Buletin GAW Barir (E-Journal)
Not a member yet
    50 research outputs found

    Pemanfaatan Algoritma Decision Tree C4.5 dalam Memprakirakan Hujan di Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin

    Full text link
    Rain can have various impacts on human life, one of which is the impact on the world of aviation. To minimize the impact caused by rain in the world of aviation, rain forecasts are needed to facilitate operational activities at an airport, including Sultan Hasanuddin International Airport, which is one of the busiest airports in Indonesia. In forecasting rain, generally the data used is data that influences the formation of rain, such as data related to the amount of water vapor (precipitable water) and wind (relative vorticity and divergence). Even though the data used in forecasting rain is correlated with the formation of rain, there is the potential for poor forecast accuracy due to non – continuous supporting data for predicted rain events because atmospheric conditions are very complex and can change rapidly. To minimize rain forecasts with poor accuracy, a method is needed that can process non – continuous data regarding future rain events well, one of which is using the Decision Tree C4.5 algorithm. Decision Tree C4.5 is a machine learning algorithm that involves selecting the best features at each step so that it has the potential to produce good forecasts. In this study, the forecast results for a year were dominated by 2590 no rain events, while the total number of rain forecasts was 330 events. Accuracy of monthly forecasts was found to range from 64.92% to 100%, where if the number of correct and incorrect forecasts for each month were combined, the forecast accuracy for a year was 84%, where this accuracy could be said to be very good.Hujan dapat memberikan berbagai dampak dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah dampak terhadap dunia penerbangan. Untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh hujan dalam dunia penerbangan, diperlukan prakiraan hujan untuk melancarkan kegiatan operasional suatu bandara tak terkecuali di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Dalam memprakirakan hujan, umumnya data yang digunakan adalah data yang mempengaruhi pembentukan hujan seperti data yang berhubungan dengan jumlah uap air (precipitable water) serta angin (relative vorticity dan divergence). Meskipun data yang digunakan dalam memprakirakan hujan berkorelasi terhadap pembentukan hujan, terdapat potensi akurasi prakiraan yang buruk akibat data – data pendukung yang tidak kontinu terhadap kejadian hujan yang diprakirakan karena kondisi atmosfer yang sangat kompleks serta dapat berubah dengan cepat. Untuk meminimalisir prakiraan hujan dengan akurasi yang buruk diperlukan salah satu metode yang dapat mengolah data yang tidak kontinu terhadap kejadian hujan yang akan datang dengan baik, salah satunya adalah dengan menggunakan algoritma Decision Tree C4.5. Decision Tree C4.5 adalah algoritma pembelajaran mesin yang melibatkan pemilihan fitur terbaik pada setiap langkah sehingga berpotensi menghasilkan prakiraan yang baik. Pada penelitian ini, hasil prakiraan selama setahun didominasi oleh tidak hujan sebanyak 2590 kejadian, sedangkan jumlah prakiraan hujan didapatkan sebanyak 330 kejadian. Akurasi prakiraan perbulan didapatkan berkisar antara 64,92% hingga 100% dimana jika jumlah prakiraan yang benar dan salah dari masing – masing bulan digabungkan, maka didapatkan akurasi prakiraan selama setahun sebesar 84% dimana akurasi tersebut dapat dikatakan sangat baik

    Analisis Kesesuaian Lahan Berdasarkan Faktor Iklim dan Topografi untuk Tanaman Padi Sawah di Kabupaten Poso

