Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Persepsi Masyarakat Terhadap Jatuhnya Talak Akibat Suami Melanggar Sighat taklik Di Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin

    No full text
    Perkawinan dalam perspektif hukum Islam merupakan institusi suci yang tidak hanya mengikat secara sosial tetapi juga bersifat transendental dan sakral. Di dalam perkawinan terdapat adanya sighat taklik, yaitu janji yang diucapkan oleh suami setelah akad nikah yang menjadi salah satu bentuk perjanjian perkawinan menurut Kompilasi Hukum Islam. Permasalahan muncul ketika seorang istri menganggap talak terjadi secara otomatis setelah suami melanggar isi taklik, tanpa melalui proses hukum di pengadilan agama. Hal ini menjadi hal baru di masyarakat sekitar dengan tujuan mengetahui persepsi mereka terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat terhadap jatuhnya talak akibat suami melanggar sighat taklik. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan lima orang informan yang dianggap memahami dan mengetahui peristiwa yang menjadi objek penelitian, yaitu di Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, sementara analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bersifat empiris karena menggali fakta yang berkembang di masyarakat, sehingga hasilnya diharapkan dapat menggambarkan persepsi masyarakat secara apa adanya sesuai dengan realitas sosial yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Belitung Selatan memiliki persepsi yang berbeda terhadap status perkawinan ketika suami melanggar sighat taklik. Sebagian masyarakat meyakini bahwa pelanggaran sighat taklik otomatis menyebabkan jatuhnya talak tanpa perlu ikrar talak atau putusan dari Pengadilan Agama, berdasarkan pemahaman agama yang bersifat tekstual dan tradisional. Sementara itu, sebagian lainnya berpendapat bahwa pelanggaran sighat taklik tidak serta-merta memutuskan perkawinan dan harus diselesaikan melalui proses di Pengadilan Agama sesuai ketentuan Kompilasi Hukum Islam. Perbedaan persepsi ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat terhadap hukum Islam klasik dan hukum positif Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi hukum agar masyarakat memahami kedudukan sighat taklik secara benar sesuai dengan hukum Islam dan sistem hukum yang berlaku di Indonesia

    Makna Filosofis Tradisi Mamapa Lewu Di Sampit Kalimanta Tengah (Anlisis Semiotika Charles Sandres Peirce)

    No full text
    Tradisi Mamapas Lewu merupakan kegiatn membersihkan kampung yang salah satu warisan budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang masih dipertahankan hingga saat ini di tengah arus modernisasi yang mulai ditinggalkan. Tradisi ini mengarah pada pembersihan material dan spiritual kampung yang menghubungkan manusia dengan alam, leluhur, makhluk gaib dan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tradisi mamapas lewu dan mengungkap makna filosofi yang terkandung dalam tradisi Mamapas Lewu analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskrftif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat lokal, serta dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan teori segitiga tanda Peirce untuk mengkaji sistem tanda yang muncul dalam tradisi Mamapas Lewu. Penelitian ini menemukan dua hal utama. Pertama, tradisi Mamapas Lewu dilaksanakan melalui beberapa tahapan, seperti pembersihan lingkungan, penyajian sesajen, pembacaan doa dan mantra, hingga pelarungan sesaji ke sungai. Kedua, simbol-simbol dalam ritual ini mengandung makna filosofis yang mendalam: air suci sebagai ikon penyucian, asap kemenyan sebagai indeks kehadiran roh leluhur, serta hinting lewu (sesajen) dan mantra sebagai simbol spiritual yang disepakati secara budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa Mamapas Lewu bukan sekadar ritual adat, tetapi merupakan bentuk komunikasi simbolik yang mencerminkan nilai-nilai harmonisasi antara manusia, alam, dan roh leluhur. Pendekatan semiotika Peirce mampu mengungkap peran penting setiap unsur simbolik dalam menjaga keseimbangan hidup masyarakat Dayak sekaligus mempertahankan identitas budaya merek

    Manajemen Pengelolaan Sarana dan Prasarana di Masjid Keramat Pelajau Kecamatan pandawan Kabupaten Hulu sungai Tengah

