Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
Kerentanan Vektor Demam Berdarah Dengue terhadap Insektisida Golongan Organofosfat
AbstrakDemam Berdarah Dengue adalah penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Pemberantasannya sampai saat ini adalah dengan memutuskan rantai penularan, yaitu membunuh vektor penularnya. Vektor utamanya adalah Aedes aegypti yang dibasmi dengan insektisida golongan organofosfat.Telah banyak dilaporkan bahwa Aedes aegypti sudah resisten terhadap insektisida tersebut, sehingga perlu diketahui proses resistensinya dan uji resistensi di setiap daerah di Indonesia, supaya dapat dicari alternatif solusinya.Kata Kunci: organofosfat, microplate assay, deteksi kerentananAbstractDengue fever is a disease that can cause death. Eradication today is to break the chain of transmission, ie killing the vector penularnya. The main vector is Aedes aegypti eradicated with organophosphate insecticide class. It has been widely reported that the Aedes aegypti are resistant this insecticide, so keep in mind the process of resistance and resistance tests in every region in Indonesia, in order to find an alternative solution. Key words: organophosphates, microplate assay, vulnerability detectio
Monitoring, Pencegahan, dan Penanganan Keracunan pada Pekerja Terpapar Cadmium
Abstrak Cadmium merupakan logam berat yang berisiko besar bagi kesehatan manusia dan banyak ditemukan di daerah pertambangan, industri keramik, industri baterai, penyepuhan, dan tempat peleburan logam. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan Cd dalam kelompok I, yaitu bersifat karsinogenik pada manusia. Waktu paruh Cd yang panjang menyebabkan logam ini sukar dieliminasi dari tubuh sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan terutama pada ginjal. Keracunan yang disebabkan oleh cadmium dapat bersifat akut dan kronis. Toksisitas kronis menimbulkan gangguan paru, tulang, organ reproduksi, dan lain lain. Bila menyerang sistem respirasi harus dirawat untuk diobservasi, monitoring fungsi ginjal. Therapi khelasi dilakukan pada intoksikasi akut. Nilai Biological Exposure Index (BEI) cadmium dalam urin adalah 5 μg/g kreatinin dan dalam darah adalah 5 μg/L. Untuk deteksi dini dilakukan pemeriksaan pada pekerja meliputi pemeriksaan prakerja dan berkala. Pengendalian dilakukan berupa pengukuran pajanan cadmium di tempat kerja, pengendalian teknis, administratif maupun penggunaan alat pelindung diri (APD).Kata kunci: cadmium, toksisitas akut, toksisitas kronik AbstractCadmium is one of the heavy metals which have impact in health. It is found in mining, porcelain process, metal platting, and steel process. International Agency for Research on Cancer (IARC) has classified Cd into Group I (carcinogen). Cadmium has a long period half time so it cause disorder especially in renal. Toxicity of cadmium can be acute and chronic. Chronic toxicity involve lung, bone, reproductive organ, and others. If it inhaled, the patient must be observe and monitore the renal function. Chealating therapy can be used for acute toxicity. Biological Exposure Index (BEI) of cadmium in urine 5 ug/g creatinine and in blood 5 ug/L. Early detection of workers should be done praemployment and regulary. Hygene industry of cadmium involve measuring cadmium at the workplace, technical engineering, administrative control, personal protection equipment (PPE). Keywords: cadmium, acut toxicity, chronic toxicit
Mini Break Intervention in Preventing Asthenopia among Drawing Workers using Standard and Widescreen Size VDT at Construction Company in Jakarta
AbstractBackground,Minibreak intervention may solve asthenopia which has a main problem among workers using VDT. Asthenopia is measured with near point convergence (NPC). The purpose of this study was to determine convergence power difference that mini break produces between workers using standard VDT and widescreen VDT. Methods, Sixty six workers were divided into four groups: minibreak and no minibreak intervention in standard VDT users and widescreen VDT users. The difference of NPC before and after 4 hours of VDT exposure and 4 hours of exposure with a 15 minute minibreakwere measured in all groups using RAF ruler. Results, Minibreak intervention resulted in a significant difference of convergence power between workers using standard VDT (p=0.000) and widescreen VDT (p=0.000). But the differences of convergence between standard VDT and widescreen VDT were not significant in those given minibreak (p=0.9694) and those not given (p=0.6251). Conclusion, Mini break intervention produced significant differences in convergence power between both groups but the size of the VDT had no effect. Keywords: Asthenopia, VDT, near point convergence, mini break AbstrakLatar Belakang, Mini break dapat menjadi