    Full text link
    Rice is one of the main food crops that receives top priority in agricultural development because it is a staple food for a large portion of Indonesia’s population. Poso Regency is the third – largest rice – producing region in Central Sulawesi and serves as a regional food buffer, but there has been a decline in harvested area and rice production in Poso Regency in 2019 and 2020. The purpose of this study is to determine agroclimate zones based on the Oldeman climate classification in Poso Regency and to assess land suitability and the area suitable for paddy field cultivation in the region. The agroclimate zone determination was conducted using the Inverse Distance Weighted (IDW) interpolation method, while land suitability was assessed using the overlay method and matching technique. The results show that there are variations in agroclimate zones in Poso Regency, with zone A1 in South Pamona District, zone B1 in East Pamona District, zone C1 in North Poso Pesisir and South Poso Pesisir Districts, zone D1 East Lore Districts, and zone E3 in Central Lore Districts. The land suitability for paddy field development in Poso Regency shows the following areas: S1 criteria 7.922 Ha, S2 criteria 20.648 Ha, S3 criteria 210.335 Ha, and N criteria 450.434 Ha.Padi merupakan salah satu komoditas pangan hasil pertanian yang mendapat prioritas utama dalam pembangunan pertanian karena merupakan bahan makanan pokok bagi sebagaian besar penduduk Indonesia. Kabupaten Poso merupakan Kabupaten penghasil padi terbesar ke tiga di Sulawesi Tengah dan merupakan kabupaten penyangga pangan regional, namun terjadi penurunan luas panen dan produksi padi di Kabupaten Poso pada tahun 2019 dan 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan zona agroklimat berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman di wilayah Kabupaten Poso dan menentukan kesesuaian lahan serta jumlah luasannya yang sesuai untuk lahan pertanian padi sawah di wilayah Kabupaten Poso. Penentuan zona agroklimat menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) sedangkan untuk penentukan kesesuaian lahan menggunakan metode overlay dan teknik matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi zona agroklimat di Kabupaten Poso dengan zona A1 di Kecamatan Pamona selatan, zona B1 di Kecamatan Pamona Timur, zona C1 di Kecamatan Poso Pesisir Utara dan Poso Pesisir Selatan, zona D1 di Kecamatan Poso Pesisir, Poso Kota, Lore Utara, zona E1 di Kecamatan Lage, Lore Peore, dan Lore Timur, zona E3 di Kecamatan Lore Tengah. Kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman padi sawah di Kabupaten Poso dengan kriteria S1 yaitu seluas 7.922 Ha, kriteria S2 seluas 20.648 Ha, kriteria S3 seluas 210.335 Ha, kriteria N seluas 450.434 Ha

    Fenologi Pertumbuhan Empat Galur Hibrida Jagung Manis pada Tiga Lokasi

    Full text link
    A crop heat unit is a weather–based indicator to predict crop development. This study aims to evaluate the interaction of the influence of different climatic factors with hybrid species on the growth and production of sweet corn and conduct a phenological analysis with a heat unit approach in each growth phase of sweet corn in three agroecosystems. The implementation of the research in the field was arranged in a nested factorial randomized block design with three replications. The treatments are: the altitude consisted of lowland, medium land, and highland, and four types of sweet corn hybrid line seeds. The results of the research analysis showed that elevation had a very significant effect on the observed variables of plant height, number of leaves, stem diameter, cob height, cob diameter, cob weight, and yield. Elevation also significantly affected the variables of leaf length, leaf width, and cob weight without cobwebs. Varieties treatment showed that there was a significant effect on the variables of leaf length, leaf width, stem diameter, and cob weight without cobwebs while the variable height of the cob shows a very significant effect.Crop heat unit merupakan indikator berbasis cuaca untuk memperkirakan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis fenologi dengan pendekatan heat unit di tiap fase – fase pertumbuhan jagung manis di tiga agroekosistem yang berbeda dan mengevaluasi interaksi pengaruh faktor iklim yang berbeda dengan jenis hibrida terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Pelaksanaan penelitian di lapangan disusun dengan RAKF bersarang dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Ketinggian lokasi yang terdiri dataran rendah (8.5 mdpl), dataran menengah (775 mdpl) dan dataran tinggi (1200 mdpl) dan benih galur hibrida jagung manis yang terdiri empat jenis. Analisis penelitian menunjukkan elevasi berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, tinggi tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol berklobot dan hasil. Elevasi berpengaruh nyata terhadap variabel panjang daun, lebar daun dan bobot tongkol tanpa klobot. Perlakuan varietas menunjukkan ada pengaruh nyata terhadap variabel panjang daun, lebar daun, diameter batang dan bobot tongkol tanpa klobot sementara variabel tinggi tongkol menunjukkan ada pengaruh sangat nyata

    Rancang Bangun Sistem Pengukur Arus dan Suhu Permukaan Laut Portable Berbasis Internet of Things

