Universitas Muslim Maros e-Journals
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Hama dan Penyakit Tanaman Kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros
Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sudah lama dibudidayakan di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros, namun sering mengalami gangguan organisme penggangu tumbuhan yang belum teridentifikasi dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan survei lapangan pada areal kebun kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Pengumpulan dilakukan terhadap tanaman kopi yang terserang hama dan penyakit. Bagian tanaman kopi yang diamati adalah daun, cabang, buah, dan akar tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa hama yang umum menyerang tanaman kopi di Desa Bentenge adalah penggerek buah kopi, kutu daun dan penggerek batang kopi. Sementara itu penyakit yang ditemukan adalah karat daun dan bercak buah kopi
Hubungan Penggunaan Pestisida dengan Populasi Penggerek Batang Padi Putih Scirpophaga innotata (Walker)
Penggunaan pestisida merupakan teknik pengendalian yang paling banyak digunakan oleh petani dikarenakan dianggap paling ampuh untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dengan populasi penggerek batang padi putih (Schirpophaga innotata). Penelitian dilakukan dengan pengamatan populasi penggerek batang padi putih. Pengambilan sampel pada tanaman sejak fase vegetatif (2 minggu setelah tanam) sampai fase generatif (1 minggu sebelum panen). Jenis serangga yang diambil yaitu penggerek batang padi putih (S. innotata) berupa pengumpulan kelompok telur dan larva. Pengumpulan data penggunaan pestisida petani dilakukan melalui wawancara langsung dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan pestisida baik dari jenis bahan aktif, jumlah aplikasi dan interval aplikasi pestisida tidak berpengaruh terhadap populasi penggerek batang padi putih
Analisis Pendapatan Usaha Tani Tanaman Cabai Di Desa Arassie Kecamatan Tiroang Kabupaten Pinrang
The agricultural sector is highly relied upon as one of the pillars in improving the economy of the community, one of which is in Aressie Village, Tiroang District, Pinrang Regency which has quite a lot of agricultural resources, for example, cayenne pepper plants. This study aims to determine the amount of production and the amount of income generated by chili farmers in Aressie Village. This study uses quantitative research types and descriptive quantitative analysis methods generated from questionnaires. The results of the study showed that the average amount of income generated by farmers was 8.5 kg per hectare, and the average amount of production costs required by farmers was IDR 247,141 per hectare. With an average fixed cost of IDR 34,188 and a variable cost of IDR 366,946 and the average income of corn farmers obtained was IDR 187,792,550 per hectare in Tungka Village
Strategi Sumber Daya Manusia pada PT Gadai Syariah Indonesia Mandiri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana Strategi Sumber Daya Manusia Pada PT Gadai Syariah Indonesia Mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dan informasi dengan teknik wawancara ke beberapa informan yang terdiri dari informan kunci (key informan) adalah Manager PT Gadai Syariah Indonesia Mandiri, dan juga informan lainnya seperti Pimpinan Cabang PT Pegadaian Borong, dan Praktisi Bidang Sumber Daya Manusia Ketua Bidang Sembilan HIPMI Sulawesi Selatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Strategi fungsional sumber daya berhubungan dengan budaya kerja, yaitu morning breafing sudah terlaksana namun masih bersifat tradisional sehingga kedepannya perlu ditingkatkan melalui sharing and learning, forum diskusi, webinar, dan role play. (2) Strategi fungsional sumber daya manusia berhubungan dengan tata kelola sudah terlaksana, namun kedepannya ini masih perlu untuk ditingkatkan terkait dengan tanggung jawab, tranparansi, lingkungan kerja yang nyaman juga diperlukan supaya karyawan lebih efektif pada saat bekerja. (3) Strategi fungsional sumber daya manusia berhubungan dengan pendidikan yaitu berinovasi dengan adanya pendidikan tentunya karyawan mampu berinovasi, bahwa kondisi saat ini yang dilakukan PT Gadai Syariah Indonesia Mandiri berkaitan dengan strategi sumber daya manusia berkaitan dengan pendidikan sudah berjalan. Namun untuk kedepanya perlu dikembangkan lagi belum mengarah pada kompetensi spesifik dibidangnya sehinga untuk menunjang sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan harus lebih spesifik lagi karena dengan adanya pendidikan
Pataka: Media Informasi dalam Kegiatan Mahasiswa
In the current era where everything is instantaneous, things can be done using the internet or online media so that something to be done can be done more effectively, such as disseminating information online is easier than disseminating information offline. Social media has become the dominant communication medium used by society and as a medium for obtaining information, including among students. In the midst of the onslaught of online media, offline media, named Pataka, still exists today. This article deals with this.
