Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa di Era Media Sosial pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Peran guru kini tengah diuji Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan sosial media. Media sosial yang menyediakan beragam kemudahan justru disalah gunakan oleh siswa dengan mengakses situs-situs negatif, hal ini diperkuat dengan munculnya persoalan moral seperti tawuran, seks bebas, narkoba, bahkan kecurangan massal yang dilakukan pelajar seperti mencontek saat ujian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru terutama guru pendidikan agama islam dalam mengatasi degradasi moral ditengah gempuran media sosial di Smp Islam As-Syafiiyah Pekalongan Batealit Jepara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumtasi. Hasil dari penelitian ini adalah peran seorang guru pendidikan agama islam yang sangat penting dlalam mengatsi degradasi moral di tengah gempuran media sosial di Smp islam As-syafiiyah Pekalongan Batealite Jepara
Implementation of the Project Citizen Model in Pancasila Education learning as an Effort to Optimize the Improvement of Independent Character and Creative Thinking Skills in Elementary Schools
This study aims to analyze the implementation of the Project Citizen learning model in the Pancasila Education subject at SDN 1 Banyuurip as an effort to optimize the improvement of independent character and creative thinking skills of grade 5 students. Education in the 21st century requires students to have relevant skills, including critical thinking, creativity, and having an independent character. Based on initial observations, it was found that students tend to be passive and are not used to expressing opinions or completing tasks independently. The Project Citizen model is implemented through a series of steps such as problem identification, problem selection, information collection, portfolio creation, and reflection. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection methods in the form of observation, interviews, and questionnaires. The results of the study showed that the implementation of the Project Citizen model consistently improved the quality of learning, as seen from the increase in the learning implementation score from the category of "good" to "very good." This model also has a positive impact on developing students' initiative, self-confidence, and discipline, and encouraging them to think creatively in solving problems relevant to everyday life. The conclusion of this study shows that the Project Citizen model is effective in forming independent character and improving creative thinking skills, so that it can be adopted as an innovative learning model in Pancasila Education in elementary schools
Analisis Penggunaan Metode Role Playing Terhadap Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek yang penting untuk siswa. Keterampilan ini dapat membantu siswa untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Namun, tidak semua siswa memiliki keterampilan berbicara yang baik. Banyak siswa yang kurang lancar berbicara bahasa Indonesia atau Siswa lebih sering menggunakan bahasa daerah yang bermakna kasar dan tidak sopan. Hal ini terjadi karena siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga kemampuan berbicara siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi terpengaruh. Untuk mengatasi hal tersebut, Role Playing dikategorikan sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan berbicara siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peran Role Playing dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji data secara mendalam literatur terkait penerapan Role Playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. kajian ini menunjukkan Hasil bahwa Role Playing dapat menjadi pilihan yang menarik untuk mengoptimalkan kualitas kemampuan berbicara dalam pelajaran Bahasa Indonesia
Mengembangkan Kompetensi Pedagogik Calon Guru Kimia Melalui Pembelajaran Mikro Reflektif
Kompetensi pedagogik merupakan salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh calon guru kimia untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik calon guru kimia melalui pembelajaran mikro reflektif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Mulawarman. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, jurnal reflektif, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mikro reflektif mampu meningkatkan kompetensi pedagogik calon guru kimia secara bertahap. Pada siklus pertama, peserta mulai mengenali kelemahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Melalui refleksi, perbaikan dilakukan pada siklus kedua dan ketiga, yang berfokus pada penggunaan metode pembelajaran, manajemen kelas, dan evaluasi pembelajaran. Peningkatan signifikan terlihat pada keterampilan mahasiswa calon guru kimia dalam dua aspek, yaitu keterampilan mengajar dan keterampilan membuat perangkat ajar, setelah melakukan praktik mengajar melalui tiga siklus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mikro reflektif merupakan pendekatan yang efektif untuk mengembangkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru kimia
Analisis Penyajian Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam Buku Teks Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyajian sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana sintaks PBL diintegrasikan ke dalam buku teks PAI-BP SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Metode penelitian melibatkan analisis isi terhadap tiga buku teks untuk kelas VII, VIII, dan IX, serta wawancara dengan guru PAI di SMP Negeri 23 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL lebih dominan di kelas VIII dengan tema-tema yang relevan, seperti moderasi beragama, tantangan era digital, dan praktik riba, sementara kelas VII dan IX memiliki representasi PBL yang lebih minim. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan tema-tema yang lebih relevan di kelas VII dan IX serta pelatihan guru untuk mengoptimalkan penerapan PBL. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan kontekstual
Strategi Mengatasi Dampak Negatif Kebiasaan Penggunaan Gadget
