Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Indentification of B2c Model Usability Factor Website With Heuristic Evaluation Method

    No full text
    Abstrak Website e-commerce merupakan garis depan dalam suatu sistem bisnis online. Permasalahan yang sering muncul dan kadang tidak disadari adalah mengenai kualitas usability (tingkat kebergunaan) website yang dimiliki. Website e-commerce yang rendah tingkat usability-nya membuat pengguna meninggalkanya. Pengukuran tingkat usability website merupakan hal yang umum dilakukan, sehingga dapat diketahui tingkat usability website dan dapat melakukan perbaikan. Salah satu tahapan yang penting dalam pengukuran usability adalah penentuan usability factor. Untuk kategori website yang berbeda, usability factor-nya bisa berbeda juga. Disinilah pentingnya tahapan identifikasi usability factor yang akan digunakan. Dalam penelitian ini akan diidentifikasi usability factor untuk jenis website e-commerce model B2C (bisnis to consumer), sehingga nantinya bisa digunakan sebagai parameter untuk mengukur tingkat usability website. Metode heuristic evaluation digunakan untuk mengobservasi beberapa website e-commerce (B2C) yang banyak dikenal di Indonesia dan menduduki peringkat atas dalam rangking alexa. Dari hasil penelitian dapat diidentifikasi empat kategori usability factor dengan 28 usability kriteria untuk website e-commerce B2C. Kategori usability factor tersebut meliputi accessibility dan personalisasi, content dan fitur, navigasi dan search, Identity, privacy dan security. Kata Kunci: usability, usability factor, e-commerce, B2C,  heuristic evaluation  Abstract E-commerce website is the frontline of an online business system. The problem often found is that sometime we do not realize about the usability quality of our website. Low usability level of a website makes user bored dan leaves the website. One of important steps in measuring website usability is by determining usability factors. Different website categories may have different usability factors. The identification of usability factors is therefore important. In this study, the usability factors of e-commerce model are identified. There are different types of e-commerce model: B2C (Business to customer), B2B (Business to Business) and C2C (Customer to Customer), each of which has different  characteristics. In this case, the identification of usability factors that fit to each characteristic of e-commerce models is important.  This study aims to identify the usability factor of B2C e-commerce model. Heuristic evaluation method is used to observe top 5 B2C e-commerce model in Indonesia (alexa rank version). The study results on the identification of 4 usability categories  having 28 usability criteria for B2C model e-commerce. The usability categories are accessability and personalization, content and feature, navigation, search and identity, privacy and security. Keywords: usability, usability factor, e-commerce, B2C,  heuristic evaluatio

    Analisis Kesiapan Teknologi dalam Penerapan Teknologi Telekomunikasi Generasi Kelima (5G)

    Get PDF
    AbstrakMeningkatnya kebutuhan telekomunikasi yang diiringi dengan perkembangan jenis layanan telekomunikasi mendorong lahirnya evolusi teknologi telekomunikasi. Evolusi dimulai dari teknologi telekomunikasi generasi nol (0G) hingga generasi kelima (5G) yang akan segera diimplementasikan. Di samping sejumlah keunggulan yang menjanjikan, teknologi generasi kelima (5G) juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Untuk mempersiapkan implementasi teknologi generasi kelima (5G), dilakukan analisis awal terhadap sejumlah teknologi yang memiliki potensi untuk diterapkan pada generasi kelima (5G) dalam menjawab karakteristik dari generasi tersebut. Beberapa teknologi memiliki spesifikasi yang mendukung teknologi generasi kelima (5G), namun masih diperlukan penelitian dan pengembangan untuk optimalisasi dan meminimalkan kekurangan yang ada pada masing-masing teknologi.Kata kunci: bandwidth, data rate, generasi kelima, multiple access, massive MIMOAbstractThe increasing need of telecommunications, along with the development of telecommunication services led to the evolution of telecommunication technology. The evolution started from the zerogeneration telecommunications technology (0G) to the fifth generation (5G) which will be implemented soon. In contrast to a number of promising advantages, the fifth generation technology (5G) is facing a number of challenges. To prepare for the implementation of fifth generation technology (5G), an analysis of some technologies having potentials to be applied to the fifth generation (5G) to answer the characteristics of the generation was performed. Although some technologies have specifications that support the fifth-generation technology (5G), research and development are still needed to optimize and minimize the deficiencies in each technology.Keywords: bandwidth, data rate, fifth generation, multiple access, massive MIM

