianalisis dengan menggunakan metode Statistik Deskriptif dengan 2 periode data CO2 tahun 2005-2018. Periode pertama (2005-2011) laju kenaikan data sebesar 0.1306 ppm/bulan dan periode kedua (2012-2018) sebesar 0.1988 ppm/bulan serta kenaikan nilai minimum sebesar 3.64% pada periode kedua. Pengukuran CO2 di SPAG Bukit Kototabang masih berada di bawah rata-rata pengukuran Global dan Mauna Loa meskipun memiliki tren kenaikan yang sama. Kata Kunci : Gas Rumah Kaca, Karbon Dioksida, Airkit Flask Sampler, Statistik deskripti

    ANALISIS MUSIM SIKLON TROPIS 2021/2022 DI SAMUDRA HINDIA SELATAN INDONESIA

    Full text link
    The tropical cyclone season in the Indian Ocean south of Indonesia every year takes place from November to April. The cyclone season in 2021/2022 is predicted to experience an above normal, with the number of tropical cyclones predicted to grow as many as 15 systems. Meanwhile, based on the climatological average, there will be 10 tropical cyclones that will develop in each tropical cyclone season. However, during the period from November 2021 to April 2022, only 8 tropical cyclones were developed in this basin, with 1 of them born within the area of responsibility of TCWC Jakarta. With a statistical method approach and descriptive analysis of tropical cyclone climatological data, predictions of the outlook for the tropical cyclone season in 2021/2022, and cyclogenesis data from TCWC Jakarta, it can be concluded that the tropical cyclone season in 2021/2022 tends to be below normal by 65% to 80 %.Musim siklon tropis di Samudra Hindia selatan wilayah Indonesia setiap tahunnya berlangsung pada periode bulan November hingga April. Musim siklon tahun 2021/2022 diprediksi akan mengalami bersifat diatas normalnya, dengan jumlah siklon tropis yang diprediksi akan tumbuh sebanyak 15 sistem. Sementara jika melihat dari rata-rata klimatologisnya maka akan ada 10 siklon tropis yang akan tumbuh dalam tiap musim siklon tropis. Namun sepanjang periode November 2021 hingga April 2022 hanya terdapat 8 siklon tropis yang lahir di basin ini, dengan 1 diantaranya lahir di dalam wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta. Dengan pendekatan metode statistik dan analisis deskriptif terhadap data klimatologis siklon tropis, prediksi outlook musim siklon tropis tahun 2021/2022, serta data siklogenesis dari TCWC Jakarta, dapat disimpulkan bahwa musim siklon tropis tahun 2021/2022 ini cenderung bersifat Bawah Normal sebesar 65% hingga 80%

