Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Penyelesaian Sengketa Harta Bersama yang Dijual Sepihak (Analisis Putusan No 176/Pdt.G/2022/PA.Rtu)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya jual beli harta bersama yang
dilakukan secara sepihak oleh suami dalam perkara Putusan Pengadilan Agama
Rantau Nomor 176/Pdt.G/2022/PA.Rtu. Meskipun tindakan tersebut secara tegas
dilarang oleh Pasal 36 Undang-Undang Perkawinan, dan Pasal 92 Kompilasi
Hukum Islam, Majelis Hakim tetap menyatakan transaksi tersebut sah dan hanya
memerintahkan pembagian hasil penjualan. Hal ini menimbulkan persoalan
yuridis terkait ketidaksesuaian putusan hakim dengan prinsip kepastian dan
perlindungan hukum atas harta bersama.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan
kasus (case approach). Bahan hukum primer berupa Putusan Nomor
176/Pdt.G/2022/PA.Rtu, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari buku
buku hukum, jurnal, skripsi, dan peraturan terkait. Analisis dilakukan secara
deskriptif-analitis dengan membandingkan pertimbangan hakim dalam putusan
tersebut dengan ketentuan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mendasarkan putusan pada tiga
pertimbangan, yaitu anggapan adanya itikad baik pembeli, penggunaan hasil
penjualan untuk melunasi hutang bersama, serta sikap pasif istri dalam menuntut
haknya. Dalam hasil analisis normatif yang penulis kaji ditemukan bahwa
pertimbangan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan hukum yang mewajibkan
persetujuan kedua belah pihak atas tindakan hukum terhadap harta bersama.
Penjualan sepihak seharusnya dinyatakan batal demi hukum, serta sikap pasif istri
tidak dapat dijadikan dasar penghapusan hak, penilaian mengenai itikad baik
pembeli tidak didukung kecermatan dalam memeriksa status harta, sehingga
putusan tersebut belum mencerminkan asas kepastian hukum dan perlindungan
hukum
تطوير فيديو الرسوم المتحرك على أساس الثقافة المحلية البنجرية لتنمية مهارة الكلام لطلبة المدارس المتوسطة الإسلامية في بنجارماسين = Pengembangan Video Animasi Berbasis Kearifan Lokal Banjar untuk Meningkatkan Maharah Kalam bagi Siswa Madrasah Tsanawiyah di Banjarmasin dalam
Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang Madrasah Tsanawiyah memerlukan strategi dan media pembelajaran yang mampu mendukung keterlibatan aktif siswa serta menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik dan konteks lingkungan belajar. Secara teoritis, pembelajaran yang efektif menuntut adanya proses interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar yang dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna adalah melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi yang dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai budaya lokal sebagai konteks pembelajaran.Maharah kalam merupakan salah satu keterampilan berbahasa Arab yang bersifat produktif dan menuntut kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan, perasaan, serta kebutuhan secara lisan melalui penguasaan kosakata, struktur kalimat, dan pelafalan yang tepat. Dalam praktik pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah, keterampilan berbicara masih sering mengalami kendala, baik dari segi metode pembelajaran yang kurang variatif maupun rendahnya kepercayaan diri siswa. Selain itu, materi pembelajaran yang kurang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa juga menjadi salah satu faktor yang menghambat keterampilan berbicara. