Repository UCB Kupang (Universitas Citra Bangsa)
Not a member yet
650 research outputs found
Sort by
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PASIR PANJANG.
Hipertensi adalah suatu kondisi atau keadaan tekanan darah seseorang melebihi ambang batas normal atau maksimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik Hipertensi disebut sebagai the silent disease karena seseorang atau penderita tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap hipertensi sebelum melakukan proses pemeriksakan tekanan darah. Rasionalitas penggunaan obat adalah pemakaian obat - obatan yang telah terbukti keamanan dan efektifitasnya dengan uji klinik. Kriteria pemakaian obat secara rasional meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Pasir Panjang Kota Kupang periode Januari – Maret 2018, yang dilihat dari 4 kriteria kerasionalitas penggunaan obat yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis . Teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah systematic sampling dengan memilih pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta dan rentang usia pasien hipertensi > 18 tahun sebagai kriteria inklusi. Data yang diperoleh sebanyak 77 data rekam medis yang kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel untuk mendapatkan hasil presentasi dari tiap indikator kerasionalitas penggunaan obat.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa antihipertensi yang sering digunakan yaitu golongan Calcium Chanel Blocker (CCB) (amlodipin) sebesar 75%. Angka kejadian hipertensi di Puskesmas Pasir panjang lebih banyak dialami perempuan sebesar 65%, dan usia yang paling banyak mengalami hipertensi yaitu usia 45-60 tahun sebesar 53%. Rasionalitas penggunaan antihipertensi dalam penelitian ini diperoileh tepat pasien sebanyak 100 %, tepat indikasi sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 100%, dan tepat dosis sebanyak 95%
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) JANTAN YANG DIINDUKSI DIET LEMAK TINGGI.
Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah melebihi kadar normal yang dapat membentuk aterosklerosis sehingga menyebabkan terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai alternatif antihiperkolesterolemia, karena memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperkolesterolemia dan mengetahui dosis yang paling baik dari ekstrak etanol daun kirinyuh, yang dapat menunjukkan efek antihiperkolesterolemia pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi diet lemak tinggi.
Sebanyak 25 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Semua kelompok diadaptasi selama 7 hari dan diukur kadar kolesterol totalnya (T0). Selanjutnya selama 10 hari, tikus dibuat hiperkolesterolemia dengan pemberian 10 ml/kgBB kuning telur puyuh. Kadar kolesterol totalnya kemudian diukur (T10). Setelah itu, setiap kelompok diberikan perlakuan berbeda selama 14 hari yaitu kelompok I diberikan simvastatin 0,18 mg/200gr BB, kelompok II diberikan Na CMC 0,5%, kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) masing-masing 20 mg/Kg BB, 40 mg/Kg BB dan 60 mg/Kg BB dan diukur kadar kolesterol totalnya (T24). Pengukuran kadar kolesterol total menggunakan metode CHOD-PAP. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Kruskal-wallis dan Mann whitney.
Hasil analisis statistik menunjukkan adanya efek antihiperkolesterolemia pada ketiga dosis ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Dosis yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total dibandingkan dengan simvastatin adalah 60 mg/Kg BB
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY A.BDI PUSKESMAS PEMBANTUMAULAFA KOTA KUPANG TANGGAL 2 JUNI S/D 14 AGUSTUS TAHUN 2018.
Latar Belakang : Upaya percepatan penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu hamil mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, serta pelayanan keluarga berencana dengan melaksanakan asuhan secara komprehensif.
Tujuan: Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif dengan penerapan manajemen kebidanan pada Ny. A.B di Puskesmas Pembantu Maulafa tanggal 2 Juni sampai 14 Agustus 2018
Metode penelitian: Jenis atau metode penelitian yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (case study). Populasinya adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Maulafa. Sampel yang diambil adalah Ny A.B G2P1A0AH0 usia kehamilan 37-38 minggu di Puskesmas Pembantu Maulafa.
Hasil: Setelah melakukan asuhan pada Ny A.B, pada kehamilan tidak ada tanda patologi, persalinan kala I sampai kala IV berjalan normal, bayi baru lahir dan nifas tidak ada tanda-tanda patologi dan semua berjalan normal serta konseling ber-KB Ibu memilih suntik 3 bulan (DMPA).
Kesimpulan: Pada masa kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB tidak ditemukan adanya kesenjangan dan keadaan ibu dan bayi baik
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY M.M DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG PERIODE 14 JULI S/D 06 SEPTEMBER 2018.