    ANALISIS PENGARUH KEJADIAN EL NINO SOUTHREN OSCILLATION (ENSO) DI WILAYAH MANOKWARI SELATAN PERIODE TAHUN 2015-2021

    Full text link
    El Niño–Southern Oscillation (ENSO)is one of the phenomena that affect rainfall. This study aims to determine the effect of ENSO on rainfall in Manokwari Selatan. Boxplot analysis and total rainfall were used to determine the impact of ENSO. In general, the effect of ENSO on the seasonal period in South Manokwari occurs over a certain period. Like the La Nina influence which has a significant impact on the JJA and SON periods. The impact that occurs is an increase in the intensity of rainfall from the average in normal conditions. The increase occurred at Warsui, Oransbari, Gayabaru, and Ransiki rainfall posts. Meanwhile, the effect of El Nino also occurred but only during the JJA period. During this period, total rainfall decreased by 75% (Warsui), 54% (Oransbari), and 64% (Ransiki). There is also the effect of ENSO in terms of an annual period. The effect of ENSO in the annual period is only seen to have an impact on areas that have a equatorial type of rainfall pattern, namely the Warsui and Ransiki rainfall posts. Both rainfall posts can experience an average increase and the total annual rainfall ranges from 2% to 237% in La Nina conditions. On the other hand, in El Nino conditions, there is a decrease in the average and total rainfall of up to 37%.Fenomena yang mempengaruhi curah hujan salah satunya adalah ENSO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ENSO terhadap curah hujan di Manokwari Selatan. Analisis boxplot dan total curah hujan digunakan untuk mengetahui dampak dari ENSO. Secara umum, pengaruh ENSO pada periode musiman di Manokwari Selatan terjadi pada periode tertentu. Seperti pengaruh La Nina yang memiliki dampak signifikan pada periode JJA dan SON. Dampak yang terjadi yaitu adanya kenaikan intensitas curah hujan dari rata-ratanya pada kondisi Normal. Kenaikan terjadi pada pos curah hujan Warsui, Oransbari, Gayabaru, dan Ransiki. Sementara itu, pengaruh El Nino juga terjadi namun hanya pada periode JJA. Pada periode tersebut total curah hujan mengalami penurunan sebesar 75% (Warsui), 54% (Oransbari), dan 64% (Ransiki). Terdapat juga pengaruh ENSO yang ditinjau dari jangka waktu tahunan. Pengaruh ENSO dalam jangka waktu tahunan hanya terlihat berdampak pada wilayah yang memiliki tipe pola hujan ekuatorial yaitu pos curah hujan Warsui dan Ransiki. Kedua pos curah hujan tersebut dapat mengalami kenaikan rata-rata dan total curah hujan tahunannya berkisar antara 2% hingga 237% pada kondisi La Nina. Sebaliknya pada kondisi El Nino, terjadi penurunan rata-rata dan total curah hujan hingga mencapai 37%

    IDENTIFIKASI QUASI-LINEAR CONVECTIVE SYSTEM MENGGUNAKAN RADAR C-BAND DI WILAYAH MAKASSAR

    Full text link
    Quasi-Linear Convective System (QLCS) as one of the phenomena that can cause heavy rains, potency of thunderstorm, and destructive strong winds. This research investigated the occurrence of QLCS in December 2018 – May 2019 in the coverage of Makassar weather radar are which has a C-Band-based weather radar monitoring network with CMAX, Central Tracking, Combined Moment, and Vertical Shear products. The aim of this conducted observation is to find out the distribution pattern of spatial-temporal and wind profile of QLCS and its impact related to thunderstorm. The result shows there are 32 identified cases of QLCS in the Makassar weather radar coverage area which has the duration mostly between 30-60 minutes. The dominant location of QLCS formation is founded in the coastal ocean (CO) which the initiation time mostly happened at night (18.00-23.59 local time). The most direction of propagation is east-southeast by 47% with propagation speed of QLCS cells dominated by slow moving by 47%. Vertical Wind Shear (VWS) speed caused by QLCS, 3 of the 4 types of formation of the maximum VWS speed are always when the phase matures. There are 10 of 32 cases (31,25%) of QLCS which identified as its impact related to the occurrence of thunderstorm.   Keywords: QLCS, Weather Radar, VWS, ThunderstormsQuasi-Linear Convective System (QLCS) merupakan suatu fenomena sistem cuaca konvektif yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan lebat, petir, dan angin kencang yang sifatnya merusak. Penelitian ini mengambil kasus kejadian QLCS Desember 2018 – Mei 2019 di cakupan radar cuaca Makassar yang memiliki jaringan pengamatan radar cuaca berbasis C-Band dengan produk CMAX, Central Tracking, Combined Moment, dan Vertical Shear. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui pola sebaran spasial, temporal, profil angin QLCS dan dampak QLCS terkait kejadian petir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola QLCS di wilayah cakupan radar cuaca Makassar teridentifikasi 32 kasus QLCS dengan durasi terbanyak pada 30-60 menit. Lokasi pembentukan QLCS dominan di Coastal Ocean dengan waktu inisiasi terbanyak saat malam hari pada rentang waktu 18.00-23.59 Local Time. Arah propagasi terbanyak ke arah timur-tenggara sebanyak 47% dengan kecepatan propagasi sel QLCS didominasi oleh slow moving sebesar 47%. Kecepatan angin Vertical Wind Shear (VWS) ditemukan 3 dari 4 jenis pembentukan QLCS yaitu broken line, back building, broken areal, embedded areal, bahwa kecepatan VWS maksimum saat fase matang. Dampak QLCS yang dikaitkan dengan terjadinya petir, hanya 10 dari 32 kasus (31.25%) yang dapat menimbulkan petir.   Kata kunci: QLCS, Radar cuaca, VWS, Peti

