Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Struktur Tampilan Awal Sastra Lisan Makassar dalam Analisis Wacana Kritis Van Dijk
Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bagaimana struktur tampilan awal puisi lisan Makassar yang penuh nilai-nilai keraifan lokal dalam budaya suku bangsa, khususnya suku bangsa Makassar dalam menanamkan nilai-nilai dalam bertutur, bertindak dan bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Instrumen Penelitian ini adalah peneliti sebagai instrument kunci (key instrument). Teknik analisis data yang dilakukan melalui tiga siklus yakni pengumlulan data, reduksi data, dan penarikan simpulan dan verifikasi. Teori Van Dijk sebagai kerangka teori dengan grand teori hermeneutika sebagai pisau analisis.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan ada idiologi yang terkandung dalam kelong agar pendengar atau pembaca dapat mengikuti alur cerita kelong hingga kelong selesai. Kelong yang ditampilkan dalam buku diramu dengan berbagai jenis tema umum dan tema khusus yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini akan memberikan manfaat yang sangat berharga bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah dalam mengembangkan materi pembelajarannya di kelas, khususnya dalam pembelajaran apresiasi puisi dan prosa budaya lokal masing-masing di setiap daerah atau pun negar
ANALISIS TINGKAT KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI MIPA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
Abstrak: Analisis Tingkat Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MIPA dalam Pembelajaran Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterampilan berpikir kritis siswa SMA dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian keterampilan berpikir kritis ini menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian. Instrumen keterampilan berpikir kritis mengandung aspek keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan oleh Ennis (2011) meliputi beberapa aspek: memberikan penjelasan secara sederhana, menentukan dasar pengambilan keputusan, menyimpulkan, memberikan penjelasan lanjut, memperkirakan dan menggabungkan. Berdasarkan hasl analisis data yang diperoleh, 30,6% siswa memiliki keterampilan berpikir kritis sangat rendah, 55,6% siswa memiliki keterampilan berpikir kritis rendah, dan 13,8% siswa memiliki keterampilan berpikir kritis cukup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 2 Kudus masih memiliki tingkat keterampilan berpikir krits rendah
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh leaflet terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X di SMAS Angkasa Maros. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik Pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan pertimbangan tertentu yakni kemampuan kognitif rata-rata yang sama sampel dalam penelitian ini adalah Kelas X MIA 3 terdiri dari 37 orang sebagai kelas eksperimen dan Kelas X MIA 4, terdiri dari 36 orang sebagai kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan uji t independen untuk melihat pengaruh leaflet terhadap hasil belajar siswa Kelas X di SMAS Angkasa Maros pada materi perubahan lingkungan, limbah dan daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar biologi siswa pada kelas eksperimen sebesar 90,15 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya mendapatkan nilai rata-rata sebesar 85,91. Berdasarkan hasil analisis SPSS Versi 25 uji t diperoleh nilai sig 2(tailed) 0,000 < 0,05 maka H0 di tolak dan H1 diterima. Sementara thitung > ttabel atau 5,031 > 1,99773 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan penggunaan leaflet terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMAS Angkasa Maros pada materi perubahan lingkungan, limbah dan daur ulan
Manajemen Pemeliharaan Sapi Bali Di UPT-Pt HPT Pucak, Dinas Peternakan daan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan
