MEDIAPSI
Not a member yet
152 research outputs found
Sort by
H Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Gaya Resolusi Konflik pada Pernikahan Kristen di wilayah Jabodetabek: The relationship between emotional intelligence components and conflict resolution styles in Christian marriage
Marital conflict is the primary reason for marital divorce in Indonesia. A constructive conflict resolution style is required to maintain marital stability and quality. The present research examined the relationship between components of emotional intelligence (self-awareness, managing emotions, motivating oneself, empathy, and social skills) and conflict resolution styles among Christian married couples. The study included 205 respondents from Christian communities across a range of denominations. The results show that all components of emotional intelligence correlated positively with positive problem-solving styles and were inversely related to the conflict engagement style. The conflict withdrawal style was not associated with the managing emotions component but was inversely related to other components of emotional intelligence. The compliance style correlated negatively with the self-awareness component but not with the rest of the components of emotional intelligence. Research discussion focuses on the benefits of emotional intelligence in conflict resolution among married couples.
Keywords: emotional intelligence, conflict resolution styles, Christian marriage, marital conflictKonflik sulit dihindari dalam hubungan pernikahan, dan jika tidak diselesaikan dengan baik, konflik tersebut dapat berkembang menjadi sumber masalah yang lebih serius. Ketika suami atau istri tidak mampu menyadari, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri maupun pasangan mereka, hal ini dapat memicu perilaku yang destruktif saat menangani konflik dalam hubungan pernikahan. Dampaknya tentu saja negatif terhadap stabilitas dan kualitas pernikahan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara komponen kecerdasan emosional dan gaya resolusi konflik pada suami istri Kristen di wilayah Jabodetabek. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 205 orang Kristen yang telah menikah, terdiri dari 86 pria dan 119 wanita yang tinggal di daerah Jabodetabek. Untuk mengukur tingkat kecerdasan emosional responden, digunakan Emotional Intelligence Questionnaire (EIQ) yang terdiri dari lima komponen, yaitu self-awareness, managing emotions, motivating oneself, empathy, dan social skills. Selain itu, digunakan juga Conflict Resolution Styles Inventory (CRSI) yang terdiri dari empat gaya resolusi konflik, yaitu positive problem solving, conflict engagement, withdrawal, dan compliance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komponen kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dengan gaya resolusi konflik positive problem solving, tetapi memiliki hubungan negatif dengan conflict engagement. Gaya resolusi konflik compliance hanya memiliki hubungan negatif dengan self-awareness, sedangkan tidak memiliki hubungan dengan komponen kecerdasan emosional lainnya. Gaya resolusi konflik withdrawal tidak memiliki hubungan dengan komponen managing emotions, tetapi memiliki hubungan negatif dengan komponen kecerdasan emosional lainnya
Kekuatan Nilai untuk Melestarikan Biosper: Menguji Peranan Orientasi Nilai Terhadap Perilaku Berkelanjutan: The Power of Values in Preserving the Biosphere: Examining the Role of Value Orientation in Sustainable Behavior
Various phenomena of environmental degradation require people to act immediately to implement more sustainable behaviors and lifestyles. This study aims to investigate the role of value orientation in sustainable behavior among the Environmental Engineering students of Lambung Mangkurat University. The study method was quantitative, with a total sample of 125 Environmental Engineering students in at least the second year (batch of 2021, 2020, 2019). The subjects were selected using the simple random sampling technique. The measurement instruments included the adapted Sustainable Behavior Scale and the Environmental Portrait Value Questionnaire (EPVQ) scale. The data were analyzed using multiple linear regression. The results of the hypothesis testing show that among the four dimensions of value orientation, only the biospheric dimension played a significant role in sustainable behavior. In contrast, the altruistic, hedonic, and egoistic dimensions did not play a role in sustainable behavior. However, all the value dimensions simultaneously played a role in sustainable behavior. The coefficient of determination shows that the value orientation had a role in sustainable behavior.
