Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan
Not a member yet
190 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Koperatif Tipe Make A Match Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan sampai 20 pada Siswa Kelas I SDN 9 Bengkalis Kecamatan Bengkalis
This class action research done during the II cycle, each cycle consists of two meetings with each stage of the cycle is planning, implementation, observation and reflection. The subject of his research is the grade 1 students with the number of 26 students. Research variable is the result of student learning. The technique of data collection using the test and nontes. Analysis of the data using quantitative and qualitative research. The results of research on student learning outcomes pre cycle of visible very low where some of the students in grade 1 SD Negeri 9 Bengkalis has not yet reached the learning in line with the. Only 13 students (50%) of 26 students thoroughly learn or achieve KKM while 13 students (50% ) students have not completed learn. Later in the cycle of I using the model of teaching cooperatively make a match has been able to improve students thoroughly learn from 26 students only 16 people (61%) who experience learning in line with the on the cycle I meeting 1 and on the cycle I meeting 2 from 26 17 people (69%) who experience learning in line with the. After continued with the cycle II meeting 1 have increased namely18 students (71%) experience learning in line with how much more the cycle II meetings 2 experienced a significant increase in the 24 students (94%) has completed study and only 2 students who have not yet reached the learning in line with the. From the results it can be concluded that the implementation of the learning model koperati make a match can improve the results of learning mathematics students in grade 1 matter and subtraction sums numbers until 20 in SD Negeri 9 Bengkalis
Implementasi Program Sekolah Adiwiyata (Studi Pada Smp Negeri 6 Bantan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis)
Implementation of Adiwiyata School Program (Study at SMP Negeri 6 Bantan District Bantan Bengkalis Regency) This research was conducted on the basis of SMP Negeri 6 Bantan Bantan District Bengkalis become Adiwiyata school. Researcher use qualitative method with descriptive approach. This study shows that the school passed the selection at the district level and succeeded in becoming the Adiwiyata School at Riau Province Level. Result of research indicate that there are four program that is applied that is komposter; garden development; breeding and waste management programs. The program is implemented based on components such as environmentally sound policies; implementation of an environment-based curriculum; participatory environmental activities and management of environmentally friendly means of support. Implementation of the program there are internal support factors that are qualified human resources and the vision, mission, functions and management of a good budget. The external supporting factors of the guardian side and the provision and cost of school operations sourced from the local government of Bengkalis Regency and the cooperation between the principal, teachers, administrative staff and learners are so compact
Telaah Islamic Studies atas Tradisi Pelet Bettheng Masyarakat Desa Pajudan Daleman dan Rombasan Sumenep Madura
Strong building a community is cultural. Humans can not be separated from the culture created. Every generation has its cultural achievements of each. The cultural movement gradually transformed mindset, character and ideology. Lumbung culture itself has been represented by rural areas. The village with all the trappings of his life, was able to survive and meruwat kebudyaannya, despite continued menggempurnya times with a number of technological progress and civilization. Derap culture in rural areas also ignited masarakat confidence in Indonesia to build a distinctive civilization nusantaranya. All local wisdom in the area of the archipelago is an insight into life. One of the cultural appearance of the wise is in the village of pellets bettheng Pajudan Daleman and Village Rombasan. These two villages representing the portrait of a civilized life in the island of Madura.[Bangunan kuat suatu komunitas adalah kebudayaan.Manusia tak bisa lepas dari kebudayaan yang diciptakan.Setiap generasi memiliki prestasi kebudayaan masing-masing.Pergerakan kebudayaan tersebut lambat laun menjelma mindset, karakter, dan ideologi.Lumbung kebudayaan sendiri selama ini terwakili oleh kawasan pedesaan.Desa dengan segenap ornamen kehidupannya, masih mampu bertahan dan meruwat kebudyaannya, meski zaman terus menggempurnya dengan sejumlah kemajuan dan peradaban tekhnologi. Derap kebudayaan di kawasan pedesaan juga memantik rasa percaya diri masarakat di Indonesia untuk membangun peradaban khas nusantaranya. Semua kearifan budaya lokal di kawasan nusantara adalah wawasan kehidupan.Salah satu perwajahan kebudayaan arif itu adalah pelet bettheng di desa Pajudan Daleman dan Desa Rombasan.Dua desa ini mewakili potret kehidupan beradab di kawasan pulau Madura.
