Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Isolasi Methicillin Resistant Staphylococcus aureus pada Mikrofon yang Digunakan saat Aktivitas Perkuliahan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Ukrida

    Get PDF
    Microphone is an audio tool that is generally used during lecture. Microphone is not only used by one individual, but also by many people, a potential source of bacterial spread. The purpose of this study was to determine the presence or absence of Methicillin Resistant Staphylococcus aureus in the microphones used at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Krida Wacana Christian University (FKIK UKRIDA). Research was conducted by using a descriptive study method with a total sampling technique. Samples taken in 2019 were all microphones used in the lecture process at the FKIK UKRIDA. A total of 26 microphones were examined by means of performing a swab on each microphone and planted on mannitol salt agar media, then transferred to nutrient agar. It was then followed by a catalase testing, gram staining, mannitol sugar testing, and sensitivity test of Staphylococcus aureus bacteria against oxacillin antibiotics. Results showed that 11 microphones contained Staphylococcus aureus bacteria and, on the sensitivity test results, all bacteria grown were sensitive to oxacillin antibiotics. The study concludes that no Methicillin Resistant Staphylococcus aureus found on the microphones used during lecture activities in FKIK UKRIDA.Mikrofon merupakan suatu alat bantu komunikasi yang umumnya digunakan saat perkuliahan. Mikrofon tidak digunakan secara personal, melainkan digunakan oleh banyak orang, sehingga penggunaan mikrofon dapat menjadi media transfer bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus pada mikrofon yang digunakan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK Ukrida). Penelitian dilakukan pada tahun 2019 menggunakan metode studi deskriptif observatif dengan teknik total sampling. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah seluruh mikrofon yang digunakan pada proses perkuliahan di FKIK Ukrida sebanyak 26 mikrofon. Penelitian dilakukan dengan cara swab mikrofon dan ditanam pada media mannitol salt agar, kemudian dipindahkan ke nutrient agar, lalu dilakukan uji katalase, pewarnaan gram, uji gula mannitol, dan uji sensitivitas bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan antibiotic oxacillin. Dari hasil penelitian didapatkan 11 mikrofon yang terdapat bakteri Staphylococcus aureus dan pada hasil uji sensitivitas, didapatkan semua bakteri yang tumbuh masih sensitif terhadap antibiotik oxacillin. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, tidak terdapat adanya bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus pada mikrofon yang digunakan di FKIK Ukrida

    Risk Tolerance, Risk Propensity, and Risk Practice on State-Owned Enterprise Bank in Indonesia

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh risk tolerance, risk propensity, dan risk practices terhadap kinerja keuangan pada Bank BUMN di Indonesia. Metode Penelitian adalah analisis SEM (Structural Equation Models). Sampel pada penelitian ini adalah pegawai Bank BUMN. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Metode ini menggunakan kriteria tertentu untuk memilih responden, kriterianya adalah seluruh staf dari bagian kredit, Komite Manajemen Kredit dari Bank BUMN. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala likert dan dari laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa risk tolerance berpengaruh positif terhadap risk propensity, semakin tinggi risk tolerance maka semakin tinggi juga risk propensity. Risk propensity berpengaruh signifikan terhadap risk Practices. Risk tolerance tidak berpengaruh secara langsung terhasap risk practices tetapi harus melalui variabel perantara (mediating) yaitu variabel risk propensity. Artinya, semakin meningkat toleransi resiko, risk propensity semakin meningkat, praktek resiko akan semakin meningkat juga, otomatis kinerja keuangan akan meningkat. Bagi manejemen toleransi ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk Perusahaan, semakin tinggi risk tolerance, maka semakin tinggi juga kecenderungan manejer untuk mengambil risiko, sehingga kinerja perusahaan akan meningkat. Kata kunci: toleransi resiko, kecenderungan resiko, praktek resiko, Bank BUMN, kinerja keuanga

    Tingkat Pengetahuan tentang Vaginal Hygiene Dan Kepuasan terhadap Penggunaan V-Cleanser Foam Berbahan Ekstrak Daun Sirih Hijau