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dekat dengan latar budaya peserta didik, seperti budaya lokal Banjar, agar pembelajaran lebih mudah dipahami dan bermakna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis budaya lokal Banjar untuk pembelajaran maharah kalam siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Pengembangan media dilakukan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dikembangkan memuat materi pembelajaran bahasa Arab yang disajikan melalui ilustrasi, dialog, dan contoh penggunaan bahasa yang mengaitkan konteks kehidupan sehari-hari siswa dengan unsur budaya lokal Banjar, sehingga diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi berbasis budaya lokal Banjar memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar maharah kalam siswa. Pada Madrasah Tsanawiyah swasta Al Istiqomah, nilai rata-rata pre-test sebesar 69 meningkat menjadi 85 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 16 poin. Sementara itu, pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarmasin, nilai rata-rata pre-test sebesar 70 meningkat menjadi 84 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 14 poin. Hasil uji paired sample t-test pada kedua sekolah menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa media video animasi berbasis integrasi kearifan lokal Banjar efektif meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII, baik di sekolah menengah Islam negeri maupun di sekolah menengah Islam swasta. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi berbasis kearifan lokal Banjar efektif dalam meningkatkan kemampuan maharah kalam siswa hingga mencapai kategori sangat tuntas atau baik sekal
تحليل كتاب النحو الواضح بناءً على نظرية اكتساب اللغة الثانية لرود إليس = Analisis Kitab Nahwu Wadhih dengan Persfektif Pemerolehan Bahasa Kedua Menurut Rod Ellis
يُعَدّ تعليمُ اللغةِ العربيةِ كلغةٍ ثانيةٍ أمرًا مهمًّا، بسببِ المكانةِ الكبيرةِ التي تحتلّها اللغةُ العربيةُ على المستوى الدولي. ولأجلِ دعمِ تعلّمِ اللغةِ العربيةِ في إندونيسيا، استُخدمت كتبٌ تعليميةٌ متعدّدة، سواءٌ كانت محلّيةً أم غيرَ محلّية، بهدفِ توفيرِ وسائلَ تعلّمٍ فعّالة. ويظهرُ ذلك بوضوحٍ في استخدامِ كتاب النحو الواضح الذي يُعدّ من أكثرِ الكتبِ انتشارًا في المؤسّساتِ التعليميةِ الإسلامية. وعلى الرغم من أنّ كتاب النحو الواضح معروفٌ بتنظيمِه الواضح وسهولةِ دراستِه، فإنّ الدراساتِ التي تبحثُ في مدى توافقِه مع نظرياتِ اكتسابِ اللغةِ الثانيةِ الحديثة، وبخاصّةٍ نظريةِ رود إليس، ما تزال قليلة. لذلك تهدفُ هذه الدراسةُ إلى تحليلِ طريقةِ عرضِ المادّةِ التعليميةِ والأنشطةِ في كتاب النحو الواضح في ضوءِ نظريةِ اكتسابِ اللغةِ الثانيةِ لرود إليس.
وتعتمدُ هذا البحث على منهجِ الدراسةِ المكتبيةِ باستخدامِ المنهجِ الوصفيِّ النوعي، مع الاستفادةِ من أسلوبِ تحليلِ المحتوى. وتشملُ بياناتُ البحثِ تقديم المحتوى وأنشطةَ التمرينات في كتاب النحو الواضح، والتي تمّ اختيارُها بناءً على فئاتٍ رئيسةٍ محدَّدة. أمّا تحليلُ البياناتِ فتمّ عبر مراحلَ متسلسلةٍ، وهي: تحديدُ الوحدات، ثمّ الترميز، فالتصنيف، وأخيرًا التفسير، وذلك بالاعتمادِ على خططِ العمل (Work Plans) وعشرةِ مبادئَ رئيسةٍ قدّمها إليس.
تُبيِّن نتائجُ البحث أنَّ عرضَ المواد في كتاب النحو الواضح يمثِّل بوجهٍ عام منهجًا تعليميًّا قائمًا على التعلُّم الضمني، دون إغفال أهمية التعلُّم الصريح والمقصود من خلال شرح القواعد النحوية شرحًا منظَّمًا. ويُظهر ذلك هيمنةَ الجانب المعرفي (knowledge-oriented) في تقديم المادة التعليمية. أمّا الأنشطة الواردة في الكتاب، فتدلّ على أن المدخلات اللغوية المقدَّمة يغلب عليها الطابع غير التفاعلي، كما أن محفِّزات إنتاج اللغة تعتمد في الغالب على التلاعب بالنصوص، في حين ما تزال فرصُ المتعلّمين في استكشاف إنتاج نصوصٍ مستقلّة وموسَّعة محدودة. ويشير هذا الأمر إلى وجود دعمٍ للجانب التطبيقي (use-oriented)، غير أنّه ما يزال دعمًا محدودًا. ومع ذلك، فإذا رُوعيت طرائقُ التدريس التي يوجِّه إليها مؤلِّف الكتاب، فإن محدودية الأنشطة التواصلية بين المتعلمين، وقلةَ المدخلات اللغوية ذات المعنى في سياق استعمال اللغة، يُمكن معالجتها، بما يسهم في دعم عملية اكتساب اللغة بصورةٍ أكثر فاعلية
Pengaruh Nilai Hedonis dan Nilai Utilitarian terhadap Kesetiaan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Kesetiaan mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan institusi
pendidikan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan mahasiswa.
