Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY R.F DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KUPANG PERIODE 30 APRIL S/D 25 JULI TAHUN 2019.
Pendahuluan : Tingginya AKI dan AKB merupakan dampak langsung dari tidak terdeteksinya komplikasi berupa anemia dalam kehamilan, preeklamsi, tidak terdeteksinya penyulit saat persalinan seperti kelainan bentuk panggul, atau kelainan pada tulang belakang ataupun adanya kehamilan ganda, hal ini juga merupakan dampak dari kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kehamilan, dengan memeriksakan kehamilan dampak-dampak seperti komplikasi yang dapat terjadi akan mudah terdeteksi sedini mungkin sehingga dapat ditangani dengan penanganan yang tepat. Untuk menekan AKI dan AKB juga dibutuhkan asuhan kebidanan komprehensif yang berfokus pada asuhan saying ibu dan saying bayi sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Asuhan kebidanan komprehensif diberikan oleh bidan dari mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta KB yang bertujuan untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk mencegah terjadinya kematian serta meningkatkan derajat kesehatan Ibu dan Anak.
Metode : Studi kasus ini terdiri dari unit tunggal. Populasinya seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau. Sampel yang diambil peneliti adalah Ny.R.F G2P1A0AH1 usia kehamilan 38 minggu 3 hari di Puskesmas Pembantu Tenau.
Hasil : Asuhan pada Ny. R.F sudah diberikan secara Komprehensif mulai dari masa kehamilan tidak ditemukan adanya tanda bahaya yang dapat membahayakan ibu dan janin, asuhan persalinan sesuai dengan 60 langkah APN di Puskesmas Pembantu Tenau pada tanggal 08 Mei 2019 yang berjalan secara fisiologis, asuhan bayi baru lahir pada KN1, 2 dan 3, secara normal dan tidak ada tanda bahaya pada bayi, asuahan masa nifas KF1, 2, dan 3 juga berjalan normal dan tidak tanda bahaya, dan pada 40 hari masa nifas ibu memutuskan untuk menjadi akseptor Kb suntik di Puskesmas Pembantu Tenau.
Kesimpulan: Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R.F selama hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir sampai KB dapat terlaksana dengan baik. Setelah dilakukan pengkajian, penulis, penulis membuat analisa masalah dan diagnosa pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, sampai KB dan tidak ditemukan masalah sehingga tidak diperlukan adanya antisipasi masalah potensial dan tindakan segera. Berdasarkan diagnosa dan kebutuhan penulis melakukan perencanaan serta pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif sejak masa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, sampai KB serta melakukan evaluasi menggunakan metode SOAP
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY L.K DI PUSKESMAS SIKUMANA PERIODE 28 MEI S/D 16 JULI 2018.
Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus – menerus antara seorang wanita dengan bidan. Hasil laporan KIA Puskesmas Sikumana yang didapatkan penulis, tercatat bahwa AKI di Puskesmas Sikumana pada tahun 2017 tidak ada kematian ibu. Target cakupan K1 dan K4 tahun 2017 adalah 100 % sedangkan hasil cakupan tahun 2017 yaitu K1 92 % dan K4 67,94 %, target cakupan persalinan oleh Nakes 100% sedangkan hasil cakupan persalinan oleh Nakes pada tahun 2017 yaitu 79,3 %. Upaya yang dilakukan sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2009 yaitu tentang Revolusi KIA. Semua Ibu Hamil, Bersalin, Neonatus, dan Nifas harus di tolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih.
Tujuan : meningkatkan keterampilan dalam menerapkan asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.L.K di puskesmas Sikumana Kota Kupang dengan pendekatan manajemen dan Soap.
Metode: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Sikumana, subjek studi kasus adalah Ny.L.K G1A0AH0 UK 38 minggu 2 hari dilaksanakan tanggal 28 Mei sampai 16 juni 2018 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik populasi yaitu ibu hamil TM III di puskesmas sikumana dan populasi yaitu Ny L.K G1P0AH0 Uk 38 minggu 2 hari.