Scientific Learning: Konsep Iptek dan Keterpaduannya dalam Al-Qur’an
Hakikat iptek dari sudut pandang islam yaitu pengkajian terhadap sunnatullah secara obyektif, memberi pemahaman kepada umat manusia, dan yang terpenting adalah harus sejalan dengan nilai-nilai ke-islaman. Allah SWT secara bijaksana telah memberi isarat tentang ilmu, baik dalam bentuk uraian maupun dalam bentuk kejadian, seperti kasus mukjizat para Rasul. Manusia yang berusaha meningkatkan daya keilmuan maupun menangkap dan mengembangkan potensi itu, sehingga teknologi ilahiyah yang transenden di tarnformasikan menjadi teknologi manusia yang imanen. Fakta ilmiah dalam al-Qur’an adalah merupakan satu-satunya mukjizat yang tak lekang dimakan zaman, sebagai panduan untuk seluruh umat manusia. Diantara aspek-aspek terpenting dari pemikiran al- Qur’an adalah tentang fakta-fakta ilmiah yang amat sesuai dengan penemuan manusia, yang diantaranya adalah: Bahwa seluruh kehidupan berasal dari air, Bahwa Alam semesta terbentuk dari gumpalan gas, Bahwa matahari dan bulan mempunyai ukuran dan perhitungan yang sesuai, Bahwa kandungan oksigen di udara akan semakin berruang di tempat-tempat yang tinggi. Al-Qur’an memberi petunjuk kepada manusia tentang berbagai hal untuk mengetahui secara detail dan seksama, maka manusialah yang harus berusaha untuk memecahkan berbagai problematika keilmuan yang didapat dalam kehidupan ini dan berlandaskan pada ajaran al-Qur’an
Konsep Pendidikan Islam
Di dalam khazanah pemikiran pendidikan Islam terutama karya-karya ilmiah, terdapat berbagai istilah yang digunakan memberikan pengertian tentang "Pendidikan Islam" dan sekaligus untuk diterapkan dalam kontek keilmiahan. Secara terminologi, pendidikan dalam kontek Islam pada umumnya mengacu pada term al-tarbiyah, al-ta'dîb, dan alta'lîm. Dari ketiga istilah tersebut term yang paling populer digunakan dalam praktek pendidikan Islam adalah al-tarbiyah.1 Kendatipun demikian dalam hal-hal tertentu, ketiganya memiliki persamaan makna. Namun secara esensial, setiap term ada perbedaannya, baik secara tekstual maupun kontekstual
Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif Melalui Penggunaan Strategi Directed Reading Thinking Actiity (DRTA) pada Siswa Kelas 4 SD Negeri 1 Bengkalis Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis
Improving the skills of reading intensively through the use of the strategy Directid Reading Thinking ActIity (DRTA) on the Grade 4 Students of SD 1 Bengkalis District Bengkalis Regency of Bengkalisskilled in reading means able to read and able to understand the content of the reading quickly and accurately. Reading skills obtained a person through the process of continuous training and focused that started since early age without no limit finally. A skills must be trained with an adequate understanding of the theory and use tricks,how, strategy and maximum technique. The ability to read ditumbuh Primary School students need to develop as early as possible.based on the preliminary study obtained the information that the ability to read intensive students in grade 4 SD Negeri 1 Bengkalis District Bengkalis has not satisfied. One of the causes of which are considered most of its influence is the ability of the teacher has not been effective in selecting and implementing the right strategy. The implementation of DRTA strategy is one alternative in the intensive reading. This research in the form of class action research.This research done to know the capacity of students in grade 4 SD Negeri 1 Bengkalis district Bengkalis in intensive reading through the implementation of DRTA strategy. The subject of this research is the grade 4 students of SD 1 Bengkalis district Bengkalis which numbered 22 people. There are two data in this research is data the ability of students in the intensive reading is the primary data and data observation of the activity of the teachers and students during the learning