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh sarana dan prasarana yang tersedia di masjid Keramat Palajau dan bagaimana mengelola sarana dan prasarana itu sudah cukup memenuhi dan memadai, serta fasilitas yang cukup baik. Untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang berguna untuk mendiskripsikan atau menggambarkan pada kegiatan atau peristiwa dari adanya manajemen pengelolaan sarana dan prasarana masjid Keramat Palajau. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis data primer dan sekunder yang diperloleh dari informan serta dokumen mengenai jenis data-data yang dibutuhkan. Dalam menggali data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen pengelolaan sarana dan prasarana di Masjid Keramat Pelajau yang terletak di Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Fokus utama penelitian ini adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi pengelolaan fasilitas masjid guna mendukung kegiatan ibadah dan sosial keagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di Masjid Keramat Pelajau dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dan pengurus masjid, dengan perencanaan yang bersifat musyawarah, pelaksanaan berbasis gotong royong, serta evaluasi yang dilakukan secara teratur. Meskipun terdapat keterbatasan dana dan sumber daya, semangat kebersamaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga dan mengembangkan fasilitas masjid. Kelebihan Masjid Keramat Palajau adalah Arsitektur jawa yang otentik pada bangunan, memiliki tradisi Batumbang, tempat ziarah, symbol perlawanan terhadap penjajah, bangunan dikelola oleh masyarakat, dan Kapasitas yang luas hingga 700 jamaah. Peneliti menyarankan perlunya menyediakan fasilitas masjid yang dirasa masih kurang seperti pos keamanan, untuk memudahkan kordinasi dan menjaga keamanan masjid agar Jemaah merasa aman dalam lingkungan masjid serta dukungan dari pemerintah daerah untuk pengembangan sarana dan prasarana yang lebih optimal

    Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Loneliness dengan Perceived Social Support Sebagai Variabel Moderator Pada Mahasiswa Perantau di UIN Antasari Banjarmasin

    No full text
    Perasaan loneliness merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami mahasiswa perantau akibat transisi dari lingkungan sosialnya. Perasaan ini secara tidak langsung membuat mereka cenderung fokus pada hal-hal negatif yang terjadi dan sulit menghargai hal positif dalam hidupnya. Pada akhirnya muncul perasaan putus asa dan rendah diri untuk berada dilingkungan sosialnya. Makadari itu, kebersyukuran yang berhubungan dengan peningkatan kebahagiaan, kepuasaan hidup serta daya tarik sosial diyakini dapat menekan emosi negatif dari perasaan loneliness dan mendorong individu untuk lebih aktif membangun hubungan sosial. Kemudian, perceived social support juga dirasa mampu untuk memperkuat efek kebersyukuran terhadap penurunan tingkat loneliness, karena individu yang merasa didukung cenderung lebih mudah mengekspresikan rasa syukur dan menginterpretasikan pengalaman hidup secara lebih positif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional untuk mengetahui pengaruh kebersyukuran terhadap loneliness dan peran perceived social support dalam memoderasi pengaruh tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability purposive sampling yang melibatkan 388 mahasiswa perantau di salah satu universitas di Kalimantan Selatan yang sesuai dengan kriteria responden. Data dikumpulkan menggunakan skala kebersyukuran berdasarkan aspek Al-Ghazali, loneliness (UCLA) versi 3, dan perceived social support (MPSS) dengan analisis data menggunakan Statistics Program For School Science (SPSS) for windows versi 26.0. Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh negatif antara kebersyukuran terhadap loneliness pada mahasiswa perantau. Namun perceived social support yang diasumsikan dapat memoderasi perngaruh tersebut ternyata hanya berperan sebagai variabel prediktor yang memiliki pengaruh lebih kuat dalam menurunkan perasaan loneliness dibandingkan dengan kebersyukuran. Artinya perceived social support dalam model penelitian ini tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh kebersyukuran terhadap loneliness pada mahasiswa perantau