    Full text link
    The ocean plays a vital role in both the economy and the environment. Monitoring and understanding its conditions are crucial for preserving marine ecosystems and ensuring the security of marine resources. Measuring ocean currents and surface temperatures provides essential information for environmental modeling. Current research focuses on developing a portable Internet of Things (IoT) system for measuring ocean currents and surface temperatures. Traditional observation tools like sea gliders are expensive and bulky, while buoys lack portability. This study presents a simple IoT-based system utilizing sensors and the Arduino Mega 2560 microcontroller. The device effectively measures current speed, direction, surface temperature, and detects location coordinates. Measurement data is wirelessly transmitted in real-time to the ThingView application. These data serve to verify the Ocean Forecast System (OFS) model and improve the maritime services offered by the Indonesian Meteorological, Climatological, and Geophysical Agency (BMKG). The device's compact design facilitates direct acquisition of current and surface temperature data. It exhibits higher resolution than the OFS model, with current speed measurement resolution around 0.02 cm/s and surface temperature measurement resolution around 0.0625°C, while the OFS has resolutions of 5 cm/s and 2.0°C, respectively.Lautan merupakan aset penting dalam ekonomi dan lingkungan hidup. Monitoring dan pemahaman yang baik terhadap kondisi laut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan keamanan sumber daya kelautan. Pengukuran arus dan suhu permukaan laut menjadi informasi penting dalam pemodelan dan pemahaman lingkungan laut. Penelitian saat ini fokus pada pengembangan sistem pengukur arus dan suhu permukaan laut portable berbasis Internet of Things (IoT). Alat pengamatan permukaan laut seperti sea glider mahal dan berat, sedangkan buoy tidak portable. Penelitian ini merancang sistem sederhana berbasis IoT dengan sensor dan Minimum Sistem Arduino Mega 2560. Alat ini efektif dalam mengukur kecepatan dan arah arus, suhu permukaan laut, serta mendeteksi koordinat lokasi pengukuran. Data pengukuran dikirim secara nirkabel dan real – time ke aplikasi ThingView. Data ini digunakan untuk memverifikasi hasil prakiraan model Ocean Forecast System (OFS), meningkatkan layanan maritim BMKG. Desain alat ringkas mempermudah pengguna dalam memperoleh data arus dan suhu permukaan laut secara langsung. Alat ini memiliki resolusi lebih baik daripada OFS, dengan resolusi pengukuran kecepatan arus permukaan laut sekitar 0.02 cm/s dan suhu permukaan laut sekitar 0.0625°C, sedangkan OFS memiliki resolusi masing – masing 5 cm/s dan 2.0°C

    Dampak La Nina pada Produksi dan Uji Banding Waktu Pangkas Vegetatif Tanaman Anggur (Vitis Vinifera) di Kota Palu

    Full text link
    Palu City, as a major grape – producing center, faced significant challenges due to the La Nina weather disturbance in mid – 2020, resulting in a decline in grape production. This research explores the impact of rainfall during La Nina on grape harvests and evaluates the differences in outcomes between plants pruned on December 1, 2020, and December 11, 2020. The study utilizes descriptive analysis and comparative testing (T – test) with two early vegetative pruning treatments on different dates. The results show a significant increase in rainfall in September 2020 during La Nina, leading to a decrease in grape production. However, there is no significant difference in the growth and yield of grape fruits between plants pruned on December 1, 2020, and December 11, 2020.Kota Palu, sebagai sentra penghasil anggur, menghadapi tantangan serius akibat gangguan cuaca La Nina pada pertengahan tahun 2020, yang menyebabkan penurunan produksi anggur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak curah hujan selama La Nina terhadap hasil panen anggur dan mengevaluasi perbedaan hasil antara tanaman yang dipangkas pada tanggal 1 Desember 2020 dan 11 Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan uji komparatif (Uji T) dengan dua perlakuan pemangkasan awal vegetatif pada dua tanggal berbeda. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan curah hujan yang signifikan pada bulan September 2020 selama La Nina, berdampak pada penurunan produksi anggur. Meskipun demikian, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam pertumbuhan dan hasil buah anggur antara tanaman yang dipangkas pada tanggal 1 Desember 2020 dan 11 Desember 2020

    Pendidikan Mengatasi Perubahan Iklim berdasarkan Literasi Iklim untuk Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah

    Full text link
    The Meteorology, Climatology and Geophysics Agency continues to strive to enhance understanding of climate change and its impact through climate literacy, especially in Central Sulawesi Province. Climate literacy through this program can enchance the understanding of agricultural extension officers, farmers, and flagship farmer groups about climate change and help addres challenges in agriculture. The aim of study is to determine the extent of the increase in the knowledge capacity of Human Resources regarding Climate and Climate Change on agriculture through climate literacy in the Central Sulawesi Province. The literacy methods used include visual education materials, interactive training, and life skills approaches. The results obtained show in 21.24% increase in understanding during the period of the Climate Fields School implementation in Central Sulawesi Province. Local government hope that this climate literacy activity can continue as an effort to enhance the capacity of human resources in agriculture to archive climate – smart agriculture. The BMKG Climate Fields School is a valuable resource for empowering agricultural enthusiasts and achieving sustainable agriculture.Badan Meteoroologi Klimatologi dan Geofisika terus berusaha meningkatkan pemahaman tentang perubahan iklim dan dampaknya melalui literasi iklim khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Literasi Iklim melalui program ini dapat meningkatkan pemahaman para penyuluh pertanian, petani dan kelompok tani andalan tentang perubahan iklim dan membantu mengatasi tantangan dalam pertanian. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui jumlah peningkatkan kapasitas pengetahuan Sumber Daya Manusia tentang Iklim dan Perubahan Iklim terhadap pertanian melalui literasi iklim di Provinsi Sulawesi Tengah. Metode literasi yang digunakan berupa materi edukasi visual, pelatihan interaktif dan pendekatan keterampilan hidup. Hasil yang didapatkan berupa terjadinya peningkatan pemahaman sebesar 21.24% selama periode SLI dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah berharap kegiatan literasi iklim ini bisa terus dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM para penggiat pertanian untuk mencapai pertanian yang cerdas iklim. Sekolah Lapang Iklim BMKG adalah sumberdaya berharga untuk memperkuat penggiat pertanian dan mencapai pertanian yang berkelanjutan

    Prediksi Harian Suhu Udara Permukaan dengan Jaringan Syaraf Tiruan : Studi Kasus di Kawasan perkotaan dan Pesisir Jakarta, Indonesia

    Full text link
    The weather forecast is significant to protect life and property. A forecast of temperature is important to the agriculture sector because when high temperatures can cause the soil to dry out faster and reduce the availability of water for plants. Furthermore, understanding the temperature condition can help meteorologists forecast the other atmosphere condition. The purpose of this research is to make a modeling prediction of temperature conditions the next day using an artificial neural network model (ANN). To make the ANN model, the daily average temperature measured in the meteorological stations in the urban and the coastal areas of Jakarta over 2010 – 2019 was used as training data. The testing data using surface temperature during January – December 2020. This model uses the various number of neurons in the hidden lapisan between 3 and 15. Based on the result, the ANN model is good enough to predict the temperature condition in Jakarta with the correlation between 0.625 – 0.653 and mean absolute error (MAE) between 0.569 – 0.600 oC. The best model prediction was obtained when the neuron number was 4 in the Urban Area of Jakarta and 8 in the Coastal Area of Jakarta seen from the high correlation value with the observations and a low error rate.Prakiraan cuaca sangat penting untuk melindungi kehidupan dan harta benda. Prakiraan suhu penting untuk sektor pertanian dikarenakan ketika suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan tanah lebih cepat mengering dan mengurangi ketersediaan air bagi tanaman. Selain itu, memahami kondisi suhu dapat membantu ahli meteorologi untuk memprakirakan kondisi atmosfer lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat pemodelan prediksi kondisi suhu udara pada hari berikutnya dengan menggunakan model jaringan syaraf tiruan (JST). Untuk membuat model JST, suhu rata – rata harian yang diukur pada stasiun meteorologi di wilayah perkotaan dan pesisir Jakarta selama 2010 – 2019 yang digunakan sebagai data pelatihan. Data pengujian menggunakan suhu permukaan selama Januari – Desember 2020. Model ini menggunakan berbagai jumlah neuron pada lapisan tersembunyi antara 3 dan 15. Berdasarkan hasil, model JST cukup baik untuk memprediksi kondisi suhu di Jakarta dengan korelasi antara 0.625 – 0.653 dan mean absolute error (MAE) antara 0.569 – 0.600 oC. Model prediksi terbaik didapatkan pada jumlah neuron 4 di Area Perkotaan Jakarta dan neuron 8 di Area Pesisir Jakarta, dilihat dari nilai korelasi yang tinggi dengan observasi dan tingkat kesalahan yang rendah

