Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
Not a member yet
    262 research outputs found

    Optimalisasi Teknologi Informasi Dalam Penanganan Arsip Laporan Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera: Kebijakan Dan Implementasinya

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang optimalisasi teknologi informasi (IT) pada pengelolaan arsip laporan masyarakat terdampak pasca bencana di Sumatera secara operasional di Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia. Beberapa tantangan utama termasuk risiko arsip fisik dan digital terhadap bencana, fragmentasi kebijakan penanganan arsip darurat, keterbatasan kapasitas teknis, kurangnya koordinasi antar lembaga yang mencegah korban merebut kembali hak administratif mereka. Penelitian multi-fase yang dilakukan melalui analisis kebijakan dan dokumen, studi kasus bencana di Sumatera, dan wawancara semi-terstruktur dengan anggota Ombudsman dan arsiparis. Hasil menunjukkan bahwa meskipun beberapa kemajuan dalam implementasi digital telah tercapai, ada kesenjangan dalam implementasi, protokol metadata darurat yang lemah dan kurangnya sistem cloud hybrid,  Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulihan yang terstandarisasi, dan pengembangan kapasitas untuk Sumber Daya Manusia (SDM). Artikel ini mengembangkan model operasional responsif dan langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan ketahanan repositori laporan masyarakat pasca bencana

    Peran Tokoh Adat dalam Mengatur Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Lasuai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat Desa Lasuai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Tokoh adat merupakan salah satu unsur penting dalam struktur sosial masyarakat desa yang memiliki kedudukan dan pengaruh kuat dalam menjaga ketertiban, keharmonisan, serta keberlangsungan nilai-nilai adat dan budaya lokal. Keberadaan tokoh adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga berperan aktif dalam mengatur hubungan sosial, menyelesaikan konflik, dan mengendalikan perilaku masyarakat melalui norma dan sanksi adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tokoh adat, aparat pemerintah desa, serta masyarakat Desa Lasuai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan Teori Peran yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto sebagai kerangka analisis untuk memahami hubungan antara kedudukan tokoh adat, harapan masyarakat, dan pelaksanaan peran dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat di Desa Lasuai memiliki peran yang signifikan dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat. Tokoh adat berperan sebagai pengatur kehidupan sosial, mediator dalam penyelesaian konflik sosial, pengendali sosial melalui penegakan norma dan sanksi adat, serta penjaga keharmonisan dan solidaritas sosial masyarakat. Meskipun peran tokoh adat masih berjalan dengan baik, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa perubahan sosial dan menurunnya minat generasi muda terhadap adat istiadat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan peran tokoh adat melalui pelibatan generasi muda serta sinergi dengan pemerintah desa agar peran tokoh adat tetap relevan dan berkelanjutan dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat desa

    Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Pariwisata Bahari: Studi Kasus Kabupaten Buton Selatan

    Full text link
    Pengembangan pariwisata bahari merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong pembangunan wilayah pesisir. Keberhasilan pengembangan pariwisata bahari sangat bergantung pada tingkat keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat kunci Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Selatan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan daerah dan laporan kepariwisataan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi bentuk pemberdayaan masyarakat, peran kelembagaan, serta tantangan dalam pengembangan pariwisata bahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengembangan desa wisata, serta fasilitasi usaha mikro berbasis pariwisata. Pemberdayaan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dan pengembangan destinasi wisata bahari, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur dan kontribusi ekonomi yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi kebijakan bagi penguatan pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di daerah pesisir

    Struktur Sosial Ekonomi Petani Lokal dan Masyarakat Pendatang dalam Ketertinggalan Ekonomi di Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial-ekonomi petani lokal dan masyarakat pendatang dalam ketertinggalan ekonomi di Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan meskipun sektor pertanian menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat. Perbedaan latar belakang sosial, akses sumber daya, serta strategi pengelolaan pertanian diduga membentuk struktur sosial-ekonomi yang tidak setara antara petani lokal dan masyarakat pendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas petani lokal, petani pendatang atau transmigrasi, serta pengurus kelompok tani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu, khususnya konsep modal ekonomi, modal sosial, dan modal kultural, untuk memahami posisi sosial-ekonomi petani dalam struktur pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani pendatang cenderung memiliki modal ekonomi yang relatif lebih baik melalui kepemilikan lahan dan pengelolaan usaha pertanian yang lebih intensif. Dari sisi modal sosial, keterlibatan aktif dalam kelompok tani memberikan akses terhadap bantuan, pelatihan, dan jaringan kelembagaan. Selain itu, petani pendatang juga menunjukkan modal kultural yang lebih kuat melalui kemampuan menerima dan menerapkan teknologi pertanian. Sebaliknya, petani lokal masih menghadapi keterbatasan dalam permodalan, jaringan sosial, dan penguasaan pengetahuan pertanian. Perbedaan penguasaan modal tersebut membentuk struktur sosial-ekonomi yang tidak setara dan mereproduksi ketertinggalan ekonomi petani lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketertinggalan ekonomi petani di Kecamatan Buke merupakan fenomena struktural yang dipengaruhi oleh distribusi modal yang tidak merata