Kesetiaan tersebut tercermin dalam sikap positif terhadap kampus, kesediaan
merekomendasikan kepada orang lain, serta komitmen untuk tetap mendukung
institusi. Dalam konteks perguruan tinggi, nilai hedonis dan nilai utilitarian menjadi
dua faktor penting yang dapat memengaruhi kesetiaan mahasiswa. Nilai hedonis
berkaitan dengan perasaan senang, bangga, dan pengalaman emosional selama
menempuh pendidikan, sedangkan nilai utilitarian berkaitan dengan manfaat
fungsional, kualitas layanan, serta kegunaan yang dirasakan mahasiswa. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai hedonis dan nilai
utilitarian terhadap kesetiaan mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 150
mahasiswa sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan regresi
linier berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 25 untuk menguji pengaruh variabel
nilai hedonis dan nilai utilitarian terhadap kesetiaan mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hedonis dan nilai utilitarian secara
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan mahasiswa dengan
nilai Fhitung sebesar 154,474 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,678 menunjukkan bahwa 67,8% variasi kesetiaan
mahasiswa dapat dijelaskan oleh nilai hedonis dan nilai utilitarian, sedangkan 32,2%
dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, nilai hedonis (β =
0,189; Sig. 0,000) dan nilai utilitarian (β = 0,721; Sig. 0,000) berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kesetiaan mahasiswa, dengan nilai utilitarian sebagai
variabel yang paling dominan. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi mahasiswa
terhadap nilai hedonis dan utilitarian yang diberikan oleh kampus, maka semakin
tinggi pula tingkat kesetiaan mahasiswa
Pengaruh Social Media Marketing terhadap Brand Evangelist Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan strategi pemasaran,
termasuk dalam konteks institusi pendidikan tinggi. Social media marketing (SMM)
dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi strategis untuk membangun hubungan
emosional, keterlibatan dan citra positif institusi. Dalam persaingan pendidikan
tinggi yang semakin kompetitif, kemampuan mahasiswa untuk berperan sebagai
brand evangelist menjadi aset penting karena mereka secara sukarela menyebarkan
pengalaman positif dan rekomendasi melalui word of mouth (WOM). Penelitian ini
bertujuan untuk memverifikasi tingkat aktivitas elemen social media marketing serta
menganalisis pengaruh social media marketing terhadap brand evangelist mahasiswa
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain prediktif
kausalitas. Metode survei diterapkan melalui penyebaran kuesioner kepada 415
mahasiswa sebagai responden, yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling.
Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4.0.9.9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan penilaian yang
cukup baik terhadap aktivitas social media marketing dan brand evangelist dengan
nilai rata-rata sebesar 3,26. Hasil pengujian struktural membuktikan bahwa dimensi
entertainment, interaction dan trendiness berpengaruh signifikan terhadap brand
evangelist, sedangkan dimensi customization tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konten media sosial yang
menghibur, interaktif dan relevan dengan tren terkini berperan penting dalam
mendorong mahasiswa menjadi brand evangelist Universitas Islam Negeri Antasari
Banjarmasi
Implementasi P5RA dalam Menjaga Pelestarian Lingkungan Hidup di MIN 9 Banjar
Pendidikan mempunyai peran penting pada pembentukan karakter siswa
yakni salah satunya terhadap kepedulian lingkungan hidup. Upaya yang dapat
dilakukan madrasah dalam menanamkan kepedulian siswa pada lingkungan yakni
dengan implementasi P5RA. P5RA disusun guna membentuk karakter siswa berupa
beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab pada lingkungan sebagai bagian
rahmatan lil ‘alamin. MIN 9 Banjar menjadi salah satu madrasah yang pelaksana
P5RA dalam mengimplementasikan kegiatan proyek pelestarian lingkungan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana implementasi
P5RA kelas VI C di MIN 9 Banjar, serta mendiskripsikan peran sekolah, dan
mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi pada
implementasi P5RA dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup di MIN 9 Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif.
