Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Karakteristik Geokimia Organik Degradasi Fraksi Polar Batu Bara Bontang Kalimantan Timur
Karakteristik biomarka hidrokarbon batubara Bontang, Kalimantan Timur dapat memberikan informasi mengenai sumber bahan organik, lingkungan pengendapan dan proses diagenesis batubara. Sampel batubara diekstraksi menggunakan metode soklet. Ekstrak biomarka difraksinasi menggunakan metode kromatografi kolom sehingga diperoleh fraksi polar untuk selanjutnya di degradasi dan diidentifikasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (KG-SM). Analisa geokimia organik hidrokarbon hasil degradasi fraksi polar batubara Bontang, Kalimantan Timur diperoleh biomarka yaitu senyawa metil heksadekanoat (C17H34O2). Hasil analisa biomarka menunjukkan lingkungan selama proses pengendapan yang bersifat oksik, serta keterlibatan bakteri dalam tahap diagenesis yang mengindikasikan batubara yang belum matang
Pengaruh Ukuran Partikel Terhadap Karakteristik Briket Berbasis Sekam Padi dan Tempurung Kelapa
This study aims to determine the influence of particle size on characteristics of rice husk based briquettes and coconut shells which include water content, ash content, volatile matter content and calorific value. The basic material of rice husk was carbonized at 400oC for 30 minutes and coconut shell at 500 oC for 2 hours. The size of the particles of rice husk charcoal namely 200 mesh and coconut shell charcoal varied with sizes of 100 mesh, 200 mesh, and 300 mesh. Briquettes are synthesized by comparing rice husk charcoal and coconut shell charcoal 1: 3 (5 g : 15 g) which are printed with pressing pressure "99,8726115 kPa" and dried using an oven at 70 oC for 6 hours 49 minutes. The test results for each variation of briquettes particle size of 200 mesh rice husk charcoal and 100 mesh coconut shell charcoal, 200 mesh rice husk charcoal and coconut shell charcoal 200 mesh, and 200 mesh rice husk charcoal and 300 mesh coconut shell charcoal were obtained for water content of 1.02%, 1.06% and 0.87%, ash content 42.96%, 42.23% and 41.79%, volatile matter content of 19.87%, 19.05% and 23 , 06%, and heating values of 4362.1 kal / g, 4399.7 kal / g and 4310 kal / g
ANALISIS SITUASI PEMBELAJARAN IPA FISIKA DENGAN METODE DARING DI TENGAH WABAH COVID-19
Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.adapun lokasi penelitian yaitu Dusun Seppange, Desa Tungk,Kecamatan Bengo Kabupaten Bone. Informan dalam penelitian ini yaitu peserta didik MTS DDI Seppange dan Guru Mata Pelajaran IPA Fisika MTS DDI Seppange. Fokus penelitian ini yaitu situasi pembelajaran IPA Fisika dengan metode pembalajaran online atau daring di tengah wabah Covid-19. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, dan observasi. . Teknik analisis data dalam penelitian ini yang mengacu pada masalah penelitian yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan metode pembelajaran konvensional yang dilakukan secara diskusi, tanya jawab dan tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik menjadi pembelajaran dengan metode daring akibat pandemik wabah Covid -19 menimbulkan masalah baru dalam proses pembelajaran diantaranya, situasi pembelajaran yang kurang kondusif, kesulitan guru dalam mentransfer materi pelajaran kepada peserta didik. Selanjutnya kesulitan peserta didik dalam memahami materi pelajaran khusunya materi perhitungan, keterbatasan sebagian peserta didik dan/atau orang tua peserta didik dalam membeli data internetan dan jaringan internet yang kurang bagus mengharuskan aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah aplikasi Massenger.