Keywords: Sustainable behavior, value orientation, environmental engineering studentsBeragam fenomena degradasi lingkungan, membuat manusia perlu bertindak segera untuk menerapkan perilaku serta gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan orientasi nilai terhadap perilaku berkelanjutan pada mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Mangkurat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan jumlah partisipan sebanyak 125 mahasiswa Teknik Lingkungan yang minimal telah berkuliah pada tahun kedua (angkatan 2021, 2020, 2019). Penentuan partisipan dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah adaptasi skala Sustainabel Behavior dan skala Environmental Potrait Value Questioner (EPVQ). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui software IBM SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dari empat dimensi orientasi nilai, hanya dimensi nilai biosperik yang berperanan signifikan terhadap perilaku berkelanjutan, sementara dimensi altruistik, hedonis dan egoistik tidak memiliki peranan terhadap perilaku berkelanjutan. Namun secara bersamaan, seluruh dimensi nilai didapatkan berperan terhadap perilaku berkelanjutan dan koefisien determinasi menunjukkan orientasi nilai memiliki peranan sebesar 27,3% terhadap perilaku berkelanjutan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya
Pengantar editorial MediaPsi 10 (1) 2024
This introduction provides an overview of the contributions included in this MediaPsi edition. There are six articles in Mediapsi 10(1) 2024. One article is in English and the other five are in Indonesian. The six articles in Mediapsi 10(1) 2024 depict a range of life phenomena in people, from young children to adults. People undergo a range of experiences that result in a range of reactions, including both maladaptive and adaptive behavior. In three articles, research findings are presented against the backdrop of adaptive behavioral phenomena, such as the selfless actions of blood donors, teenagers\u27 subjective well-being, and students\u27 sustainable behavior. In contrast, three other articles review research findings beginning with maladaptive phenomena, such as postpartum depression, child sexual abuse, and divorce that may arise from different conflict resolution approaches. The diversity of articles featured in Mediapsi\u27s first issue of 2024 is expected to stimulate theoretical and practical contributions to upcoming studies.
Bagian pendahuluan ini merangkum kontribusi dalam MediaPsi edisi ini. Mediapsi 10(1) 2024 ini menyajikan enam artikel. Lima artikel berbahasa Indonesia dansatu artikel berbahasa Inggris. Enam artikel Mediapsi 10(1) 2024 menampilkan berbagai fenomena kehidupan disepanjang rentang usia manusia, dari anak, remaja, hingga dewasa. Manusia mengalami berbagai peristiwa yang menimbulkan beragam response baik berupa perilaku adapif maupun maladaptif. Tiga artikel menyajikan hasil penelitian dengan latar belakang permasalahan dari fenomena perilaku adaptif seperti perilaku altruisme pendonor darah, subjective well-being remaja dan perilaku berkelanjutan mahasiswa, sedangkan tiga artikel lainnya mengulas hasil penelitian yang berangkat dari fenomena maladaptif seperti depresi paripartum, tindak kekerasan seksual anak, dan perceraian yang dapat dihasilkan dari gaya penyelesaian konflik. Ragam artikel yang ditampilkan dalam issue pertama tahun 2024 Mediapsi ini diharapkan dapat mendorong kontribusi teoritis maupun praktis pada penelitian-penelitian selanjutnya.
Kata kunci: Depresi paripartum, gaya penyelesaian konflik, perilaku altruisme, perilaku berkelanjutan, subjective well-being, tindak kekerasan seksual anak
Keywords: Altruistic behavior, child sexual violence, conflict resolution styles, paripartum depression, subjective well-being, sustainable behavio
Post-traumatic Growth pada Wanita Dewasa Awal Pasca Perceraian Orang
Parental divorce is a traumatic event that has negative impact but can be an opportunity for positive growth. This study aims to determine description of post-traumatic growth in women after parental divorce and its factors. This study used a phenomenological qualitative method with interpretive phenomenological analysis (IPA) involving three participants who had negative impacts but then showed positive growth. The results showed that there were seven growths: development of religiosity, new possibilities, changes in priorities, appreciation of life, increased meaningful relationships, personal strength, in addition, wise mindset which is a new finding. Based on the results of data analysis shows that there are seven growth factors: social support, spirituality, optimism, age, resilience, in addition, pressure, motivation which are two new findings. The results can encouraging children to grow by accepting and taking positive things from parental divorce and reminding the