Hasil: Asuhan kebidanan berkelanjutan yang diberikan pada Ny.L.K selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 38 minggu 2 hari dilakukan kunjungan rumah sebanyak 2 kali dan kunjungan di Puskesmas Sikumana sebanyak 2 kali, Ny.L.K melahirkan di RSUD Yohanes lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 16 juni 2018 pukul 05.50 wita, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin Laki-laki, dilakukan IMD, hasil pemeriksan antropometri yaitu BB bayi 3.100 gram, PB 50 cm, LK 32cm, LD 31 cm, LP 31 cm, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan salep mata, kedaan bayi sehat. Selama proses persalinan berjalan normal yaitu kala I 13 jam, kala II 15 menit, kala III 5 menit, pengawasan selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selama KF1, KN 1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu mengikuti KB kondom sementara dan akan menggunakan KB IUD jika bayi berusia 2 bulan pada tanggal 11 juli 2018.
Simpulan:Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahi
ASUHAN KEBIDANAN INTRAPARTAL MULTIGRAVIDA DENGAN PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS BAKUNASE TANGGAL 08 MEI-26 MEI 2017.
LatarBelakang: Berdasarkan data yang didapat dari Puskesmas Bakunase menunjukan bahwa tahun 2016 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin adalah 409 orang sedangkan pada bulan Januari-Mei 2017 terdapat 166 persalinan normal dengan kondisi ibu dan bayinya sehat. Dalam proses persalinan potensi komplikasi atau penyulit yang mengacam nyawa ibu selalu mengintai sehingga bidan harus mengamati dengan ketat proses persalinan.
Tujuan :Mengidentifikasi asuhan pelayanan kebidanan secara komprehensif pada ibu dengan intrapartal normal di Ruang Bersalin Puskesmas Bakunase menggunakan Manajemen Kebidanan Varney di Ruang Bersalin Puskesmas Bakunase.
Desain penelitian: Kualitatif, teknik purposive sampling. Populasi semua ibu bersalin yang dirawat di Ruang Bersalin Puskesmas Bakunase, sampel 1 orang ibubersalin di Ruang Rawat Inap Puskesmas Bakunase.
Pembahasan: Berdasarkan asuhan yang di lakukan pasien datang tanggal 19-05-2017, jam 23. 35 Wita dengan pembukaan 5 cm, setelah dilakukan observasi selama 4 jam pada jam 03.35 Wita kantong ketuban pecah spontan, VT: pembukaan 10 cm dan ada tanda gejala kala II, maka dilakukan asuhan persalinan normal sesuai dengan 60 langkah APN.
Hasil :ibu partus spontan, bayi lahir langsung menangis, kulit kemerahan, dan tonus otot baik.
Simpulan:.Ibu partus normal, ibu dirawat di Ruang Nifas Puskesmas Bakunase selama 2 hari. Keadaan ibu dan bayi baik, tidak terjadi komplikasi pada ibu dan bayi. Ibu dan bayi pulang dalam keadaan normal
ASUHAN KEBIDANAN PADA PRIMIPARA, POST SC ATAS INDIKASI PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RUANG FLAMBOYAN RSUD Prof. DR. W. Z. JOHANES KUPANG TANGGAL 19–23 JUNI 2017.
Latar Belakang : Preeklamsia di indonesia merupakan salah satu penyebab utama kematia maternal dan perinatal diindonesia. Preeklamsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi pada antenatal, intranatal, dan postpartum. Tujuan : untuk meningkatkan pengetahuan, serta kompetensi terhadap pasien nifas post SC atas indikasi Pre-Eklampsia Berat. Dengan penerapan tujuh langkah Varney.
Metode Penelitian : Metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu post partum dengan PEB dan sampel adalah ibu post Sc dengan indikasi PEB.
