Journals Faculty of Economics and Business (Univ. Lampung)
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
mt Mengukur Tingkat Kemampuan Keuangan Daerah Kota Bandar Lampung Dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah Periode 2000-2008
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kota Bandar Lampung dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah periode 2000-2008. Data yang digunakan berupa data time series dari tahun 2000 – 2008. Analisis data menggunakan metode perhitungan rasio yang meliputi: (1) mengukur tingkat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), (2) mengukur Derajat Otonomi Fiskal (DOF), (3) mengukur besarnya Rasio Dana Alokasi Umum (RDAU) terhadap APBD, (4) menghitung Indeks Kemampuan Rutin (IKR), (5) Menghitung Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah terhadap dana dari pusat dalam membiayai belanja daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan PAD kota Bandar Lampung masuk dalam kategori cukup. DOF Kota Bandar Lampung masuk dalam kategori kurang. RDAU menunjukkan bahwa Kota Bandar lampung telah mampu mengurangi penyaluran dana alokasi umum dari pemerintah pusat namun msih termasuk kategori sangat kurang. IKR dinyatakan masuk dalam kategori sangat baik. Rasio ketergantungan menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung dalam mengurangi ketergantungan dengan pemerintah pust termasuk dalam kategori sangat kurang. Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih intensif melalui penggalian potensi sumber PAD Bandar Lampung agar mampu meningkatkan PAD dan TPD serta melaksana otonomi daerah yang loas nyata dan bertanggung jawab
Determinan Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten/Kota di Provinsi Bali
This study was conducted with a background of unemployment rate in Bali that fluctuate and unemployment rate is very important used to measure the success rate in economic development in a region. The high unemployment rate in a region indicates low economic growth in the region. Labor force, labor force participation rate, average length of school, population, and district minimum wage becomes one of the determinants of the unemployment rate in addition to the population. An increase in the unemployment rate is also affected by the minimum wage. Therefore, this study would like to analyze the linkage of labor force, labor force participation rate, gross regional domestic product, average length of school, population, district minimum wage to open unemployment in Bali Province to achieve inclusive growth in Bali short term and long term. The result is labor force have a positive and significant effect to open unemployment, the labor force participation rate, the population size and the district minimum wage have a negative and significant effect to open unemployment. The labor force participation rate has the greatest effect compared to other variables. The model specification is justified and gives an indication of the short- and long-term relationships of the observed variables
Analisis Capaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Penerapan Aplikasi Electronic Monitoring Pelaksanaan Anggaran (e-MPA)
This study aim to examine and found the empirical evidence the consistancy between budget absorption and realization after the implementation of Electronic Monitoring Budget Execution aplication (e-MPA) at Ministry of Religion working unit at Lampung Province. This study use 4.416 population data for the period of 2012 until 2013 before the implementation of e-MPA aplication and the period of 2015 until 2016 after the implementation of e-MPA aplication. Data used are secondary data obtained by accessing the site http://www.kemenag.go.id. The data analyzed using differentiation test with statistical test tool SPSS 22. The result shows that there is a difference of consistancy of budget absorption and there is also a difference on budget realization after the implementation of e-MPA aplication.the difference occured is the decreasing on statistic result of absorption consistancy and absorption realization for budgeting that indicates there is no goal congruence caused by communication pattern, information support, and uncorrect guidelines comprehension for e-MPA aplication.
 
1 PENGARUH BELANJA PEGAWAI, MANDATORY SPENDING, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP FISCAL SPACE SELURUH PROVINSI DI SUMATERA
Fiscal space is government space to allocate funds for investment and development, the space will be more limited if the proportion of state budget is binding.
This study aims to analyze the effect of personnel expenditure, mandatory spending on education, mandatory spending on health, and economic growth to fiscal space in Sumatra during 2011 to 2015. Ordinary least squares (OLS) method were used to gain the data. The data used are panel data, which is a combination of time series and cross-section data.
Based on the estimated value, coefficient regression of personnel expenditure is - 0.616776 with confidence level of 95%. It means that every one percent increasing of personnel expenditure, the fiscal space will decrease -0.61 percent, ceteris paribus, coefficient regression value of mandatory spending on education is 0.430530 with confidence level of 95%. It means that every one percent increasing of mandatory spending on education, the fiscal space will increase 0.43 percent, ceteris paribus, coefficient regression of mandatory spending on health is 0.681571 with confidence level of 95%. It means that every one percent increasing of mandatory spending on health, the fiscal space will increase 0.68 percent, ceteris paribus, coefficient regression of economic growth is 1.475030 with confidence level of 95%. It means that every one percent increasing of economic growth, the fiscal space will increase 1.47 percen
1 Analisis Potensi Ekonomi Dalam Strategi Pembangunan Dan Pengembangan Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor potensial perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota, mengetahui tingkat interaksi, tingkat pemerataan pembangunan, lokasi strategis pembangunan dan pengembangan wilayah, dan mengetahui komoditi ungulan masing-masing Kecamatan yang digunakan sebagai dasar dalam penentuan strategi pengembangan daerah berdasarkan potensi yang dimiliki. Penelitian menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) mengunakan data-data berupa: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, luas wilayah, jarak setiap Kecamatan ke pusat Pemerintahan, tingkat produktifitas komoditi di setiap Kecamatan, serta tingkat ketersediaan unit sarana-prasarana. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share, MRP, Overlay, Klassen Tipology, Model Grafitasi, Indeks Sentralitas, Teori Titik Henti.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 17 sektor lapangan usaha 2011-2016 adalah sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, dan sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,. 2). Kotribusi yang paling besar disektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dan sektor Transportasi dan Pergudangan 3). Lokasi strategis pembangunan berada di Kecamatan Lareh Sago Halaban
1 Pengaruh Pengungkapan (Disclosure)
Disclosure dilakukan oleh perusahaan selain untuk mengurangi asimetri informasi juga untuk mengurangi cost of capital bagi investor yang diukur dengan cost of asset pricing model ( CAPM ).Penelitian ini menarik karena selama ini pengaruh disclosure terhadap asimetri informasi yang diukur dengan selisih harga penawaran dan permintaan di pasar modal (bid-ask), namun terhadap manfaat bagi emiten masih sedikit. Secara teori dinyatakan bahwa manfaat disclosure bagi perusahaan akan mengurangi asimetri informasi sehingga akan mengurangi biaya dana atau tingkat suku bunga hutang bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh disclosure pada biaya hutang, biaya modal dan risiko perusahaan. Sampel penelitian adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) disclosure tidak mempengaruhi biaya dana dari hutang dan biaya modal, (2) disclosure mempengaruhi tingkat risiko perusahaan. Disarankan agar perbankan dalam menentukan tingkat suku bunga pinjaman tidak perlu seragam tetapi memperhatikan resiko perusahaan.  