LatarBelakang : Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Penanganan masalah ibu dan bayi masuk dalam salah satu Goals SDG’s (Sustainable Development Goals) yang dalam poin 7 mengatakan batasan AKI 70 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12 per 100.000 kelahiran hidup, targetnya mengatakan pada tahun 2030 mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 25 per 1.000 kelahiran hidup (Bappenas, 2016).
Tujuan : Mampumenerapkanasuhankebidanankomprehemsifmulaidari masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas, bayibarulahir dan masa interval pada Ny.M.M di PuskesmasSikumanaperiode 14 Juli s/d 06 September 2018.
Metode : Penelitianmenggunakanjenismetodestudipenelaah kasusdengancaramenelitisuatupermasalahanmelaluisuatukasus yang terdiridari unit tunggal. Populasisemuaibuhamil TM III Di PuskesmasSikumana. Sampeldalampenelitian pada Ny.M.M umur 33 tahun, hamilanakkeempat, tidakpernahkeguguran. Penelitianinidilakukandaritanggal 14 Juli s/d 06 September 2018.
Hasill : berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehensif yang diberikan pada Ny.M.M umur 33 tahunmulaidarikehamilan, persalinan, nifas, bayibarulahirbatas normal, tidakada yang mengarahkegawatdaruratanataupunpatologissampaipasienmenggunakan KB suntikan 3 bulan.
Simpulan : Asuhan kebidanan komprehensifpada Ny.M.M yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan fasilitas kesehatan,masa nifas berjalan normal,bayibarulahirdalamkeadaanbaik
LITERATUR REVIEW EFEKTIFITAS DAUN SRIKAYA (Annona squamosa) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphyloccocus aureus
Srikaya (Anonna Squamosa) berpotensi sebagai sumber senyawa antimikroba. Berdasarkan penelitian terdahulu, diketahui Srikaya memiliki beberapa manfaat, salah satunya sebagai antimikroba. Zat antibakteri yang terkandung dalam srikaya yaitu flavonoid, terpenoid dan alkaloid. Flavonoid merupakan senyawa yang mampu menghambat dan membunuh bakteri dimana salah satu keturunanya fenol bersifat asam sehingga disebut asam karbolat yang mampu mendenaturasi protein dan merusak dinding sel bakteri. Senyawa alkaloid merupakan komponen yang terdapat pada alam yang bersifat basa yang bereaksi dengan asam amino dimana reaksi tersebut menyebabkan sel bakteri lisis. Terpenoid merupakan komponen yang mempunyai bau yang dapat di isolasi melalui proses penyulingan, yang disebut minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai anti jamur, antibakteri dan gangguan kesehatan lainnya. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, ekstrak daun srikaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun srikaya sebagai antimikroba. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penelusuran artikel melalui database Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “Efektifitas daun srikaya (Anonna squamosa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus” lalu artikel dipilih dengan meninjau judul dan abstrak artikel, melibatkan 5 pustaka nasional. Hasil dari berbagai penelusuran yang dicantumkan dalam artikel ini untuk menunjukkan adanya potensi daun srikaya sebagai antibakteri. Pemilihan pelarut yang tepat dalam proses ekstraksi daun srikaya sangat penting untuk mendapatkan aktivitas antimikroba yang optimal yang berdampak pada zona hambat yang terbentuk
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY C.H.M DI PUSKESMAS ALAK KOTA KUPANG PERIODE 12 JULI S/D 25 AGUSTUS TAHUN 2018
Latar Belakang : Lebih dari 25 persen kematian ibu di Indonesia pada tahun 2013 disebabkan oleh HDK (Kemenkes RI, 2015). Penyebab kematian ibu yang paling umum adalah penyebab obstetric langsung yaitu perdarahan 28%, preeklamsia/eklampsia 24%, infeksi 11%, sedangkan (penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperhambat keadaan ibu hamil seperti Empat Terlalu (terlalu muda,terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran) maupun yang memperberat proses penanganan kegawatdaruratan kehamilan, persalinan dan nifas seperti Tiga Terlambat (terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan).
Tujuan : Menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan BBL, nifas dan KB pada Ny. C.H.M di Puskesmas Alak Periode 12 juli s/d 25 agustus 2018.
Metode Penelitian : Penelaahan kasus (case study), lokasi studi kasus di Puskesmas Alak, subjek studi kasus adalah Ny C.H.M dilaksanakan tanggal 12 juli sampai 25 agustus 2018 dengan pendekatan Menajemen kebidanan. Populasi seluruh ibu hamil Trimester III di Puskesmas Alak dan Sampel adalah Ny C.H.M G2P1A0AH1 kehamilan Trimester III di Puskesmas Alak.
Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny C.H.M dari kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan Keluarga Berencana mendapatkan hasil yang fisiologis pada ibu dan bayi.
