Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Peranan Asam Klorogenat Tanaman Kopi Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dan Beban Oksidatif

    Get PDF
    Tanaman kopi termasuk dalam golongan familia Rubiaceae, merupakan tumbuhan tropis yang tumbuh di lereng gunung. Selain mengandung  senyawa kafein,  kopi juga mengandung  polifenol yang sangat tinggi, yaitu dalam bentuk caffeoylquinic acids (CQAs), feruloylquinic acids (FQAs), dan dicaffe oylquinic acids (diCQAs) serta asam klorogenat (chlorogenic acid).  Di antara senyawa polifenol tersebut, yang paling banyak terdapat di dalam kopi adalah asam klorogenat. Kandungan asam klorogenat dalam kopi Robusta sekitar 7,0–10,0 % dan dalam biji kopi Arabika adalah 7,73 %. Senyawa ini memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan, sehingga dapat menurunkan beban oksidatif dalam tubuh, dan memiliki kemampuan menghambat aktivitas enzim xantin oksidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah penderita hiperurisemia.  Tanaman kopi termasuk dalam golongan familia Rubiaceae, merupakan tumbuhan tropis yang tumbuh di lereng gunung. Selain mengandung  senyawa kafein,  kopi juga mengandung  polifenol yang sangat tinggi, yaitu dalam bentuk caffeoylquinic acids (CQAs), feruloylquinic acids (FQAs), dan dicaffe oylquinic acids (diCQAs) serta asam klorogenat (chlorogenic acid).  Di antara senyawa polifenol tersebut, yang paling banyak terdapat di dalam kopi adalah asam klorogenat. Kandungan asam klorogenat dalam kopi Robusta sekitar 7,0–10,0 % dan dalam biji kopi Arabika adalah 7,73 %. Senyawa ini memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan, sehingga dapat menurunkan beban oksidatif dalam tubuh, dan memiliki kemampuan menghambat aktivitas enzim xantin oksidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah penderita hiperurisemia. &nbsp

    IMPLIKASI KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

    Get PDF
    Earnings owned by the company will attract investors to invest their capital in the company. Increased profits will have an impact on increasing the value of the company as seen from the company’s stock market price. The increasing value of the company will be influenced by several factors, namely financial performance, debt policy and intellectual capital. Financial performance illustrates how much companies can get profits, and how much the rate of return on equity. Financial performance is illustrated through profitability ratios. Debt policy is how much a company uses debt as a company capital in running its business. Intellectual capital is a non-physical factor that can provide benefits to the Company. In this case, it is illustrated by the company’s ability to develop technology, the ability and commitment of employees in carrying out their work and the system of procedures established by the company in carrying out its operational activities. The purpose of this study is to analyze how the influence of financial performance, debt policy, and intellectual capital on firm value. This study uses secondary data from manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. By using purposive sampling techniques and in accordance with predetermined criteria. The results showed that financial performance had a significant positive effect, debt policy had a significant negative effect, and Intellectual capital had no significant effect on the company. The analysis shows that financial performance and intellectual capital have a positive relationship, which when the financial performance and intellectual capital increase, there will be an increase in the value of the company, while debt policy shows a negative relationship, which debt policy ratio increases, there will be a decrease in the value of the company.Keywords: Financial Performance, Debt policy, Intellectual Capital, Value of the fir

    THE IMPACT OF OVERCONFIDENCE AND OPTIMISM ON INVESTMENT DECISION ON INDIVIDUAL INVESTOR IN INDONESIA

    Get PDF
    This study aims to analyze the impact of Overconfidence and Optimism on Investment Decisions on Individual Investors in Indonesia. The data used in this study was obtained by spreading 200 questionnaires on individual investors, but a decent processed as many as 151 questionnaires using a likert scale. The research design used is hypothesis testing, while the analysis tool used is SPSS by using multiple regression method and correlation method. The results of this study indicate that there is no influence overconfidence on investment decisions and second hypothesis of this study there is a positive influence of optimism on investment decisions. The implication of this study is that investment managers should be able to offer high return portfolio despite high risk because there is optimism factor at the moment of decision making and for investor although having high level of optimism it is necessary to consider the risk in each investment decision.Keywords: investment decision, overconfidence, optimis