    Get PDF
    Many factor affect women’s reproductive health. Vaginal hygiene is important to women because maintaining vaginal hygiene is a part of reproductive health. Women use various feminine hygiene products that often as a part of daily personal cleansing routine. Personal hygiene practices using vaginal hygiene product can affect women’s reproductive health so it is important to have a good level of knowledge about vaginal hygiene to keep a good reproductive health and prevent various kind of reproductive health problems like yeast infetion (candidosis vulvovaginalis) and parasite infection (bacterialis vaginosis) in the future. Some of intimate cleanser product uses natural ingredients, such a reen betel leaf extract which has been studied has antibacterial properties. The aim of the the research is to find out the level of knowledge about vaginal hygiene and the level of satisfaction with the use of V-Cleanser Foam made from green betel leaf extract. This study used descriptive-experimental design with consecutive non random sampling and the data gathered by questionnaire. The respondents of this study were women over 18 years old. From 95 samples,  34,7% of respondents had good level of knowledge, 41,1% had sufficient level of knowledge, and 24,2% had bad level of knowledge about vaginal hygiene. According to the level of satisfaction using the V-cleanser product, the result showed 61% of respondents were very satisfied and 38,9% were satisfied.  Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi wanita. Kebersihan  (vaginal hygiene) merupakan hal yang sangat penting bagi wanita karena menjaga kebersihan area kewanitaan khususnya vagina adalah salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi. Akhir-akhir ini banyak produk pembersih daerah kewanitaan yang beredar dan digunakan wanita sebagai produk pembersih area kewanitaan sehari-hari. Kebiasaan membersihkan area kewanitaan yang salah dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, sehingga setiap wanita perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang vaginal hygiene. Pengetahuan dan sikap yang benar dalam menjaga kebersihan daerah kewanitaan akan mencegah berbaagai macam penyakit reproduksi seperti keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur (candidiosis vulvovaginalis) maupun parasit (bakterialis vaginosis)  di kemudian hari. Beberapa produk pembersih kewanitaan menggunakan bahan-bahan alami seperti ekstrak daun sirih hijau yang telah diteliti memiliki banyak manfaat yaitu sebagai antibakteri dan antisepsis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang Vaginal Hygiene dan kepuasan terhadap penggunaan V-Cleanser foam berbahan ekstrak daun sirih hijau. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif eksperimental dengan consecutive non random sampling dan instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Responden penelitian ini adalah wanita yang berusia >18 tahun. Dari 95 responden, didapatkan 34,7% responden memiliki pengetahuan baik, 41,1% responden memiliki pengetahuan cukup dan  24,2% responden memiliki pengetahuan buruk. Berdasarkan hasil tingkat kepuasan terhadap penggunaan v-cleanser foam berbahan ekstrak daun sirih hijau didapatkan responden yang merasa sangat puas sebesar 61% dan yang merasa puas sebesar 38,9%

    Pengaruh Indeks Massa Tubuh terhadap Klasifikasi Tekanan Darah pada Penduduk Usia Produktif di Kota Medan

    Get PDF
    Hypertension is a chronic condition characterized by elevated blood pressure, with systolic pressure of more than 140 mmHg and/or diastolic pressure of more than 90 mmHg. Hypertension is a global problem, which has affected 1.13 billion people worldwide. Increase of body mass index (BMI) is associated with hypertension incidence. The purpose of this study was to find out the effect of body mass index to hypertension incidence and blood pressure classification at productive age citizen in Medan. This study used a cross sectional type approach with questionnaire, blood pressure measurement, body weight, and body height measurement. A total of 352 respondents participated in this study, all were workers who came to the workplace clinic. Anova test analysis was used, followed by a Post Hoc Bonferroni. Results showed that there was an effect of BMI to hypertension incidence (p-value< 0,001). The study observed a significant difference in BMI between respondents with hypertension grade 1 and grade 2 groups (p-value< 0,001). The study concludes that  BMI affects hypertension incidence and there is significant difference of BMI between  grade 1  hypertension and grade 2 hypertension (p-value< 0,001).Hipertensi merupakan kondisi kronik dengan definisi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan/atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan masalah global, di mana kurang lebih menyerang 1,13 miliar orang di dunia. Setiap peningkatan IMT akan meningkatkan risiko hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh IMT terhadap kejadian hipertensi dan klasifikasi tekanan darah pada penduduk usia produktif di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan kuesioner, pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian sebanyak 352 sampel, merupakan pekerja yang datang ke tempat pemeriksaan kesehatan di tempat kerjanya. Uji Anova yang dilanjutkan dengan Post Hoc Bonferroni dilakukan dalam studi tersebut. Hasilnya, terdapat pengaruh IMT terhadap kejadian hipertensi (p-value < 0,001), dan terdapat perbedaan IMT terutama pada kelompok tekanan darah optimal, dengan hipertensi derajat 1, dan derajat 2 (p-value< 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh IMT terhadap kejadian hipertensi dan terdapat perbedaan IMT yang signifikan antara kelompok dengan tekanan darah optimal, hipertensi derajat 1, dan derajat 2 (p-value< 0,001