    ROOM TRANQUILITY REMINDER CIRCUIT

    Get PDF
    Abstrak Ketenangan merupakan suatu kondisi yang diperlukan di beberapa lokasi atau tempat tertentu, misalkan perpustakaan, tempat ibadah, dan sebagainya. Seringkali ketenangan ini terganggu dikarenakan adanya orang-orang yang mengobrol atau bahkan bersenda gurau. Alat ini dapat memberikan peringatan secara otomatis kepada pengguna ruangan untuk tetap menjaga ketenangan ruangan. Alat ini akan aktif saat mendeteksi tingkat kebisingan ruangan meningkat. Tingkat suara yang dikategorikan mengganggu ketenangan dapat diatur sesuai dengan tingkat kebisingan masing-masing yang dapat ditolerir. Dengan sistem ini diharapkan ketenangan akan tetap terjaga dan memberikan efek malu kepada pihak-pihak yang mengganggu ketenangan ruangan. Kata Kunci: Ketenangan Ruangan, Otomatisasi, Pemberi Peringatan  Abstract Tranquility is a necessary condition in some locations or certain places such as libraries and places of worship. The tranquility is often borekenwhen people talk excessively or even frolic. This tool can provide automatic alerts to the room users to maintain the room quietness. This tool will be activated when the noise level increases. The sound level categorized as disturbing can be adjusted according to the respective noise levels that can be tolerated. This system is expected to maintain the tranquility and give shame effect to the parties disturbing the tranquility of the room. Keywords: Room Tranquility, Automation, Warning Give

    Perbandingan Hasil Perhitungan Jarak Terpendek antara Alogritma Dijkstra dengan Pemograman Linier

    Get PDF
    Abstrak Perhitungan jarak terpendek suatu jaringan, misalnya jaringan jalan raya yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang terkenal adalah dengan algoritma. Algoritma yang banyak digunakan adalah Algoritma Dijkstra. Namun, apakah Algoritma Dijkstra memang sudah benar-benar dapat diandalkan untuk menghitung jarak terpendek dari satu tempat ke tempat lain dari suatu jaringan jalan yang memiliki banyak jalur jalan. Untuk mengetahui hal tersebut, hasil perhitungan jarak terpendek dari Algoritma Dijkstra akan dibandingkan dengan cara perhitungan lain, yakni dengan pemrograman linier. Hasil yang diperoleh adalah pemrograman linier mampu menghitung jarak terpendek yang lebih pendek dibandingkan dengan jarak terpendek yang dihitung dengan algoritma Dijkstra. Kata Kunci: jaringan, Algoritma Dijkstra, pemrograman linier, jarak terpendek  Abstract Calculating the shortest distance of a network, such as the road network, which connects one place to another, can be performed in various ways. One well-known way is to use algorithm and the most applied one is Dijkstra's algorithm. The problem is whether or not Dijkstra's algorithm is completely reliable to calculate the shortest distance from one place to another on a road network that has a lot of trails. For this purpose, the calculation of the shortest distance applying algorithm Dijkstra will be compared to another calculation method, i.e., linear programming. The finding showed that applying linear programming resulted in the shortest distance than applying the Dijkstra's algorithm. Keywords: Network, Dijkstra Algorithm, Linear Programming, Shortest Rout

    Gangguan Fungsi Tiroid pada Penggunaan Amiodaron

    Get PDF
    AbstrakAmiodaron merupakan obat anti aritmia yang efektif untuk mengontrol ritme aritmia yang mengancam, namun pengobatan ini dapat memberikan berbagai efek samping. Disfungsi tiroid merupakan efek samping yang cukup sering terjadi selama terapi amiodaron. Hal ini disebabkan karena tingginya jumlah ion iodin dan adanya hambatan pada aktivitas enzim deiodinase. Disfungsi tiroid yang disebabkan oleh amiodaron, memiliki variasi klinis, mulai dari tanpa gejala, hipotiroid, hingga tirotoksikosis. Di perlukan pemantauan pengobatan jangka panjang karena eliminasi amiodaron yang memanjang dan waktu paruh yang terkait dengan komplikasinya. Kata Kunci: amiodaron, gangguan tiroid, hipotiroid, tirotoksikosis  AbstractAmiodarone is an effective anti arrhytmic agent to control the rhytm of life threatening arrhytmia but will causevarious side effects. Thyroid dysfunction is not uncommon during amiodarone therapy and is caused by iodide excess and inhibition of deiodinase activity. Amiodarone induced thyroid dysfunction and it varies from asymptomatic variation in thyroid function to clinically hypothyroidism and thyrotoxicosis. Amiodarone should be monitored due to its prolong elimination and half life which is associated with its complication. Keywords: amiodarone, hypothyroidism, thyroid disorder, thyrotoxicosi

