E-Journal UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
2388 research outputs found
Sort by
PENGARUH PINJAMAN MODAL USAHA DAN PENDAMPINGAN USAHA TERHADAP PENDAPATAN UMKM
Abstrak: Modal usaha sangat berpengaruh bagi bertambahnya pendapatan UMKM, diharapkan dengan modal usaha UMKM dapat mengembangkan usahanya dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Dengan modal usaha juga UMKM bisa berinovasi dengan usahanya sehingga menambah pendapatan. Tidak hanya modal usaha saja, pendampingan kepada para UMKM juga mesti dilakukan demi menangani kasus yang dilalui oleh UMKM sendiri, pendampingan juga berguna untuk membuka pengetahuan baru bagi UMKM yang kurang baik dalam pengelolaannya. Pendekatan penelitian yang dikenakan dalam riset ini merupakan pendekatan riset kuantitatif menggunakan SPSS sebagai alat analisis. Pinjaman modal mempengaruhi secara signifikan peningkatan Pendapatan UMKM. Variabel pendampingan usaha juga mempengaruhi secara signifikan peningkatan Pendapatan UMKM. Variabel independen yakni pinjaman modal serta pendampingan usaha mempengaruhi secara simultan terhadap Pendapatan UMKM.
Kata Kunci: Pinjaman Modal; Pendampingan; Pendapatan; UMKM.
Abstract: Business capital has a significant impact on the increase in UMKM income. It is expected that with business capital, UMKM can develop its businesses by following the current trends. With business capital, UMKM can also innovate their businesses to increase income. Not only business capital but mentoring for UMKM must also be carried out to handle cases faced by UMKM themselves, mentoring is also useful to open up new knowledge for UMKM that is not good in management. The research approach used in this research is a quantitative research approach using SPSS as an analysis tool. Loan capital significantly affects the increase in UMKM income. The business mentoring variable also significantly affects the increase in UMKM income. The independent variables, namely loan capital and business mentoring, simultaneously affect UMKM income.
Keywords: Capital loan; Mentoring; Income; MSM
THE DEVELOPMENT OF SOCIAL STUDIES MODULE TEACHING MATERIALS AS AN EFFORT TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES
Abstract
This paper aims to develop the IPS (Social Sciences) module as an effort to maximize student learning outcomes, especially in the Social Sciences subject. The development of the Social Sciences module aims to make it easier for students to achieve predetermined competency standards. This writing uses a library research method with a qualitative analysis approach. The result of this article is that the development of the social studies module is an alternative to overcome the limitations of learning time due to the complexity of the material. IPS modules can be developed with various interesting, interactive, effective and efficient innovations. The development of the social studies module is very useful in generating enthusiasm for learning in students, if the enthusiasm for learning increases, student learning outcomes also increase
PENDIDIKAN PESANTREN DAN MODERASI BERAGAMA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam (pesantren) melalui sistem pendidikan dan pengajaran serta praktik nilai-nilai yang ditanamkan Pondok Pesantren Bali Bina Insani. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sehingga data penelitian ini didapat dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan dan pengajaran yang diterapkan yaitu dengan mengadopsi Kurikulum Kementrian Agama, Kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kurikulum Pesantren serta menerapkan multibahasa dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dalam membentuk moderasi beragama ditengah-tengah masyarakat multikultural praktik nilai-nilai yang di internalisasikan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yaitu Nilai Tasamuh yang dapat dilihat dari komitmen pimpinan dalam mengelola keragaman di internal pondok pesantren, Aulawiyah dengan tidak memasang pengeras suara di pondok pesantren, Musawah dengan tidak memandang kedudukan di pondok pesantren berdasarkan keyakinan, Tahaddur yang menjunjung tinggi adab terhadap satu sama lain serta I’tidal yang tidak mencampuradukkan perbedaan dan keyakinan
MICROSTOCK PLATFORM ANALYSIS: OPPORTUNITIES TO ENHANCE THE CREATIVE ECONOMY FROM AN ISLAMIC ECONOMICS PERSPECTIVE
Abstrak: Ekonomi kreatif diakui sebagai sektor penting dalam ekonomi global. Pandemi Covid-19 berdampak pada ekonomi kreatif dan menimbulkan tantangan dalam pengembangan penjualan online dan literasi digital. Platform Microstock menawarkan peluang untuk meningkatkan ekonomi kreatif dari perspektif ekonomi Islam yang mengutamakan keadilan, kesejahteraan, dan keseimbangan dalam bisnis. Sistem ekonomi Islam dinilai bersahabat dengan situasi pandemi karena mengutamakan kesejahteraan sesama manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan. Subyek penelitian adalah kontributor microstock, pakar ekonomi Islam, dan pihak terkait lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Implementasi transaksi pada platform microstock memberikan peluang peningkatan ekonomi kreatif, seperti memberikan penghasilan tambahan dari karya yang dijual melalui platform microstock, menawarkan peluang bisnis dengan kemudahan akses dan visibilitas kepada calon pelanggan mendunia, menyediakan pasar yang luas bagi pelaku ekonomi kreatif, memungkinkan peningkatan keterampilan di bidang karya kreatif, dan menjual karya yang belum terjual secara digital. (2) Pandangan ekonomi Islam terhadap transaksi pada platform microstock adalah bahwa semua jenis transaksi jual beli adalah halal, selama tidak melanggar aturan dan ketentuan Islam dan merupakan tujuan utama untuk memperoleh kesejahteraan bagi seluruh umat Islam.
