Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
PEWARNAAN TITIK PADA KORONA GRAF KIPAS DENGAN GRAF KIPAS DAN GRAF BUKU SEGITIGA DENGAN GRAF BUKU SEGITIGA BERORDER SAMA
Teori graf merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang objek-objek diskrit. Salah satu konsep yang dipelajari dalam teori graf adalah pewarnaan titik yang bertujuan mencari bilangan kromatik. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji graf hasil operasi korona dua jenis graf yakni graf kipas dengan graf kipas dan graf buku segitiga dengan graf buku segitga. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini berupa jumlah titik dan jumlah sisi serta teorema bilangan kromatik pada graf hasil operasi korona graf kipas dengan graf kipas dan graf buku segitiga dengan graf buku segitiga
Penggunaan Bahasa Indonesia Anak SD yang Berdialek Jawa di Desa Bonto Tallasa dan Pengaruhnya Pada Ranah Afektif
Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk penggunaan bahasa Indonesia anak SD yang berdialek Jawa di Desa Bonto Tallasa. Serta bagaimana penggunaan dialek tersebut berpengaruh pada ranah afektif. Populasi dalam penelitian adalah semua anak SD di Desa Bonto Tallasa dan pengambilan sampel penelitian menngunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu.
Setelah peneliti bertemu dengan responden yang sesuai kriteria, peneliti akan mencatat data diri responden. Selanjutnya akan dilihat penggunaan dialek Jawa responden menggunakan kosakata Swadesh sebagai instrumen yang berwujud kosakata. Setelah mendapatkan data kosakata responden kemudian dilakukan analisis hasil wawancara semi terstruktur. Hasil analisis wawancara semi terstruktur kemudian akan di deskripsikan dibagian pembahasan. Hasil analisis data menunjukan bentuk penggunaan bahasa Indonesia anak SD yang berdialek Jawa di Desa Bonto Tallasa adalah berupa perubahan fonetis dari fon vokal menjadi fon vokal yang lain, perubahan dari fon konsonan menjadi fon konsonan yang lain, penambahan fon vokal dan penambahan fon konsonan, dan penyederhanaan pengucapan kosakata. Pennggunaan dialek Jawa juga berpengaruh pada aspek ranah afektif seperti pada minat, sikap, apresiasi, nilai, emosi, dan prasangka responden pada bahasa Indonesia maupun bahasa Jaw
Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan Implikasinya bagi Buku Ajar BIPA
Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) merupakan kerangka umum acuan Eropa untuk bahasa yang meliputi masalah belajar, mengajar, dan penilaian bahasa. Konsep CEFR ini penting diketahui dan dipelajari oleh para pemelajar/siswa dan pembelajar/guru bahasa asing, terutama di dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Desain penelitian ini adalah penelitian analisis konten. Fokus penelitiannya terletak pada implikasi konsep CEFR pada buku ajar BIPA berjudul Sahabatku Indonesia yang terdiri atas enam jilid (Tingkat A1, A2, B1, B2, C1, dan C2) terbitan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep CEFR telah diterapkan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia dengan enam tingkatan, yaitu A-1 Breakthrough: Pemula 1 dan A-2 Waystage: Pemula 2, B-1 Threshold: Madya 1 dan B-2 Vantage: Madya 2, dan C-1 Effective Operational Proficiency: Mahir 1 dan C-2 Mastery: Mahir 2. Kategori A disebut Penutur Tingkat Dasar, kategori B disebut Penutur Tingkat Mandiri, dan kategori C disebut Penutur Tingkat Mahir. Selain itu, materi ajar BIPA yang dikembangkan di dalam buku Sahabatku Indonesia berbasis CEFR menyajikan empat keterampilan berbahasa, tata bahasa, dan budaya Indonesia. Tiap unit buku itu tersajikan materi Membaca, Tata Bahasa, Menyimak, Menulis, Berbicara, dan Catatan Budaya
PENGARUH GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SMA PGRI MAROS