    PERBANDINGAN MODEL PREDIKSI RADIASI MATAHARI BERBASIS MESIN PEMBELAJARAN PADA STASIUN METEOROLOGI FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU

    Full text link
    Radiasi matahari adalah sumber energi terbesar dan memiliki peran dalam keseimbangan radiasi permukaan, siklus hidrologi, fotosintesis vegetasi, cuaca dan iklim. Sangat penting untuk menganalisis radiasi matahari dalam berbagai keperluan. Makalah ini bertujuan untuk mempelajari dan mengevaluasi kelayakan metode-metode didalam mesin learning dalam membuat prediksi radiasi matahari. Parameter Tekanan Udara, Temperatur Udara, Dew Point, Kelembaban Udara yang diukur bersama dengan Radiasi Matahari digunakan untuk membuat prediksi. Tiga metode yang di gunakan dalam makalah ini yaitu Linear Regression (LR), Random Forest Regressor (RFR), dan Decision Tree Regressor (DTR). Untuk menentukan kinerja hasil prediksi dilakukan evaluasi dengan tiga matrik statistic yaitu Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Squared Error (RMSE) dan R-Squared (R2). Hasil Prediksi menunjukkan bahwa metode Random Forest Regressor memberikan nilai prediksi yang paling baik dari dua metode lainnya yang dicoba dengan nilai MAE 51,4 nilai RMSE 106,0 dan R2 0,87

    ANALISIS PERIODE ULANG CURAH HUJAN DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN METODE IWAI KADOYA: ANALYSIS OF RAINFALL PROBABLE IN SOUTHEAST SULAWESI USING IWAI KADOYA METHOD

    Full text link
    This study aims to analyze the characteristics of maximum rainfall and the return period of maximum rainfall in the Southeast Sulawesi region in order to anticipate the possibility of high intensity rainfall in the future. The study was conducted using data at 3 weather observation stations in Southeast Sulawesi. This study is a descriptive study to calculate the maximum monthly rainfall and rainfall return period using the Iwai Kadoya method. The results of this study indicate that the highest maximum rainfall occurs at the Kendari Maritime Meteorological Station of 213.3 mm/day. The range of the highest rainfall return period is at the Sangia Ni Bandera Kolaka Meteorological Station of 129-179.5 mm/day, with the maximum possible rainfall that has occurred repeatedly is 40-50 years.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik curah hujan maksimum dan periode ulang curah hujan maksimum di wilayah Sulawesi Tenggara guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya curah hujan dengan intensitas tinggi di kemudian hari. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data di 3 stasiun pengamatan cuaca di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menghitung curah hujan maksimum bulanan dan periode ulang curah hujan dengan menggunakan metode Iwai Kadoya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa curah hujan maksimum tertinggi terjadi di Stasiun Meteorologi Maritim Kendari sebesar 213.3 mm/hari. Rentang periode ulang curah hujan tertinggi berada di Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera Kolaka sebesar 129-179.5 mm/hari, dengan kemungingkinan curah hujan maksimum yang pernah terjadi berulang yaitu 40-50 tahun

    SIMULASI DISPERSI PERBANDINGAN PM2.5 SAAT HARI TANPA HUJAN (HTH) DAN HARI LIBUR TAHUN BARU (HLTB) DI SUMATERA BARAT DENGAN MODEL WEATHER RESEARCH AND FORECASTING (WRF-CHEM)