    Manajemen Program Tahfiz Al- Qur;an dan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Putri Kec. Kertak Hanyar Kab. Banjar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen program Tahfiz Al Qur’an dan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Putri Kec. Kertak Hanyar Kab. Banjar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab dilaksanakan dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan kurikulum dan jadwal yang terstruktur; pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas antara ustaz/ustazah, pengurus, dan santri; pelaksanaan melibatkan kegiatan hafalan, muroja’ah, dan pembelajaran Bahasa Arab; sementara pengawasan dilakukan secara berkala oleh pengelola dan pengurus pondok. Faktor pendukung program antara lain adalah komitmen pengelola, fasilitas yang memadai, serta semangat santri. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan tenaga pengajar, variasi kemampuan santri, dan kendala sarana pada waktu-waktu tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen program pendidikan di Pondok Pesantren, khususnya dalam meningkatkan mutu pembelajaran Tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab secara terarah dan berkelanjutan

    Badan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Perspektif UUD NRI 1945

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang menandai babak baru dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia. Pemerintah menetapkan konsep Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai penyelenggara pemerintahan daerah khusus yang setingkat provinsi, namun tidak memiliki struktur pemerintahan daerah konvensional seperti gubernur dan DPRD. Model ini menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip demokrasi, otonomi daerah, dan sistem pemerintahan dalam UUD NRI Tahun 1945. Di sisi lain, tujuan strategis pemindahan IKN seperti pemerataan pembangunan dan efisiensi administratif turut menjadi alasan pembenar yang cukup kuat. Ketegangan antara aspek konstitusionalitas dan tujuan pembangunan inilah yang menjadi fokus utama kajian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kelembagaan Badan Otorita IKN dalam perspektif Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menelaah secara yuridis dinamika pro dan kontra yang muncul di tengah masyarakat dan kalangan akademik mengenai legitimasi serta efektivitas model pemerintahan yang diusung. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta dilengkapi dengan wawancara terhadap narasumber ahli untuk memperkaya perspektif analisis. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Otorita IKN secara formal memiliki dasar hukum yang sah melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 dan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. Namun, secara struktural dan fungsional, terdapat ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip demokrasi dan desentralisasi yang dijamin konstitusi, seperti tidak adanya pemilihan langsung dan lembaga legislatif daerah. Kritik juga muncul terkait potensi tumpang tindih kekuasaan, beban anggaran yang besar, serta risiko marginalisasi masyarakat lokal. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan koreksi terhadap desain kelembagaan Otorita IKN agar tidak melanggar prinsip-prinsip konstitusional dan demokratis yang menjadi pilar sistem hukum Indonesi

    Persepsi Kegunaan, Persepsi kepercayaan, dan Persepsi Resiko Terhadap Intensi Menggunakan BSI Mobile di Wilayah Kota Banjarmasin

    No full text
    Transformasi digital dalam sektor perbankan syariah mendorong lahirnya berbagai inovasi layanan, salah satunya adalah BSI Mobile dari Bank Syariah Indonesia. Namun, pemanfaatan layanan ini di masyarakat belum optimal, khususnya di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kepercayaan, dan persepsi risiko terhadap intensi menggunakan BSI Mobile. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) pengaruh persepsi kegunaan terhadap intensi penggunaan, (2) pengaruh persepsi kepercayaan terhadap intensi penggunaan, (3) pengaruh persepsi risiko terhadap intensi penggunaan, dan (4) pengaruh ketiganya secara simultan terhadap intensi penggunaan BSI Mobile di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah dengan studi lapangan yaitu penelitian langsung dilapangan untuk pengumpulan data terhadap suatu objek penelitian, yang berfokus pada perilaku pengguna terhadap layanan mobile banking. Hasil studi menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kepercayaan memiliki pengaruh positif terhadap intensi penggunaan, sementara persepsi risiko memiliki pengaruh negatif. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap intensi menggunakan BSI Mobile. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan strategi promosi dan peningkatan kualitas layanan digital BSI di masa mendatan

    Pengaruh Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Terhadap Kepuasan Keuangan dengan Perilaku Keuangan sebagai Variabel Intervening pada Generasi Z di Kecamatan Pelaihari