Abstrak: Pengaruh Gaya Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Fisika SMA PGRI Maros. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gaya belajar visual terhadap hasil belajar fisika di SMA PGRI Maros dan pengaruh gaya belajar auditori terhadap hasil belajar fisika di PGRI SMA Maros serta mengetahui pengaruh pembelajaran kinestetik. gaya pada hasil belajar fisika di SMA PGRI Maros. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 siswa di SMA PGRI Maros yang mengisi angket gaya belajar ada 19 siswa (46,34%) yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, ada 19 siswa (46,34%) yang memiliki kecenderungan gaya belajar auditorial , dan ada 3 siswa (7,31%) yang cenderung gaya belajar kinestetik. Hal ini menunjukkan bahwa gaya belajar dominan yang dimiliki oleh siswa kelas Xmia di SMA PGRI Maros adalah gaya belajar visual dan auditori dengan persentase 46,34% dan 46,34%. Ada pengaruh positif dan signifikan gaya belajar visual terhadap hasil belajar fisika. Kontribusi gaya belajar visual terhadap hasil belajar fisika di PGRI Maros High School dengan persentase visual 44,34% dan jumlah frekuensi 19. Ini berarti bahwa semakin tinggi gaya belajar visual, semakin baik hasil belajar fisika akan. Jadi siswa yang suka membaca dan tidak terganggu oleh kebisingan akan dapat meningkatkan hasil belajar dalam fisika
PENERAPAN STRATEGI REFLEKSI PADA AKHIR PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI FLUIDA
Abstrak: Penerapan Strategi Refleksi pada Akhir Pembelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Materi Fluida. Permasalahan dalam penelitian ini adalah peserta didik belum mampu menciptakan gagasan atau inovasi baru dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan bepikir kreatif peserta didik sebelum dan setelah diajar dengan pembelajaran strategi refleksi pada akhir pembelajaran. Jenis penelitian adalah pra eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu pretest, perlakuan, dan posttest. Penelitian ini berlangsung selama dua bulan. Sampel dalam peneliyian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 2 SMA Negeri 9 Makassar yang berjumlah 30 orang peserta didik. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kreatif yang telah divalidasi oleh dua orang pakar. Hasil analisis statistic pretest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 9,4 dan nilai rata-rata posttest sebesar 28,1. Sedangkan hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan diperoleh thitung > ttabel, yaitu 20,287 > 2,048 pada uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui strategi refleksi pada akhir pembelajaran keterampilan berpikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L) MENGGUNAKAN PUPUK LAMBAT TERSEDIA DARI ARANG AKTIF SEBAGAI CARRIER UNSUR HARA MIKRO Fe: Growth Response And Production Of Chili (Capsicum Frutescens L) Using Slow Release From Active Charcoal As Carrier Elements Of Micro Hara Fe
ABSTRACT
Horticultural commodities are potential commodities that have high economic value and have the potential to be continuously developed in Maros Regency, South Sulawesi Province. One type of horticultural plant potential to be developed is chili. This study aims to look at the effect of the growth of chili plants that are applied slowly available fertilizer from active charcoal as a micro nutrient carrier, see the production of chili plants that are applied slow release from active charcoal as a carrier of micro nutrients. This research will be carried out in the form of 2 factors factorial design the type of activated charcoal and dosage with Randomized Block Design (RAK). The factors include: factor 1 is the type of activated charcoal, including: coconut shell (TK) and bamboo (B), factor 2 is the dose, including: D0 = Control, D1 = 2 kg / ha, D2 = 4 kg / ha and D3 = 6 kg / ha. Then there are 8 treatment combinations (DUPLO) that are repeated 3 times so that there are 48 treatments. Based on the results of research that has been carried out it can be concluded that the provision of slow release active charcoal at a dose of 6 kg / ha in general gives the best effect on the growth and production of chilli plants, Coconut Shell Active Charcoal (TK) has high growth and production with a treatment of 6 doses kg / ha (D3) compared to Bamboo Active Charcoal (B).