    Mendengkur

    Get PDF
    AbstrakMendengkur merupakan suatu masalah sosial yang harus diwaspadai, karena dapat menjadi  petunjuk adanya masalah kesehatan yang berhubungan dengan struktur fisiologi anatomi saluran pernapasan atas. Salah satu penyakit yang memiliki gejala  mendengkur  adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA). Pada orang yang menderita OSA, pernapasan  dapat terhenti sesaat  sehingga asupan oksigen pada jantung dan otak dapat berkurang, hal ini dapat mengancam jiwa. Menurut American Academy of Otorhinolaringology, 45% orang dewasa pernah mengalami snoring dan lebih sering ditemukan pada laki-laki, sedangkan prevalensi terjadinya OSA pada usia 30-60 tahun adalah sebanyak 12 juta. Oleh karena itu, penting  untuk mengetahui penyebabnya dengan menggunakan teknik yang tepat agar gangguan ini mendapatkan pengobatan yang efektif. Kata kunci :  Mendengkur, OSA (Obstructive Sleep Apnea) Abstract Snoring is a social problem that needs more attention because, it can be an indication of health problems that associated with the anatomy physiology structure of the upper respiratory tract. One of the diseases that have symptoms of snoring is Obstructive Sleep Apneu (OSA). Breathing can stop for a moment so that supply of oxygen to the heart and brain is reduced. The complication and sequele of snoring can be life  threatening. According to American Academy of Otorhinolaringology, 45% of adults have experienced snoring and commonly found in men. While the prevalence of OSA happened at the age of 30-60 years is 12 million. Therefore it is important for us to find out the  cause by using the right technique so that these disorders receive effective treatment  Keywords : Snoring, (OSA) Obstructive Sleep Apne

    Kegemukan dan Obesitas pada Anak-anak

    Get PDF
    AbstrakKegemukan dan obesitas merupakan masalah gizi berlebih yang makin banyak dijumpai pada anak-anak di seluruh dunia. Masalah obesitas sendiri dapat terjadi pada usia anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kegemukan dan obesitas dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah gizi, sebagai akibat konsumsi makanan jauh melebihi kebutuhannya. Perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan faktor risiko obesitas pada anak-anak usia 5-15 tahun, dengan menanamkan pendidikan kesehatan pada anak-anak sejak usia dini, melalui peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi, seperti gerakan anti-rokok, gerakan cinta serat (sayur dan buah), serta membudayakan aktivitas fisik. Kata kunci: kegemukan, obesitas, anak-anak  AbstractOverweight and obesity is a problem of excessive nutrients which is found in children around the world. In terms of health malnutrition is a result of food consumption more than their needs. To overcome this obesity problem in children (5-15 years old), it is necessary  to provide health education to children from early age with appropriate  information, education and communication such as anti smoking program, eat of fiber (vegetables and fruits) and develop a habitual of sport activities.  Keywords: overweight, obesity, childre

    Karakteristik Pelaku Pelanggaran Seksual

    Get PDF
    AbstrakKasus kekerasan seksual di Indonesia berdasarkan data Komnas Perempuan dalam kurun waktu 12 tahun (2001-2012) ada sekitar 4.336 kasus. Di berbagai negara terdapat berbagai defenisi untuk perbuatan yang tidak menyenangkan berkaitan dengan seksualitas, antara lain: sexual offense (pelanggaran seksual), sexual assault (kekerasan seksual), sexual abuse (penyalahgunaan seksual), dan sexual harrasment (pelecehan seksual). Berdasarkan berbagai penelitian yang ada, sekitar 91% kasus dilakukan oleh satu orang pelaku (73% oleh orang yang dikenal, dan 17,6% oleh orang yang tidak dikenal). Sekitar 59% pelaku mengincar korbannya dengan cara menggoda dan menggunakan bujukan/daya tarik. Pada kasus pelanggaran seksual pada anak, sebagian besar pelaku bukan anggota keluarga  namun  dikenal  oleh  korban  (52%  pada  anak  perempuan, 66% pada  anak  laki-laki). Sedangkan orang dewasa lebih sering dilecehkan seksual oleh orang yang tidak dikenal (30% pada wanita, dan 38% pada pria). Sebagian besar (43% ) waktu kejadian pelanggaran seksual antara pukul 6 sore hingga tengah malam. Sedangkan lokasinya kebanyakan (sekitar 37%) terjadi di rumah korban. Respon pelaku dalam menilai perbuatan mereka ketika ditanyai oleh hakim atau orang lain dapat bermacam-macam, antara lain denial (menyangkal), rationalizing (menyalahkan korban, orang lain, atau lingkungan sekitar), amnesia (tidak sadar), minimizing (menyangkal kondisi buruk yang telah terjadi pada korban), making up other story (mengarang cerita lain) dan admitting (mengakui). Kata Kunci:    Pelaku pelanggaran seksual, karakteristik, korban, pelaku. AbstractBased on data from the National Commission of Women, during the 12 years spanning from 2001 to 2012 there were 4,336 reported cases of sexual violence in Indonesia. The definitions of sexual violence vary in different countries, including: sexual offense, sexual assault, sexual abuse, and sexual harassment. Based on existing studies, approximately 91% of cases are performed by one perpetrator (73% by person known by the victim and 17.6% by an unknown stranger). Approximately 59% of perpetrators target victims by way of tempting and the use of persuasion/appeal. In cases of sexual offense of children, most of the perpetrators are not family members but known by the victim (52% girls, 66% of boys). Adults are often sexually abused by strangers (30% in women and 38% men). Most (43%) of the sexual offense incidence occur between 6 pm until midnight. Furthermore, the location is commonly in the victim's home (about 37%). Justification for the perpetrator’s actions when  questioned  by the judge  or  investigator  tend  to  vary.  These  include  denial, rationalizing (blaming the victim, other people, or the environment), amnesia (committed the act unknowingly), minimizing effects (denying that something bad has happened to the victim), making up a different story (concocted a story) and admitting (acknowledge). Key words: Sexual Offender, Characteristic, victim, perpetrator