    Pengaruh Lingkar Paha terhadap Kejadian Cedera Tungkai Atas pada Pemain Futsal

    Get PDF
    Futsal is a highly intense sport that demands good physical ability, in addition to techniques and tactics in players. Exercise makes individuals healthy but may cause injuries. The risk of injury is higher in sports with frequent physical contact with its opponents while competing, like in football or futsal sports. This literature study aimed to evaluate factors that influence thigh injury in futsal. Thighs are the upper part of the limbs that are always related to the incidence of injury, as they vary in size, such as the circumference, length and muscles. Thighs also consist of fatty tissues. Body fat percentage is associated with muscular endurance. Excess fat can limit the flexibility of muscles, thus affect the quality of the movement. Body Mass Index (BMI) which is ideal to minimize the occurrence of overuse musculoskeletal injury and connective tissue disorder is 21-23kg/m2 for any condition. Studies reported that the uninjured group always tends to be more flexible than the injured group. Previous study also reported that the lack of flexibility or muscle rigidity is found to be the risk factor of injury. In addition, the risk of muscle injury increases significantly (up to four times higher) in players who do not heal properly from muscle strength problems. BMI is also one of the factors related to the increased risk of injury to the lower extremities, especially in thigh injuries. Many studies indicate that thigh circumference influence the upper limbs injury in futsal players.  Futsal adalah olahraga dengan intensitas yang sangat tinggi. Olahraga akan membuat individu menjadi sehat tetapi dapat menimbulkan masalah yaitu cedera. Risiko cedera menjadi lebih besar terutama dalam olahraga yang mengutamakan kontak fisik dengan lawannya seperti olahraga sepakbola atau futsal. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya cedera pada paha pada pemain futsal. Paha merupakan bagian atas tungkai yang selalu berhubungan dengan cedera, karena memiliki variasi ukuran, seperti lingkar, panjang dan otot yang melekat di sekitarnya. Selain itu paha juga terdiri dari jaringan lemak. Persentase lemak tubuh dikaitkan dengan ketahanan otot dimana jika lemak berlebih dapat membatasi flexibilitas otot dan selanjutnya mempengaruhi kualitas gerakan. Salah satu cara untuk mengukur persentase lemak tubuh adalah dengan Body Mass Index (BMI). BMI yang ideal untuk adalah 21-23 kg/m2 apapun kondisinya. Terdapat suatu penelitian yang menyatakan bahwa kelompok yang tidak cedera selalu cenderung lebih fleksibel daripada kelompok yang cedera. Penelitian lainnya mengemukakan, BMI salah satu faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya cedera ekstremitas bawah, khususnya pada cedera paha. Lingkar paha merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya cedera tungkai atas pada pemain futsal

    Pengembangan Song, Word Map, Game dan Role Play dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Speaking Skill dan Keterlibatan Siswa Kelas III SD Kristen Pelita Bangsa Lumajang

    Get PDF
    Abstract — Speaking skill is one of productive skill in English subject but most of the third graders of Pelita Bangsa Christian Primary School Lumajang had diffculties to develop and increase their speaking ability. The result of students’ speaking test showed only 54% of students had passed the minimum score and 62% of students engaged during the class. This classroom action research aimed to improve the students’ ability to speak English and their engagement through the development of song, word map, game and role play technique. The subjects in this study were thirteen students of third grade in Pelita Bangsa Christian PrimarySchool Lumajang by using Kemmis and Taggart model. It was implemented through two cycles and conducted from November 2013 until May 2014. The results of students’ speaking test showed that the development of song, word map, game and role play technique improved the students’ speaking skill up to minimum score from 54% (before CAR) to 69% in cycle 1 and to 84,6 % in cycle 2. While the students’ engagement had increased from 62% (before CAR) to 85% in cycle 2. In conclusion, the development of song, word map, game and role play technique improved speaking skill and engagement of the third graders of Pelita Bangsa Christian Primary School Lumajang. Keywords — song, word map, game dan role play, speaking skil