Hasil : Berdasarkan asuhan yang dilakukan yang dimulai dengan pengumpulan data yaitu data subyektif dan obyektif, menginterpretasi data, menentukan masalah potensial yang terjadi, menentukan tindakan segera, membuat perencanaan berdasarkan Observasi TTV dan keadaan umum, Observasi tanda-tanda eklampsia, Observasi Intake dan Output, Observasi kontraksi uterus, TFU, kandung kemih dan perdarahan, Melakukan, Anjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi seperti miring kiri atau kanan, Observasi tetesan infus, Observasi jumlah urine. Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan dan pemberian terapi.
Simpulan : Tanggal 23 Juni 2017 Keadaan umum baik, kesadaran composimetis, TD:140/90 mmHg, S: 36,8℃ , RR :23x/menit, N : 84x/menit, tidak ada tanda-tanda infeksi, ibu sudah dilakukan perawatan luka, serta ibu di bolehkan untuk pulang kerumah, setelah dokter melakukan visite
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. P.L DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KUPANG TANGGAL 12 MEI S/D 08 JULI TAHUN 2020.
Latar belakang:Angka KematianIbu di NTT tahun 2019 sebanyak 98 kasus, mengalamipenurunansebanyak 44 kasusdaritahunsebelumnyasebesar 142 kasus. Begitupundengan Angka KematianBayi pada tahun 2019 sebanyak 822 kasus, atauturun 90 kasusdibandingkantahunsebelumnyasebesar 912 kasus.Kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama yaitu perdarahan, HDK dan infeksi.
Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu dan keluarga akan pentingnya ANC teratur, masih rendahnya angka persalinan di fasilitas kesehatan, pemeriksaan kesehatan pada masa nifas, serta kurangnya akses terhadap fasilitas kesehatan.Salah satu penyebab angka kematian bayi adalah masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitas kesehatan.
Tujuan: Menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. P.L dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP di Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupang.
Metode penelitian:Jeni spenelitian yang digunakan adalah penelaan studi kasus.Populasi adalah semua ibu hamil trimester III di PustuTenau, sedangkan sampel penelahan adalahNy. P.Lumur 31 tahun dengan diagnosa G2P1A0AH1UK 34 Minggu 6 Hari, janin hidup intrauterin, tunggal, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik.
Hasil:Asuhan Kebidanan Berkelanjutan padaNy. P.L,selama kehamilan TM III usia kehamilan 38 minggu 6 hari dilakukan ANC 8 kali. Melahirkan di Pustu Tenau secara spontan pervaginam pada tangga l9Juni 2020 pukul11.25 WITA, bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan. Selama proses persalinan berjalan normal, pengawasanselama 2 jam post partum, dilakukan pemantauanselama KF1, KN1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami/istri ibu memilih kontrasepsi suntikan 3 bulan.
Simpulan:Penulis telah menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. P.L yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan pada fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal, bayi baru lahir dalam keadaan baik
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. F.R DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG TANGGAL 13 MEI S/D 29 JULI TAHUN 2020.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan asuhan kebidanan yang diberikan sejak hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018, Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia menunjukan turun 1,7% dari 4.999 tahun 2017, menjadi 4912 di tahun 2018.
Demikian pula dengan jumlah kasus kematian bayi turun 3,8% dari 33.278 di tahun 2018 menjadi 32.007. Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi adalah dengan dilakukannya asuhan kebidanan secara berkelanjutan. Adapun tujuan Penelitian yaitu Melakukan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.F.R di Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupang dengan Pendekatan Manajemen Kebidanan menggunakan pendokumentasian metode SOAP.
Metode Penelitian: Menggunakan metode case study atau metode penelahan kasus. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Puskesmas Pembantu Tenau, Kota Kupang. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah Ny.F.R G2P2A0AH2 UK 41 Minggu dengan Kehamilan Resiko Rendah (KRR) di Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupang.