Kata kunci: Microstock; Kontributor; Ekonomi Islam
Abstract: Creative economy is recognized as an important sector in the global economy. The Covid-19 pandemic has had an impact on the creative economy and has created challenges in the development of online sales and digital literacy. Microstock platforms offer opportunities to enhance the creative economy from a perspective of Islamic economics that prioritizes justice, well-being, and balance in business. The Islamic economic system is considered friendly to the pandemic situation because it prioritizes the welfare of fellow human beings. This research is a qualitative study using a field research approach. The subjects of the research are microstock contributors, Islamic economics experts, and other related parties. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of this research are: (1) The implementation of transactions on the microstock platform provides opportunities for improving the creative economy, such as providing additional income from works sold through the microstock platform, offering business opportunities with easy access and visibility to potential customers worldwide, providing a wide market for creative economy actors, enabling skill improvement in the field of creative work, and selling unsold works digitally. (2) The Islamic economic view of transactions on the microstock platform is that all types of buying and selling transactions are halal, as long as they do not violate Islamic rules and regulations and are the main goal of obtaining welfare for the entire Muslim community.
Keywords: Microstock; Contributor; Islamic Economic
KESALAHAN GRAMATIKAL BAHASA INGGRIS PADA PENJABARAN GRAFIK DALAM MATA KULIAH BAHASA INGGRIS 1
In learning English, the learners make some common mistakes in applying the correct grammar. One of the mistakes is the error in explaining graphs in English. This competency is highly needed to be applied in many aspects, especially for vocational university students. For example, explaining a chart in English is somehow mandatory in composing a budget or presenting a project to a client. Thus, this study is aimed to identify the types of grammatical errors typically done by the learners. By applying the descriptive qualitative methodology, the 30 data used in this study are taken from the sample of students’ writing in explaining a chart in English. The steps taken are done by doing data categorization based on Dulay’s surface strategy taxonomy which mentions four types of errors: addition, omission, misformation, and misordering. The results show that omission is the type of error mostly done by learners with 34,78%, followed by addition with 31,88% occurrence, and the least error found in the data is misorder with 10,14%. It is suggested that students should be equipped with basic Grammar understanding in explaining a graph in English, so this kind of error will be minimized. This study is also expected to give insight to lecturers in composing the General English syllabus that emphasizes the student’s understanding of basic Grammar
IMPLEMENTATION OF MUROTTAL AL-QURAN THERAPY FOR AUTISTIC CHILDREN (STUDY LIVING QUR'AN IN AINUL YAKIN PESANTREN FOR SPECIAL CHILDREN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA)
The Qur'an is a shifa (antidote) to various diseases. The Qur'an can be one of the non-pharmacological therapies that can help cure autistic children, by listening to the murottal Qur'an. This therapy stimulate delta waves that cause the listener to be calm, and comfortable. This therapy has been practiced at the Ainul Yakin Pesantren for Special Children in Gunung Kidul, Yogyakarta. These students consist of students with special needs, ODGJ students, rehabilitation students, and independent students. This therapy is applied to autistic children, who are hyperactive, unruly, temperamental, also those with difficulty in communication, shout, speak harshly, and have difficulty concentrating and understanding lessons
ANALISIS BUKU AJAR DURUSULLUGHAH AL-ARABIYAH MENURUT PERSPEKTIF RUSYDI AHMAD THU’AIMAH