    Aspek Patologi dan Diagnosis Polip Kolorektal

    Get PDF
    Polip kolorektal merupakan benjolan yang sering ditemukan di saluran cerna, dibandingkan polip lain di saluran pencernaan. Polip kolorektal ada yang bersifat neoplastik, ada juga yang bukan. Polip yang neoplastik dapat berprogresi menjadi maligna. Klasifikasi polip kolorektal menurut WHO adalah adenoma, serrated dan hamartoma. Semua tipe tersebut mempunyai prognosis dan tata laksana yang berbeda. Endoskopi sering dilakukan pada pasien dengan polip kolorektal, tetapi apa yang ditemukan dari endoskopi tidak bisa membedakan tipe dari polip tersebut, sehingga diperlukan pemeriksaan patologi anatomi untuk kepastian tipe polip. Kata kunci : polip kolorektal, patologi, anatomi

    Aktivitas Zona Hambat Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum americanum) terhadap Candida albicans

    Get PDF
    Pengobatan penyakit yang disebabkan jamur Candida albicans umumnya menggunakan antijamur sintetik. Dampak penggunaan antijamur terus menerus, dapat mengakibatkan resistensi. Daun kemangi mempuyai senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah zona hambat pada ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum) terhadap pertumbuhan Candida albicans dan untuk mengetahui berapa kadar ekstrak daun kemangi yang menghasilkan zona hambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar, dengan cara maserasi daun kemangi menggunakan etanol 96% yang direndam 2 hari, setelah didapatkan ekstrak lalu ekstrak dipipet ke dalam cawan petri yang sudah diisi Sabouraud Dextrose Agar dengan biakan Candida albicans. kontrol (+) menggunakan ketokonazol 0,02 gram dan kontrol (-) tween 80 sebagai pebanding zona daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 5μL menghasilkan zona hambat 9,56 mm, sedangkan konsentrasi ekstrak 60 μL sampai 80 μL menghasilkan zona 29,65 mm sampai dengan 32,46 mm, lebih luas dari zona hambat yang dihasilkan ketokonazol (kontrol +), yaitu 28,71 mm. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas anti jamur terhadap Candida albicans, konsentrasi ekstrak daun kemangi pada volume 60 μL sampai 80 μL menunjukkan zona hambat lebih luas dari ketokonazol kontrol positif. Kata kunci : Ekstrak daun kemangi, anti jamur, metode dufusi agar, Candida albican

    PREVALENSI POLIP KOLOREKTAL DI RSUD TARAKAN TAHUN 2010-2016

    Get PDF
    Kejadian polip kolorektal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Polip kolorektal berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO) dibagi menjadi adenoma, serrated , dan hamartoma.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi  polip kolorektal berdasarkan umur, jenis kelamin, lokasi, dan jenis polipnya di RSUD Tarakan Jakarta Pusat dari Januari 2010-Oktober 2016. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif. Studi yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan total sampel. Data yang diambil berdasarkan data sekunder dari bagian patologi anatomi.Total sampel yang didapatkan ada 51 kasus. Persentase polip kolorektal pada laki laki  60.8% dan  pada perempuan 39.2% Prevalensi polip kolorektal pada usia 51-60 tahun sebesar 35.3%. Lokasi  polip kolorektal rektum yakni sebesar 41.2%. Jenis polip yang ditemukan adalah polip inflamatorik yaitu 47.1%, diikuti  polip adenoma 39.1%. Pada polip  adenoma didapati adenoma tubulo-villosum displasia keras 17.6%, adenoma tubular displasia keras 7.8% dan adenoma tubular displasia rendah 13.7%. Kejadian polip kolorektal akan meningkat pada usia >50 tahun dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Lokasi terseringnya kejadian polip kolorektal di rectum. Jenis polip yang sering terjadi polip inflamatorik.Kejadian polip kolorektal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Polip kolorektal berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO) dibagi menjadi adenoma, serrated , dan hamartoma.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi  polip kolorektal berdasarkan umur, jenis kelamin, lokasi, dan jenis polipnya di RSUD Tarakan Jakarta Pusat dari Januari 2010-Oktober 2016. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif. Studi yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan total sampel. Data yang diambil berdasarkan data sekunder dari bagian patologi anatomi.Total sampel yang didapatkan ada 51 kasus. Persentase polip kolorektal pada laki laki  60.8% dan  pada perempuan 39.2% Prevalensi polip kolorektal pada usia 51-60 tahun sebesar 35.3%. Lokasi  polip kolorektal rektum yakni sebesar 41.2%. Jenis polip yang ditemukan adalah polip inflamatorik yaitu 47.1%, diikuti  polip adenoma 39.1%. Pada polip  adenoma didapati adenoma tubulo-villosum displasia keras 17.6%, adenoma tubular displasia keras 7.8% dan adenoma tubular displasia rendah 13.7%. Kejadian polip kolorektal akan meningkat pada usia >50 tahun dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Lokasi terseringnya kejadian polip kolorektal di rectum. Jenis polip yang sering terjadi polip inflamatorik

