Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
Rencana Reklamasi Pit Lake Tambang melalui Konsep Budidaya Padi Apung menuju Food Security di Era VUCA
Pertanian merupakan salah satu sektor yang dijadikan sebagai energi utama dan hal yang vital dalam penyediaan bahan pangan di Indonesia. Namun, saat ini penyusutan luas areal pertanian di Indonesia terus terjadi akibat semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan juga adanya alih fungsi lahan ke non-pertanian. Tujuan penelitian ini adalah memberikan inovasi terkait permasalah penyempitan lahan, dengan menggunakan konsep budidaya padi terapung yang memanfaatkan lahan bekas tambang pasir dan kerikil di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Rencana reklamasi dengan konsep budidaya padi apung yaitu bentuk adaptasi terhadap ketersediaan lahan persawahan yang semaakin terdegradasi. Dimana bibit padi ditanam diatas rakit dengan jarak 30 x 30 dan dengan menggunakan pupuk organik. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder yang diperoleh dari tahapan pengumpulan data, selanjutnya dianalisis, proses analisis ini terdiri dari tahapan reduksi, penggabungan, dan konklusi. Hasil penelitian didapatkan data uji laboratorium berdasarkan 6 parameter yaitu TDS sebesar 60 mg/h, EC 130 , Ph 7.1, Suhu 31.2 , Salinitas 0.5 % dan Turbidity 1.958 FTU. Sehingga berdasarkan pengujian menggunakan alat Water Quality Tester, Turbidimeter dan Refractometer, sampel air pit lake tambang masuk ke dalam golongan D, yang bisa digunakan untuk pertanian
Optimalisasi Sumberdaya Air Untuk Pemenuhan Kebutuhan Listrik Ramah Lingkungan Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Sumberdaya air di lereng Gunung Lawu, Desa Girikerto mengalir di perkebunan teh Jamus. Air tersebut menjadi input PLTMh. Penelitian terdahulu tentang air dan energi listrik difokuskan pada lahan pertanian sawah dan ladang sehingga diperlukan penelitian yang mengkaji kaitan sumberdaya air yang mendukung ketahanan pangan berbasis energi terbarukan pada lahan perkenunan. Penelitian dilakukan secara campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan dukungan data debit, daya, dan energi total. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sumberdaya air di lokasa kajian dapat dijadikan sumber energi terbarukan. Air menjadi input pembangkit tenaga listrik PLTMh. PLTMh menjadi alternatif energi terbarukan yang berkontribusi nyata dalam aplikasi energi hijau. PLTMh pun membantu pengolahan komoditas perkebunan teh pada pabrik yang relatif ramah lingkungan karena tidak bising dan hemat enrrgi. PLTMh merupakan wujud energi terbarukan yang mendukung ketahanan pangan, khususnya komoditas perkebunan dengan memanfaatkan air lokal. Dalam jangka panjang, air, energi, dan ketahanan pangan di lokasi penelitian mendukung aksi pencegahan perubahan iklim global
Strategi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan: Optimalisasi Smart Greenhouse Di Kabupaten Mojokerto Melalui Penggunaan Agri-Voltaic
Perjanjian Paris bertujuan mengatasi perubahan iklim global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca yang diintegrasikan dengan transisi energi. Transisi energi harus mempertimbangkan pentingnya mengatasi dampak sosial dan ekonomi secara global. Selain itu, penekanan diberikan pada pentingnya energi dalam sektor pertanian dan penggunaan energi baru terbarukan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Tulisan ini menggambarkan kompleksitas hubungan antara energi dan pertanian berkelanjutan serta pentingnya integrasi energi baru terbarukan dalam sistem pertanian untuk mencapai pertanian berkelanjutan yang dianalisis dengan metode deskriptif analisis. Penggunaan energi baru terbarukan agri-voltaic pada smart greenhouse di Mojokerto menjadi langkah yang efektif untuk mencapai pertanian yang lebih efisien energi dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang benar, teknologi ini dapat memainkan peran kunci dalam menyediakan makanan yang berkelanjutan, mengurangi emisi, dan meminimalkan dampak lingkungan. Dengan dukungan dan investasi yang tepat, smart greenhouse dapat menjadi bagian integral dari solusi global untuk tantangan pertanian dan energi dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan di sektor dalam mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan ketahanan energi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN PERKAWINAN USIA ANAK (STUDI PADA KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA)