Subjek dan objek data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan
penarikan kesimpulan. Sedangkan validitas dan keabsahan dilakukan dengan
triangulasi yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan P5RA dilakukan dengan
3 tahapan yakni perencanaan dengan membentuk tim P5RA, menentukan tema,
dimensi dan alokasi waktu. kemudian pelaksanaan dilakukan dengan pengenalan,
kontekstual, aksi, refleksi atau evaluasi. Adapun peran madrasah yakni membentuk
tim P5RA, memfasilitasi sarana prasarana, dan mempermudah perizinan, serta
keterlibatan warga sekolah dalam menjaga proyek. Faktor pendukung yakni
kebutuhan lingkungan sekitar yang relevan, karakter siswa yang masih kurang
peduli lingkungan, dan dukungan kepala madrasah, Adapun faktor penghambat
berupa pendanaan, perubahan kurikulum, serta kurangnya pemahaman siswa
terhadap intruksi guru pada proses pembuatan pupuk komposter
Nilai-Nilai Kepemimpinan dalam Tafsir Al-Azhar: Studi tentang Keseimbangan antara Profesionalitas dan Spiritualitas
Krisis kepemimpinan kontemporer seringkali ditandai oleh dikotomi antara
kompetensi teknis dan integritas moral; banyak pemimpin cerdas namun nir-etika,
atau saleh namun lemah secara manajerial. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi
konsep kepemimpinan ideal perspektif HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar untuk
merespons problematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
berbasis studi pustaka (library research) dengan metode tafsir maudhū‘ī (tematik).
Data dianalisis menggunakan pendekatan adabī ijtimā‘ī (sosial-kemasyarakatan)
untuk menggali kontekstualisasi pemikiran HAMKA terhadap ayat-ayat
kepemimpinan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi kepemimpinan HAMKA
bertumpu pada sintesis integratif dua pilar utama dalam Q.S. Al-Qaṣaṣ ayat 26,
yaitu al-qawîy dan al-amîn. HAMKA menafsirkan al-qawîy sebagai dimensi
profesionalitas yang mencakup kecakapan manajerial, keahlian teknis (expert), dan
kekuatan strategi, yang memiliki korelasi makna dengan sifat ḥafīẓhun ‘alîm dalam
Q.S. Yūsuf ayat 55. Sementara itu, al-amîn dimaknai sebagai dimensi spiritualitas
yang berakar pada keimanan dan melahirkan integritas. Temuan kunci penelitian
ini menegaskan bahwa hubungan kedua dimensi tersebut bersifat hierarkis
fungsional; spiritualitas (budi pekerti) harus berfungsi sebagai pengendali bagi
profesionalitas (akal/kompetensi). Tanpa kendali spiritualitas, profesionalitas
berpotensi menjadi alat manipulasi kekuasaan, sedangkan spiritualitas tanpa
profesionalitas akan melahirkan kepemimpinan yang naif dan tidak efektif.
Implikasi dari konsep ini menawarkan model "Kepemimpinan Profetik"
yang menyeimbangkan kapabilitas duniawi dengan kesadaran ukhrawi. Pemikiran
HAMKA ini sangat relevan diterapkan di Indonesia sebagai landasan etika birokrasi
dan rekrutmen pemimpin publik, di mana syarat kapabilitas (skill) dan akuntabilitas
moral (character) harus diletakkan dalam satu tarikan napas, bukan terpisa
Problematika Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Fiqih Praktis dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Anak Tunagrahita di sekolah Luar Biasa Negeri Pelambuan Banjarmasin
Pembelajaran PAI materi fiqih praktis penting dalam membentuk
kemampuan ibadah peserta didik. Namun, pada anak tunagrahita dalam
Kurikulum Merdeka masih ditemukan berbagai kendala pembelajaran. Hal ini
menjadi tantangan bagi guru dalam menyampaikan materi.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika guru yang
dihadapi pada pembelajaran PAI Materi Fiqih Praktis dalam implementasi
Kurikulum Merdeka di SLB Pelambuan Banjarmasin, faktor penghambat dan
pendukung serta solusi yang di lakukan guru dalam menghadapi problematika
pada pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data di lakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek terdiri guru Pendidikan
Agama Islam, siswa tunagrahita ringan dan sedang dan staf-staf seperti tata
usaha dan kepala sekolah di SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin. Teknik
pengolahan dan analisis data di lakukan melalui koleksi data, editing data,
klasifikasi data, interpretasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi guru
dalam pembelajaran PAI Fiqih Praktis pada implementasi Kurikulum Merdeka
bagi anak tunagrahita yaitu keterbatasan sumber panduan capaian pembelajaran,
kesulitan guru dalam menerapkan inovasi Kurikulum Merdeka, suasana hati
anak tunagrahita yang kurang baik, kelas kurang kondusif akibat perilaku peserta
didik, keterbatasan tes tertulis dalam mengukur kemampuan akademik anak
tunagrahita serta kesulitan anak tunagrahita dalam ujian praktik wudu dan salat
secara mandiri. Faktor penghambat yang dihadapi guru yaitu rentang
pemahaman terbatas, ruang kelas yang terbatas serta waktu kurang memadai.