Kesehatan ternak merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha peternakan sapi potong. Kerugian yang besar seringkali disebabkan timbulnya penyakit yang menyerang. Karena itu perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian penyakit. Pemberian pakan berupa pakan hijauan diberikan pada sapi sebanyak 10-12% dan pakan konsentrat 1-2% dari bobot badan ternak. Pencegahan dan pengendalian penyakit dengan menjaga kandang selalu bersih dengan melakukan desinfeksi pada kandang dan peralatan kandang. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : Observasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di UPT Pembimbitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak. Wawancara, yaitu melakukan dialog atau pengajuan pertanyaan terhadap pekerja atau pun pembimbing lapangan. Kepustakaan, mengumpulkan data menggunakan referensi dari internet atau pun buku. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa lokasi pemeliharaan sapi bali UPT-PT-HPT Pucak sudah baik, dilihat dari keadaan geografisnya. Lokasi kandang dekat dengan sumber pakan, dengan sumber air dan mudah dijangkau transportasi. Sistem pemeliharaan sapi bali di UPT-PT-HPT Pucak yaitu, pemeliharaannya secara intensif. Pemberian pakan berupa konsentrat, hijauan dan leguminosa
Kandungan Serat Biomas Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) Sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia dengan Umur Panen Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan serat (ADF, NDF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin) biomas kacang tanah serta mengetahui umur panen yang tepat untuk dijadikan sebagai pakan ternak ruminansia. Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai bahan informasi mengenai umur panen tanaman kacang tanah yang ideal dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan serat dari ternak ruminansia serta pada industri pakan ternak ruminansia menjadi sumber data dalam menyusun formulasi pakan komplit, kacang tanah sebagai sumber pakan alternatif dan kacang tanah sebagai subtitusi pakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2018 dan terbagi atas 2 (dua) tahap, yaitu : Tahap I (penanaman kacang tanah) dilaksanakan di PT Tata Hidup Cemerlang (THC), Desa Lengkese, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan dan tahap II (Analisis) dilaksanakan di Laboratorium Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar. Berdasarkan hasil analisa menunjukkan rataan NDF pada 1 bulan (54,79%) mengalami penurunan pada 2 bulan (52,32%), tetapi mengalami peningkatan yang tidak signifikan pada perlakuan 3 bulan (52,56%) meskipun turun kembali pada 4 bulan (50,76%). Hasil analisis memperlihatkan rataan kandungan ADF pada perlakuan mengalami peningkatan dari perlakuan 1 bulan (43,14%) ke-2 bulan (50,14%), dan mengalami penurunan pada 3 bulan (47,84%), sampai 4 bulan (44,59%). Kenyataan ini memperlihatkan bahwa secara umum, umur panen berpengaruh terhadap kandungan fraksi serat suatu hijauan khususnya kandungan ADF. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa kandungan serat biomas kacang tanah sebagai sumber pakan ternak ruminansia yang baik yaitu pada antara umur panen 2 bulan dan 3 bulan
Efektifitas Keberadaan Rumah Potong Hewan Di Kota Palopo
Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) disuatu daerah memberikan dampak positif baik itu terhadap peternak maupun pemerintah daerah itu sendiri. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas keberadaan RPH di kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2006 di Kota Palopo. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan atau menjelaskan mengenai efektifitas keberadaan rumah potong hewan di Kota Palopo. Metode penelitian yang di gunakan yaitu data time seriesselama 5 tahun terakhir. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa keberadaan RPH telah efektif berdasarkan data 5 tahun terakhir. Peternak memiliki tempat untuk memotong hewan ternak mereka sedangkan pemerintah mendapatkan retribusi yang tiap tahunnya meningkat dari RPH
Proses Pemotongan dan Marinasi Ayam Broiler : Studi Kasus Pemotongan Ayam di RPA PT Ciomas Adisatwa
Unggas potong adalah setiap jenis burung yang diternakkan dan dimanfaatkan untuk pangan, termasuk ayam, bebek, kalkun, angsa, burung dara, dan burung puyuh. Tahap-tahap dalam proses penyembelihan unggas, yakni dimulai dari tahap transport hingga shipping menjadi factor penentu kualitas karkas. Oleh karena itu, tahapan proses penyembelihan ungags merupakan bagian terpenting untuk mejamin kualitas karkas hingga sampai ke tangan konsumen. Lebih lanjut studi ini akan menjabarkan tentang proses pemotongan (cutting) dan proses marinasi yang diterapkan di PT. Ciomas Adisatwa Maros. Studi ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2021 di Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Ciomas Adisatwa Maros. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa PT. Ciomas Adisatwa menggunakan mesin dalam proses cut up ayam, selain untuk mempercepat proses produksi, juga untuk meminimalisir komtaminasi silang yang dapat ditimbulkan oleh pekerja. Proses marinasi yang dilakukan selain meningkatkan kualitas karkas, tindakan marinasi juga dapat meningkatkan keamanan keamanan pangan sebagai akibat menurunnya pertumbuhan bakteri