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan perkawinan usia anak dengan mengambil studi kasus di Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional study dengan sampel penelitian sebanyak 33 infroman yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan terdiri dari informan pemerintah dan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumnetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pencegahan perkawinan usia anak secara keseluruhan berjalan dengan efektif. Hal ini terlihat dari ketercapaian variabel dalam menganalisis implementasi menggunakan teori Edward III, yaitu (1) variabel komunikasi menunjukkan bahwa transmisi, kejelasan, dan konsistensi program telah berjalan secara optimal, meskipun pada transimis kebijakan perlu juga memperhatikan koordinasi dan sosialisasi hingga ke tingkat lapisan masyarakat paling rendah, (2) variabel sumber menunjukkan bahwa sumber daya manusia, informasi dan kewenangan telah terpenuhi, (3) variabel sikap dan disposisi pelaksana menunjukkan bahwa kognisi, arahan, dan respons menunjukkan hasil yang optimal, dan (4) variabel struktur birokrasi juga menunjukkan hasil optimal, karena adanya teknis pelaksaan kebijakan yang dituangkan dalam Rencana Aksi Daerah Pencegahan Perkawinan Usia Anak sebagai wujud pedoman pelaksanaan kebijakan
ADVOKASI BURUH MIGRAN INDONESIA (ADBMI) DAN PERANANNYA DALAM MENGATASI HUMAN TRAFFICKING PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI LOMBOK TIMUR
Perdagangan orang erat kaitannya dengan masalah Pekerja Migran. Lombok Timur menjadi salah satu tempat di mana pekerja migran menjadi korban perdagangan orang. Karenanya, Lombok Timur memiliki banyak lembaga non-pemerintah (NGO) yang aktif mendukung masalah perdagangan orang bagi pekerja migran, misalnya Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI). ADBMI dinilai berperan penting dalam usaha pencegahan dan penanganan masalah perdagangan orang bagi pekerja migran. Sehingga penelitian ini bertujuan untu menganalisis peran ADBMI dalam mengatasi masalah perdagangan orang khususnya perdagangan pekerja migran di Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus penelitian pada 3 (tiga) aspek, yaitu instrumen, arena, dan aktor. Data primer dan sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah teknik induktif, yang berarti penelitian kualitatif dimulai dengan data empiris daripada dengan deduksi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan ADBMI berdasarkan perannya dalam membantu pemerintah Kabuoaten Lombok Timur dengan memberikan bantuan teknis, edukasi, sosialisasi, dan kampanye kepada warga yang rentan menjadi korban. ADBMI telah berusaha meminimalisirkan jumlah dari para korban dari perdagangan manusia dengan berbagi tindakan yang telah dilakukan dalam menangani persoalan tersebut, namun kesuksesan ADBMI dalam mengurangi jumlah korban tentu saja tidak terlepaskan dari peran pemerintah Kabupaten Lombok Timur
STRATEGI PREVENTIF PELECEHAN SEKSUAL DI PESANTREN DI INDONESIA: PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
ABSTRACT: Islamic boarding schools have been an integral part of the culture and history of Indonesian society, and they play an important role in preserving and spreading Islamic religious values. However, in several regions in Indonesia today there are various cases of sexual violence or sexual harassment and more surprisingly these cases appear and are found in Islamic school institutions, namely pesantren. This study aims to analyze the preventive strategy of sexual harassment in pesantren in Indonesia: a sociology of religion perspective and focuses on the prevention of sexual harassment in pesantren and its obstacles. Using a descriptive qualitative method. Data sources were obtained from databoks/databases, BPS, literature reviews, official websites, and regulations. The data analysis technique uses the Nvivo 12 Plus analysis technique through the crosstab feature. The results showed that the preventive strategy of sexual harassment in pesantren in Indonesia: a sociology of religion perspective through indicators of supervision, socialization, education, rules, and facilities. That the preventive strategy in sexual violence from the perspective of religious sociology is that pesantren must provide counseling and protection services to pesantren students, socialize related to the prevention of sexual violence through education in pesantren and Islamic studies, apply fair laws for perpetrators of sexual violence which aim to provide justice for victims of sexual violence, hold parenting for parents of students regularly. Education and awareness about the dangers of sexual violence, as well as support and protection for victims of sexual violence, are essential to prevent and address this issue. Sexual violence is a crime that cannot be justified under any circumstances. Various measures, including education, advocacy, victim support, and effective law enforcement, are needed to prevent and address sexual violence.
