Rumah Jurnal UIN Ar-Raniry
Not a member yet
2485 research outputs found
Sort by
PENERAPAN DESENTRALISASI ASIMETRIS PASCA MOU HELSINKI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK DI PROVINSI ACEH
Penerapan desentralisasi di Provinsi Aceh sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, namun hasilnya belum maksimal, hal ini terjadi karena daerah ini selalu berkonflik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan desentralisasi asimetris di provinsi Aceh pasca MoU Helsinki. Temuan penelitian ini bahwa penerapan desentralisasi asimetris di provinsi ini belum berjalan sesuai harapan, apabila ditinjau dengan kaca mata ekonomi politik, ini terbukti bahwa provinsi ini belum mampu melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakatnya secara signifikan. Sumber-sumber ekonomi belum mampu dieksplore secara baik oleh pemerintah Aceh, walaupun provinsi ini telah memiliki blue print baru yaitu MoU Helsinki sebagai affirmative action ekonomi politiknya. Desentralisi asimetris sebagai landasan penerapan local wisdom (kearifan lokal) masih belum maksimal dijalankan, terutama penerapan ekonomi politik, perumusan berbagai kebijakan belum sepenuhnya dijalankan, sehingga kinerja pemerintah dalam berbagai perspektif belum ada kemajuanyang berarti. Misalnya penyerapan APBA masih belum maksimal, berbagai kebutuhan masyarakat masih didatangkan dari luar provinsi Aceh bahkan dari luar negeri, penerapan program merkantilisme belum dapat diwujudkan secara signifikan di provinsi Aceh
LEGALITAS INTERVENSI MILITER RUSIA TERHADAP THE AUTONOMOUS REPUBLIC OF CRIMEA, UKRAINA
SISTEM MULTIPARTAI DALAM PANDANGAN HASAN AL-BANNA
Kajian ini membahas tentang konsep multipartai dalam padangan Hasan al-Banna. Multipartai merupakan sistem kepartaian dimana dalam satu negara terdapat banyak partai politik. Sistem ini lahir dari aspek masyarakat yang memiliki keanekaragaman budaya, politik, suku,ras, agama dan status, untuk mencari saluran loyalitas pada sebuah organisasi. Tujuan dari kajian ini yaitu Untuk menganalisis konsep pemikiran al-Banna tentang ruang lingkup, kriteria dan sifat dari multipartai. Kajian ini menggunakan metode interpretatif, dengan pendekatan history berdasarkan telaah buku dari al-Banna terhadap gagasan sistem multipartai. Temuan atas kajian ini menunjukkan bahwa, pandangan al-Banna terhadap sistem multipartai disikapi dengan dua konsep, diantaranya: (1) kehadiran sistem multipartai bernilai positif sebagai wujud dakwah untuk kemaslahatan bersama. (2) dinilai negatif dalam pemahaman kesesuaian sistem dengan kondisi politik wilayah. Al- Banna menyetujui adanya sistem multipartai pada negara-negara yang sudah nyata kemerdekaannya sebagai wujud untuk menyalurkan aspirasi rakyat secara keseluruhan