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil survei literasi dan inklusi keuangan Kalimantan Selatan Tahun 2022 yang mana indeks literasi sebesar 42,08% dan indeks inklusi sebesar 81,56% dimana indeks ini masih di bawah indeks rata-rata nasional. Kepuasan keuangan penting untuk diteliti karena tingkat kepuasan keuangan yang dirasakan seseorang akan mempengaruhi tingkat kepuasan hidupnya dan perilaku keuangan sebagai variabel intervening penghubung antara literasi dan inklusi keuangan terhahap kepuasan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kepuasan keuangan dengan perilaku keuangan sebagai variabel intervening pada generasi Z di Kecamatan Pelaihari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Sampel penelitian yang digunakan sejumlah 97 orang dengan menggunakan bantuan teknik analisis data smartPLS 4.0 Hasil penelitian membuktikan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kepuasan keuangan, inklusi keuangan berpengaruh negatif terhadap kepuasan keuangan, literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku keuangan, inklusi keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan, perilaku keuangan berpengaruh positif terhadap kepuasan keuangan, perilaku keuangan tidak dapat memediasi literasi keuangan terhadap kepuasan keuangan dan perilaku keuangan dapat memediasi inklusi keuangan terhadap kepuasan keuangan

    Analisis Komunikasi Visual dan Komunikasi Dakwah Terhadap Akun Instagram “Jubah Akhwat”

    No full text
    Akun sosial media Instagram banyak dimanfaatkan seseorang maupun organisasi tertentu untuk penyampaian ajaran Islam (dakwah), dalam penelitian ini peneliti mengambil akun instagram Jubah Akhwat (@jubahakhwat) sebagai sarana penelitian, untuk mengetahui komunikasi visual dan komunikasi dakwah yang digunakan oleh akun instagram tersebut. Pembahasan dibedakan sesuai dengan bahasan dakwahnya yang terbagi menjadi tiga, yaitu: akidah, syariah, dan akhlaq. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan melalui pendekatan Content Analisis dengan menganalisis isi komunikasi visual maupun komunikasi dakwah akun media sosial instagram dalam kegiatan dakwah di ruang publik. Hasil dari penelitian ini adalah Komunikasi Visual yang digunakan yaitu penggunaan poster dan video sebagai sarana dakwah, dengan memanfaatkan gambar animasi, pemotretan gambar serta videografi. Adapun komunikasi dakwah yang digunakan ialah menggunakan metode dakwah al-hikmah dan al-mau’izhah al-hasanah

    Efektivitas Peran Mediator Non Hakim dalam Membantu Menyelesaikan Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Banjarbaru

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peran mediator non hakim dalam menyelesaikan perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Banjarbaru serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan mediasi tersebut. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya angka perceraian serta pentingnya peran mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa secara damai dan efisien. Terlebih, Pengadilan Agama Banjarbaru memperoleh penghargaan dari Mahkamah Agung RI pada tahun 2024 sebagai peringkat pertama dalam penanganan mediasi pada kategori pengadilan agama dengan beban perkara 1001–2500. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yang menitikberatkan pada studi terhadap hukum sebagai perilaku nyata di masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan mediator non hakim, hakim, dan pihak yang berperkara, serta observasi terhadap proses mediasi di Pengadilan Agama Banjarbaru. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan menggunakan teori efektivitas hukum dari Soerjono Soekanto sebagai landasan teoritik, yang menekankan lima faktor utama penentu keberhasilan hukum: substansi hukum, penegak hukum, sarana dan prasarana, masyarakat, dan budaya hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mediator non hakim tergolong efektif dalam menyelesaikan perkara cerai gugat, ditandai dengan beberapa keberhasilan mediasi yang menghasilkan perdamaian tanpa putusan hakim. Faktor pendukung antara lain adalah keterampilan mediator, dukungan kelembagaan, dan fasilitas pengadilan. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran hukum masyarakat, sikap kurang kooperatif para pihak, dan keterbatasan waktu mediasi. Penelitian ini menegaskan bahwa mediasi oleh mediator non hakim dapat menjadi solusi alternatif yang konstruktif dalam penyelesaian

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