Padjadjaran University

Repository Universitas Padjadjaran
Not a member yet
    200 research outputs found

    STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM PERKARA GUGATAN PT. MARVELZON INDONESIA TERHADAP BUPATI CIAMIS ATAS DITOLAKNYA PERMOHONAN PERPANJANGAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN EKSPLOITASI PASIR

    No full text
    Pada tugas akhir berbentuk studi kasus ini, Peneliti akan meneliti gugatan PT. Marvelzon Indonesia terhadap Bupati Ciamis atas ditolaknya permohonan perpanjangan izin usaha pertambangan eksploitasi pasir besi di laut lepas pesisir pantai selatan Kabupaten Ciamis. PT. Marvelzon Indonesia merasa izin usaha pertambangan miliknya seharusnya diperpanjang oleh Bupati Ciamis, dengan ditolaknya permohonan perpanjangan izin usaha pertambangan eksploitasi tersebut, PT. Marvelzon Indonesia merasa diperlakukan tidak adil, dan kepentingannya dirugikan. Perkara ini melibatkan para pihak antara lain PT. Marvelzon Indonesia sebagai penggugat, dan Bupati Ciamis sebagai tergugat. Pada saat dismissel 30 Mei 2012 PT. Marvelzon mengajukan permohonan masuknya BPPT dan PT. Indo Sinorang Resources sebagai pihak tergugat, Majelis Hakim mengabulkan permohonan PT. Marvelzon melaui putusan sela No. 39/G/2012/PTUN-Bdg tertanggal 20 juni 2012. Peneliti dalam kesimpulan Studi Kasus ini tidak sependapat dengan pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung yang menyimpulkan bahwa PT. Marvelzon Indonesia berkedudukan sebagai pihak yang berkepentingan, namun peneliiti sependapat dengan pertimbangan lain yang menyimpulkan bahwa surat keputusan BPPT yang menerbitkan IUP Eksplorasi kepada PT. Indo Sinorang Resources sah secara hukum, meskipun tanpa melalui proses lelang. Alasan Peneliti memutuskan menganalisa pertimbangan hakim tersebut, karena didalamnya terdapat perbedaan pendapat Hakim PTUN Bandung dengan Hakim PTTUN Jakarta terhadap penerapan pasal 53 ayat (1) undang-undang nomor 9 tahun 2004 tentang Perubahan undang-undang nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, dan pada pertimbangan kedua yang penulis teliti, terdapat perubahan pengaturan kegiatan usaha pertambangan dari undang-undang nomor 11 tahun 1967, dengan undang-undang nomor 4 tahun 2009 yang menarik untuk dianalisa

    TINDAKAN HUKUM TERHADAP PERKAWINAN SEDARAH YANG DILAKUKAN OLEH SUKU POLAHI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

    No full text
    TINDAKAN HUKUM TERHADAP PERKAWINAN SEDARAH YANG DILAKUKAN OLEH SUKU POLAHI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Hadi Surya Kusumah 110110080168 ABSTRAK Dalam melakukan perkawinan perlu memperhatikan syarat-syarat perkawinan yang menjadikan perkawinan itu sah. Perkawinan sedarah merupakan larangan perkawinan yang termuat dalam undang-undang perkawinan dan KHI. Perkawinan sedarah yang dilakukan Suku Polahi sudah tentu tidak sah baik dimata hukum maupun agama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan tindakan dan akibat hukum dari perkawinan sedarah yang dilakukan oleh Suku Polahi dan untuk menemukan cara perlindungan hukum terhadap anak yang dilahirkan dari perkawinan sedarah ditinjau dari Undang-undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan skripsi iniadalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis.Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara studikepustakaan yaitu melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunderseperti, buku, makalah, dan hasil penelitian, serta bahan hukum tersierseperti artikel, surat kabar, dan situs internet. Analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa apabila ditinjau dari Undang-Undang Perkawinan dan KHI, terhadap perkawinan sedarah yang dilakukan oleh Suku Polahi dapat diajukan pencegahan dan apabila sudah terjadi perkawinan, maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan oleh pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan kedua belah pihak ataupun pihak yang memiliki kewenangan untuk membatalkan serta perkawinan tersebut batal demi hukum. Anak dari hasil perkawinan sedarah tersebut hanya memiliki hubungan nasab dengan Ibu kandungnya saja, akan tetapi berdasarkan Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan KHI, orang tua tetap memiliki kewajiban untuk memelihara, mendidik serta melindungi, sehingga setiap hak yang dimiliki oleh anak dapat terpenuhi