This research using a qualitative approach was carried out in Makassar City between September and December at Hasanuddin University. Those who participated in this research were 10 college students, consisting of three women and seven men, aged between 19 and 21 years, who were recruited using purposive sampling.
The findings of this research show that pataka is interpreted in relation to three aspects, namely: pataka as a visual communication tool, sacred media, representation/symbol of student body, and marker for the location of the implementation of students’ body activities. Pataka have various shapes and functions: small square pataka, large square pataka, and rectangular pataka. The small square pataka functions as a marker for activities carried out outside the campus. The large square pataka serves to place the institution\u27s logo. Although large square pataka can be used outside or inside campus, generally large square pataka is used for stage backgrounds. Meanwhile, the rectangular pataka functions as a welcome banner. Even though in this current era the onslaught of technology is so powerful, pataka as an offline medium is still used among college students. The fundamental aspects that underlies why pataka still exists today because pataka has become part of the tradition of a student body in their institutional activities. Apart from that, the existence of pataka is also a symbol of unity and solidarity of student body members
Sumangêqna Wanuaé: Konstruksi Sosial dan Identitas Lembaga Adat Desa Wanua Tosora di Kabupaten Wajo
The Village Traditional Institution (LAD) is an institution that carries out traditional functions and is established on the initiative of the village community, which is recognized by the state based on the Regulation of the Minister of Village PDTT RI Number 21 of 2020. LAD Wanua Tosora was formed based on an agreement between the Village Government, the Village Consultative Body, and the community Tosora Village. While most literature related to LAD looks at the role of traditional institutions, this article focuses on the existence of LAD Wanua Tosora in advancing local culture despite facing various challenges.This qualitative research was carried out in Tosora Village, Wajo Regency employing in-depth interview and observation as data collection methods. The informants who participated in this research were 10 people consisting of seven men and three women aged between 24 and 49 years. They are the Tosora Village Head and Trustees, LAD Chair, LAD Members, Chair of the LAD Inauguration Committee, leaders (community, traditional), cultural observers, farmers and village youth, who were recruited purposively.The study shows that the establishment of the Tosora Village Traditional Institution (LAD) faces various challenges, especially regarding the purpose of its formation which is debated between cultural preservation or the potential for new feudalism. The formation of the LAD through community initiatives and an agreement with the village government was formalized by Village Regulation Number 3 of 2022. However, along the way, there was resistance from the community, from the noble descents, and a lack of understanding of local cultural values of the LAD officials. This creates tension and resistance, as well as worsen the relationship between LAD and local communities. Although LAD aims to promote and to preserve culture, its effectiveness is hampered by performance of LAD officials, poor communication, and the insignificant social contribution of LAD officials
Developing Visual Prompt Video of Canva for Students’ Speaking Performance at Rumah Belajar Saab Shares 09 Nias Utara
This study aims to develop visual prompts in the form of videos using the Research and Development (R&D) approach with the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). The use of visual prompts in videos aims to improve learning effectiveness and facilitate user understanding. At the Define stage, a needs analysis and problem identification were conducted to determine the objectives and content of the video. At the Design stage, video scenarios and designs are developed by considering visual elements and messages to be conveyed. The Develop stage involves creating video prototypes using supporting technology and software, namely the Canva application, as well as initial testing to obtain feedback. Finally, the Disseminate stage involved video distribution and end-user evaluation to measure the success of the development. The results showed that the visual prompt video was able to significantly increase students’ engagement and comprehension, thus having a positive impact to the increasing speaking performance in learning proces
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBANTUAN APLIKASI CANVA TERHADAP MINAT BELAJAR
This research aims to determine the effect of physics learning media assisted by the Canva application on interest in learning. The type of research used is quasi-experimental, with a nonequivalent control group design. The population is all students in class XI Science, with samples taken from class XI IPA 1 and class Based on the pretest results that have been analyzed, the average score is 87.8 for the experimental class, while in the control class the average score is 87.1. This shows that the initial abilities in both classes are almost the same. Based on the posttest results that have been analyzed, it can be seen that there was an increase in interest in learning in physics subjects after being given treatment in the form of learning media assisted by the Canva application in the experimental class, which can be seen in the average score of 119.0, whereas in the control class which only used media. conventional power points obtained an average score of 107.9. So it can be concluded that interactive learning media such as Canva has an influence on interest in learning. Because by using Canva as a learning media that is interesting and relevant to students\u27 daily lives, it can trigger curiosity with various kinds of critical questions which then motivate students to get involved in the physics learning process, so that they can increase interest in learning physics learners.