solusi untuk kelelahan mata yang menjadi masalah utama pada pekerja dengan pekerjaan menggambar menggunakan VDT. Kelelahan mata dapat diukur dengan mengukurnear point convergence (NPC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan NPC yang dihasilkan oleh mini break pada pekerja yang menggunakan VDT standar dan wide screen. Metode, Enam puluh enam pekerja dibagi menjadi empat kelompok: mini break dan tanpa mini break pada pekerja VDT standar dan wide screen. Perbedaan NPC sebelum dan sesudah pajanan VDT selama 4 jam terus-menerus tanpa mini break dan pajanan selama 4 jam dengan mini break 15 menit di tengah-tengah diukur pada semua grup menggunakan RAF ruler. Hasil, Intervensi mini break menghasilkan perbedaan bermakna pada kekuatan konvergensi antara pekerja yang menggunakan VDT standar (p=0.000) dan VDT widescreen (p=0.000). Namun perbedaan konvergensi antara VDT standar dan widescreen tidak berbeda bermakna pada grup yang diberikan mini break (p=0.9694) dan tanpa mini break (p=0.6251). Kesimpulan, Intervensi mini break menghasilkan kekuatan konvergensi yang berbeda antara dua kelompok pekerja, namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh ukuran VDT. Kata kunci: Mata lelah, VDT, pekerja gambar, near point convergence, mini break
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Siswa Kelas IV dan V di Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong
AbstrakStatus gizi berpengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar. Faktor yang mempengaruhi status gizi, diantaranya pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang. Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong adalah sekolah swasta di Banten, yaitu salah satu provinsi dengan masalah gizi. Penelitian ini mencari hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang dengan status gizi siswa Sekolah Dasar tersebut. Hipotesis penelitian (Ho) adalah tidak adanya hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang dengan status gizi siswa sekolah tersebut. Metode penelitian menggunakan studi analitik, dengan desain penelitian kros- seksional. Sampel yang diperoleh sebanyak 89 siswa meliputi siswa kelas IV dan V di Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong. Data primer diperoleh menggunakan kuesioner. Kategori status gizi responden ditentukan dengan indeks massa tubuh, menggunakan data tinggi dan berat badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi Square. Dari kuesioner diperoleh gambaran persentase responden laki-laki 53,93%, perempuan 46,07%, usia 9 tahun 31,46%, 10 tahun 66,29%, 11 tahun 2,25 %, kelas IV 34,83%, V 65,17%. Dari hasil analisis data diperoleh nilai p<0,05, sehingga hipotesis (Ho) ditolak. Artinya ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap gizi seimbang dengan status gizi pada siswa Sekolah Dasar Tarakanita Gading Serpong. Kata Kunci: gizi seimbang, status giziAbstractGood nutrition status is important for the growth and development of elementary school children. Some of the factors that affect nutrition state are knowledge, attitude, and practice related to balanced diet. Tarakanita Gading Serpong Elementary School is a private school in Banten, one of the provinces with nutrition problem. The research aims to determine a correlation between knowledge, attitudes and practice towards balanced nutrition and nutritional status of the elementary school students. The research hypothesis (Ho) is the absence of correlation between knowledge, attitude and practice towards balanced nutrition and nutritional status of the elementary school students. The research method uses analytic studies, with a cross-sectional study design. The subjects are 89 students include students in grade IV and V. Primary data is taken using questionnaire. Category of respondents’ nutritional status is determined with body mass index, using body weight and height data. The data is analyzed with Chi Square test. From the questionnaire, it is obtained the percentage of male respondents 53.93%, female 46.07%, aged nine 31,46% aged ten 66.29%, aged eleven 2.25%, grade four 34,83%, grade five 65.17%. The analysis shows that the value of p<0,05 s the hypothesis (Ho) is rejected. It means there is a correlation between knowledge, attitude, and practice related to balanced diet with nutrition state on students of Tarakanita Gading Serpong Elementary School. Keywords: balanced diet, nutrition stat
Gambaran Testis Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida dan Diberi Infusa Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia)