    Full text link
    One of the indicators in determining air quality is looking at the concentration of PM2.5 in an area. PM2.5 concentration can be simulated using the WRF-Chem model. Therefore, this study aims to look at the dispersion of PM2.5 during Rainless Days (June, 13th 2022) and New Year\u27s Holidays (January, 1st 2023) in West Sumatra by using WRF-Chem as a preventive measure if there is a negative impact due to poor air quality. The data used are Final Data Analysis (FNL) and observational data from the Kototabang Hill Atmospheric Monitoring Station. WRF-Chem simulation results on Rainless Days and New Year\u27s Holidays show a similar distribution pattern of PM2.5 concentrations. PM2.5 concentrations in the morning to noon have high concentrations in areas that are sources of PM2.5. However, the attention spread to other sites from the afternoon until late morning. PM2.5 concentrations ranging from 20 – 30 µg/m3 dominate during New Year\u27s Holidays. The WRF-Chem simulation was also validated with observational data, which resulted in a PM2.5 concentration value still below the BMUN (meaning it was safe), and the r, RMSE, and MAE values were 0.48, 4.09, 1.19 (Rainless Days) and 0.56; 10.02; 6.40 (New Years Holiday).Indikator dalam menentukan kualitas udara salah satunya dengan melihat konsentrasi PM2.5 di suatu wilayah. Konsentrasi PM2.5 dapat disimulasikan dengan menggunakan model WRF-Chem. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat dispersi PM2.5 saat Hari Tanpa Hujan (HTH) pada tanggal 13 Juni 2022 dan Hari Libur Tahun Baru (HLTB) pada tanggal 1 Januari 2023 di Sumatera Barat dengan menggunakan model WRF-Chem sebagai upaya preventif jika terjadi dampak negatif akibat kualitas udara yang buruk. Data yang digunakan yaitu Final Data Analysis (FNL) serta data observasi dari Stasiun Pemantau Atmosfer Bukit Kototabang. Hasil simulasi WRF-Chem pada saat HTH dan HLTB menunjukkan adanya pola sebaran konsentrasi PM2.5 yang mirip. Konsentrasi PM2.5 di pagi hingga siang hari memiliki konsentrasi yang tinggi pada wilayah yang menjadi sumber PM2.5. Namun, pada sore hingga malam hari menjelang pagi, konsentrasi tersebut menyebar ke wilayah lain. Konsentrasi PM2.5 dengan rentang 20 – 30 µg/m3 lebih dominan terjadi ketika HLTB. Simulasi WRF-Chem juga di validasi dengan data observasi yang menghasilkan nilai konsentrasi PM2.5 masih berada di bawah BMUN (berarti aman) dan nilai r, RMSE, serta MAE berturut-turut sebesar 0,48; 4,09; 1,19 (HTH) dan 0,56; 10,02; 6,40 (HLTB).                       &nbsp

    PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN MENGGUNAKAN MULTI PREDIKTOR DI ZOM 313 SULAWESI TENGGARA

    Full text link
    Rainfall prediction is an important aspect in improving weather and climate information. Rain becomes part of the hydrologic cycle are triggered by changes in weather parameters that synergy. Relations between parameters this as the basis for model creation based Global Circulation Model data is processed to estimate rainfall in an area. Kendari region (Season Zone 313) do not get the best method for predicting the monthly rainfall. The method used in this research is multiple linear regression predictor anomaly sea surface temperatures (SST), sea level pressure (SLP) and the zonal wind is processed by the time lag of 0 months to time lag 3 month. The model results are validated by looking at the coefficient correlation value and RMSE values show a good performance time lag 0 than the three other models in each month.   Keywords : rainfall, multiple regression, time lagPrediksi curah hujan merupakan aspek penting dalam peningkatan informasi cuaca dan iklim. Hujan menjadi bagian dari siklus hidrologi yang dipicu oleh perubahan parameter cuaca yang bersinergi. Hubungan antar paramer ini sebagi dasar pembuatan model berbasis data Global Circulation Model yang diolah untuk memperkirakan curah hujan di suatu daerah. Wilayah kendari (ZOM 313) belum mendapatkan metode yang paling baik dalam memprediksi curah hujan bulanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan prediktor anomali suhu muka laut (SST), tekanan permukaan laut (SLP) dan angin zonal yang diolah berdasarkan time lag 0 bulan hingga time lag 3 bulan. Hasil model di validasi dengan melihat nilai koefsien korelasi dan nilai RMSE menunjukan performa yang baik time lag 0 daripada ketiga model lainnya bulan setiap bulannya. Kata kunci : curah hujan, regresi berganda, time la