    Pembangunan Modal Manusia Masyarakat Desa di Kabupaten Konawe Kepulauan melalui Program Beasiswa Wawonii Cerdas

    Full text link
    Pembangunan sumber daya manusia masyarakat desa merupakan aspek penting dalam pembangunan perdesaan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Pendidikan tinggi dipandang sebagai investasi modal manusia yang dapat meningkatkan kapasitas individu sekaligus mendorong perubahan sosial di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Beasiswa Wawonii Cerdas dalam pembangunan sumber daya masyarakat desa di Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan ditentukan secara purposive, meliputi mahasiswa penerima beasiswa, keluarga mahasiswa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengelola program beasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beasiswa Wawonii Cerdas berperan dalam menurunkan hambatan ekonomi pemuda desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta mendorong perubahan aspirasi pendidikan di tingkat keluarga dan masyarakat desa. Program ini berfungsi sebagai bentuk investasi publik daerah dalam penguatan modal manusia, yang bekerja pada level individu, keluarga, dan komunitas desa. Meskipun demikian, efektivitas program masih menghadapi tantangan, terutama terkait keterbatasan komponen bantuan yang masih berfokus pada UKT, ketepatan waktu pencairan, serta kesenjangan akses administrasi di wilayah desa kepulauan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Beasiswa Wawonii Cerdas memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sumber daya manusia desa, namun memerlukan penguatan sistem dan keberlanjutan kebijakan agar manfaat jangka panjang investasi pendidikan dapat lebih optimal

    Modal Sosial Petani dalam Pengelolaan Irigasi Partisipatif: Studi pada Program GEMAS AIR KONAWE di Kabupaten Konawe

    Full text link
    Penelitian mengenai modal sosial petani dalam pengelolaan irigasi partisipatif melalui Program GEMAS AIR KONAWE di Kabupaten Konawe sangat penting dilakukan untuk menjelaskan bagaimana dinamika sosial petani memengaruhi keberhasilan pemeliharaan jaringan irigasi serta bagaimana hubungan sosial tersebut mendukung efektivitas inovasi lokal dalam penyediaan layanan air pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami secara mendalam dinamika modal sosial petani dalam pengelolaan irigasi partisipatif melalui Program GEMAS AIR KONAWE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan irigasi partisipatif melalui Program GEMAS AIR KONAWE berjalan efektif karena ditopang oleh tiga elemen utama modal sosial, yaitu kepercayaan (trust), norma sosial (social norms), dan jaringan sosial (social networks). Ketiga unsur ini bekerja secara simultan dan saling menguatkan sehingga program mampu menjawab tantangan kerusakan jaringan irigasi, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan pemeliharaan yang berkelanjutan

    Dari Keraguan ke Keyakinan: Transformasi Pemikiran Masyarakat Desa Madodo tentang Budidaya Bawang Merah di atas perbukitan berbatu Minim Air

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi pemikiran masyarakat Desa Madodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, terkait budidaya bawang merah di atas perbukitan berbatu minim air. Permasalahan utama yang diangkat adalah kuatnya persepsi masyarakat mengenai keterbatasan lahan dan sumber air yang selama ini dianggap tidak memungkinkan pengembangan komoditas bernilai ekonomi, serta bagaimana perubahan persepsi tersebut terjadi melalui pengalaman empiris, interaksi sosial, dan dukungan kelembagaan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika perubahan pemikiran Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pemikiran masyarakat berlangsung melalui lima tahapan difusi inovasi menurut Rogers, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Percobaan awal budidaya bawang merah oleh petani pelopor, keberhasilan panen, serta keterlibatan BUMDes Tangka Liwu melalui pemanfaatan Dana Ketahanan Pangan Desa menjadi faktor kunci yang mematahkan keyakinan lama masyarakat mengenai keterbatasan lahan berbatu. Interaksi sosial antarpetani dan pengamatan langsung terhadap hasil tanaman mempercepat penerimaan inovasi secara kolektif. Selain meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengembangkan pertanian, inovasi ini membuka peluang ekonomi baru yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya bawang merah di Desa Madodo telah berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi lahan lokal dan membuktikan bahwa keterbatasan ekologis bukan menjadi hambatan bagi pengembangan pertanian bernilai ekonomi. Transformasi pemikiran yang terjadi menunjukkan pentingnya peran bukti empiris, modal sosial, dan dukungan kelembagaan desa dalam mendorong adopsi inovasi pertanian di wilayah perdesaan

