jurnal.primagraha.ac.id
Not a member yet
    267 research outputs found

    PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DALAM KONTEKS ECOLITERACY DI SDN CIKANDE 3

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara besar dengan tingkat penduduk yang cukup banyak. Berdasarkan jumlah tersebut, seharusnya Indonesia dapat cepat melakukan perkembangan. Jumlah penduduk yang banyak ini tidak berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Contoh tersebut antara lain membuka lahan baru secara besar untuk dijadikan tempat tinggal, pembakaran hutan, dan pembuatan teluk reklamasi. Apabila hal tersebut terus dilakukan tanpa adanya tinjauan dan perbaikan terhadap lingkungan maka secara tidak langsung kerusakan ekosistem akan terjadi. Salah satu cara untuk mencegahnya yaitu memberikan pelajaran literasi ekologis (literacy) kepada anak sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan, penyelemat pelestari lingkungan alam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Pengumpulan data menggunakan dua teknik pengumpulan, yaitu studi observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan strategi pelaksanaan penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan dengan konsep ecoliteracy pada kegiatan pembelajaran peserta didik kelas IV di SDN Cikande 3 berkaitan erat dengan peran guru sebagai pendidik dan pengarah bagi peserta didik tentang membangun karakter kesadaran peduli lingkungan

    UPAYA PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK A RAUDHATUL ATHFAL NURUL IMAN CIJAWA KOTA SERANG

    Get PDF
    Kurangnya peningkatan kecerdasan kinestetik terjadi karena kurangnya guru mencari strategi pembelajaran, anak belum mamiliki kemampuan melompat ke depan dengan dua kaki,  melompat ke belakang dengan dua kaki, melompat ke samping kanan dengan dua kaki, melompat ke samping kiri dengan dua kaki, melompat ke depan dengan satu kaki, melompat ke belakang dengan satu kaki, melompat ke samping kanan dengan satu kaki, melompat ke samping kiri dengan satu kaki, ketinggian lompat dengan satu kaki, ketinggian lompat dengan dua kaki,  permainan tradisional engklek ini adalah solusi alternatif dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik dan pembelajaran lainnya pada umumnya, maka peneliti melaksanakan penelitian dengan jenis kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Teggart, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes serta catatan dilapangan,. Hasil penelitian menunjukan, bahwa nilai rata-rata kecerdasan kinestetik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional engklek dengan nilai rata-rata pra siklus 40,45; siklus I 62,73; dan siklus II 84,55; atau mengalami peningkatan prosentase dari pra siklus ke siklus I (55,08%); siklus I ke siklus II (34,78%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan tradisional engklek dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik dalam proses belajar. Dan peningkatan guru dalam melaksanakan proses  pembelajaran pra siklus, 5,44; siklus I, 6,11; siklus II, 7,61. Atau mengalami peningkatan prosentase pra siklus ke siklus I (12,31%), dan siklus I ke siklus II (24,54%). Dari penelitian ini diharapkan untuk semua dewan guru untuk selalu menggunakan permainan tradisional engklek pada setiap proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran yang membutuhkan gerak atau aktivitas fisik, karena pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan hasil  belajar anak secara optimal dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan

    PERAN KEPOLISIAN DALAM MENGATASI TAWURAN PELAJAR (Studi Kasus di SMK PGRI 1 Kota Serang)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang fenomena tawuran pelajar SMK PGRI 1 Kota Serang yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyrakat serta menimbulkan banyak kerugian, berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah dan orang tua namun tawuran pelajar masih terjadi. Oleh karena itu diperlukan peran kepolisian setempat dalam mengatasi masalah tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya tawuran antar pelajar, dan peran lembaga kepolisian kecamatan kota Serang dalam upaya mengatasi tawuran pelajar serta kesulitan yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif tipe studi kasus dengan lokasi penelitian di SMK PGRI 1 Kota Serang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara, observasi di lapangan dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tawuran antarpelajar di SMK PGRI 1 Kota Serang (a) disebabkan oleh faktor psikologis, lingkungan keluarga yang tidak kondusif, kurangnya penanaman nilai-nilai karakter yang berbasis agama, tidak dapat memanfaatkan waktu luang dengan baik, serta pengaruh teman sebaya terhadap perilaku negatif. (b) Upaya yang dilakukan kepolisian kecamatan kota Serang mengutamakan upaya preventif. berupa penyuluhan, meningkatkan razia di tempat-tempat keramayan pada saat jam belajar, meningkatkan kerja sama dengan pihak sekolah dan masyarakat. Selain itu melakukan upaya represif meliputi mengagalkan dan membubarkan dengan cara paksa bila sedang terjadi tawuran pelajar, dan mengamankan para siswa yang melakukan tawuran untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Langkah selanjutnya memanggil pihak orang tua, pihak sekolah dan perwakilan dari tokoh masyarakat untuk mendamaikan keduanya.(c).Kendala yang dihadapi pihak kepolisian kurangnya jumlah personil, minimnya saranan dan prasarana, serta lemahnya perangkat hukum untuk memberikan sangsi yang tegas

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN DESA MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN MEKARSARI 01 TAMBUN SELATAN

    Get PDF
    HILDA ARYANI. “Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Sistem Pemerintahan DesaMelalui Penerapan Model Cooperative Learning Jigsaw Pada Kelas IV Di SDN Mekarsari 01Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi”. Pada siklus I adanya peningkatan hasil belajarsiswa pada pembelajaran PKn menunjukan nilai rata-rata hasil belajar 69, nilai tertinggi 85 (20siswa yang tuntas) dan nilai terendah 60 (10 siswa yang tidak tuntas) dari 30 siswa. Presentaseketuntasan belajar secara klasikal adalah 67 % dan dari hasil analisis pengamatan aktivitassiswa pada Siklus I diperoleh kelompok 1 dengan skor 29 (B), Kelompok 2 dengan skor 32(B), Kelompok 3 dengan skor 33 (A), Kelompok 4 dengan skor 30 (A), dan Kelompok 5 denganskor 34 (A). Hal ini dikarenakan sebagian besar siswa masih merasa kesulitan dalammemahami materi tentang globalisasi dan aktivitas siswa dalam pembelajaran belummaksimal. Berdasarkan hasil penelitian hasil siklus II yang menunjukan nilai rata-rata hasilbelajar 77,5 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 65, presentasi ketuntasan belajar secaraklasikal 73 %. Hal ini dikarenakan siswa sudah mampu memahami materi pelajaran yangdiberikan oleh guru dan dilihat dari keaktifan siswa di dalam pembelajaran.Hasil daripengamatan siswa dalam kelompok, kelompok 1 dengan skor 29 (B), Kelompok 2 dengan skor32 (B), Kelompok 3 dengan skor 33 (A), Kelompok 4 dengan skor 30 (A), dan Kelompok 5dengan skor 34 (A). Hasil penelitian hasil siklus III yang menunjukan nilai rata-rata hasilbelajar 82,6 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 68, presentasi ketuntasan belajar secaraklasikal 87 %. Hal ini dikarenakan siswa sudah mampu memahami materi pelajaran yangdiberikan oleh guru dan dilihat dari keaktifan siswa di dalam pembelajaran. Hasil daripengamatan siswa dalam kelompok, kelompok 1 dengan skor 34 (A), Kelompok 2 dengan skor35 (A), Kelompok 3 dengan skor 34 (A), Kelompok 4 dengan skor 35 (A), dan Kelompok 5dengan skor 34 (A). Dari hasil pengamatan tersebut siswa sudah aktif dalam berdiskusi danmulai memahami hasil diskusi kelompok lain, serta dalam penyampaian pendapat pada saatpresentasi.Berdasarkan hasil pengamatan ketuntasan hasil belajar siklus I 67 %, siklus II 73 %,dan Siklus III 87 %. Hal ini jelas menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalampembelajaran PKn materi pemerintahan desa

    PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN BANJARSARI 2 KOTA SERANG TAHUN AJARAN 2020/2021