process that is a secondary data. The technique of data collection is done through test, observation and note the field. The results of this research showed that the use of DRTA strategy in teaching reading can improve the ability of students in the intensive reading. This can be seen in the development of the ability of students to understand the reading material through enabling skemata students increased on stage prabaca. The success of the action is in good qualification (B). On the stage when the students to read it looks more enthusiastic and termotIasi in learning. The students have difficulties in answering questions about the contents of the new reading only passage, become more helped with the implementation of DRTA strategy. The success of the action is in good kalsifikasi (B). Finally the development of the understanding of the students in the post-stage read the results of fortifying shows that through class discussions can increase the ability of students tounderstand the reading material. The success of the action is on the good classification (B)
Menggagas Pengembangan Pendidikan Agama Islam Multikultural di Madrasah dan Sekolah Umum
Pendidikan agama Islam (PAI) di madrasah dan sekolah umum hingga saat ini masih cenderung diajarkan untuk memperkuat keimanan tanpa dibarengi dengan kesadaran berdialog dengan komunitas, madzhab dan aliran keagamaan lainnya. Hal tersebut menyebabkan PAI hanya menciptakan sikap eksklusif dan tidak toleran. Padahal seharusnya PAI perlu membangun nilai-nilai yang menciptakan generasi masa depan agar menjadi lebih bersikap toleran, terbuka dan aktif dalam masyarakat yang penuh keberagaman. Pendidikan agama Islam (PAI) semacam itu harus dikembangkan dengan muatan nilai-nilai pendidikan multikultural. Tulisan ini bertujuan untuk menggagas pengembangan pendidikan agama Islam multikultural di madrasah dan sekolah umum. Dalam penelitian ini digunakan studi kepustakaan dalam pengumpulan datanya. Sedangkan teknik analisa datanya menggunakan content analisis dengan memilah-milah data selanjutnya mengelompokkan data yang sejenis lalu menganalisis isinya sesuai dengan tujuan studi. Temuan dalam studi ini adalah pengembangan pendidikan agama Islam multikultural dapat dilakukan dengan mempertimbangkan; (1) prinsip pendidikan multikultural dan PAI; (2) penekanan nilai multikultural dalam PAI; dan (3) pentingnya peran guru PAI dan lembaga pendidikan. Dengan pengembangan pendidikan agama Islam multikultural tersebut dirasakan akan mampu menjadi sebuah sarana dalam membangun peradaban yang lebih substantive, kontekstual, positif dan lebih aktif sosial dalam negara Indonesia yang penuh keragaman
Pendidikan Islam di Era Masyarakat Ekonomi Asean
Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan pernah menjadi “kiblat pendidikan” bagi negara di kawasan ASEAN. Data ini merupakan potensi yang besar bagi memiliki institusi pendidikan Islam yang berkualitas. Namun, dalam tataran realitas saat ini, belum banyak institusi pendidikan Islam di negeri ini yang mampu muncul agresif menjawab perkembangan zaman, terutama di kawasan ASEAN. Di antara akan penyebab ketidakmampuan institusi pendidikan Islam adalah pola pendidikan yang ditawarkan masih bersifat dikotomik. Pendidikan Islam perlu disinergikan dengan melakukan transformasi ilmu pengetahuan, bahasa, IT, nilai-nilai agama dan budaya pada peserta didik. Melalui upaya ini, kualitas lulusan pendidikan negeri ini akan memiliki keunggulan dan sekaligus nilai jual lebih baik. Melalui upaya merenovasi format pendidikan Islam yang berkualitas, maka kualitas lulusan akan dapat bersaing dengan lulusan lembaga pendidikan di kawasan ASEAN, sehingga mampu meningkatkan ekonomi bangsa
Analisis Pendapat Imam Syafii tentang Zakat Harta bagi Anak Kecil dan Orang Gila