du DAMPAK UPAH MINIMUM DI PASAR TENAGA KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PROVINSI LAMPUNG
Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengaruh kenaikan upah minimum pada industri pengolahan skala menengah dan besar di Provinsi Lampung. Data yang digunakan adalah data time series yang diinterpolasi dalam bentuk data kuartalan. Model yang digunakan adalah persamaan pekerja dan persamaan upah yang diturunkan dari model keseimbangan pasar tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan upah minimum signifikan meningkatkan upah dan pekerja pada industri manufaktur skala menengah, sedangkan pada industri besar perubahan upah minimum tidak terbukti signifikan terhadap pekerja maupun upah tetapi mempunyai kecenderungan negatif. Jika kebijakan upah minimum bertujuan meningkatkan upah pekerja maka kebijakan ini efektif untuk industri skala menengah tetapi tidak efektif untuk industry skala besar. Akan lebih baik jika kedepannya kebijakan ini tidak hanya menentukan satu nilai upah tetapi juga menentukan upah sektoral untuk meningkatkan efektivitas kebijakan
1 ANALISIS PENGARUH KREDIT USAHA RAKYAT TERHADAP NILAI PRODUKSI USAHA MIKRO KECIL DI KOTA METRO
Salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian di Kota Metro adalah industri pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KUR, lokasi usaha, dan lama usaha terhadap nilai produksi UMK. Sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan PT. BRI (persero) maupun pemerintah daerah dalam mengambil suatu kebijakan dalam meningkatkan perkembangan UMK.
Objek penelitian ini adalah seluruh nasabah yang menerima KUR di PT. BRI (Persero) Tbk. Kantor Cabang Metro. Lokasi penelitian adalah di Kota Metro. Alat analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda dengan variabel dummy untuk mengetahui pengaruh antara variabel KUR, lokasi usaha, lama usaha.
Berdasarkan hasil perhitungan secara statistik KUR, lokasi usaha dan lama usaha berpengaruh secara signifikan terhadap nilai produksi UMKM Industri Pengolahan. Besarnya pengaruh variabel KUR, lokasi usaha dan lama usaha berdasarkan hasil perhitungan didapat nilai R2 sebesar 0,979. Hal ini menunjukkan variabel KUR, Lokasi usaha dan Lama usaha dalam menjelaskan variasi kinerja sebesar 97,9%, sisanya 2,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti di luar model penelitia
PSD Pengaruh Sosial Demografi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Industri Meubel Kota Denpasar
Penelitian tentang “Pengaruh Sosial Demografi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Industri Meubel Kota Denpasar “ bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh langsung, tingkat upah dan teknologi terhadap produktivitas kerja, 2) mengetahui pengaruh langsung usia, tingkat upah, teknologi dan produktivitas kerja terhadap penyerapan tenaga kerja, dan 3) mengetahui pengaruh tidak langsung usia, tingkat upah dan teknologi terhadap penyerapan tenaga kerja melalui produktivitas kerja pada industri mebel meja kayu di Kota Denpasar. Lokasi penelitian di 4 kecamatan Kota Denpasar, pemilihan lokasi ini didasari oleh karena Kota Denpasar memiliki jumlah unit usaha dan jumlah tenaga kerja industri mebel terbanyak jika dibandingkan pada wilayah lain di Provinsi Bali. Sampel penelitian ini menggunakan seluruh populasi perusahaan industri mebel meja kayu di Kota Denpasar sebanyak 141 unit usaha. Teknik analisis yang diterapkan menggunakan analisis path. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat upah dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja industri mebel meja kayu di Kota Denpasar, 2) Tingkat upah, teknologi dan produktivitas kerja ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri mebel meja kayu di Kota Denpasar
EW Early Warning Indicator Krisis Nilai Tukar Pada Perekonomian Indonesia
The purposes of this study to analyze the influence of the Early Warning Indicator based on the external sector: Real Effective Exchange Rate, Growth Export and Growth Import of the currency crisis in Indonesia. In determining the currency crisis, will be calculated EMP (Exchange Market Pressure). This study used time series data for 2000:Q1-2015:Q4 period, using multiple regression with Error Correction Model (ECM) method. The result of the study shows that the Real Effective Exchange Rate has negative effect, Growth Export has negatif effect and Growth Import has positive effect towards currency crisis in Indonesi