Sistem Kode Roland Barthes dalam Novel Silariang Karya Oka Aurora Pendekatan Semiotika
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Sistem Kode Roland Barthes dalam Novel Silariang Karya Oka Aurora dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah novel Silariang karya Oka Aurora. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, model data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kutipan yang terdapat dalam novel Silariang karya Oka Aurora dapat ditemukan lebih dari satu kode sehingga menarik untuk dianalisis. Hasil penelitian data merupakan gambaran dari simbol budaya yang terdapat dalam masyarakt suku Bugis-Makassar dan menjadi representasi prinsp hidup yang dilestarikan masyarakat sebagai identitas. Sistem kode yang terdapat dalam novel Silariang adalah bentuk pengungkapan dari sistem kode hermeutik, kode preoretik, kode simbolik, kode semik, dan kode gnonik
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE KELAS XI DI SMA NEGERI 1 PALANGKA RAYA
Analisis Kebutuhan Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Elastisitas Dan Hukum Hooke Kelas XI Di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajarkan materi pembelajaran fisika; 2) mengidentifikasi bahan ajar yang perlu dikembangkan untuk mempelajari materi elastisitas dan hukum Hooke; 3) mendeskripsikan kebutuhan pengembangan lembar kerja siswa (LKS) berbasis problem based learning di kelas XI materi elastisitas dan hukum Hooke. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif (gabungan). Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Metode pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan produk adalah metode research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa; 1) media pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan materi pembelajaran fisika antara lain: Buku paket, LKS, modul, dan aplikasi pembelajaran online lainnya; 2) bahan ajar berupa LKS berbasis pemecahan masalah khususnya pada materi elastisitas dan hukum Hooke perlu dikembangkan guna melatih keterapilan berpikir kritis siswa;. 3) sebanyak 55% siswa mengatakan tidak menggunakan LKS untuk melakukan kegiatan praktikum, sebanyak 78% siswa mengatakan membutuhkan LKS yang menarik, dan sebanyak 92% siswa mengatakan memerlukan pengembangan LKS berbasis pemecahan masalah
HUBUNGAN EFEKTIVITAS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TIPE SHARED DAN TIPE THREADED TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI
Abstrak
Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri Mainang pada Kelas VII untuk melihat data hasil belajar Biologi ( IPA ). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan desain Nonequivalent Grup Control Design. Hasil belajar biologi siswa dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran tipe shared diperoleh rata-rata pretest yaitu 41,52 (kategori rendah) sedangkan rata- rata nilai posttest yaitu 76,12 (kategori tinggi) dengan besar peningkatan hasil belajar 82%. Hasil belajar biologi siswa dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran tipe threated diperoleh rata-rata nilai pretest yaitu 38,76 (kategori rendah), sedangkan rata-rata posttest yaitu 79,92 (kategori tinggi) dengan besar peningkatan rata-rata hasil belajar Biologi 88%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa nilai yaitu 0,042 < 0,05. Kesimpulan yang diambil adalah terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar Biologi yang signifikan antara siswa kelas eksperimen1 dan kelas eksperimen2, Sehingga dilanjutkan dengan uji efektifitas diperoleh dari hasil analasis bahwa > 1(1,49 > 1) maka secara relatif penerapan pembelajaran dengan Model integrated tipe threated lebih efektif dari model pembelajaran tipe shared terhadap hasil belajar Biologi kelas SMP Negeri Mainangn Kabupaten alor