Adapun faktor pendukung meliputi peran orang tua, penyederhanaan materi,
serta pemanfaatan internet sebagai sumber mencari materi. Adapun solusi guru
dalam mengatasi problematika meliputi pelatihan untuk guru SLB dalam
Kurikulum Merdeka, memodifikasi modul ajar, pemanfaatan kelengkapan media
pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, kolaborasi
antara guru, pendekatan individual serta penilaian akhir berdasarkan
karakteristik peserta didi
Pengelolaan Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Urusan Agama Kecamatan Landasan Ulin dalam Layanan Nikah dan Rujuk di Masyarakat
Penelitian ini membahas pengelolaan tugas pokok dan fungsi Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Landasan Ulin dalam layanan nikah dan rujuk. Latar
belakang penelitian muncul dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan
pencatatan pernikahan, termasuk beberapa kasus khusus seperti pernikahan di
bawah umur, pernikahan luar domisili, kehamilan di luar nikah, dan persoalan wali,
sehingga menuntut KUA bekerja secara profesional sesuai regulasi. Kajian teori
yang digunakan meliputi manajemen dakwah dengan pendekatan POAC (Planning,
Organizing, Actuating, Controlling) serta Peraturan Menteri Agama Nomor 24
Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja KUA Kecamatan. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan, teknik pengumpulan
data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan Kepala KUA serta staf
pelaksana layanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA Kecamatan Landasan Ulin telah
melaksanakan fungsi manajemennya secara bertahap melalui empat aspek utama.
Pada aspek perencanaan (planning), KUA merumuskan target pelayanan serta
program bimbingan sesuai kebijakan Kementerian Agama. Pada aspek
pengorganisasian (organizing), KUA membagi tugas pegawai sesuai struktur yang
ada sehingga pelayanan teknis dapat berjalan efektif. Pada aspek penggerakan
(actuating), seluruh sumber daya manusia dikerahkan dalam proses pemeriksaan,
pelaksanaan akad, pencatatan, dan pelaporan. Selanjutnya, aspek pengawasan
(controlling) dilakukan dengan memastikan seluruh prosedur sesuai fiqih
munakahat dan regulasi serta melakukan pelaporan berkala sebagai bentuk
akuntabilitas. Adapun layanan rujuk belum pernah diajukan, namun KUA siap
melaksanakannya. Secara keseluruhan, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KUA
sudah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi terutama pada sarana dan
koordinasi lintas lembaga
Pengaruh Ketersediaan Koleksi Buku Fiksi Terhadap Minat Kunjung Pemustaka di Perpustakaan SMP Negeri 1 Gambut
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan yang diduga disebabkan oleh kurangnya variasi dan jumlah koleksi buku fiksi yang menarik bagi siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi buku fiksi terhadap minat kunjung siswa ke perpustakaan sekolah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Kota X, dengan sampel sebanyak 100 siswa yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linear sederhana untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara ketersediaan koleksi buku fiksi dengan minat kunjung siswa ke perpustakaan sekolah. Semakin lengkap dan menarik koleksi buku fiksi yang tersedia, semakin tinggi pula minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Oleh karena itu, pihak sekolah disarankan untuk meningkatkan jumlah dan variasi buku fiksi agar perpustakaan menjadi tempat yang lebih menarik bagi siswa