importance many factors can help them to reach post-traumatic growth.Perceraian orang tua merupakan kejadian traumatis yang menimbulkan dampak negatif tetapi dapat menjadi peluang terjadinya pertumbuhan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran post-traumatic growth pada wanita dewasa awal pasca perceraian orang tua beserta faktornya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan analisis data interpretative phenomenological analysis (IPA) melibatkan tiga informan yang pernah mengalami dampak negatif namun kemudian menunjukkan pertumbuhan positif. Hasilnya menunjukkan terdapat tujuh pertumbuhan yang dialami: perkembangan religiusitas, peluang baru, perubahan prioritas, penghargaan hidup yang lebih baik, peningkatan hubungan bermakna dan kekuatan diri selain itu pola pikir bijaksana merupakan satu temuan baru. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan terdapat tujuh faktor pertumbuhan: dukungan sosial, spiritualitas, optimisme, usia, resiliensi selain itu tekanan dan motivasi yang merupakan dua temuan baru. Hasilnya mendorong anak agar bertumbuh dengan menerima serta mengambil hal positif dari perceraian orang tua dan mengingatkan pentingnya banyak faktor dapat membantu anak mencapai pertumbuhan pasca trauma setelah perceraian orang tua
Modal Sosial Masyarakat Multikultural: Persepsi Komunitas di Dusun Sumberjo, Kabupaten Kediri
The social capital of the multi-religious community in Sumberjo Village, Kediri Regency which is the cause of harmony is an interesting social phenomenon. This research aims to understand the social capital of multicultural communities and to find out the role of social capital of multicultural communities in Sumberjo, Kediri Regency in inter-religious harmony. The research method used is qualitative with a case study model. The informants numbered 8 residents, with the characteristics of 1 Hamlet Head, 3 residents of different religions, and 4 interfaith youth leaders. Data mining techniques in this research used interviews, observation and documentation. The results of the research are first, the social capital possessed by the community includes having the goal of living together, namely living in harmony, the community has the principle of neighborly living, namely by taking steps, religion for the residents is a personal matter, having meeting spaces between residents in the form of various activities, and residents practice mutual cooperation in community life. Second, the social capital possessed by residents plays a role in creating a harmonious and peaceful life (ayem).Modal sosial masyarakat multi-agama di Dusun Sumberjo, Kabupaten Kediri yang menjadi sebab kerukunan adalah fenomena sosial yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami modal sosial masyarakat multikultural dan untuk mengetahui bagaimana peran modal sosial masyarakat multikultural di Dusun Sumberjo, Kabupaten Kediri terhadap kerukunan antarumat beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model studi kasus. Informan berjumlah 8 warga, dengan karakteristik 1 Kepala Dusun, 3 warga yang berbeda agama, dan 4 tokoh pemuda lintas agama. Teknik penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitiannya adalah pertama, modal sosial yang dimiliki masyarakat diantaranya memiliki tujuan hidup bersama yaitu hidup rukun, masyarakat memiliki prinsip hidup bertetangga yaitu dengan ngapiki tangga,agama bagi para warga adalah urusan pribadi, memiliki ruang ruang bertemu antarwarga dalam bentuk beragam kegiatan, dan para warga mempraktikkan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, modal sosial yang dimiliki para warga berperan dalam menciptakan hidup rukun, dan damai (ayem)
The Role of Altruism, Self-Compassion, and Self-Monitoring in Blood Donors: Peran Perilaku Altruisme, Self-Compassion, dan Self-Monitoring pada Pendonor Darah
Donating blood is a very useful activity, and the reasons for donating blood are also varied, such as wanting to help others by donating their blood, having experience of family members needing blood but running out, and finding it difficult to find blood donors willing to donate blood, and social rewards. Based on this, the study aims to determine the effect of self-compassion and self-monitoring on altruistic behavior in early adulthood blood donors in Surabaya. The method used is quantitative correlation. Data collection used the altruism scale, self-compassion scale, and self-monitoring scale for 347 blood donors. Data analysis using multiple linear regression. The results of this study indicate that there is an influence between self-compassion and self-monitoring on altruism behavior in early adulthood blood donors. This research suggests that having high levels of self-compassion and self-monitoring is a prerequisite for engaging in altruistic behavior, such as giving blood to patients in need.