    TINJAUAN TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 238 PK/Pdt/2014 TENTANG SENGKETA KEPEMILIKAN PT.CIPTA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA

    No full text
    Dalam sengketa kepemilikan PT.CTPI terdapat 2 forum badan peradilan yang mengadili sengketa ini yaitu Pengadilan Umum dan Badan Arbitrase Nasional Indonesia sehingga hal ini menjadi suatu masalah pertentangan Yurisdiksi. Setiap sengketa yang apabila didalamnya terdapat klausul arbitrase maka sengketa tersebut merujuk kepada kompetensi absolut yang kewenangannya ditangani oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia. Pengadilan umum telah mengeluarkan putusan dari tahap Pengadilan Negeri, Pengadilan tinggi sampai kepada Putusan Mahkamah Agung nomor 238 PK/Pdt/2014 sementara di sisi lain Badan Arbitrase Nasional Indonesia pada tahun 2014 juga memutus sengketa yang sama. Dengan demikian penulis ingin mengetahui apakah Mahkamah agung memiliki kewenangan dalam memutus sengketa kepemilikan PT.CTPI, dan apakah putusan hakim Mahkamah Agung telah tepat apabila dihubungkan dengan hukum acara perdata. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat yuridis normatif yaitu dengan mengkaji dan menguji data sekunder atau bahan-bahan kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan yurisdiksi dan kompetensi kewenangan mengadili. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskripsi-analitis yaitu menggambarkan dan menganalisis permasalahan berdasarkan perundang-undangan yang relevan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis normatif kualitatif, yaitu data yang dianalisis berdasarkan peraturan-peraturan yang relevan sebagai hukum positif, dan tanpa menggunakan rumus dan angka. Hasil dari penelitian bahwa, kewenangan pengadilan umum melalui Putusan Mahkamah Agung tidak sepenuhnya di benarkan dikarenakan ada objek perjanjian yang terikat oleh Investment Agreement dan Supplemental Agreement melalui surat kuasa yang mengenai keabsahan RUPSLB 18 maret yang berimplikasi terhadap kepemilikan PT.CTPI dan klausul arbitrase yang merujuk pada kompetensi absolut dimana dalam mengadili sengketa kepemilikan PT.CTPI ini merupakan kewenangan Badan Arbitrase Nasional Indonesia, namun mengenai akibat Perbuatan Melawan Hukum dari pihak yang tidak mengikatkan diri dalam Investment Agreement inilah yang menjadi kewenangan Mahkamah Agung

    PERUBAHAN BAHASA TERHADAP LIRIK LAGU TANPA IZIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO 28 TAHUN 2014

    No full text
    ABSTRAK Lagu merupakan sarana sebagai suatu ilmu seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi. Lagu yang sudah menjadi alat komersial maka memiliki kaitan erat dengan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Hak Cipta lagu wajib dilindungi dari pihak-pihak yang beritikad buruk atau yang telah memperbanyak dan mengubah unsur lagu ciptaan tanpa seizin penciptanya. Telah banyak sekali pelanggaran dalam bentuk pelanggaran lagu. Oleh kaarena itu, penulis tertarik untuk mengetahui apakah perubahan lirik lagu yang sudah terkenal luas merupakan perbuatan melawan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tenteng Hak Cipta. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualifikasi perubahan lirik lagu kedalam perbuatan melawan hukum apabila dikaji berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penelitian ini, digunakan spesifikasi penelitian deskriftif analisis dengan metode pendekatan yuridis normative, yaitu metode pendekatan yang menitikberatkan pada penelitian terhadap data sekunder yang diperoleh dari penelitian terhadap data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dengan didukung oleh data primer untuk melengkapi data sekunder. Penulis melakukan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer. Hasil penelitian bahwa lagu yang telah diubah liriknya tanpa izin dari pihak pencipta telah melanggar pasal 8 UUHC, serta dalam perubahan lirik lagu tersebut akan melanggar hak moral Pasal 5 UUHC. Bentuk tindakan hukum yang diberikan diantaranya penyelesaiyan sengketa dengan menempuh negosiasi, Pasal 95, Pasal 96 dan ketentuan pidana yang terdapat dalam Pasal 112 sampai dengan Pasal 119 UUHC

    STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN BANDING PENGADILAN TINGGI JAKARTA NOMOR: 647/PDT/2011/PT.DKI TENTANG GUGATAN CITIZEN LAWSUIT PEMAKAIAN LAMBANG GARUDA PADA KOSTUM TIM NASIONAL SEPAKBOLA INDONESIA

    No full text
    Garuda Pancasila yang merupakan lambang Negara Republik Indonesia dapat dikatakan sebagai jati diri atau identitas nasional bangsa Indonesia. Penggunaan lambang Garuda tersebut diatur dalam dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36A dan Undang-Undang No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta lagu kebangsaan. Gugatan terhadap penggunaan lambang garuda pada kaos timnas sepak bola Indonesia oleh pihak David L. Tobing ditolak oleh Majelis Hakim pengadilan Negeri Jakarta Pusat dikarenakan tidak adanya notifikasi yang dilayangkan oleh pihak penggugat kepada pihak tergugat. Masalah hukum yang diangkat adalah kedudukan notifikasi dalam gugatan citizen lawsuit dan tinjauan mengenai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor: 551/PDT.G/2010/PN.JKT.PST. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu penelitian berdasarkan fakta-fakta dikaitkan dengan data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, yaitu hukum yang dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, dan asas. Analisis data dalam penelitian ini bersifat yuridis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Kedudukan Notifikasi dalam gugatan citizen lawsuit dalam hukum perdata tidak dapat dikatakan sebagai salah satu syarat formil dari gugatan perdata mengenai citizen lawsuit dikarenakan tidak adanya aturan yang mengatur mengenai citizen lawsuit. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor: 551/PDT.G/2010/PN.JKT.PST merupakan suatu putusan yang tepat hal ini dikarenakan putusan terdahulu tentang Citizen Lawsuit bukan merupakan suatu yurisprudensi. Putusan tersebut telah sesuai dengan kewenangan hakim dalam melakukan penemuan hukum atau judicial activism apabila telah terjadi suatu kekosongan huku

    STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN JAKARTA SELATAN NOMOR : 774/PID.B/2013/PN.JKT.SEL MENGENAI PENERAPAN UNSUR MENYEBABKAN BERITA BOHONG DAN MENYESATKAN YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN KONSUMEN DA

    No full text
    STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN JAKARTA SELATAN NOMOR : 774/PID.B/2013/PN.JKT.SEL MENGENAI PENERAPAN UNSUR MENYEBABKAN BERITA BOHONG DAN MENYESATKAN YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI ELEKTRONIK DIKAITKAN DENGAN PASAL 28 AYAT (1) JUNCTO PASAL 45 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK Maximilianus Estu Divinasto 110110070061 ABSTRAK Perkembangan serta kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi telah memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi dan komunikasi, juga membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia yaitu berupa tindak pidana melalui media elektronik, salah satunya pada Putusan Pengadilan Jakarta Selatan Nomor 774/Pid.B/2013/PN. Jkt. Sel. Penelitian ini berusaha menjawab apakah perbuatan Nirmal Hiroo Bharwani dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik serta apakah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor : 774/Pid.B/2013/PN.Jkt.Sel yang menjatuhkan sanksi pidana denda kepada Nirmal Hiroo Bharwani telah sesuai dengan hukum pidana Indonesia. Penulisan hukum ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yang menitikberatkan penelitian terhadap data kepustakaan. Spesifikasi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitis, yaitu memberikan gambaran data selengkap dan secermat mungkin mengenai objek dari permasalahan sebagai hasil studi kepustakaan berbagai literatur, perundang-undangan, serta bahan-bahan lain yang berhubungan dengan pembahasan di dalam penulisan studi kasus ini. Perbuatan Nirmal Hiroo Bharwani dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE, karena unsur- unsur yang terkandung dalam pasal ini, telah terpenuhi dalam perbuatan Nirmal Hiroo Bharwani. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 774/Pid.B/ 2013/PN. Jkt.Sel yang menjatuhkan sanksi pidana denda kepada Nirmal Hiroo Bharwani berupa denda sebesar Rp.750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) tidak sesuai dengan Hukum Pidana Indonesia, karena kurang memberikan efek jera