Keywords: sexual harassment, pesantren, sociology of religion
Peran Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Penyaluran Bantuan Sosial Terdampak Corona Virus Disease (COVID-19)
Artikel ini menganalisis peran penting yang dimainkan oleh Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Penelitian ini memeriksa implementasi kebijakan dan efektivitas langkah-langkah yang diambil oleh Dinas Sosial dalam mengatasi tantangan distribusi bantuan selama krisis kesehatan ini. Berdasarkan penelitian lapangan, artikel ini menyajikan gambaran tentang keberhasilan dan kendala dalam proses penyaluran bantuan sosial, termasuk aspek komunikasi, administrasi, dan kontrol. Dalam konteks ini, peran Dinas Sosial dalam memfasilitasi distribusi bantuan menjadi faktor krusial untuk memastikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Meskipun beberapa hambatan ditemukan, upaya koordinasi dan adaptasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial telah memberikan kontribusi penting dalam mengatasi krisis ini. Artikel ini memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menghadapi situasi darurat seperti COVID-19
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Kabupaten Pangkep
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai yang bekerja di Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di Kabupaten Pangkep sebanyak 57 orang. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara random atau acak dari populasi. Dengan metode tersebut terpilih 28 orang sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja pegawai pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pimpinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep menerima saran atau kritikan dari pegawai walaupun tidak semua saran yang telah di berikan itu dilaksanakan sesuai dengan harapan pegawai, pimpinan mengajak para pegawai bersama-sama dalam memutuskan suatu tujuan tetapi terkadang pimpinan masih mau mengambil keputusan dengan sendiri nya tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan bawahannya, dan tidak ada kecanggungan antara bawahan dan pimpinan, hasil uji t diperoleh nilai t = 14,319 dengan p (Sig.) = 0,000
Studi Komparasi Implementasi Program Kampung Ramah Anak Sebagai Pemenuhan Hak Anak di Kota Yogyakarta
Permasalahan yang menimpa anak-anak saat ini semakin banyak, seperti berbagai kasus kekerasan anak. Peran keluarga sebagai institusi utama dalam perlindungan anak ternyata belum sepenuhnya mampu berjalan dengan baik. Dalam ragka melindungi hak-hak anak, Pemerintah Kota Yogyakarta melaksanakan program Kampung Ramah Anak (KRA). Tujuan penelitian yaitu melakukan analisis komparasi terhadap implementasi program KRA di RW 16 Pringgokusuman dan RW 05 Tegalrejo, selain itu betujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program KRA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam implemenatasi program KRA. Aspek standar dan sasaran kebijakan/tujuan kebijakan pada KRA mampu mengatasi persoalan anak. Aspek Sumber Daya pada KRA RW 05 Tegalrejo dari sisi materi, masyarakat lebih mendukung karena adanya beberapa usaha dari masyarakat yang dapat membantu jalannya program, dari sisi SDM sudah memadai karena adanya regenerasi pengurus. Sedangkan di KRA RW 16 Pringgokusuman masyarakat hanya bergantung pada dana yang disediakan oleh pemerintah dan tidak ada regenerasi pengurus. Aspek sikap dan karakteristik organisasi pelaksana pada 2 KRA memiliki persamaan yaitu mendukung program KRA, namun dalam pelaksanaannya memiliki karakteristik yang berbeda. Aspek Komunikasi di 2 KRA berjalan cukup baik, pada KRA RW 05 Tegalrejo dilakukan sosialisasi cukup intensif. Sedangkan KRA RW 16 Pringgousuman sosialisasi hanya berlangsung di awal pembukaan KRA. Aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan politik menunjukkan bahwa KRA RW 16 pringgokusuman memiliki kendala pada aktivitas warga yang sibuk dengan pekerjaannya. Maka, diharapkan upaya mengoptimalkan KRA dengan memberikan pendampingan dan sosialisasi periodik.
Kata kunci;Studi Komparasi, Implementasi, Kampung Ramah Ana
Evaluasi Program Penanggulangan Stunting di Kalurahan Pandowoharjo Kabupaten Sleman
Di Kalurahan Pandowoharjo Kabupaten Sleman bahwa pada Juli 2021 terdapat 746 balita, dengan jumlah stunting 50 balita (6,71%), jumlah gizi kurang 38 balita (5,09%),jumlah gizi buruk 1 balita(0,13%). Kemudian pada Agustus 2021 dilakukan timbang ulang dan terdapat 16 balita stunting, dilakukannya timbang ulang ini untuk membuktikan kembali angka stunting tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana implementasi program penanggulangan stunting di Kalurahan Pandowoharjo dan memberikan masukan kepadan para pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknikpenggaliandata melalui observasi, interview dan dokumentasi. Data diolahdengan tiga aktivitas utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan komponen context, tujuan dan sasaran program yang dijalankan dapat mempengaruhi keadaaan ibu balita yang ananknya terindikasi stunting. Komponen input, peralatan dan alat pendukung cukup lengkap dalam penanggulangan stunting. Komponen process, Pemerintahan di Kalurahan Pandowoharjo sudah berkoordinasi dengan baik bersama para kader pedamping posyandu. Komponen product, Bahwa program-progam yang ada berjalan dengan lancar, banyak dari ibu balita/hamil sudah memahami apa itu stunting dan cara pencegahannya. Simpulan penelitian ini program penanggulangan stunting telah sesuai dengan rencana dan dijalakan dengan baik