Keywords: self-compassion, self-monitoring, altruism behavior, blood donors, early adultDonor darah merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, dan alasan untuk melakukan donor darah juga bermacam-macam, seperti berkeinginan membantu orang lain dengan menyumbangkan darah yang dimiliki, memiliki pengalaman anggota keluarga membutuhkan darah tapi kehabisan dan sulit untuk mencari pendonor darah yang mau menyumbangkan darahnya, dan penghargaan sosial. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara self-compassion dan self-monitoring terhadap perilaku altruism pada dewasa awal pendonor darah di Surabaya. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Pengumpulan data menggunakan altruism scale, self-compassion scale, dan self-monitoring scale pada 347 pendonor darah (N=347). Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara self-compassion dan self-monitoring terhadap perilaku altruism pada dewasa awal pendonor darah. Implikasi penelitian ini yaitu seseorang yang memiliki self-compassion dan self-monitoring cukup tinggi, menjadi salah satu dasar seseorang tersebut memiliki perilaku altruism (menolong).
Kata kunci: self-compassion, self-monitoring, altruism, donor darah, dewasa awa
Pembelian impulsif pada pembelanjaan online: peranan tipe kepribadian, kontrol diri, dan gender
This research was conducted to determine the influence of three personality dimensions (Extraversion, Neuroticism, and Psychoticism) on impulse buying based on gender and the role of self-control as a moderator variable. The research method used is quantitative, with a sample of students from one of the Islamic Universities in Bandung. The measuring instruments used in this research were the Buying Impulsiveness Scale (BIS), Short-scale Eysenck Personality Question-Revised (EPQ-R), and Brief Self Control Scale (BSCS). This research had 254 respondents among students and e-commerce users, of which 173 were female. The results of this study revealed that self-control cannot moderate the influence between the three personality dimensions and impulsive buying in female and male students. Still, this research found a negative and significant impact on self-control on impulsive buying in female students, which can be interpreted as the higher self-control in female students, the lower their impulsive buying. Then, there is a positive and significant influence on the personality dimensions of Extraversion and Neuroticism on impulsive buying in male students, which means that the higher the dominance of the Extraversion and Neuroticism personality in male students, the higher the impulsive buying will be. This research proves that the factors that influence impulse buying are different between men and women.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tiga dimensi kepribadian (Extravertion, Neuroticism, dan Psychoticism) terhadap pembelian impulsif berdasarkan gender, serta peran kontrol diri sebagai variabel moderator. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif, dengan sampel penelitian mahasiswa dan mahasiswi salah satu Universitas Islam yang ada di kota Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Buying Impulsifness Scale (BIS), Short-scale Eysenck Personality Question-Revised (EPQ-R), dan Brief Self Control Scale (BSCS). Penelitian ini memiliki 254 responden kalangan mahasiswa dan pengguna e-commerce, dimana 173 diantaranya adalah mahasiswa perempuan. Data pada penelitian ini di olah dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20 dan PLS versi 4. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kontrol diri tidak dapat memoderasi pengaruh antara 3 dimensi kepribadian dengan pembelian impulsif pada mahasiswa perempuan dan laki-laki, namun penelitian ini menemukan adanya pengaruh secara negatif dan signifikan pada kontrol diri terhadap pembelian impulsif pada mahasiswa perempuan yang dapat diartikan bahwa semakin tinggi kontrol diri pada mahasiswa perempuan maka semakin rendah pembelian impulsifnya. Kemudian terdapat pengaruh secara positif dan signifikan pada dimensi kepribadian Extraversion dan Neuroticism terhadap pembelian impulsif pada mahasiswa laki-laki yang berarti bahwa semakin tinggi dominasi kepribadian Extravertion dan Neuroticism pada mahasiswa laki-laki maka semakin tinggi pula pembelian impulsifnya. Penelitian ini membuktikan bahwa laki-laki cenderung memiliki pembelian impulsif yang lebih tinggi daripada perempuan. Selain itu perempuan cenderung memiliki kontrol diri yang lebih tinggi dibanding dengan laki-laki
Pengantar editorial MediaPsi 10 (2) 2024
