Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
Minimalissasi Produk Cacat Proses Injection Molding PT XYZ dengan Menggunakan Quality Filter Mapping (Studi Kasus pada Sebuah Perusahaan Plastik di Cikarang)
Abstrak Untuk meminimalkan kerugian akibat produk yang cacat, perusahaan harus menghasilkan produk berkualitas tinggi dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam melakukan kegiatan produksi. Untuk itu perusahaan perlu menerapkan manajemen mutu dalam produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisasi produk yang cacat dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) dengan alat Quality Filter Mapping (QFM). Silver adalah jenis produk cacat dengan persentase tertinggi. Proses produksi yang menyebabkan produk cacat paling tinggi adalah proses persiapan material. Perbaikan proses menunjukkan bahwa produk cacat dan biaya kualitas menurun sekitar 33,88%. Kata kunci: Produk Cacat, Value Stream Mapping (VSM), Quality Filter Mapping (QFM), Biaya MutuAbstractIn order to minimize the loss suffered due to defective products, the manufacturer has to produce a high quality product and fulfill the need of consumer during the production process. Therefore, the manufacturer needs to implement quality management in production. This study aims to reduce defective products by applying Value Stream Mapping (VSM) method using Quality Filter Mapping (QFM) device. Silver has the highest possibility to be defective. The production process that causes defective products the highest is during the material preparation. After the improvement applied in the process, the number of defective product and the cost of quality decreased by 33.88%.Keywords: Defective Product, Value Stream Mapping (VSM), Quality Filter Mapping (QFM), Costof QualityTanggal Terima Naskah : 25 September 2017Tanggal Persetujuan Naskah : 13 November 201
KAJIAN TERHADAP PEMELIHARAAN GEDUNG-GEDUNG PERKANTORAN DI JAKARTA PUSAT DENGAN USIA DI ATAS 20 TAHUN
Gedung perkantoran yang mempunyai peran dalam kegiatan perekonomian dan aktivitas bisnis seiring dengan berjalannya waktu mengalami penurunan kualitas dari fungsi fisik gedung itu sendiri, khususnya pada gedung perkantoran dengan umur pemeliharaan di atas 20 tahun. Gedung tersebut dapat dilihat pada daerah Jakarta Pusat sebagai perwakilan dari pusat kegiatan bisnis di Jakarta-Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian khusus dalam menilai kelayakan fungsi bangunan dengan memperhatikan beberapa faktor yang terabaikan dari komponen manajemen gedung yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 24 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor, dengan menghasilkan 10 faktor-faktor yang terabaikan dari komponen manajemen gedung dan 23 faktor yang dominan dalam komponen manajemen gedung.Kata kunci: pemeliharaan gedung, metode analisis faktor, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 24 Tahun 200
Identifikasi Telur Cacing pada Kubis (Brassica oleracea) pada Pasar Swalayan
Penyakit infeksi yang berhubungan dengan soil transmitted helminth masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Umumnya cacing berasal dari golongan Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus, Ancylostoma duodenale. Penyakit ini berhubungan erat dengan keadaan sosial ekonomi, kebersihan diri dan lingkungan. Sayuran mentah dapat menjadi salah satu agen transmisi telur cacing. Mengonsumsi sayuran mentah dapat meningkatkan kejadian infeksi parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kontaminasi telur soil transmitted helminth pada sayuran kubis yang di jual di pasar swalayan di Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2016. Sampel diperoleh secara consequtive dari 62 pasar swalayan di sekitar Jakarta. Pemeriksaan telur cacing dilakukan secara mikroskopis di Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Dari hasil penelitian ditemukan soil transmitted helminth positif pada satu sampel dari 62 (1,61%) sayuran kubis yang dijual di pasar swalayan sekitar Jakarta. Sayuran terkontaminasi oleh telur Ascaris lumbricoides, sedangkan Trichuris trichiura, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale tidak ditemukan.Kata kunci : Soil Transmitted Helminth, Kubis, Ascaris lumbricoides, pasar swalaya
Studi Prevalensi Infeksi Cacing Ascaris lumbricoides pada Siswa SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi, Jakarta Barat
In Indonesia, intestinal worms diseases have become a public health problem in both rural and urban areas. Even though these diseases have a great impact on the quality of human resources, but this problem does not get much attention from the public. This study aimed to determine the prevalence of Ascaris lumbricoides infection in SDN Tanjung Duren 01 Pagi, West Jakarta. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. Among 90 respondents, one student was infected by Ascaris lumbricoides. The infection can be caused by personal hygiene factors such as hand washing, nail biting, nail clipping, school snacking, and eating habits of using cutleries, as well as habit of playing on the ground,. Low Ascaris lumbricoides infection is thought to be associated with environmental sanitation in schools and personal hygiene.Keywords: Ascaris lumbricoides, personal hygiene, environmental sanitatio
Patofisiologi, Klasifikasi, dan Tatalaksana pada Grave’s Ophthalmopathy
Grave’s ophthalmopathy (GO) happens in 40% of patients who suffer from Grave’s hyperthyroidism. The underlying cause of GO is an immunology response that effects not only the thyroid but also the eyesl. Without proper management, GO may cause loss of vision. The risk of GO in Grave’s disease increases with the presence of several risk factors such as older age and smoking history. Anatomical and histological changes to the soft tissues of the orbit cause the eye to protrude (exophtalmus) which is clinically a significant sign to this disease. Proper examination and follow ups of these patients are critical to decide the management to be taken. The management would depend on the phase (active and inactive) and the severity of this disease which was chategorized from mild to sight threatening.Keywords : pathophysiology, classification, management, grave’s ophthalmopath
TAX AVOIDANCE, CORPORATE GOVERNANCE, KARAKTER MANAJEMEN, DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN
The purpose of this study is to determine the effect of tax avoidance, corporate governance, executive’s character, and firm characteristics. Secondary data for this study were collected from companies included in the category of 100 compasses listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2015. The sample used in this study as many as 54 companies. Based on the results and the conclusion of the research indicate: institutional ownership, independent commissioner, audit quality, executive’s character and leverage do influence tax avoidance. Meanwhile, audit committee and firm size does not affect tax avoidance.