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap buku ajar Durusullughah al-Arabiyah Jilid I berdasarkan pandangan Rusydi Ahmad. Aspek-aspek yang dibandingkan meliputi aspek bahasa dan aspek keterampilan berbahasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengamati buku ajar, memilah dan memilih data, memetakan data, dan menganalisis data yang diperoleh dari pemetaan yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Durusullughah al-Arabiyah telah memenuhi kriteria berdasarkan pandangan Rusydi Ahmad Thu’aimah dalam aspek bahasa dan keterampilan berbahasa yang disajikan. Berdasarkan kelayakan, buku ajar Durusullughah al-Arabiyah Jilid I telah sesuai dengan unsur Mufrodat, Qawalid, dan Muhadtasah, namun tidak sesuai dengan unsur Muthola’ah. Berdasarkan analisis kelayakan aspek ketrampilan berbahasa, buku Durusullughah al-Arabiyah Jilid I telah sesuai dan layak digunakan. Berdasarkan cara ketrampilan penyajiannya, DLA telah menyajikan empat ketrampilan berbahasa. Serta berdasarkan ketrampilan ketrampilan berbahasa yang difokuskan, DLA telah seimbang dalam penyajian empat ketrampilan berbahasa
CHALLENGES ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT IN THE DIGITAL ERA
This research aims to explorer the islamic education management in the digital era and the hurdles faced by Islamic education management in adapting to the digital era. A qualitative paradigm and library research design used. The data collection technique performed in this study involves document analysis, encompassing journal articles, proceedings, books, research reports, online news sources, and other relevant materials. The data analysis method employed is content analysis. The findings of present study reveal that the constraints in Islamic education management's response to the digital era primarily revolve around the quality of human resources. These resources have yet to harness digital technology to its fullest potential, resulting in an inability to provide comprehensive digital-based Islamic educational facilities. Furthermore, the competence of Islamic education teachers poses a significant obstacle. Many educators have yet to effectively utilize digital-based learning media in their instructional processes, even as a growing number of students display proficiency in digital technology. Consequently, Islamic education management in the digital era remains comparatively behind general education management
Implementation of Wahdatul Ulum at FITK UINSU Medan
Penelitian ini dilaksanakan karena adanya dikotomi keilmuan yang selama ini terjadi, khususnya di Perguruan Tinggi. Penelitian ini berlokasi di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dengan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah Dekan, Wakil Dekan I, Dosen Mata Kuliah Wahdatul Ulum, Sekretaris Pusat Wahdatul Ulum dan Mahasiswa yang sudah belajar Wahdatul Ulum. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Nilai-nilai Wahdatul Ulum telah termaktub dalam visi-misi sesuai Statuta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan dan keluarnya aturan bahwa pembelajaran Wahdatul Ulum khususnya mata kuliah adalah wajib untuk seluruh fakultas dan prodi, maka Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menerapkan mata kuliah Wahdatul Ulum dilaksanakan pada semester awal sejak tahun 2021-2022. Selain menjadikan Wahdatul Ulum sebagai mata kuliah, Pimpinan (Dekan) juga menerapkan seluruh perangkat pembelajaran khususnya RPS berbasis Wahdatul Ulum. Hal ini sesuai hasil temuan bahwa FITK memprogramkan rapat untuk penyusunan RPS berbasis Wahdatul Ulum. Pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, bahwa pembelajaran Wahdatul Ulum sudah diterapkan pada jenjang S1 dan untuk S2 dan S3 dengan program yang diorientasikan pada kemampuan riset tentang keilmuan, masalah kebangsaan, dan peradaban; (2) Pembelajaran Wahdatul Ulum di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berjalan dengan baik, hal ini sejalan dengan hasil wawancara Dekan dan Wakil Dekan 1 FITK, hal ini senada dengan sekretaris pengurus pusat Wahdatul Ulum, yaitu bapak Dr. Mohammad Al Farabi, M.Ag serta Dosen Pengampu Mata Kuliah Wahdatul Ulum. Berdasarkan dari hasil wawancara, bahwa pernyataan dosen pengampu mata kuliah Wahdatul Ulum, menerima pembelajaran Wahdatul Ulum. Nilai-nilai Wahdatul Ulum sudah terintegrasi dalam RPS dari semua mata kuliah dan seluruh mahasiswa yang belajar wahdatul ulum menerima pembelajaran Wahdatul Ulum, dalam arti bahwa pembelajaran Wahdatul Ulum sudah terlaksana dengan baik; dan (3) Pembelajaran Wahdatul Ulum dapat mengembangkan pola pikir mahasiwa dengan integrasi keilmuan, tanpa adanya dikotomi keilmuan. Pembelajaran Wahdatul Ulum meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa sumber keilmuan adalah Allah Swt, maka dengan menyadari sumber keilmuan dan menyadari bahwa semua ilmu saling berkaitan, pola pikir mahasiswa terbuka dan dapat menerima kekurangan serta menghilangkan dikotomi keilmuan dalam diri mahasiswa. Mahasiswa yang belajar Wahdatul Ulum, memiliki pemikiran yang terbuka, menerima kekurangan, dan mental kuat dalam menghadapi masalah, hal ini sesuai pada hasil temuan dari indikator growth mindset