    STUDI KASUS PUTUSAN ICJ TERTANGGAL 20 JULI 2012 TENTANG OBLIGATION TO PROSECUTE OR EXTRADITE (BELGIUM V. SENEGAL) DAN IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK Hissène Habré merupakan mantan presiden Chad yang berkuasa selama 1982-1990. Selama masa pemerintahannya diduga terjadi pelanggaran berat Hak Asasi Manusia. Segera setelah digulingkan dari kekuasaannya Habré mencari suaka ke Senegal untuk menghindari Pengadilan atas perbuatannya. Senegal sebagai negara peserta Convention Against Torture seharusnya melakukan langkah-langkah hukum sesuai yang tertuang dalam CAT namun pada kenyataannya Senegal terus menunda untuk melakukan kewajibannya. Belgia sebagai salah satu negara peserta CAT merasa berhak menagih kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh Senegal. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai norma hukum, asas hukum, dan pengertian hukum yang yang terdapat dalam pengertian hukum yang berlaku, yang dapat digunakan untuk menganalisis apakah pertimbangan Hakim yang menyatakan bahwa Senegal telah melanggar ketentuan untuk segera melakukan Preliminary Inquiry dan untuk segera mendaftarkan tuntutan ke lembaga negara yang berwenang sesuai dengan hukum nasional Senegal telah tepat, dan juga dapat menganalisis implikasi hukum atas putusan kasus Hissène Habré terhadap Indonesia. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan melihat studi dokumen untuk mempelajari data sekunder yang terkumpul berupa bahan-bahan hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pertimbangan Hakim International Court of Justice yang menyatakan bahwa Senegal telah melanggar ketentuan untuk segera melakukan Preliminary Inquiry dan untuk segera mendaftarkan tuntutan ke lembaga negara yang berwenang sesuai dengan hukum nasional Senegal sudah tepat karena sesuai dengan maksud dan tujuan dibuatnya Convention Against Torture. Bahwa putusan kasus Hissène Habré memiliki implikasi hukum bagi Indonesia dimana masih banyak ditemukan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh pejabat publik negara

    TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) DI INDONESIA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL DAN NASIONAL

    No full text
    Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam melimpah yang dapat dipakai untuk membiayai pembangunan. Batu bara, minyak bumi, gas alam merupakan contoh sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Tetapi sumber daya alam tersebut dapat habis sewaktuwaktu. Untuk itu dibutuhkan sumber daya alam alternatif yang dapat dipakai untuk menggantikannya. Energi nuklir merupakan salah stu sumber daya alam tersebut. Kasus pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia sudah ada sejak tahun 1970-an. Hasil studi 1990 sampai 2004 merekomendasikan kawasan Muria yang paling tepat dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), namun sampai sekarang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia belum bisa terwujud. Perjanjian-perjanjian internasional dan undang-undang di Indonesia belum mengatur pertanggungjawaban atau ganti rugi terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskripstif analitis, yaitu dengan meneliti data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara yuridis kualitatif. Penelitian ini mengacu pada ketentuan internasional dan nasional mengenai tanggung jawab kerugian dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan analisis yang dilakukan penyusun: bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia belum memperhatikan aspek pertanggungjawaban atau ganti rugi menurut hukum internasional dan nasional khususnya yang berhubungan dengan tanggung jawab negara. Kendala-kendalanya ialah Indonesia belum meratifikasi perjanjian-perjanjian internasional terkait pertanggungjawaban atau ganti rugi. Serta belum ada undang-undang yang mengatur secara khusus tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Indonesia harus meratifikasi perjanjian-perjanjian internasional terkait pertanggungjawaban kerugian nuklir dan membuat undang-undang yang mengatur mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

    TINDAKAN HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH AISAH DAN MAHPUD YANG DITUDUH MELAKUKAN PENCURIAN TANAMAN PADI DILAHAN SAWAH MILIK AL HALIMAH OLEH MAHMUDIN SELAKU PENGGARAP SAWAH AL HALIMAH DI HUBUNGKAN DENG