Selanjutnya dalam menghadapi kendala tersebut, guru mata pelajaran IPA Fisika MTS DDI Seppange berusaha untuk memberikanmateri secara bertahap dengan bahasa yang sederhada dan mudah dimengerti untuk membantu peserta didik dalam memahami materi yang ada
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
Abstrak : Penelitian ini merupakan penelitan tindakan kelas yang dilakukan pada kelas X SMK Muhammadiyah Bungoro. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa Penerapan pendekatan kontestual berbantuan media pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep fisika siswa. Analisis minat belajar yang dilakukan diperoleh hasil bahwa sebelum dilakukan tindakan kategori minat siswa cukup berminat dan setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan Siklus II minat belajar siswa naik menjadi kategori Berminat . Pemahaman konsep siswa sebelum dilakukan tindakan masih tergolong rendah, setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai daya serap klasikal siswa menjadi mengalami peningkatan. Penilitian ini berhasil meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X. Hasil respon siswa terhadap pembelajaran pada siklus I dan II siswa merasa senang dengan diterapkannya pendekatan kontekstual berbantuan media pembelajaran
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI DI KOTA MAKASSAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis pengaruh media sosial terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA Negeri di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri di Kota Makassar. Sampel penelitian sebanyak 335 siswa, diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Variabel yang diteliti adalah: (1) variabel bebas adalah media sosial; (2) variabel terikat adalah hasil belajar. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket untuk memperoleh, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari dokumentasi nilai hasil belajar biologi tahun akademik 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan; pengaruh media sosial terhadap hasil belajar mahasiswa berada pada kategori rendah
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 BISSAPPU KEC. BISSAPPU KAB. BANTAENG
Dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah menengah pertama diperlukan pengajaran dari berbagai disiplin ilmu, salah satu disiplin ilmu adalah IPA. Metode Discovery merupakan suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru menyuruh siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional yang biasa diberitahukan atau diceramahkan saja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom action research). Adapun model PTK yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi model PTK Mc. Taggart, dimana siklus dilakukan secara berdaur terdiri dari: 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3). Observasi, dan 4) Refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Neg. 4 Bissappu Kec. Bissappu Kab. Bantaeng dengan jumlah 24 orang siswa sebagai objek penelitian yaitu 12 perempuan dan 12 laki-laki. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengamatan, wawancara, catatan lapangan, angket dengan indikator-indikator pada tahap refleksi dari siklus penelitian. Hasil penelitian ini adalah terjadinya perubahan-perubahan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bissappu Kec. Bissappu Kab. Bantaeng selama diterapkannya Metode Discovery. Adapun perubahan-perubahan tersebut adalah: 1). Perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, 2). Adanya peningkatan penguasaan materi pelajaran IPA siswa dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode Discovery, juga ditemukan hal-hal lain di antaranya: a). Semangat/antusias, b). Motivasi dan minat, c). Percaya diri, dan d). Interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru. Kesimpulan penelitian ini bahwa pembelajaran dengan menggunakan Metode Discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan di kelas VIII SMP Neg. 4 Biassappu Kec. Bissappu Kab. Bantaeng
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERT DIDIK KELAS XI IPA
Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi Eksperimental Designs. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu karena tidak semua variabel dapat dikontrol secara ketat. Penelitian ini menggunakan rancangan “One-Group Pretest-Posttest Design Dalam desain penelitian eksperimen ini ada satu kelompok yaitu kelas eksperimen saja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 20 Pangkep yang berjumlah 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 dimana siswa kelas XI IPA 1 berjumlah 32 dan XI IPA2 berjumlah 34 siswa, jadi populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 siswa di SMA Negeri 20 Pangkep. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu: variabel bebas (X) danvariabel terikat (Y). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Tes yang berbentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal.Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe Teams Games Tournamen. Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti yang menggunakan instrumen berupa soal dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif statistik dan deskriptif inferensial. Hasil analisis derskriptif pada Pre-Test dengan standar deviasi 15,42 sedangkan hasil Pos-Test dengan standar deviasi 10,58. Hasil uji normalitas pada Pre-Test senilai 0,586 sedangkan pada Pos-Test senilai 0,186. Pada uji homogenitas, hasil Pre-Test dan Pos-Test sebanyak 0,087 serta berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t tabel sebesar 1,998341 dan t hitung sebesar 29,396 dimana t tabel < t hitung sehingga berdasarkan kriteria pengujian untuk uji hipotesis dinyatakan Ho ditolak sehingga H1 diterima yang berarti ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan audio visual terhadap hasil belajar peserta didik