Simpulan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan Komprehensif yang di mulai dari masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana semuanya berjalan normal
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny. Y. M DI PUSKESMAS ALAK KOTA KUPANG TANGGAL 25 APRIL S/D 26 JUNI TAHUN 2018.
Latar Belakang: Berdasarakan data PWS KIA Puskesmas Alak tahun 2017 Data yang didapat dari 1 tahun terakhir bahwa jumlah ibu hamil sebanyak 873. Jumlah ibu hamil yang mendapat pelayanan ANC 1 (K1) sebanyak 871 orang (99,77%), yang mendapat pelayanan ANC (K4) sebanyak 636(73 %), jumlah ibu yang bersalin dipuskesmas Alak sebanyak 720 (86%), sedangkan persalinan yang tidak ditolong oleh tenaga kesehatan 171 orang. %), nifas yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan sebanyak 600 (72%). Untuk cakupan kunjungan neonatal jumlah bayi yang lahir hidup sebanyak 716, yang melakukan kunjungan neonatal pertama sebanyak 716 (100%) dan yang melakukan kunjungan neonatal lengkap sebanyak 630 (83%).Dengan dilakukan asuhan kebidanan secara Komprehensif pada ibuhamil, bersalin, nifas, bayi baru lahirdan KB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Tujuan Penelitian: Menerapkan asuhan kebidanan secara Komprehensif pada ibuhamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan KB dengan pendokumentasian secara SOAP dengan menggunakan metode penelaan kasus unit tunggal, populasi seluruh ibu hamil TM III yang berada diwilayah PKM Alak, sampel ibu hamil TM III NY. Y.M PKM Alak.
Hasi: Asuhan kebidanan secara komprehensif yang diberikan pada NY Y.M dengan G3P2A0AH2 di puskesmas Alak, yaitu usia kehamilan 38 minggu dengan 4 kali kunjungan rumah, dilakukan pemeriksaan selama hamil dalam batas normal, pada tanggal 17 mei 2018 NY.Y.M melahirkan di puskesmas Alak secara spontan pervaginam di tolong oleh tenaga kesehatan bidan dengan berpedoman 60 langkah APN pukul 23.15 wita, dengan lamanya kala I 6 jam, kala II 10 menit, kala III 5 menit, kala IV 2 jam, bayi lahir langsung menangis, nilai apgar 9/10, jenis kelamin perempuan, dilakukan IMD selama 1 jam, dilakukan pemeriksan anntropometri, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan kedaan bayi sehat, keadaan ibu dan bayi sehat dirawat di PKM 2 hari dengan melanjutkan kunjungan rumah 3 kali dan hari ke 40 N.Y Y.M menggunakan KB.
Simpulan: ANC 1 kali keadaan ibu dan bayi normal
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.L.F DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG TANGGAL 04 JULI S/D 06 SEPTEMBER TAHUN 2018.
Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Masalah ibu dan bayi masuk dalam salah satu Goals SDG’s (Sustainable Development Goals) yang dalam targetnya mengatakan pada tahun 2030 mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 25 per 1.000 kelahiran hidup (Bappenas, 2016)
Tujuan : Melakukan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan manajemen kebidanan pada Ny. L.F di Puskesmas Sikumana Kota Kupang tanggal 04 Juli s/d 06 September 2018.
Metode : Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Sikumana, subjek studi kasus adalah Ny.L.F dilaksanakan tanggal 04 Juli sampai 06 September 2018 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu Hamil, Bersalin, BBL, Nifas dan KB dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sikumana sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III NY.L.F umur 24 tahun G1P0A0 AH0UK 37 minggu di Puskesmas Sikumana periode 04 Juli s/d 06 September 2018.
Hasil: Asuhan kebidanan secara komprenhensif yang diberikan pada Ny.L.F selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 37 minggu diberikan 2 kali imunisasi TT yaitu TT1 pada tanggal 30-04-2018 dan TT2 pada tanggal 29-05-2018 dan kunjungan mulai dari tanggal, 03-04-2018 Ny. L.F melahirkan di RSUD PROF.DR.W.Z Yohanes Kupang lahir secara spontan pervaginam pada tanggal 10 Agustus pukul 09.20 wita, bayi lahir langsung menangis, nilai Apgar 9/10 jenis kelamin Laki-Laki, dilakukan IMD selama 1 jam, hasil pemeriksan antropometri yaitu BB bayi 3500 gram, PB 52cm, LK 33 CM, LD 32 cm, LP 32 CM, diberikan salep mata dan Vitamin K 1 jam setelah persalinan, HB0 1 jam setelah pemberian vit K dan salep mata, kedaan bayi sehat. Selama proses persalinan berjalan normal yaitu kala I9 jam, kala II 20 menit, kala III 10 menit, pengawasan selama 2 jam post partum, dilakukan pemantauan selama KF1, KN 1 sampai KF3 dan KN3, ibu diberi konseling dan atas persetujuan keluarga/istri ibu mengikuti KB MALpada tanggal 06 September 2018
Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan komprenhensif pada Ny. L.F yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan fasilitas kesehatan, masa persalinan berjalan normal, masa nifas berjalan normal, bayi baru lahir dalam keadaan baik.serta KB
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. M.H DIPUSKESMAS PASIR PANJANG PERIODE TANGGAL 28 JUNI S/D 28 JULI TAHUN 2018.