Penelitian ini mengkaji strategi penanggulangan dampak negatif kebiasaan penggunaan gadget di SD Advent Balikpapan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan kajian pustaka, survei, dan wawancara untuk mengidentifikasi pola penggunaan gadget dan dampaknya terhadap siswa. Temuan awal digunakan untuk merancang strategi yang sesuai dengan konteks sekolah, yang kemudian diimplementasikan melalui program kolaboratif yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk menilai efektivitas strategi. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah dan masyarakat untuk mengurangi dampak negatif penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar. Dengan mengedukasi anak-anak tentang tanggung jawab dan batasan penggunaan gadget, serta melibatkan orang tua dalam pengawasan, diharapkan anak-anak di SD Advent Balikpapan dapat tumbuh lebih sehat, lebih seimbang, dan meningkatkan prestasi akademik mereka
Analisis Dedikasi Kepala SMP Negeri/Swasta dalam Jambore GTK Hebat Tingkat Nasional Tahun 2024
Jambore GTK Hebat Tahun 2024 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Penilaian dalam jambore ini dilakukan melalui dua kategori, yaitu esai dan wawancara. Penilaian esai didasarkan pada karya tulis yang menggambarkan aksi nyata yang telah dilakukan oleh GTK, sedangkan wawancara dilaksanakan secara daring dengan tiga juri untuk menilai pemahaman serta implementasi aksi nyata di lingkungan sekolah. Dari total 34 finalis yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dipilih lima peserta terbaik dalam kategori Dedikasi Kepala SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemimpin sekolah yang memiliki dedikasi tinggi memainkan peran penting dalam memajukan sekolah, meningkatkan kualitas guru, serta memberikan dampak positif bagi peserta didik. Terpilihnya lima kepala sekolah berdedikasi sebagai pemenang menegaskan bahwa kepemimpinan yang berorientasi pada aksi nyata dan inovasi merupakan faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Temuan ini menjadi contoh inspiratif bagi seluruh GTK di Indonesia dalam mengembangkan profesionalisme dan dedikasi dalam dunia pendidikan
Peran Guru dalam Implementasi Pendidikan Kewirausahaan di Madrasah
Berdasarkan presentase pengangguran di Indonesia dari segi tingkat pendidikan pada tahun 2024 menunjukan bahwa tingkat pengangguran tertinggi sebesar 8,62 persen berasal dari lulusan SMK. Lulusan SMA sebesar 6,73 persen. Sementara jenjang diploma IV, S1, S2, dan S3 sebesar 5,63 persen. Pendidikan kewirausahaan dapat menjadi solusi dalam menjawab persoalan pembangunan karakter dalam menumbuhkan jiwa berwirausaha Metode kualitatif dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi secara mendalam yang berkaitan dengan persepsi, pengalaman, dan pandangan dari narasumber. Lokasi penelitian dilaksanakan di MAN 1 Cilacap Jalan Kalisabuk km.15, Kalipelus, Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53271. Objek penelitian ini adalah Wakil Kepala bagian Kesiswaan, Guru Prakarya, dan beberapa peserta didik untuk dimintai tanggapan terkait proses program pendidikan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan terkait peran guru dalam implementasi pendidikan kewirausahaan, tantangan dan hambatan guru, serta strategi guru dalam mengatasi tantangan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan peran guru dalam implementasi pendidikan kewirausahaan di MAN 1 Cilacap memiliki tiga peran utama diantaranya, guru sebagai pendidik, pelatih dan evaluator. Terdapat tantangan dan hambatan yang dihadapi guru MAN 1 Cilacap dalam proses kegiatan pendidikan kewirausahaan seperti keterbatasan sumber daya pendukung, kurangnya pelatihan dan pembekalan guru dan minimnya dukungan eksternal dari dunia usaha dan masyarakat sekitar. Selain itu, i strategi dalam mengimplementasikan pendidikan kewirausahaan di MAN 1 Cilacap yakni dengan cara menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan peranserta peserta didik, berkolaborasi dengan UMKM dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai salah satu alat dalam memperoleh ketercapaian program
Analisis Perkembangan Kurikulum Pendidikan Nasional di Indonesia dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka: Studi Literatur
Tujuan di konversikannya kurikulum karena menyesuaikan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi. Hal ini juga dipertimbangkan mengenai kemampuan finansial, kesediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia pelaksananya sehingga dapat menjadi tantangan dalam penetapan dan pelaksanaan kurikulum sebagaimana diharapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengambil sumber data dari artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya konversi kurikulum pendidikan dasar nasional dalam beberapa dekade sejak tahun 1945 hingga kurikulum merdeka tahun 2022. Keadaan ini menunjukkan bahwa terjadinya perjalanan panjang penyesuaian kurikulum terhadap dinamika pendidikan Indonesia. Penelitian ini menghasilkan suatu asumsi bahwasanya kurikulum sudah benar bila dalam pengembangannya terus dilakukan perubahan dan peningkatan guna mengantisapasi tertinggalnya dalam kemajuan pengetahuan dan teknologi. Karena dalam dunia pendidikanlah wahana yang dapat digunakan dalam penciptaan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. 
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berdiferensiasi dan Kemandirian Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar melalui pendekatan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest kontrol group, melibatkan siswa kelas IV dari beberapa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model PBL berdiferensiasi dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika materi bilangan cacah besar kelas IV serta interaksi antara keduanya. Data yang dikumpulkan melalui tes, pengukuran kemandirian belajar, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL berdiferensiasi secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar matematika, kemandirian belajar berpengaruh positif terhada hasil belajar matematika, dan terdapat interaksi positif antara keduanya. Studi kasus di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Tangerang membuktikan bahwa siswa dengan kombinasi PBL berdiferensiasi dan kemandirian belajar yang tinggi mampu menyelesaikan masalah matematis pada materi bilangan cacah besar lebih baik dibandingkan siswa di kelas PBL Konvensional. Kontribusi penelitian ini mencakup pengembangan model pembelajaran matematika yang didukung untuk kebutuhan individual siswa, identifikasi faktor pendukung kemandirian belajar dalam matematika tingkat dasar, pengembangan instrumen pengukuran efektivitas PBL berdiferensiasi, dan penyediaan dasar empiris untuk pengembangan kebijakan pendidikan matematika yang mengintegrasi diferensiasi pembelajaran dengan pengembangan kemandirian belajar siswa di sekolah dasar