 
MODEL PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LAHAN KRITIS DI DAS LIMBOTO
ABSTRACTThe difficulty of reshaping critical land that continues to grow and become central to rehabilitation. The acceleration of rehabilitation is largely determined by the participation of the community around the watershed area. The purpose of this study is to examine the model of the influence of community participation in the management of critical land. This research was conducted in the Limboto watershed, Gorontalo Regency, which is a critical watershed and was included in priority handling. The study was a survey design, on 56 respondents. In forming the model, the result data were analyzed through Path Analysis, using SPSS 21. The results showed that: (a) test of model I, X1 (0.026), X2 (0,000) had a significant effect on Y; (b) test models II, X1 (0.015), X2 (0.006), Y (0,000) have an effect on Z. Both regression models also show an indirect significant effect both on variables X1 through Y on Z (0.366), and X2 through Y with respect to Z (0.517). This indicates that internal and external factors influence community participation and indirectly does have an impact on critical land management
EVALUASI HULU DAS JENEBERANG BERDASARKAN PARAMETER KONDISI LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS: Daerah Aliran Sungai; Penggunaan Lahan; Lahan Kritis; GIS
DAS Jeneberang merupakan salah satu DAS terluas yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu dengan luas 76.171 Ha. Bagian Hulu DAS Jeneberang merupakan bagian yang berperan krusial secara keseluruhan pada ekosistem DAS. Hulu DAS Jeneberang yang merupakan areal perbukitan dan dominan berlereng curam, dan curah hujan yang tinggi. Kondisi alam tersebut rentan ditambah dengan masifnya perubahan penggunaan lahan akibat tekanan akan kebutuhan lahan permukiman dan pertanian menjadi pemicu DAS menjadi kritis.Penelitian ini meliputi dua tahap, yaitu (1) pengumpulan data sekunder dan observasi pada lokasi di Hulu DAS Jeneberang dan (2) Pengolahan citra dan analisis data spasial untuk menetukan kawasan lahan kritis. Penyusunan Data Spasial. Penyusunan data spasial berupa penskoran dan pembobotan tiap parameter penentu lahan kritis sesuai Peraturan Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor : P.4/V-SET/2013 tentang Tata Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Lokasi penelitian pada Hulu DAS Jeneberang yang merupakan areal penilitian mempunyai luasan 23.884,2 Ha. Berdasarkan hasil analisis kondisi fisik tanah luas Lahan sangat kritis hampir sebagian besar berada pada daerah hulu DAS Jeneberang dengan masing-masing terbagi berdasarkan kawasan, kawasan lindung dari luas 3010 Ha yang kritis seluas 1532,4 Ha dan potensial kritis 1477,7 Ha, Kawasan hutan bukan hutan lindung mempunyai luas 9553,8 Ha dan 5675,8 Ha Agak kritis dan potensial kritis 3878 Ha potensial kritis, dan Kawasan budidaya pertanian yang paling luas yaitu 11320,4 Ha dengan luasan daerah kritis yang paling tinggi 3089,6 Ha dan 8230,8 Agak kritis
POLA DAN KINERJA DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI DI KAWASAN JAGUNG KABUPATEN SIGI
Program Pengembangan Kawasan Jagung di Kabupaten Sigi bertujuan meningkatkan adopsi inovasi, produktivitas, daya saing komoditas jagung secara berkelanjutan. Diseminasi yang tepat menjadi salah satu kunci agar proses penyebaran inovasi dapat terarah dan mencapai tujuan yang telah direncanakan dan ditetapkan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kinerja diseminasi inovasi teknologi di Kawasan Jagung Kabupaten Sigi. Pengambilan data kinerja diseminasi menggunakan metode survai pada petani sasaran demonstrasi teknologi inovasi teknologi jagung di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah sebanyak 25 orang. Pola diseminasi dianalisis secara deskriptif sedangkan kinerja diseminasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui persentase. Pola diseminasi Spektrum Diseminasi Multi Channel (SDMC) sesuai untuk dikembangkan di Kawasan Pertanian Jagung Kabupaten Sigi. Hasil kinerja diseminasi antara lain meningkatkan pengetahuan sebesar 67, 66%, atau masuk dalam kategori cukup efektif. Sedangkan inovasi teknologi jagung dalam kategori tinggi penerapannya yaitu penggunaan VUB, jarak tanam, penggunaan pupuk tepat jenis, serta ketepatan panen dan pasca panen
03 PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI UBI JALAR DI DESA LIMAPOCCOE KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS
Sweet potato is a plant food source of vegetable protein that is widely cultivated both on sweet potato agribusiness land in this area has the prospect to be developed considering the available land resources are quite extensive, climatic conditions are suitable, sweet potato cultivation technology is quite available, human resources are quite skilled. In farming and the market is still wide open for sweet potato commodities. This research was conducted in Cenrana Subdistrict, Maros Regency. This location was chosen because most of the people in this village are sweet potato producers. There are two data used, namely: primary data, namely data obtained directly from the results of observations through direct interviews and also through the help of questionnaires, and secondary data, namely data obtained from agencies / institutions related to and related to this research. The purpose of this study was to determine the prospects for the development of sweet potato farming and to determine the yield of the farmers in Cenrana District. Data is collected from survey results using questionnaires plus field observations. The data that has been collected is then tabulated to obtain real data used for analysis purposes. This study used the SWOT analysis method to determine the prospects for the development of Sweet Potato Farming in Cenrana District, Maros Regency, the production of sweet potato farmers. The results showed that the prospect of sweet potato farming was in quadrant 1 (one). This quadrant describes a very favorable situation for developing this farm