Latar Belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan di suatu wilayah. Menurut definisi WHO “kematian maternal ialah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam waktu 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan” (Saifuddin, 2014).
Multigravida adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali (Manuaba, 2008). Di indonesia faktor yang mempengaruhi tingginya AKI antara lain adalah Multigravida. Hal ini di sebabkan banyaknya komplikasi yang dapat di jumpai pada multigravida, baik pada kehamilan, persalinan maupun melahirkan (masa nifas).
Tujuan Penelitian: Menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil Trimester III, persalinan sampai dengan perawatan masa nifas, KB dan BBL dengan pendokumentasian secara SOAP.Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Pasir Panjang, subjek studi kasus adalah Ny. M.H dilaksanakan tanggal 28 Juni sampai dengan 28 Juli Tahun 2018 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas dan KB dengan metode 7 langkah Varneydan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pasir Panjang sampel yang diambil adalah ibu hamil trimester III NY.M.H umur 28 TahunG3P2A0 AH2 UK 39 minggu di Puskesmas Pasir Panjang Periode 28 Juni s/d 28 Juli Tahun 2018.
Hasil:Asuhan kebidanan secara komprehensif yang diberikan pada Ny.M.H selama kehamilan TM III yaitu usia kehamilan 39 Ny. M.H selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan terkaji karena melahirkan dirumah sakit pada masa nifas involusi berjalan normal, bayi mengalami tanda ikterus fisiologis dan milliariasias pada hari kelima, konseling ber-KB ibu memilih metode Implan.
Kesimpulan:Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. M.H yang di tandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal,bayi baru lahir dalam keadaan baik.
Kata Kunci :Multigravida,persalinan, nifas, BBL, dan KB
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S. A. N.DI PUSKESMAS PEMBANTU TENAU KOTA KUPANG PERIODE 19 JULI S/D 18 AGUSTUS 2018.
yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus – menerus antara seorang wanita dengan bidan. Tujuan asuhan komprehensif yang diberikan yaitu untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara intensif kepada ibu selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana sehingga mencegah agar tidak terjadi komplikasi (Pratami, 2014)
Tujuan : Melakukan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan manajemen Kebidanan. pada Ny “S A N” di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau periode 19 juli – 18 Agustus 2018.
Metode penelitian : deskriktif. Populasinya : Seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau. Sampel : Ny.S A N G1P0A0AH0, usia kehamilan 38 minggu 3 hari, di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Tenau.
Hasil : Asuhan pada Ny.S A N sudah diberikan asuhan secara komprehensif sebanyak 8 kali dan tidak ditemukan tanda bahaya yang dapat membahayakan ibu dan janin. Ibumelahirkan di pustu tanggal 28 juli 2018 dan ditolong oleh bidan Lita dan mahasiswa a/n Adelci keimalay asuhan yang diberikan dengan 60 langkah APN, persalinan berjalan secara fisiologis dan tidak ditemukan masalah pada ibu dan janin. Asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir adalah sesuai dengan langkah-langkah APN dan perawatan pada bayi baru lahir, dapat berjalan dengan normal dan tidak ditemukan tanda bahaya pada bayi baru lahir. Asuhan diberikan pada nifas adalah sesuai kunjungan masa nifas yaitu KF 1,2 dan 3 secara normal dan tidak ditemukan tanda bahaya pada masa nifas. Asuhan diberikan pada calon Akseptor KB dan ibu setuju untuk menggunakan alat kontrasepsi yang dipilih dan tidak ditemukan masalah pada calon Akseptor KB.
Simpulan : Ny. S A N pada masa kehamilan berjalan normal tidak ada masalah atau komplikasi, Pada proses persalinan berjalan dengan normal. Selama memberikan asuhan kebidanan pada masa neonatus tidak ditemukan adanya masalah semuanya berjalan normal, pada masa nifas berjalan secara normal, dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberi konseling dan memutuskan mengunakan KB suntik 3 bulan depo provera