    No full text
    Aisah binti Aman Sulaeman (selanjutnya disebut sebagai Tersangka I) dan Mahpud Bin Supanta (selanjutnya disebut Tersangka II) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung dengan nomor register perkara 22/PID.B/2014/PN.BB. Jaksa mendakwa kedua tersangka dengan pasal 363 ayat (1) angka 4 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Pada bulan September 2011 tersangka I dan tersangka II bersama Ase Suryana als Oyo memasang plang “Tanah ini milik hak ahli waris H. Yahya” di lahan sawah yang sedang di garap oleh saksi pelapor. Kemudian saksi pelapor dilarang untuk menggarap lahan sawah saksi I, yang dimana kondisi lahan sawah tersebut telah ditanami padi oleh saksi pelapor dengan usia tanam kurang lebih 3 minggu. Akibat perbuatan tersangka I dan tersangka II yang telah dijelaskan diatas maka saksi pelapor serta saksi I mengalami kerugian sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Analisa serta pemecahan masalah hukum dalam masalah ini adalah dengan menggunakan penafsiran hukum dan metode penelitian deskriptif analitis, yaitu dengan melakukan pendekatan yuridis normatif untuk mengetahui penerapan asas dan kaidah hukum serta peraturan-peraturan hukum yang berlaku. Selain itu penelitian ini juga menelaah fakta-fakta hukum yang terjadi untuk melengkapi analisis. Berdasarkan analisis maka diperoleh beberapa kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulannya adalah tindakan pencurian dengan pemberatan yang di tuduhkan kepada tersangka I dan tersangka II tidak memenuhi unsur – unsur yang terdapat dalam pasal 362 KUHP dan 363 KUHP. Dimana pemberian kompensasi yang diberikan oleh tersangka I kepada saksi pelapor merupakan bentuk pengambil alihan tanaman padi secara sadar oleh saksi pelapor kepada tersangka I, dimana hak dan kewajiban atas tanaman padi sudah beralih kepada tersangka I. Oleh karena hal tersebut maka tersangka I dan tersangka II sebaiknya dibebaskan dari segala dakwaan jaks

    STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 93K/PDT.SUS/2012 TENTANG SENGKETA PERJANJIAN PEMBIAYAAN ATAS NAMA ROSMAWATI SITANGGANG MELAWAN PT. ASTRA SEDAYA FINANCE

    No full text
    ABSTRAK PT. Astra Sedaya Finance merupakan salah satu lembaga pembiayaan konsumen yang memberikan pembiayaan kepada Rosmawati Sitanggang selaku konsumen untuk pembelian satu unit mobil Toyota New Avanza 1.3 VVTI GM/T TON MB PT. Astra Sedaya Finance membuat suatu perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia Nomor 01.500.572.00.091625.0 dengan Rosmawati Sitanggang. permasalahan antara PT. Astra Sedaya Finance dengan Rosmawati Sitanggang dikarenakan Rosmawati Sitanggang sebagai debitor melakukan Wanprestasi tindakan penarikan secara langsung oleh PT. Adira Sedaya Finance berdasarkan sertifikat Fidusia. Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping yang memberikan Pertimbangan dan memutus dalam menyelesaikan permasalahan tersebut sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah deskriptif analitis yaitu melalui pendekatan yuridis normatif serta menggunakan data berupa bahan primer yaitu Putusan Mahkamah Agung Nomor 93 K/Pdt.Sus/2012 yang dianalisis dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara yuridis kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil dari penelitian kesatu Pengadilan Lubuk Sikaping telah salah dan keliru dalam memberikan pertimbangan untuk memeriksa dan menyelesaikan sengketa antara Rosmawati Sitanggang dan PT. Astra Sedaya Finance karena tidak mempunyai kewenangan sesuai dengan perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia yang telah disepakati para pihak, seharusnya yang mempunyai kewenangan untuk memeriksa dan menyelesaikan sengketa tersebut Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Seharusnya Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping melihat dari klausula perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia yang menentukan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai forum penyelesaian sengketa para pihak. Kedua Tindakan penarikan dan pelelangan yang dilakukan oleh PT. Astra Sedaya Finance terhadap satu unit mobil avanza yang merupakan objek fidusia akibat dari debitor melakukan Wanprestasi sudah sesuai dengan Undang-Undang Jaminan Fidusia

    0

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Padjadjaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