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN KUALITAS UDARA MENGGUNAKAN SENSOR PMS7003

    Full text link
    Air pollution is one of the global environmental problems. One of the air quality parameters of concern is Particulate Matter 2.5 ug/m (PM2.5) because it causes respiratory health problems. The PM2.5 air quality information is very limited due to the number and operational constraints of the instrument, so the development of air quality measurement equipment using the PMS7003 sensor is carried out. The test was carried out at SPAG Bukit Kototabang for 1 month, the instrument was compared with the MetOne BAM 1020 reference equipment for concentrations of PM2.5 and PM10. This research was conducted using the Plomp development model. The results obtained by the PMS7003 sensor are suitable for measuring the concentration of PM2.5 compared to PM10. The results of PM2.5 testing with reference instruments were obtained, namely correlation 0.68, RMSE 3.83, bias -0.43, MAE 2.91, accuracy 0.92 and PM2.5 concentration on the PMS7003 sensor increased when humidity was above 90%.Pencemaran udara menjadi salah satu permasalahan lingkungan secara global. Salah satu parameter kualitas udara yang menjadi perhatian yaitu Particulate Matter 2.5 ug/m (PM2.5) karena mengakibatkan gangguan kesehatan pada pernafasan. Informasi kualitas udara PM2.5 tersebut sangat terbatas karena terkendala jumlah dan operasional dari instrumennya, sehingga dilakukan pengembangan peralatan pengukuran kualitas udara menggunakan sensor PMS7003. Pengujian dilakukan di SPAG Bukit Kototabang selama 1 bulan, instrumen dibandingkan dengan peralatan referensi MetOne BAM 1020 untuk konsentrasi PM2.5 dan PM10. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Hasil yang diperoleh sensor PMS7003 layak digunakan untuk pengukuran konsentrasi PM2.5 dibandingkan PM10. Hasil pengujian PM2.5 dengan instrumen referensi diperoleh yaitu korelasi 0,68, RMSE 3,83, bias -0.43, MAE 2.91, ketepatan 0.92 dan konsentrasi PM2.5 pada sensor PMS7003 meningkat saat kelembaban diatas 90%

    Analisis Proyeksi Curah Hujan Tahunan Menggunakan Skenario RCP4.5 Di Provinsi Nusa Tenggara Barat

    No full text
    Climate is a factor that affects many sectors and human life, one of which is rainfall. Rainfall projections help to predict conditions and potential water availability in the future. This study aims to analyze the average annual rainfall in 3 periods, namely the baseline period (2006-2016), the short-term (2021-2030), and the medium-term (2031-2040). The data used is rainfall observation data at 44 collaborative rain points, as well as rainfall model data for the RCP4.5 scenario using 44 cooperative rain points in West Nusa Tenggara. The method used in this study is the interpolation method, namely Inverse Distance Weighted (IDW). The results showed that there was an increase in the average annual rainfall from the baseline period (2006-2016) to the forecast period (2021-2030) in West Nusa Tenggara. Meanwhile, from the forecast period (2021-2030) to the forecast period (2031-2040), there was no significant change in rainfall.Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi banyak sektor dan kehidupan manusia, salah satu unsur iklim yaitu curah hujan. Proyeksi curah hujan membantu untuk memperkirakan kondisi dan potensi ketersediaan air di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa rata-rata curah hujan tahunan yang dibagi pada 3 periode yaitu periode baseline (2006-2016), periode proyeksi jangka pendek (2021-2030), dan periode proyeksi jangka menengah (2031-2040). Data yang digunakan adalah data observasi curah hujan pada 44 titik pos hujan kerjasama, serta data model curah hujan skenario RCP4.5 menggunakan 44 titik pos hujan kerjasama di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode interpolasi yaitu Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata curah hujan  tahunan dari periode baseline (2006-2016) ke periode proyeksi (2021-2030) di Nusa Tenggara Barat. Sedangkan dari periode proyeksi (2021-2030) ke periode proyeksi (2031-2040) tidak terjadi perubahan curah hujan yang signifikan

    47

    full texts

    113

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Megasains (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