    Uji Fenotipik Deteksi Enzim ESBL, AmpC dan Karbapenemase pada Bakteri Enterobacteriaceae

    Get PDF
    Organisms that express extended-spectrum β-lactamase (ESBLs) such as Enterobacteriaceae have been increasing for the past forty years. Organisms that express this enzyme can hydrolyze oxyminocephalosporins and monobactam,but can be inhibited using β-lactam inhibitors. There are various types of enzymes that contribute to cephalosporin and monobactam resistances, such as AmpC β-lactamase, and carbapenemase enzymes. Polymerase Chain Reaction (PCR) is an accurate method for detecting ESBL, but this method is a genotypic method that requires a specialized instrument. Therefore there is a need for a phenotypic method to detect ESBL, AmpC and Carbapenemase that can be conducted in various laboratories.  Organisme yang mengekspresikan extended-spectrum β-lactamases (ESBLs) seperti Enterobacteriaceae dilaporkan semakin meningkat selama empat puluh tahun terakhir. Organisme yang meng-ekspresikan enzim ini dapat menghidrolisis oksminosefalosporin dan monobactam, namun dapat dihambat menggunakan β-laktam inhibitor. Terdapat berbagai macam enzim yang berkontribusi dari resistensi sefalosporin dan monobaktam seperti AmpC β-lactamase, dan enzim karbapenemase. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode yang akurat dalam mendeteksi ESBL, tetapi metode ini merupakan metode genotipik yang membutuhkan alat khusus, sehingga masih dibutuhkan metode fenotipik untuk mendeteksi enzim ESBL, AmpC dan Karbapenemase yang dapat dilakukan pada berbagai laboratorium

    PENGARUH EKUITAS MEREK (BRAND EQUITY) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK IPHONE (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian iPhone. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Kristen Krida Wacana yang masih aktif dengan total sampel 100 responden yang pernah melakukan pembelian iPhone. Dari data-data yang telah dikumpulkan, dilakukan analisis data menggunakan program SPSS Versi 23 guna mengetahui hasil hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kesadaran merek, asosiasi merek, dan loyalitas merek menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Persepsi kualitas tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian iPhone dan ditemukan juga bahwa loyalitas merek memiliki pengaruh paling dominan. Kata Kunci : Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Persepsi Kualitas, dan Loyalitas Merek, Keputusan Pembelia

    Gambaran Faktor-Faktor yang Terkait dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Ibu Rumah Tangga di Desa Guji Baru

    Get PDF
    Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sindrom akibat penekanan nervus medianus di dalam terowongan karpal di pergelangan tangan. Komplikasi jangka panjang dari CTS meliputi penurunan fungsi tangan, kerusakan saraf dan otot, rasa sakit, cacat, kelemahan dan hilangnya sensibilitas yang persisten di daerah distribusi nervus medianus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian CTS pada ibu rumah tangga yang mencuci pakaian menggunakan tangan di desa Guji Baru. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini ada 100 orang. Sebanyak 33 orang (33%) menderita CTS. Kelompok usia dengan persentase tertinggi yang mengalami CTS adalah usia 40 –45 tahun yaitu 10 orang (30%). Lama kerja dengan persentase penderita CTS tertinggi ½ jam – 1 jam yaitu sebanyak 29 orang (88%). Obesitas ditemukan pada 20 orang (60%). Diabetes ditemukan pada 3 orang (9%). CTS dikeluhkan pada saat hamil oleh 7 orang (21%). Semua responden mencuci pakaian dengan posisi janggal (100%). Dari 100 orang, 33 orang menderita CTS. Kata kunci: sindrom terowongan karpal, ibu rumah tangga, mencuci pakaian, posisi pergelangan tanga

    HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DAN FAKTOR – FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DENGAN HIPERTENSI PADA PENGUNJUNG PUSKESMAS KEBON JERUK DESEMBER 2016

    No full text
    Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh terhadap arteri. Peningkatan tekanan darah atau hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah arterial yang berlangsung persisten. Menurut Report from the Panel Members Appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8), seseorang dewasa diatas 18 tahun adalah hipertensi bila tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah obesitas yang terjadi bila terdapat penimbunan lemak akibat asupan kalori yang berlebihan. Indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status gizi orang dewasa; dimana pada IMT > 25,0 kg/m2 seseorang dinyatakan obesitas. Selain obesitas, faktor risiko hipertensi yang lain adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, lama merokok, frekuensi merokok, kebiasaan minum kopi dan minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh dan garam, kebiasaan olahraga, dan stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan faktor – faktor lain yaitu usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, lama merokok, frekuensi merokok, kebiasaan minum kopi dan konsumsi minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh dan garam, olahraga, dan stress dengan hipertensi di Puskesmas Kebon Jeruk. Jenis penelitian adalah survei deskriptif – analitik dengan desain studi potong lintang menggunakan teknik consecutive sampling untuk memilih sampel. Jumlah sampel adalah 105 orang, yaitu semua pengunjung yang merupakan pasien rawat jalan berusia 18 tahun dan keatas di Puskesmas Kebon Jeruk pada bulan Desember 2016 kecuali individu yang sedang menjalani pengobatan hipertensi atau mengkonsumsi obat anti hipertensi. Hasil analisis data dengan uji statistik Chi – square menunjukkan hubungan yang signifikan antara obesitas (p = 0,000), usia (p = 0,001), riwayat hipertensi pada keluarga (p = 0,013), merokok (p = 0,021), frekuensi merokok (p = 0,017), konsumsi minuman beralkohol (p = 0,027), dan stress (p = 0,012) dengan kejadian hipertensi. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p = 0,466), lama merokok (p = 0,070), kebiasaan minum kopi (p = 0,103), konsumsi lemak (p = 0,626), konsumsi garam (p = 0,913), dan olahraga (p = 0,098) dengan hipertensi.Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh terhadap arteri. Peningkatan tekanan darah atau hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah arterial yang berlangsung persisten. Menurut Report from the Panel Members Appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8), seseorang dewasa diatas 18 tahun adalah hipertensi bila tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah obesitas yang terjadi bila terdapat penimbunan lemak akibat asupan kalori yang berlebihan. Indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status gizi orang dewasa; dimana pada IMT > 25,0 kg/m2 seseorang dinyatakan obesitas. Selain obesitas, faktor risiko hipertensi yang lain adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, lama merokok, frekuensi merokok, kebiasaan minum kopi dan minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh dan garam, kebiasaan olahraga, dan stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan faktor – faktor lain yaitu usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, lama merokok, frekuensi merokok, kebiasaan minum kopi dan konsumsi minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh dan garam, olahraga, dan stress dengan hipertensi di Puskesmas Kebon Jeruk. Jenis penelitian adalah survei deskriptif – analitik dengan desain studi potong lintang menggunakan teknik consecutive sampling untuk memilih sampel. Jumlah sampel adalah 105 orang, yaitu semua pengunjung yang merupakan pasien rawat jalan berusia 18 tahun dan keatas di Puskesmas Kebon Jeruk pada bulan Desember 2016 kecuali individu yang sedang menjalani pengobatan hipertensi atau mengkonsumsi obat anti hipertensi. Hasil analisis data dengan uji statistik Chi – square menunjukkan hubungan yang signifikan antara obesitas (p = 0,000), usia (p = 0,001), riwayat hipertensi pada keluarga (p = 0,013), merokok (p = 0,021), frekuensi merokok (p = 0,017), konsumsi minuman beralkohol (p = 0,027), dan stress (p = 0,012) dengan kejadian hipertensi. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p = 0,466), lama merokok (p = 0,070), kebiasaan minum kopi (p = 0,103), konsumsi lemak (p = 0,626), konsumsi garam (p = 0,913), dan olahraga (p = 0,098) dengan hipertensi

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