    Karakteristik Musiman pada Kondisi Langit berdasarkan Clearness Index di Aceh Besar

    No full text
    Knowledge of the sky conditions in particular location is a fundamental to studies about climate and has applications  for meteorology, industry, agriculture, architecture, engineering, studies of water resources development and solar energy conversion system. These conditions can be quantified by meteorological parameter such as the clearness index. Clearness index ( is defined as the ratio of global solar irradiance measured at ground level and its counterpart the extra – terrestrial radiation at the top of the atmosphere. In this study, seasonal characteristic of sky condition in Aceh Besar (05.4°S and 95.46°W) has been carried out using . One year (Jan 2020 – Dec 2020) measured data of daily average global radiation has been used to determines the daily and monthly variations of. The result shows that for daily averages,  ranges from 0.19 to 0.70 with cloudy days are common days in Aceh Besar with hardly any very clear days. For monthly average, the month of January shows the highest  (0.55), while November shows the lowest (0.41). Based on monthly averages of the daily, monthly percentage cumulative frequency, and climatic conditions, the sky condition in Aceh Besar is classified into two seasonal periods. The dry season (January – March and June – September) has values ranging between 0.44 and 0.55, while the wet season (April – May and October – December) has ranging between 0.44 and 0.45.Pengetahuan tentang kondisi langit di suatu lokasi merupakan dasar untuk mempelajari tentang iklim dan memiliki aplikasi untuk meteorologi, industri, pertanian, arsitektur, teknik, studi pengembangan sumber daya air dan sistem konversi energi matahari. Kondisi langit dapat diukur dengan parameter meteorologi yakni clearness index (. Indeks kejernihan didefinisikan sebagai rasio radiasi matahari global yang diukur di permukaan tanah dengan radiasi ekstra – terestrial di bagian atas atmosfer. Pada penelitian ini telah dilakukan karakteristik musiman kondisi langit di Aceh Besar (05.4°LS dan 95.46°BT) dengan menggunakan. Data satu ttahun (Jan 2020 – Des 2020) pengukuran radiasi global rata – rata harian telah digunakan untuk menentukan variasi harian dan bulanan. Hasil menunjukkan bahwa untuk rata – rata harian,  berkisar antara 0.19 hingga 0.70 dengan hari berawan merupakan kejadian yang paling umum di Aceh Besar dan hampir tidak ada hari  yang sangat cerah. Untuk rata – rata bulanan, bulan Januari menunjukkan tertinggi (0.55), sedangkan November menunjukkan terendah (0.41). Berdasarkan rata – rata bulanan harian, frekuensi kumulatif persentase bulanan, dan kondisi iklim, kondisi langit di Aceh Besar diklasifikasikan menjadi dua periode musim. Musim kemarau (Januari – Maret dan Juni – September) memiliki nilai berkisar antara 0.44 hingga 0.55, sedangkan musim hujan (April – Mei dan Oktober – Desember) memiliki nilai berkisar antara 0.44 hingga 0.45

    Kajian Identifikasi Penurunan Tren Curah Hujan, CDD dan CWD di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