Keywords: corporate governance, executive’s character, corporate characteristics, tax avoidanc
PENGARUH PROFESIONALISME, PENGETAHUAN MENDETEKSI KEKELIRUAN DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profesionalisme, pengetahuan mendeteksi kekeliruan, dan pengalaman auditor memiliki pengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit laporan keuangan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purpusive sampling. Kuesioner digunakan sebagai alat untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah auditor independen yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di wilayah DKI Jakarta. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa profesionalisme berpengaruh positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Tetapi tidak dengan variabel pengetahuan mendeteksi kekeliruan dan pengalaman auditor. Pengetahuan mendeteksi kekeliruan dan pengalaman auditor berpengaruh negatif terhadap pertimbangan tingkat materialitas.Kata Kunci: profesionalisme, pengetahuan mendeteksi kekeliruan, pengalaman auditor, pertimbangan tingkat materialitas, audit judgement
STRATEGI DIVERSIFIKASI TERHADAP PERFORMA PERUSAHAAN DENGAN EFEKTIVITAS KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
This study aims to investigate the influence of industrial and geographical diversification strategy on company performance. In addition, this study also aims to analyze how audit committees using proxies by ASEAN CG Scorecard will be moderating the relationship between diversification strategies on company performance. The study uses sample of 64 Indonesian manufacturing companies in 2011 to 2016 with a total observation of 378 firm-years. The result shows that both industrial and geographical diversification strategy is not significant to company performance. After the effectiveness of the audit committee moderating on industrial diversification strategies, this study shows that an effective audit committee has no effect on performance But when the the effectiveness of the audit committee moderating on geographic diversification variables, the results of the research show significant negative impact.Keywords : industrial diversification, geographic diversification, audit committee, performance, ASEAN CG Scorecar
PENGARUH PECAHAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON
Beton merupakan campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar, dan air. Beton normal memiliki berat isi sebesar 2.200-2.500 kg/cm3. Inovasi terus dilakukan untuk dapat menemukan campuran beton yang baik dan ekonomis. Pembuatan beton normal diinovasikan dengan menggunakan bahan pecahan tempurung kelapa. Pecahan tempurung kelapa sebagai limbah yang jarang diolah dijadikan bahan pengganti agregat kasar untuk pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pecahan tempurung kelapa terhadap kuat tekan dan absorpsi beton. Pecahan tempurung kelapa merupakan pecahan yang lolos saringan 1,5” dan tertahan di saringan nomor 4. Pengganti agregat kasar dengan kadar sebesar 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Pengujian dilakukan dengan 10 sample silinder benda uji dan diuji pada hari ke-7, ke-14, ke-21, dan hari ke-28. Beton dengan fc’ 30 MPa memiliki kuat tekan sebesar 37,3 MPa. Hasil dari pengujian yang dilakukan dengan pecahan tempurung kelapa dihasilkan kuat tekan terbesar dengan kadar 4% sebesar 27,98 MPa. Hasil tersebut menunjukkan kuat tekan dengan mengganti tempurung kelapa kadar 4% mengalami penurunan sebesar 24,99% dari kuat tekan beton normal. Nilai absorpsi terbesar ada pada pecahan tempurung kelapa kadar 10% sebesar 2,31%. Hasil tersebut menunjukkan nilai absorpsi dengan mengganti tempurung kelapa kadar 10% mengalami kenaikan sebesar 16,67% dari nilai absorpsi beton normal.Kata Kunci: beton normal, tempurung kelapa, kuat tekan, absorps
PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI PT DAYA DAIHATSU PURI KEMBANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen di PT Daya Daihatsu Puri Kembangan baik secara parsial dan simultan. Jumlah responden pada penelitian ini adalah sebanyak 150, dimana responden adalah konsumen yang datang ke PT Daya Daihatsu Puri Kembangan. Dari data yang telah diolah dengan menggunakan metode analisis data yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis melalui program SPSS, maka diperoleh hasil sebagai berikut: (1) faktor-faktor kualitas layanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan (2) faktor-faktor kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.Kata kunci: quality of service, customer satisfaction, TERRA, SERVQUAL, SPS