Telah diketahui bahwa 40% dari semua kasus pasangan infertil disebabkan oleh pihak pria. Di dalam tubuh, karbon tetraklorida (CCl4) berfungsi sebagai radikal bebas dan dapat berpotensi toksik pada kualitas dan fungsi sperma, serta dapat menyebabkan kerusakan DNA spermatozoa. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L., Merr.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Umbinya dapat dimanfaatkan dan mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, dan steroid yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dimana mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol (K) tidak diberi perlakuan apa pun. Kelompok I (P1) diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut dan tidak menerima infusa umbi bawang dayak. Kelompok perlakuan II, III, dan IV (P2, P3, dan P4) diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan masing-masing volume 0,06 mL; 0,12 mL; dan 0,24 mL pada hari ke 11- 20 secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa umbi bawang dayak dapat memerbaiki gambaran testis mencit jantan yang diinduksi CCl4.Kata Kunci: karbon tetraklorida (CCl4), umbi bawang dayak, tubulus seminiferu
Pala dari Obat Tradisional ke Obat Modern
Pala merupakan tanaman asli dari Pulau Banda, Maluku, Indonesia. Biji pala biasanya digunakan sebagai rempah-rempah, dan minyak pala digunakan sebagai bahan pewangi dan obat-obatan. Pala sudah digunakan di Indonesia sebagai obat tradisional untuk mengobati susah tidur. Bentuk sediaan obat tradisional pala atau minyak pala biasanya digunakan dengan cara peroral atau inhalasi. Pemberian obat secara peroral atau inhalasi memunyai banyak kekurangan, antara lain metabolisma obat dan dosis yang besar. Teknologi nano merupakan inovasi untuk meningkatkan potensi obat, dimana nanopartikel merupakan alat yang menarik untuk mengatasi kekurangan sifat-sifat minyak esensial. Sediaan obat dengan teknologi nano (etosom) yang diaplikasikan secara transdermal dapat meningkatkan bio- availabilitasnya sehingga meningkatkan efektivitas obat.Kata kunci : minyak pala, miristisin, oral, inhalasi, etosom, transdermal
Neurofibromatosis Tipe-1 / Von Recklinghausen Disease: Sebuah Laporan Kasus
Neurofibromatosis adalah salah satu penyakit genetik yang paling sering diturunkan, bersifat autosomal dominan dan dapat mengenai multiorgan. Neurofibromatosis tipe 1 (NF-1) atau dikenal juga dengan penyakit Von Recklinghausen merupakan jenis neurofibromatosis paling sering (85-90% kasus). Gejala khas pada NF-1 adalah hiperpigmentasi (lesi Café-au-lait) multipel dan tumor neuroektodermal.1 Kasus ini melaporkan seorang pria berusia 24 tahun dengan NF-1 yang gejalanya mulai muncul sejak masa kecil, ditandai dengan munculnya Lesi Café-au-lait. Seiring dengan bertambahnya usia, penyakitnya semakin progresif dan muncul tumor multipel di kulit. Empat tahun terakhir benjolan muncul semakin banyak dan ukuranya bertambah besar. Meskipun tidak ada keluhan, pasien berobat dengan alasan kosmetik. Pemeriksaan penunjang seperti CT-scan, MRI, dan histopatologi diperlukan untuk penapisan komplikasi yang dapat terjadi seperti optic glioma dan tumor susunan saraf pusat.Kata kunci: Neurofibromatosis, Neurofibromatosis tipe
Analisis Pengaruh Brand Image, Brand Trust Dan Psychology Terhadap Purchase Decision Laptop Di Lingkungan Mahasiswa(Studi Kasus : Universitas Kristen Krida Wacana, Univeristas Tarumanegara, dan Universitas Trisakti Jakarta Barat)
ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the influence of brand image, brand trust, and psychology towards on purchase decision of laptop in students environmental of Krida Wacana Christian University, Tarumanegara University, and Trisakti University West Jakarta. Samples in this study amounted to 210 people collected from student respondenets of Krida Wacana Christian University, Tarumanegara University, and Trisakti University. Based on a statistic test using SPSS software for windows version 19, showed that brand image, brand trust, and psychology simultaneously (F test) have a significant influence towards on purchase decision. Based on t test, the results of study showed that brand image has a positive influence and significant towards on purchase decision, brand trust has a negative influence and significant towards on purchase decision, and psychology has no influence towards on purchase decision.Keywords: Brand Image, Brand Trust, Psychology, Purchase Decisio
Pengaruh Motivasi dan Kedisiplinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus PT Cikal Jaya Permai)