One of compulsory requirement of zakat maal (wealth) is baliqh and rational people, then children and madman haven’t to pay zakat, but Imam Syafii in his Bible Al-Umm obligate zakat maal toward children and madman. In this case explained that they got prevalent wealth. The aim of this research is to know and analyze hoe Imam Syafii’s opinion about obligation of wealth zakat to children and madman. This research used library research by using primary law substance that was a Al-Umm bible. On the other hand, secondary law substance was bible that related with this research. After obtaining the data and arranging in a clear framework by using analysis content method and descriptive. The result of research was Imam Syafii in his Bible Al-Umm obligated wealth zakat to children and madman. In this case the obligation to get prevalent wealth such as heritage and living that gave by parents. The cause of distinction was theologian’s comprehension was different toward generality of surat At-Taubah ayat 103 and obligation requirement of provision in paying zakat. Istinbat method that was used by Imam Syafii was qiyas. Beside that he also stated based on hadits,” please looking for orphan’s wealth by using a good measure as a religious meal”. Shadaqah means wealth zakat By considering ikhtiat toward obligation and looking at terrible threat to people who were unwilling for paying zakat, so the children and madman obligate for paying zakat maal (wealth), in this case zakat was paid by rheir guardian.[Salah satu syarat wajib zakat mal (harta) adalah baligh dan berakal, maka anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan membayar zakat. Teapi Imam Syafi’i didalam kitabnya Al-Umm mewajibkan zakat mal atas anak kecil dan orang gila. Hal ini sebagaimana wajibnya mereka mendapatkan harta yang sudah lazim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pendapat Imam Syafi’i tentang kewajiban zakat harta bagi anak kecil dan orang gila. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan bahan hukum primer yaitu Kitab Al-Umm. Sedangkan bahan hukum sekunder yaitu kitab/buku yang berhubungan dengan penelitian. Setelah data dikumpulkan dan disusun dalam kerangka yang jelas, lalu dianalisa dengan menggunkan metode Conten Analysis dan deskriptif. Hasil penelitian yaitu bahwa Imam Syafii didalam kitabnya Al-Umm mewajibkan zakat harta atas anak kecil dan orang gila. Hal ini sebagaimana wajibnya mereka mendapatkan harta yang sudah lazim. Seperti warisan atau nafkah atas orang tua. Sebab terjadinya perbedaan, karena pemahaman para ulama yang berbeda terhadap keumuman surat At-taubah ayat 103 dan ketentuan syarat wajib dalam mengeluarkan zakat. Metode istinbat yang digunakan Imam Syafii adalah qiyas. Selain itu beliau juga berlandaskan hadits, “Carilah dalam harta anak-anak yatim takaran yang baik sebagai shadaqah”. Maksud shadaqah disitu adalah zakat harta. Dengan mempertimbangkan kehati-hatian (ikhtiat) terhadap kewajiban zakat dan melihat dahsatnya acaman bagi orang-orang yang enggan membayar zakat, maka sebaiknya anak kecil dan orang gila wajib untuk mengeluarkan zakat mal (harta), dalam hal ini dibayarkan oleh walinya.
The Doctrine of Khiyar al-Ayb in Protecting the Customer’s Rights
Khiyar is a theory of option in Islamic Law of Mu`amalat which made upon protecting the right of related parties in transaction. While, Khiyar Al-`Ayb is one of the components which highlights the caption on option due to defects which give the party at the deficient place or buyers an option to not obliged to the contract as might cause an offend or oppress to them. It is deemed as an important provision to enclose together in the contract term to exercise the Khiyar Al-‘Ayb as the natural right of the buying party. This paper attempts to address challenges endure and its prospects through this doctrine of option in realizing it in today immense transaction. Furthermore, there are some example cases in the real practice which before and after the practicing of Khiyar Al-`Ayb in the stipulated contract terms and condition