    Get PDF
    Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan metode eksperimen berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA SDNN BANJARSARI 2 hasil belajar kognitif. Pada proses pembelajaran dengan metode eksperimen, siswa dilibatkan secara aktif dengan mengamati sendiri sesuatu yang dipelajari, mengikuti suatu proses, serta mengamati objek atau fenomena. Pengaruh positif pada aspek kognitif diperoleh dari nilai pretest dan posttest siswa. Rata-rata sebelum menggunakan metode eksperimen yaitu sebesar 65,55 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 45.55%. Setelah menggunakan metode eksperimen nilai rata-rata meningkat menjadi 91,11 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 97,11%. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pembelajaran sesudah menggunakan metode eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata pembelajaran sebelum menggunakan metode eksperimen &nbsp

    THE INFLUENCE OF INSETIF AND DISCIPLINE OF WORK ON EMPLOYEE PERFORMANCE IN CITANGKIL DISTRICT, CILEGON CITY

    No full text
    This study aims to determine the effect of incentives on work productivity, to determine the effect of work culture on work productivity and to determine the effect of incentives and work culture on work productivity in the Project Development Division of PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon City. This research uses quantitative research methods, quantitative research methods can be interpreted as a research method based on the philosophy of positivism, used to research on certain populations or samples, sampling techniques are generally carried out randomly, data collection uses research instruments, data analysis is quantitative / statistics with the aim of testing the hypothesis set. As for the population in this study were as many as 6000 employees, the sample was calculated based on the Slovin formula, based on the results of these calculations with rounding, the sample was determined as many as 44 respondents / employees at the Project Development Division of PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon City. Based on the research results, it is obtained that the value of Fcount is 15,983 with the decision Fcount> Ftable (15,983> 3,204) thus H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is a significant influence between incentives (X1) and work culture (X2) on work productivity (Y) in a significance level of 0.000 (0.000 <0.05), it can be concluded that there is a significant influence between incentives (X1) and work culture (X2) on work productivity (Y) seaweed management in the Project Development Division of PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon City. The results showed that there was a significant influence between incentives (X1) on work productivity (Y) in the Project Development Division of PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon City - Banten, there is a significant influence between work culture (X2) on work productivity (Y) in the Project Development Division of PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon City - Banten and there is an influence between incentives (X1) and work culture (X2) on work productivity (Y) in the Project Development Division of PT. Krakatau Steel (Persero) Cilegon City - Banten

    KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DALAM MENUMBUHKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (STUDI DESKRIFTIF DI KAMPUNG NAGA): KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DALAM MENUMBUHKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (STUDI DESKRIFTIF DI KAMPUNG NAGA)

    No full text
    ABSTRAK   Seluruh wilayah yang ada di kepulauan ini tentu memiliki ciri khas masing-masing begitu juga dengan Kampung Naga tesis ini mengupas seperti di mana desa Naga mempertahankan lingkungan budaya dan tradisi di tengah globalisasi ini. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menghadirkan informan mengatur waktu, karena desa Naga dikenal sebagai masyarakat tradisional yang masih kuat dan teguh memegang dan menjaga adat istiadat yang menjadi prinsip hidup mereka hingga saat ini atau mungkin datang, Bersihkan area digunakan sebagai penghunian lingkungan penghunian dengan gaya arsitektur tradisional Sunda yang 'khas'. Kotor r. egion berada di permukaan tanah yang lebih rendah, berdekatan dengan Sungai Ciwulan, yang juga merupakan penghalang Kampung Naga. Metode yang saya gunakan dalam mendapatkan informasi adalah studi deskriptif. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa setiap budaya di nusantara dapat memperkaya budaya nasional di negara kita, untuk itu kita sebagai warga negara masa depan harus ikut melestarikan sehingga tidak tergores dengan nilai-nilai budaya luar yang dapat merusak budaya nusantara

    TEKNIK KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL PADA PERILAKU ANAK NAKAL ( studi kualitatif di kelas 4 SekolahSDN kedalaeman IV Cilegon – Banten )