ABSTRACTMotivation and Discipline of employees can affect the Work Productivity of employees at an organization or company, if the motivation and discipline of employees will be increased, productivity can be increased so that the organization’s goal is reached. From the data that has been collected through questionnaires with 100 respondents of data processed using SPSS declared invalid because Corrected item-total correlation above (0.3) and be variable is declared reliable because Cronbach alpha values above (0.6) Data revealed normal because Asymp value. Sig (2-tailed) is greater than (0.05) and declared not occur Multicollinearity for Tolerance value above (0.1). From the test results of multiple linear regression showed that labor motivation positive and significant effect on productivity, employment and Discipline positive and significant effect on productivity.Keywords: motivation and discipline on productivityABSTRACTMotivasi dan Disiplin kerja karyawan dapat memengaruhi Produktivitas Kerja Karyawab pada sebuah organisasi atau perusahaan, jika motivasi kerja dan disiplin kerja karyawan ditingkatkan maka produktivitas akan dapat meningkat sehingga tujuan organisasi atau perusahaan tercapai. Dari data yang telah dikumpulkan melaui penyebaran kuesioner dengan jumlah 100 responden data diolah dengan menggunakan program SPSS dinyatakan valid karena Corrected item-total correlation diatas (0,3) dan variable dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach alpha diatas (0,6) data dinyatakan normal karena nilai Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari (0,05) dan dinyatakan tidak terjadi Multikolinearitas karena nilai Tolerance diatas (0,1). Dari hasil Uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, dan Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas.Keywords: motivasi dan disiplin terhadap produktivita
Pengaruh Current Ratio, Total Asset Turnover, Dan Debt To Total Asset Terhadap Return On Asset Pada Perusahaan LQ45 Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2013
ABSTRACTThe purpose of this research is to help investors in making decision how to invest in the stock market by analyzing the influences of liquidity, activity, and solvency ratio on company’s profitability. Financial rations which are used in this research are Current Ration, Total Asset Turnover, and Debt to Total Asset as independent variables and Return On Assets as the dependent variable. This research is using the purposive sampling method with 17 sample of LQ45 companies which fulfilled the research criteria during the period 2011-2013 from 45 existing listed companies. This research is using the Multiple Linear Regression Analysis, Classical Assumption Test, and Hypothesis Testing. Based on Classical Assumption Test results prove that the data which are used in this research do not have any problem of normality, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticity. The results of Partial Hypothesis Testing show that Current Ratio has a significant positive influence on Return On Asset, Total Asset Turnover has a significant positive influence on Return On Asset, and Debt to Total Assets does not have any significant influence on Return On Asset. If Current Ratio increases, Return On Asset will decreases. If Total Asset Turnover increases, Return On Asset will also increases. Instead, the changes in the Debt to Total Asset has no impact on Return On Asset changes.Keywords: current ratio, total asset turnover, debt to total asset, return on assetABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk membantu para investor dalam pengambilan keputusan bagaimana melakukan investasi di pasar modal dengan menganalisis pengaruh rasio likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas terhadap profitabilitas perusahaan. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, yaitu Current Ratio (X1), Total Asset Turnover (X2), dan Debt to Total Asset (X3) yang digunakan sebagai variable independen dan Return On Asset (Y) sebagai variable dependen, Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan sampel sebanyak 17 emiten LQ45 yang memenuhi kriteria penelitian selama periode tahun 2011-2013 dari 45 emiten yang ada. Penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, dan Pengujian Hipotesis. Berdasarkan hasil Uji Asumsi Klasik terbukti bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini tidak memiliki masalah normalitas, multikolinieritas, autokolerasi, dan heteroskedastisitas. Hasil dari pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Current Ratio memiliki pengaruh negarif yang signifikan terhadap Return On Asset, Total Asset Turnover memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Return On Asset, dan Debt to Total Asset tidak memiliki pengaruh signigfikan terhadap Return On Asset. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hanya variable Current Ratio dan Total Asset Turnover yang memiliki pengaruh terhadap Return On Asset. Semakin besar Current Ratio, maka Return On Asset akan semakin kecil. Semakin besar Total Asset Turnover, maka Return juga akan semakin besar. Sedangkan perubahan Debt to Total Asset tidak berdampak terhadap perubahan Return On Asset.Keywords: current ratio, total asset turnover, debt to total asset, return on asse