    Stag Hunt Game: Sebuah Permainan tentang Koordinasi Diantara Agen Ekonomi

    Get PDF
    Dari sudut pandang ilmu ekonomi stag hunt game adalah permainan tentang koordinasi diantara agen ekonomi pada sebuah kontrak sosial. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk eksperimen ekonomi. Subjek ekperimen adalah mahasiswa pada kelas pembelajaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat koordinasi agen ekonomi, dan perubahannya jika permainan diulang beberapa kali dengan pasangan bermain yang sama. Hasil penelitian menunjukkan tingkat koordinasi subjek eksperimen 76% dan pada α = 10% perbedaan preferensi pada tiga sesi eksperimen signifikan, Perubahan preferensi menunjukkan kecenderungan meningkatnya koordinasi. Eksperimen ini menunjukkan tingkat koordinasi diantara agen ekonomi relatif tinggi dan menunjukkan perubahan koordinasi yang semakin meningkat. Kata kunci: eksperimen ekonomi, stag hunt game, koordinasi, agen ekonomi, uji Cochran

    Hubungan Aktivitas Fisik dan Perilaku Makan dengan Status Gizi Pelajar Sekolah Dasar Islam Al-Falaah Ciputat

    Get PDF
    Nutritional problems in children need attention because of their significant influence on children’s growth and development. Factors affecting nutritional status include physical activity, excessive energy intake and unbalanced energy expenditure which cause weight gain. In addition to physical activity, eating behavior contributes in the occurrence of nutritional problems. This study aimed to analyze the relationship between physical activity and eating behavior with the nutritional status among school children. This was a cross sectional study carried out among 96 school children (9-12 years old) at SDI Al-Falaah in 2018, selected by a simple random sampling. Validated questionnaires of Baecke Physical Activities and Child Eating Behavior were used for data collection. Bivariate analysis was used to analyze the effect of independent variables (physical activity and eating behavior) on the dependent variable (nutritional status). The study found a positive correlation between physical activity and nutritional status. School children with low physical activity had nutritional status which was above normal. Food avoidant inclined to have a lower nutritional status, whereas food approach had obese nutritional status. Bivariate analysis showed that there was a significant effect of physical activity and eating behavior on the nutritional status of Al-Falaah Islamic elementary school children.Masalah gizi pada anak perlu mendapat perhatian karena pengaruhnya yang besar terhadap tumbuh kembang anak. Faktor-faktor yang memengaruhi status gizi antara lain aktivitas fisik, asupan energi yang berlebihan dan pengeluaran energi yang tidak seimbang yang menyebabkan kelebihan berat badan. Selain aktivitas fisik, perilaku makan turut berperan dalam terjadinya masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan perilaku makan dengan status gizi pada anak sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan simple random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 96 siswa sekolah SDI Al-Falaah Ciputat (usia 9-12 tahun). Kuesioner Baecke Physical Activities dan Child Eating Behavior yang telah divalidasi digunakan untuk pengumpulan data. Analisis bivariat digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel bebas (aktivitas fisik dan perilaku makan) terhadap variabel terikat (status gizi). Hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat korelasi positif antara aktivitas fisik dan status gizi. Siswa dengan aktivitas fisik rendah memiliki status gizi di atas normal. Siswa penghindar makanan cenderung memiliki status gizi yang lebih rendah, sedangkan siswa penyuka makanan berstatus obesitas. Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan aktivitas fisik dan perilaku makan terhadap status gizi anak SD Islam Al-Falaah Ciputat

    Infeksi Cacing Usus pada Anak Sekolah Dasar Negeri Cilincing 06 Jakarta Utara sebelum dan sesudah Pengobatan Albendazol Dosis Tunggal