Hasil dan Pembahasan: Asuhan kebidanan berkelanjutan yang diberikan pada Ny.F.R selama kehamilan TM III yaitu kunjungan rumah sebanyak 3 kali dan kunjungan di Puskesmas Pembantu Tenau sebanyak 1 kali. Ny.F.R melahirkan di Puskesmas Alak, lahir spontan pervaginam tanggal 19 juni 2020. Bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan, keadaan bayi normal. Pada persalinan, tidak ada laserasi perineum. Penggunaan APD tidak lengkap, kemudian dilakukan pemantauan bayi baru lahir (KN1-KN3), bayi dalam keadaan sehat. Pemantauan ibu nifas (KF1-KF3), involusi berjalan normal, dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi berupa KB Suntik 3 Bulan pada tanggal 29 Juli 2020.
Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.F.R dimana ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi dalam keadaan sehat masa nifas berjalan normal, dan ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi
ASUHAN KEBIDANAN KOMREHENSIF PADA NY.J.J DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG TANGGAL 05 JUNI S/D 10 AGUSTUS TAHUN 2020.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan komprehensif merupakan penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab Bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada klien secara menyeluruh sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta Keluarga Berencana (Purwoastuti, Endang 2014). Data Profil Dinas Kesehatan Provinsi NTT (2019), menunjukan hasil konversi jumlah Kasus kematian pada ibu mengalami penurunan dari tahun 2018 sampai tahun 2019. Pada tahun 2018 kematian ibu mencapai 42 kasus dengan AKB 912 per 1000 kelahiran hidup. Dan pada tahun 2019 kasus kematian ibu dan bayi menurun yakni AKI 98 kasus dan AKB 822 per 1000 kelahiran hidup Kunjungan K1 Ibu Hamil di Kota Kupang dalam lima tahun terakhir cukup baik
Metode penelitian: Studi kasus ini menggunakan metode studi penelaah kasus yang terdiri dari unit tunggal. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau dengan sampel Ny.J.J umur 29 tahun G₂P₂A₀AH.
Hasil: Asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. J.J umur 29 tahun, G2P1A0AH1, usia kehamilan 38 minggu, janin tunggal hidup, intra uterine, keadaan ibu dan janin baik di Puskesmas Pembantu Tenau, pemeriksaan ANC sebanyak 10 kali tetapi tidak memenuhi standard pemeriksaan ANC. Ny. J.J Melahirkan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang .
Kesimpulan:. Penulis dapat melakukan Asuhan Kebidanan pada Ny.J.J dengan hasil keluhan ibu dapat teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal, ibu sudah Akseptor baru KB suntik
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADANY. Y.SDI PUSKESMAS BAKUNASE KUPANG DENGAN INDIKASI KALA I FASE LATEN MEMANJANG DAN INSUFIENS PLACENTA TANGGAL 06 MEI S/D 05 JULI 2020.
Latar belakang: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan adalah Asuhan Kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care(ANC), IntranatalCare (INC), Postnatalcare (PNC), dan Bayi Baru Lahir (BBL) secara berkelanjutan pada ibu, Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Provinsi NTT (2017), hasil konversi jumlah kasus kematian pada bayi mengalami fluktuasi dari tahun 2014-2017. Pada tahun 2017 meningkat menjadi 1104 kasus dengan AKB 77 per 1000 kelahiran hidup, Hal ini karena ada peningkatan jumlah kelahiran. Kasus kematian ibu dari tahun 2014-2017 mengalami fluktuatif dimana pada tahun 2017 jumlah kasus kematian ibu berjumlah 163 kasus.
Tujuan: Melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y. Ssejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayibarulahir, dan keluarga berencana dengan pendekatan SOAP di Puskesmas Bakunase pada tangal 6 Mei sampai 5 Juli 2020.
Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelaan study kasus, populasi semua ibu hamil trimester III di puskesmas Bakunase, sampel adalah ibu hamil Ny. Y.S di Puskesmas Bakunase Kupang periode 06 Mei – 05 juli 2020.