Keywords: Physics, Canva Learning Media and Interest in Learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran fisika berbantuan aplikasi canva terhadap minat belajar . Adapun jenis penelitian yang dipakai adalah quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control grup design. Populasinya adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA, dengan pengambilan sampel kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 3. Teknik pengumpulan data adalah dengan memberikan angket minat belajar, sedagkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan hasil pretest yang telah dianalisis diperoleh skor rata-rata adalah 87,8 untuk kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol skor rata-ratanya adalah 87,1. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan awal pada kedua kelas hampir sama. Berdasarkan hasi postest yang telah dianalisis, terlihat bahwa terjadi peningkatan minat belajar pada mata pelajaran fisika setelah diberikan perlakuan berupa media pembelajaran berbantuan aplikasi canva pada kelas eksperimen, yang dapat dilihat pada skor rata-ratanya yaitu 119,0 sedangkan pada kelas kontrol yang hanya menggunakan media konvesional berupa power point biasa memperoleh skor rata-ratanya yaitu 107,9. Sehingga dapat disimpukan bahwa media pembelajaran interaktif seperti canva memiliki pengaruh terhadap minat belajar. Karena dengan memanfaatkan canva sebagai media pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga dapat memicu rasa ingin tahu dengan berbagai macam pertanyaan yang kritis yang kemudian memotivasi peserta didik untuk ikut terlibat dalam proses pembelajaran fisika, sehingga dapat meningkatkan minat belajar fisika peserta didik.
Kata kunci: Fisika, Media Pembelajaran Canva, dan Minat Belaja
Peningkatan Pendapatan Kelompok Tani Sobih Makmur Melalui Intensifikasi Usaha Ternak Sapi Madura Berdasarkan Good Farming Practice (GFP)
Kabupaten Pamekasan ialah salah satu pusat sapi potong di Jawa Timur. Salah satu dusun yang berada di Pamekasan yaitu Dusun Sobih Desa Waru Timur yang memiliki kelompok tani Sobih Makmur dengan anggota sebanyak 186 orang. Disetiap rumah masyarakat memiliki 2 sampai 3 ekor sapi, hal tersebut memiliki peluang apabila dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen pemeliharaan usaha ternak sapi Madura secara intensif, mengetahui pendapatan yang diterima dalam usaha ternak sapi, serta mengetahui keuntungan dari usaha ternak sapi Madura yang ada di Dusun Sobih. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan ananlisis data kualitatif untuk mengetahui manajemen pemeliharaan sapi dan analisis data kuantitatif untuk menggambarkan kondisi variabel menggunakan rumus analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan dikatakan intensif karena system pemeliharaannya masih dilakukan secara tradisional dan sapi masih dikandangkan. Usaha ternak sapi Madura dilihat dari pendapatan, berdasarkan penelitian dikatakan untung dalam menjalanlan usaha ternak sapi. Sedangkan dilihat dari keuntungan, berdasarkan penelitian dikatakan rugi dalam menjalankan usaha ternak sapi Madura. Saran yang dapat direkomendasikan yaitu peternak dapat melakukan pemeliharaan dengan lebih intensif terhadap sapi yang dipelihara agar dapat meningkatkan harga jual sapi
Upaya Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Penjumlahan Vektor dengan Problem Based Learning
Miskonsepsi merupakan suatu hal yang perlu dihindari baik oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu konsep matematika yang masih terdapat miskonsepsi oleh siswa yaitu materi penjumlahan vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang umum terjadi pada siswa dalam penjumlahan vektor dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam mengatasi miskonsepsi tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), di mana berbagai penelitian yang relevan dikumpulkan, dianalisis, dan disintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap penjumlahan vektor. Siswa yang belajar menggunakan PBL menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengaplikasikan konsep penjumlahan vektor dalam berbagai konteks. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif dalam bidang pendidikan matematika