    Get PDF
    In Indonesia, the number of helminthiasis is still significant. A person is more easily infected with intestinal worms at school age than adult. This study aims to determine the effectiveness of a single dose of Albendazole 400 mg against worm infections in children who were positive of intestinal worms. Subjects for this study were school children of  Cilincing 06 Elementary School, North Jakarta. Microscopic examination was conducted using the Kato Katz method using fresh feces. This study uses an experimental pre-post study method. Respondents were selected based on a simple random sampling and data analysis was carried out using the IBM SPSS program version 23.0. Before treatment, out of 82 students, there were 5 students (6.1%) who were positively infected with intestinal worms (Ascaris lumbricoides 3.7% and Trichuris trichiura 2.4%). Students who were positive for intestinal worms were given a single dose of Albendazole 400 mg. Following this treatment, no infection of Ascaris lumbricoides was found (0%), however Trichuris trichiura infection was still found (1.2%). Statistical data analysis using Mc Nemar test  obtained p value> 0.05. Statistical test results showed no significant  change in the results before and after treatment of Albendazole 400mg single dose.Penyakit cacingan masih sering dijumpai di Indonesia. Seseorang lebih mudah terinfeksi cacing usus pada usia sekolah daripada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas obat Albendazol 400mg dosis tunggal terhadap infeksi cacing usus pada anak yang positif terinfeksi cacing usus di Sekolah Dasar Negeri Cilincing 06 Jakarta Utara. Pemeriksaan mikroskopis mengunakan metode Kato Katz dengan memakai tinja yang segar. Prinsip dari metode Kato Katz yaitu pemberian cellophane tape yang sudah direndam terlebih dahulu dengan malachite green selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental pre-post study. Pengambilan responden penelitian dengan metode simple random sampling dan analisis data menggunakan program IBM Statistical Product for Sosial Science (SPSS) versi 23.0. Kejadian infeksi cacing usus sebelum dilakukan pengobatan dari 82 siswa, terdapat 5 siswa (6,1%) yang positif terinfeksi cacing usus dengan rincian Ascaris lumbricoides 3,7%, Trichuris trichiura 2,4%. Murid yang positif terinfeksi cacing usus diberikan pengobatan Albendazol 400 mg dosis tunggal, didapatkan hasil sesudah pengobatan yaitu prevalensi untuk Ascaris lumbricoides 0%, Trichuris trichiura 1,2%. Analisis data secara statistik menggunakan uji Mc Nemar dan didapatkan hasil p value > 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perubahan yang signifikan dan bermakna dari hasil sebelum dan sesudah pengobatan Albendazol 400 mg dosis tunggal

    Pengaruh Incorporating Progressive Muscle Relaxation dan Diaphragm Breathing Exercise terhadap Aliran Puncak Ekspirasi Pasien Asma

    Get PDF
    Asthma is a disorder in the form of chronic inflammation of the airways, resulting in the narrowing of the airways, thereby increasing resistance to airflow and decreasing the expiratory flow rate. Asthma management is not only pharmacological but also non-pharmacological. The latter includes exercises incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise which can increase peak expiratory flow. The aim of this study was to determine the effect of incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise on the increase in peak expiratory flow (PEF) of asthma patients. The research method was quasy experimental pre-test and post-test with control group. The number of research respondents was 80 people, divided into 2 groups, namely 60 people in the intervention group and 20 people in the control group. The results of the paired sample t-test difference in the intervention group showed a significant difference in PEF before and after the intervention (65.05% vs 81.17%, p = 0.00). The results of the independent t-test showed a significant difference between the PEF of the intervention group and the control group (81.17% vs 65.10%, p = 0.00). In conclusion, incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise has an effect on the improvement of PEF.adalah suatu kelainan berupa inflamasi kronik saluran napas yang mengakibatkan penyempitan saluran napas, sehingga meningkatkan resistensi aliran udara dan menurunkan laju aliran ekspirasi. Selain terapi farmakologis, penatalaksanaan asma  juga dapat dilakukan secara non farmakologis, diantaranya dengan latihan incorporating progressive muscle relaxation dan diaphragm breathing exercise yang dapat meningkatkan aliran puncak ekspirasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh incorporating progressive muscle relaxation dan diaphragm breathing exercise terhadap peningkatan aliran puncak ekspirasi (APE) pasien asma. Metode penelitian adalah quasy experimental pre-test dan post-test with control group. Jumlah responden penelitian adalah 80 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 60 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol. Hasil uji beda paired sample t-test pada kelompok intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan APE sebelum dan sesudah intervensi (65,05% vs 81,17%, p=0,00). Hasil uji independen t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan APE kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (81,17% vs 65,10%, p=0,00). Penelitian ini menyimpulkan bahwa latihan incorporating progressive muscle relaxation dan diaphragm breathing exercise berpengaruh pada peningkatan APE

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