This introductory section highlights the contributions featured in this edition of MediaPsi. The 10(2) 2024 issue presents five articles written in Indonesian, showcasing scientific research conducted through both quantitative and qualitative approaches. These studies explore diverse life phenomena, addressing topics such as education, consumer behavior, post-traumatic experiences following parental divorce, and the role of social capital in multicultural societies. Life\u27s events often evoke unique human responses, as ideal conditions are not always guaranteed. For instance, no individual chooses to experience the challenges of being a child affected by parental divorce, which can lead to post-traumatic growth. Similarly, children born with physical, mental, or intellectual limitations face unique hurdles, yet schools employing effective teaching models with dedicated, teachers grit can help unlock their potential. Another scenario involves students balancing education with employment. Those who demonstrate high levels of grit often develop greater mindfulness, enabling them to manage distractions and excel academically. Other articles examine the impact of technological advancements, such as the ease of online shopping, which has contributed to a rise in impulsive buying behaviors. Additionally, the dynamics of multicultural societies present both challenges and opportunities. While high diversity serves as valuable social capital, it also requires a collective commitment to fostering harmony among citizens. Ultimately, these studies underscore the importance of human agency in managing psychological states and behavioral choices amid varying life circumstances. The breadth of topics in this edition of MediaPsi aims to provide theoretical insights and practical contributions, paving the way for further research in the field.Bagian pendahuluan ini merangkum kontribusi dalam MediaPsi edisi ini. Mediapsi 10(2) 2024 ini menyajikan lima artikel berbahasa Indonesia. Lima artikel Mediapsi 10(2) 2024 merupakan hasil penelitian ilmiah dengan memanfaatkan pendekatan penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Mediapsi menyajikan berbagai fenomena kehidupan dengan berbagai latar belakang seperti pendidikan, perilaku konsumen, post trauma perceraian orang tua, sampai dengan modal sosial pada masyarakat multikultural. Berbagai peristiwa dalam kehidupan menimbulkan response unik manusia. Kehidupan tidak selalu menyajikan kondisi ideal. Beberapa kondisi terpaksa harus dihadapi manusia, seperti tidak ada individu yang berharap berada dalam posisi sebagai anak korban perceraian orang tua dan menjadikan individu mengalami post-traumatic growth, tidak juga ada anak yang ingin terlahir secara istimewa dengan berbagai keterbatasan baik fisik, mental dan intelektual, namun sekolah yang memiliki model pembelajaran dengan techer grit yang baik dapat memaksimalkan potensi anak. Bahkan ada pula yang terpaksa menjalani pendidikan dengan beban ganda sebagai pekerja namun mahasiswa yang memiliki grit tinggi akan meningkatkan mindfulness dan membantu mereduksi gangguan lain di luar perkuliahan, Situasi lain seperti tantangan kemudahan teknologi membuat pola pembelanjaan online dimana berbelanja cukup dari genggaman tangan, semakin mudah dan meningkatkan pembelian impulsif. Tantangan lainnya terjadi pada masyarakat dengan keberagaman yang tinggi. Masyarakat multikultural menjadi modal sosial yang membutuhkan komitmen warganya untuk hidup rukun berdampingan. Namun, berbagai peristiwa kehidupan tetap bergantung pada kemampuan kendali manusia untuk mengelola kondisi psikologis dan pilihan perilakuknya. Ragam artikel yang ditampilkan dalam issue kedua tahun 2024 Mediapsi ini diharapkan dapat mendorong kontrbusi teoritis maupun praktis pada penelitian-penelitian selanjutnya
Peran person job fit dan job crafting terhadap niat mengundurkan diri dari pekerjaan pada pegawai kontrak
The present study examined the effect of person-job fit and job crafting on contract employees’ turnover intention. The participants were 135 contract employees of state-owned (BUMN) and private enterprises (BUMS) in Palangkaraya Raya city. They recruited using the quota sampling technique. Three scales were deployed, namely the person-job fit scale, job crafting scales, and turnover intention scales. The collected data were analyzed using multiple linear regression. The result indicating that person-job fit and job crafting affect the employee’s turnover intention. In other words, contract employees with adequate job fit levels and good crafting exhibited low turnover intention. The turnover intention was affected by person-job fit and job crafting. When an employee has the qualifications corresponding to his job position and gets the opportunity to develop his potential the chances of turnover intention are small.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh person job fit dan job crafting terhadap turnover intention pada karyawan kontrak. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu karyawan kontrak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik swasta (BUMS) di Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang berjumlah 135 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala person job fit, skala job crafting dan skala turnover intention. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Person job fit dan job crafting berpengaruh terhadap turnover intention, artinya saat karyawan kontrak memiliki person job fit yang sesuai dan job crafting yang baik, maka niat karyawan melakukan turnover akan rendah. Person job fit dan job crafting memberikan kontribusi terhadap turnover intention. Ketika karyawan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan posisi kerjanya dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya, sehingga peluang untuk turnover menjadi kecil