    STUDI TENTANG FAKTOR DETERMINAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KOLAKA UTARA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kinerja pegawai pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara kemudian dianalisis menggunakan tipologi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kolaka Utara ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, baik yang berasal dari dalam organisasi maupun faktor eksternal. Kompetensi pegawai dan pemahaman yang baik terhadap tugas pokok menjadi dasar penting dalam kinerja individu. Sementara itu, kepemimpinan yang efektif memberikan arahan yang jelas dan motivasi yang diperlukan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai. Kerja tim yang solid memungkinkan pegawai untuk saling mendukung, berbagi pengetahuan, dan mengatasi tantangan bersama. Selain itu, sistem yang baik dan kedisiplinan pegawai menciptakan lingkungan kerja yang terorganisir dan efisien. Faktor situasional yang mendukung juga berperan dalam menciptakan atmosfer kerja yang positif, yang mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan efektif, sehingga berkontribusi pada peningkatan kinerja secara keseluruhan. Namun, faktor penghambat utama kinerja pegawai di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kolaka Utara adalah tingkat kedisiplinan pegawai. Di sisi lain, faktor pendukung kinerja pegawai meliputi: adanya aturan yang jelas, peran sentral pemimpin dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta sarana yang memadai seperti ruang kerja yang nyaman, fasilitas komputer dan jaringan internet, ruang ibadah, kamar mandi/wc, dan peralatan lainnya yang cukup. Semua ini mempermudah pegawai dalam menyelesaikan tugas administratif dan operasional mereka dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, kerja tim yang baik menciptakan sinergi antar pegawai, mempercepat pencapaian tujuan organisasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi yang efektif antar anggota tim juga berkontribusi dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan efisiensi kerja secara keseluruhan

    Efektivitas Program Desa Mandiri Pangan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Kecamatan Baros Kabupaten Serang

    Full text link
    Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan akses pangan di wilayah pedesaan. Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya sosialisasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, pelatihan yang belum menjangkau seluruh klaster, serta pendampingan yang kurang aktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan kuantitatif komparatif. Lokasi studi mencakup Desa Panyirapan dan Desa Sidamukti, masing-masing melibatkan 30 responden. Analisis menggunakan teori efektivitas Duncan, dengan indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil menunjukkan efektivitas program sebesar 70,55% di Panyirapan dan 75,12% di Sidamukti. Meskipun berdampak positif, terdapat hambatan seperti ketidaksesuaian fasilitas, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia yang belum optimal. Banyak anggota kelompok menjadikan pertanian sebagai pekerjaan sampingan. Penulis merekomendasikan peningkatan sosialisasi, pendampingan aktif, serta penguatan infrastruktur desa agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan

    Evaluation of Marriage Administration Information System Through The Sakinah Heritage Application in Sinjai Regency

    Full text link
    The research method uses qualitative, observational data collection techniques, interviews and documentation. Data analysis techniques for data reduction, data presentation and conclusion drawn. The results of the research on the evaluation of the marriage administration information system through the Pusaka Sakinah application so that the community and married couples understand the administrative information system in KUA, South Sinjai District. The marriage administration information system program through the Sakinah heirloom application in South Sinjai District by verifying the file (Administrative) to the bride-to-be and bride-to-be is held a marriage training record (Catin) so that these prospective married couples become Sakinah Mawaddah Warahmah couples, and the UCLA evaluation model in the process of convincing decisions, selecting the right information, collecting and analyzing information so that it can report a summary of the data which is useful for decision-makers and choosing several alternative marriage administration information system programs through the Pusaka Sakinah application because they have to verify files (Administrative) to prospective brides and hold marriage training which is considered to slow down the administrative system. The research output is a scientific work or reference so that it is easy for future researchers who want to research on the evaluation of the marriage administration information system through the Pusaka Sakinah application in South Sinjai Kecamatan

    256

    full texts

    262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