MENINGKATKAN KINERJA GURU IPA DALAM MENETAPKAN NILAI KKM MELALUI TEKNIK COACHING MODEL GROW ME
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mengembangkan kompetensi guru maka perlu dilakukan suatu model pembinaan yang bersifat sistematis dan menyeluruh sehingga guru dapat meningkatkan kompetensinya, terkhusus dalam menetapkan KKM. Penelitian ini telah dilakukan selama 2 bulan, mulai dari bulan September hingga Oktober 2017. Dalam penelitian tersebut, 19 guru sasaran dalam penelitian ini terlibat aktif dalam kegiatan diskusi dan sharing pengalaman dengan guru IPA yang lain dalam wadah MGMP IPA. Untuk memaksimalkan pemahaman mereka maka penulis memberikan perhatian, bimbingan, dan pendampingan yang lebih banyak dalam menetapkan KKM. Penelitian tindakan sekolah dilaksanakan melalui dua siklus dengan indikator keberhasilan 85% guru sudah dapat menetapkan KKM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Pada siklus I baru tercapai 65,4 %, dan setelah siklus II menunjukkan peningkatan hingga 96,4 % kemampuan guru menetapkan KKM. Dengan demikian maka diharapkan model pembinaan melalui pendampingan di kegiatan MGMP dapat digunakan untuk membantu dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengatasi masalah lainny
03 RESPON PETANI TERHADAP PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER DI DESA BONTO MARANNU KECAMATAN LAU KABUPATEN MAROS
The purpose of this study was to determine the level of response of farmers to the use of Combine Harvester in Bonto Marannu Village, Lau District, Maros Regency. And what factors influence farmers\u27 responses to the use of Combine Harvester in Bonto Marannu Village, Lau District, Maros Regency. This research is located in the Village of Bonto Marannu, District of Lau, Maros Regency. Total population of farmers (respondents) is 30 people, where rice farmers who have 0.5 ha of land area are 6 people, land area of 1 ha 9 people, 1.5 ha 7 people, 2 ha 5 people and land area of 2.5 ha is 3 people. The results showed that the response of farmers to the use of a combined harvester machine in Lau sub-district of Maros Regency was included in the high category based on indicators of attitudes, knowledge and behavior of farmers towards the use of a combine harvester machine. And the factors that significantly influence the response of farmers to the use of a combine harvester machine are attitude, knowledge and behavior
06 KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KINERJA PENYULUH TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MAROS
This research was conducted in 4 districts namely Tanralili, Simbang, Bantimurung and Camba Districts, Maros Regency. To choose districts to use (multi stage sampling). To choose a sample in the sub-district, direct appointment is used. There are two data used, namely: primary data, namely data obtained from observations through direct interviews and also through the help of questionnaire lists and secondary data, namely data obtained from agencies / institutions that are related or related to this research. The purpose of this study is: Knowing the socio-economic characteristics of the instructor, namely, age, level of education, length of being a counselor, understanding the local language, the number of family dependents, extension workers\u27 salaries, total income and distance of residence to the place of duty with the implementation of the basic agricultural extension tasks of Maros Regency, Knowing the performance of basic agricultural extension work in Maros district. Data was collected from the survey results using a questionnaire and supplemented with observations / field observations. The data that has been collected is then tabulated to obtain real data used for analysis. This study uses a quantitative descriptive analysis method to determine the level of implementation of basic tasks and the performance of extension workers in Maros Regency. The results of the study can be seen that the social characteristics of the economic instructor with the implementation of the basic agricultural extension work in Maros Regency are age, level of education, length of being an extension agent, understanding the local language, number of family dependents, extension agent\u27s salary, total income, and distance of residence to the place of assignment. high categorization and performance of agricultural extension principal tasks in Maros Regency are in average high category with a percentage value of 86.36%