    Sel Punca : Karakteristik, Potensi dan Aplikasinya

    Get PDF
    AbstrakStem cell (Sel punca) merupakan sel yang belum terspesialisasi  dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan sel tubuh lainnya. Salah satu karakteristik dasar yang dimiliki oleh sel punca adalah tidak mempunyai struktur jaringan yang spesifik untuk melakukan fungsi tertentu. Berdasarkan potensinya, sel punca selain mampu memperbanyak diri juga mempunyai kemampuan untuk membentuk sel yang terspesialisasi. Keunikan dari karakteristik sel punca ini memberikan harapan baru untuk mengobati penyakit terutama penyakit degeneratif. Kata kunci: Sel punca, karakteristik, potensi AbstractStem cell is an unspecialized cell and has different characteristics with other body cells. One of the basic characteristics possessed by Stem cell is not having a specific structure to perform specific functions. Based on these abilities, Stem cells besides being able to reproduce themselves, stem cells also have the ability to form specialized cells. The uniqueness of stem cell gives new hope as an alternative therapy or cells therapy for various types especially degenerative diseases. Keywords: stem cell, characteristics, potentia

    Gambaran Infeksi Cacing Trichuris trichiura pada Anak di SDN 01 PG Jakarta Barat

    Get PDF
    AbstrakInfeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminthiasis) merupakan masalah dunia terutama di negara yang sedang berkembang. Salah satu penyebabnya adalah infeksi cacing Trichuris trichiura. Pada tahun 2008 prevalensi infeksi cacing Trichuris trichiura antara 25,30% - 68,42% di Jakarta. Di Jakarta Barat sendiri adalah 25,30%. Untuk itu dilakukan penelitian lagi untuk melihat apakah prevalensi di daerah tersebut masih sama atau lebih rendah. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Jakarta Barat (SDN 01 PG). Diambil 90 anak sebagai sampel untuk dilakukan pemeriksaan feses dengan metode natif. Dari 90 anak, tidak ditemukan adanya telur cacing Trichuris trichiura ( prevalensi 0%). Tidak ditemukannya infeksi cacing Trichuris trichiura dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah faktor lingkungan serta perilaku bersih dan sehat setiap anak. Kata kunci : Gambaran infeksi, Trichuris trichiura, infeksi cacing usus, perilaku bersih dan sehat AbstractIntestinal  worm  infections  are  transmitted  through  the  soil  (soil-transmitted  helminthiasis)  has become world problem, especially in developing countries. One reason is the infection of  Trichuris trichiura. In 2008 showed the prevalence of  Trichuris trichiura infection between 25.30% - 68.42% in Jakarta. In West Jakarta was 25.30%. This study was conducted in one elementary school in Jakarta Barat (SDN 01 PG). 90 children were taken as samples for examination stool with native method, and there was no  founded the eggs of Trichuris trichiura (prevalence 0%). The absence of Trichuris trichiura infection is influenced by several things, which is the environmental factors as well as clean and healthy behavior of each child. Keywords: Overview of infection, Trichuris trichiura, intestinal worm infections, clean and healthy behavior

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