    Get PDF
    Tujuan Penelitian: 1) Mengetahui  konseling analisis transaksional dalam membantu mengubah perilaku siswa yang susah diatur dan suka mengganggu teman di kelas; 2) Mengetahui pengaruh konseling analisis transaksional untuk mengubah perilaku siswa yang susah diatur dan suka mengganggu teman di kelas. Penelitian berbentuk study kasus dan bersifat deskriptif. Teknik pelaksanaan menerapkan konseling analisis transaksional. Subyek Penelitian adalah siswa kelas 4 SD Negeri IV  pada tahun 2016/2017 yang mempunyai perilaku nakal. Sumber Data : 1) Primer : Siswa; 2) Sekunder : Guru kelas; Teman. Langkah-langkah penelitian: 1) membangun hubungan; 2) identifikasi dan eksplorasi masalah, 3) merencanakan pemecahan masalah, 4) aplikasi solusi dan penutupan konseling. Teknik Pengumpulan Data: 1) Observasi; 2) Wawancara (Interview); dan 3) Dokumentasi. Validitas Data: 1) Triangulasi Data; 2) Triangulasi Metode; dan 3) Informan Review, Teknik Analisa Data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian: setelah 3 kali konseling berjalan, anak yang awalnya mempunyai perilaku nakal (mengganggu teman, memukul teman, membuat gaduh/rame, mondar-mandir) mengalami perubahan perilaku kearah yang baik. Dilihat dari berubahnya intensitas frekuensi kenakalan dengan ferekwensi semakin menurun. Maka hal ini membuktikan bahwa Teknik konseling analisis transaksional berhasil dalam penyelesaian pada perilaku anak nakal

    MEMAHAMI HOMESCHOOLING SEBAGAI ALTERNATIF PENDIDIKAN BAGI ANAK (KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS)

    Get PDF
    Dalam rangka upaya menciptakan terobosan di bidang pendidikan, maka muncullah pendidikan alternatif yang beragam bentuknya. Salah satu diantaranya adalah homeschooling. Homeschooling dianggap mampu menjembatani permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan individu baik segi karakter, kecerdasan, latar belakang, perkembangan fisik, mental, minat, bakat, gaya belajar dan sebagainya. Bahkan pengaruh negatif akibat pergaulan bebas yang banyak didapatkan dari lingkungan sekolah konvensional dapat diatasi melalui homeschooling

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DALAM MENIGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN SIKAP SISWA DI SMPN 10 KOTA SERANG: THE EFFECT OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION LEARNING MODELS IN IMPROVING MSTEMATICS LEARNING OUTCOMES AND ATTITUDES OF STUDENTS AT SMPN 10 SERANG CITY

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi bahwa matematika menjadi pelajaran  yang tidak disukai dikalangan para siswa karena matematika adalah salah satu pelajaran yang dianggap sulit, padahal kesulitan yang dihadapi siswa diakibatkan karena siswa tidak mampu memahami materi matematika secara  baik serta kurangnya pemahaman aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya pemahaman siswa diakibatkan karena secara umum proses pembelajaran dikelas kurang menarik dan cenderung berpusat pada Guru (teacher centered). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran realistic mathematics education dalam meningkatkan hasil belajar matematika. (2) Untuk mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran realistic mathematics education (RME). Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 10 kelas, pengambilan sampel menggunakan simple random sempling didapat dua kelas yaitu kelas VIIC dan VIID untuk kelas eksperimen kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Analisis data dilakukan pada saat awal pembelajaran (pre-test) dan setelah pembelajaran (post-test). Untuk mengetahui peningkatan dalam pembelajaran dilakukan dengan uji N-Gain dimana didapat nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 0,0753 dan kelas kontrol yaitu sebesar 0,0743 dimana peningkatan dalam hasil belajar tergolong rendah dengn peningkatan 7,5%. untuk pengaruh sikap Siswa dilakukan uji regresi dimana mempunyai nilai sig 0,184 untuk kelas eksperimen dan 0,133 untuk kelas kontrol dimana kedua data tersebut  maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh hasil belajar Siswa terhadap sikap Siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontro

    142

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    jurnal.primagraha.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