    No full text
    Changes in rainfall can cause a shift in the beginning of the dry season and the rainy season which can have an impact on various sectors, especially agriculture. Therefore, it is necessary to study climate change in the Kupang region, East Nusa Tenggara (NTT) through time series analysis of rainfall which can be identified by trend analysis and Probability Density function (PDF). This study aims to identify the trend pattern of the rain fraction, rainy days (HH), Consecutive Dry Days (CDD) Consecutive Wet Days (CWD) and the distribution of rainfall data in the 1991–2020 (30 years) period in the city of Kupang. The rainfall data used is observational rainfall data at the Kupang Climatology Station. Analysis of annual rainfall trends and rainy days showed an increase in the incidence of rainfall in the low category (0–20 mm)/day. While in the category of rain > 20mm / day it decreased, this caused the trend of the 20mm, 50mm and 100mm rain fractions in Kupang to be negative. The phenomenon of ENSO (El Niño and La Nia) affects the pattern of CDD and CWD in the city of Kupang, CDD and CWD trend analysis shows a downward trend of 0.4496 days / year and 0.054 days / year. PDF of the rainfall during the DJF period in Kupang city shows a significant change in the last 20 years and the chance of 5 rainy days in Kupang city is very high.Perubahan curah hujan dapat menyebabkan pergeseran awal musim kemarau dan musim hujan yang dapat berdampak pada berbagai sektor, terutama pertanian. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian perubahan iklim di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui analisis deret waktu curah hujan yang dapat di identifikasikan dengan analisis tren dan Probability Density function (PDF). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terjadinya pola kecenderungan dari fraksi hujan, hari hujan (HH), Consecutive Dry Days (CDD) Consecutive Wet Days (CWD)  dan distribusi data curah hujan pada rentang waktu 1991–2020 (30 tahun) di wilayah kota Kupang. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan observasi pada Stasiun Klimatologi Kupang. Analisis tren curah hujan tahunan dan hari hujan menunjukkan peningkatan kejadian curah hujan pada kategori rendah (0–20 mm)/hari. sedangkan pada kategori hujan > 20mm / hari mengalami penurunan, hal ini menyebabkan tren fraksi hujan 20mm, 50mm dan 100 mm di Kupang bernilai negatif. Fenomena ENSO (El Niño dan La Niña) mempengaruhi pola CDD dan CWD di Kota Kupang, Analisis trend CDD dan CWD menunjukan tren penurunan sebesar 0.4496 hari / tahun dan 0.054 hari / tahun.  PDF curah hujan periode DJF di Kota Kupang menunjukan perubahan yang signifikan dalam 20 tahun terakir dan peluang terjadi hari hujan selama 5 harian di kota Kupang sangat tinggi

    Pengaruh Angin Permukaan dan Kelembapan Udara Terhadap Suspended Particulate Matter (SPM) di Sorong Periode Januari – Juli 2019

    Full text link
    Sorong has the characteristics of a dense population, high community mobility, and the growth of motorized vehicles. The increasing rate of mobility in Sorong has the potential to increase air pollution as well. One of the air pollution measured by the Global Atmosphere Watch (GAW) Sorong Station is Suspended Particulate Matter (SPM). SPM is solid and liquid particles that float in the air for a relatively long period of time, then the presence of meteorological parameters also plays an important role in increasing and pollutant sources in Sorong. This study aims to determine the level of SPM concentration, determine the source of SPM pollutants, and determine meteorological factors in the form of air humidity (RH), wind direction and speed on SPM concentrations. The results of the measurement of SPM concentration in Sorong are still in the very safe category because the concentration value is far from the quality standard value set by the government, with a value ranging from 16.04 – 30.44 ug/m3 per month. Judging from the source, the SPM particles in Sorong come from all directions. The results of the correlation of meteorological parameters with SPM concentration show that there is no significant relationship between humidity and SPM concentration, but there is a fairly strong relationship between wind speed and SPM concentration, with a correlation value of 0.766.Sorong memiliki karakteristik padat penduduk, mobilitas masyarakat yang tinggi, serta pertumbuhan kendaraan bermotor. Meningkatnya laju mobilitas di Sorong membuat penecemaran udara berpotensi ikut meningkat. Salah satu pencemaran udara yang di terukur oleh Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Sorong adalah Suspended Particulate Matter (SPM). SPM merupakan partikel berbentuk padat dan cair yang melayang di udara dalam jangka waktu yang relatif lama, kemudian adanya parameter meteorologi juga berperan penting dalam peningkatan maupun sumber polutan di Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi SPM, mengetahui sumber polutan SPM, dan mengetahui faktor meteorologi berupa kelembapan udara (RH), arah dan kecepatan angin terhadap kosentrasi SPM. Hasil pengukuran konsentrasi SPM di Sorong masih berada dalam kategori yang sangat aman karena nilai konsetrasi berada jauh dari nilai baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dengan nilai berkisar 16.04 – 30.44 ug/m3 per bulannya. Dilihat dari sumbernya, partikel SPM di Sorong bersumber dari segala arah. Hasil korelasi parameter meteorologi dengan konsentrasi SPM menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kelembapan terhadap konsentrasi SPM, akan tetapi terdapat hubungan yang cukup kuat antara kecepatan angin dengan konsentrasi SPM, dengan nilai korelasi sebesar 0.766

    38

    full texts

    50

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin GAW Barir (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