Hasil: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. Y.S, selama kehamilan TM III kunjungan ANC secarateratur,TM I 1x, TM II 2x, TM III 3x. Ny. Y.S melahirkan di Rumah Sakit UmumW.Z.Yohanis secara SC dengan indikasi kala 1 fase laten memanjang dan insufiensi placenta pada tanggal 25 Mei 2020 pukul 02.00 WITA, bayi lahir lansung menangis, jenis kelamin laki-laki.
Selama proses persalinan berjalan normal, kunjungan KF 2 dan KN 2 sampai KF 3 dan KN 3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan suami untuk memakai kontrasepsi steril, namun usia ibu belum cukup, sehingga ibu dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi secara MAL
Simpulan: Penulis telah menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. Y.S yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan pada fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal, bayi baru lahir dalam keadaan baik
ASUHAN KEBIDANANBERKELANJUTANPADA NY. Y.M USIA KEHAMILAN 40 MINGGU 2 HARI DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KUPANG TANGGAL 21 MEI S/D 28 JULI 2020.
Latar Belakang: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan adalah Asuhan Kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care(ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal care (PNC), dan Bayi Baru Lahir (BBL) secara berkelanjutan pada ibu, Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018, Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia menunjukan turun 1,7% dari 4.999 tahun 2017, menjadi 4912 di tahun 2018. Demikian pula dengan jumlah kasus kematian bayi turun 3,8% dari 33.278 di tahun 2018 menjadi 32.007. Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi adalah dengan dilakukannya asuhan kebidanan secara berkelanjutan.
Tujuan Penelitian: Melakukan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.Y.M. di Puskesmas Pembantu Tenau Kota Kupang dengan Pendekatan Manajemen Kebidanan menggunakan metode pendokumentasian SOAP.
MetodePenelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahan kasus (case study). Populasinya adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada diwilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau. Sampel yang diambil adalah Ny. Y.M G1P0AH0 Usia kehamilan 40 minggu 2 hari di Puskesmas Pembantu Tenau.
Hasil: Asuhan pada Ny. Y.M selama masa kehamilan berjalan normal, proses persalinan berjalan lancar, Tidak ada jahitan luka perineum, pada masa nifas involusi berjalan normal ditandai dengan perubahan pada perutibu yang mengecil, bayi baru lahir langsung menangis dan sekarang dalam keadaan sehat, kontrasepsi yang digunakan metode anemorealaktasi (MAL), dan semua pendokumentasi dilakukan dengan metode SOAP.
Simpulan:Asuhan Kebidanan Berkelanjutan kepada Ny. Y.M saat hamil, bersalin, nifas, BBL, sampai penggunaan alat kontrasepsi telah dilakukan secara sistematis dan hasil pemeriksaan normal tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan dengan tetap menerapkan manajemen kebidanan dengan pendokumentasian dilakukan dengan metode SOAP
AN ANALYSIS ON CODE MIXING OF THE SUNDAY PREACHING IN GSJA ALFA OMEGA TARUS.
Code Mixing becomes phenomena of language. Firstly, the Code Mixing can be applied among social interaction in bilingual communication and society. Secondly because there are many people, including an artist who also uses code mixing. In this research is about code mixing that happens in formal situation where it is in a church in Tarus. This research deals with utterances that are spoken by preachers in GSJA ALFA OMEGA TARUS.
This study is focused on code mixing that happens in this church. The purpose of this study is to know the types of code mixing and factors of using code mixing on Sunday preaching in GSJA ALFA OMEGA TARUS.
The research is a type of qualitative research that aims to describe the types and factors of using code mixing on Sunday preaching in GSJA ALFA OMEGA TARUS. The data used in this study were taken from informant who are the preacher of GSJA ALFA OMEGA TARUS through observation and interviews in the field.
The result shows that all of the theory in chapter two is appropriate with the data that have been collected. All of the utterances from the preachers in GSJA ALFA OMEGA TARUS are related with theory bilingualism and social status. When he wants to give preaching for his congregation, he certainly mix his language