Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Perbedaan Tumbuh Kembang pada Balita Usia 2-5 Tahun dengan Stunting dan Non-Stunting
Indonesia termasuk dalam salah satu negara dengan angka prevalensi stunting tertinggi di ASIA. Stunting akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita dan mempengaruhi masa depannya kelak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan tumbuh kembang pada balita usia 2-5 tahun dengan stunting dan non stunting. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 49 balita usia 2-5 tahun menjadi responden dalam penelitian ini stunting yang berasal di daerah Blahbatuh Gianyar, yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa KPSP, timbangan berat badan, Mikrotoa. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, dan komparatif dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan bahwa pada balita yang mengalami stunting, sebanyak 10 orang menunjukkan penyimpangan perkembangan dan 2 orang meragukan, sedangkan pada balita non stunting sebanyak 6 orang perkembangannya meragukan dan 31 orang perkembangannya sesuai usia. Pada balita nonstunting rerata berat badan dan tinggi badan 15,72±2,3 kg dan 99,29±7,6 cm. Sedangkan pada balita stunting rerata berat badan dan tinggi badan 9,25±1,19 kg dan 86,91±5,0 cm. Berdasarkan hasil uji komparasi ditemukan terdapat perbedaan signifikan perkembangan dan pertumbuhanbalita usia 2-5 tahun dengan stunting dan non stunting dengan nilai p-0,001 (<0,05). Terdapat perbedaan signifikan perkembangan balita usia 2-5 tahun dengan stunting dan non stunting. Diharapkan para orang tua untuk menjaga kebutuhan balita khususnya pemenuhan nutrisi sehingga kondisi stunting dapat dihindari dan balita dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal
Kata Kunci : Tumbuh Kembang, Balita, Stuntin
Dukungan Keluarga Terhadap Anak Dengan Infeksi Covid-19 Pada Saat Isolasi Mandiri Di Rumah
Pada awal tahun 2020, Covid 19 mulai masuk ke Indonesia dan wabah tersebut berasal dari Wuhan yang secara cepat menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Covid 19 menyerang berbagai lapisan usia, tidak hanya lansia, dewasa bahkan anak-anak pun bisa terserang Covid 19. Imunitas pada anak yang belum terbentuk sempurna menyebabkan anak-anak rentang terkena penyakit, salah satunya Covid 19. Indonesia menjadi negara tertinggi kedua kasus kematian Covid 19 di wilayah Asia Tenggara dengan jumlah 102.375 jiwa (Wahyuni & Sahara, 2021). Ketika anak yang mengalami Covid 19 akan menjadi masalah ketika melaksanakan isolasi mandiri dirumah. Anak akan sering sekali meminta ibu untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan ibu harus tetap bisa menjaga imunitas tubuhnya agar tidak terpapar Covid 19. Keluarga harus dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dan baik maka keluarga tersebut dapat melakukan pencegahan untuk anggota keluarga lainnya. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi dukungan keluarga terhadap anak dengan infeksi Covid 19 pada saat isolasi mandiri dirumah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 6 partisipan. Hasil penelitian didapatkan 4 tema yaitu Respon Keluarga setelah Mengetahui Anak Positif Covid 19, Upaya yang Dilakukan Keluarga dengan Anak Positif Covid 19, Strategi Koping Keluarga, Dukungan Lingkungan Sekitar. Kesimpulan bahwa keluarga tetap memberikan kebutuhan asah, asih, asuh anak selama isolasi mandiri dengan menggunakan protokol kesehatan selama isolasi mandiri dirumah agar tidak menularkan terhadap anggota keluarga yang lain. Saran untuk lebih memaksimalkan peran serta keluarga dalam upaya penanganan Covid 19 terhadap anak.
Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Anak dengan Covid 19, Isolasi Mandir
PENGALAMAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN TOTAL CARE DI RUANG ICU RSUD DR. R. SOSODORO DJATIKOESOEMO BOJONEGORO
Abstract
WHO reports that every year 9.8-24.6% of critically ill patients are admitted to the ICU per 100,000 population. In Indonesia, the mortality rate in the ICU reaches 27.6%. The high prevalence of critical patients is in line with the various problems that exist in the ICU to be resolved, so that deaths occur every year. Patients treated in the ICU are generally critical or total care patients who have different levels of needs. The purpose of this study was to determine the experience of nurses in treating total care patients in the ICU room of RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. This research design uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection used in-depth interviews with face-to-face, involving 9 nurse participants who were in the ICU Room of RSUD Dr.R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. The results of this study get 8 themes. The conclusion of this study is that in caring for patients with total care, nurses provide nursing care by fulfilling basic human needs to medical needs, in carrying out nursing care, nurses experience obstacles in the form of lack of infrastructure and lack of nursing staff which causes the burden of nurses to increase, so that nurses have high responsibility for nursing care. in order to get an additional body of nurses and adequate infrastructure.
Keywords: ICU Room, Nursing, Total CareABSTRAK
WHO melaporkan bahwa setiap tahunnya terdapat 9,8-24,6% pasien sakit kritis yang dirawat di ICU per 100.000 penduduk. Di Indonesia angka kematian di ICU mencapai 27,6%. Tingginya prevalensi pasien kritis ini sejalan dengan berbagai permasalahan yang ada di ICU untuk diselesaikan, sehingga kematian terjadi setiap tahunnya. Pasien yang di rawat di ICU pada umumnya adalah pasien kritis atau total care yang memiliki tingkat kebutuhan berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman perawat dalam merawat pasien total care di ruang ICU RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dengan tatap muka, yang melibatkan 9 partisipan perawat yang berada di Ruang ICU RSUD Dr.R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik Colaizzi yaitu proses koding dan sistematik. Hasil dari penelitian ini mendapatkan 8 tema. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dalam melakukan perawatan pada pasien dengan total care perawat memberikan asuhan keperawatan dengan melakukan pemenuhan kebutuhan dasar manusia hingga kebutuhan medis, dalam melakukan perawatan perawat mengalami hambatan berupa kurangnya sarana prasarana dan kurangnya tenaga perawat yang menyebabkan beban perawat meningkat, sehingga perawat beharap agar mendapatkan penamabahan pada tenaga perawat dan sarana prasarana tercukupi. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terkait hubungan peningkatan beban kerja perawat dikarenakan kurangnya tenaga perawa
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TM III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOGANG KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2021
ABSTRAK
Salah satu indikator yang menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB dan AKABA). Hasil SUPAS tahun 2015 AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Komplikasi dan kematian maternal serta bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa disekitar persalinan. Salah satu penyebabnya adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga non kesehatan yang tidak memiliki kompetensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan pada ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir Tahun 2021.
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mogang. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 54 orang. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling.
Hasil penelitian dengan menggunakan batas kemaknaan statistik yaitu P value < 0,05 ditemukan beberapa variabel yang menunjukkan hubungan yang bermakna yaitu pendidikan, pengetahuan, sikap, aksesibilitas dan dukungan keluarga terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan, dan tidak ditemukan hubungan yang bermakna pada variabel umur, paritas, pemeriksaan kehamilan dan dukungan tenaga kesehatan.
Simpulan dari penelitian diperoleh proporsi responden yang memilih tenaga kesehatan sebagai tenaga penolong persalinan berjumlah 66,7% dan 33,3% memilih non tenaga kesehatan, faktor-faktor yang memiliki hubungan dalam pemilihan tenaga penolong persalinan adalah faktor predisposisi (pendidikan, pengetahuan dan sikap), faktor pendukung (aksesibilitas) dan faktor pendorong (dukungan keluarga)
MANAJEMEN KECEMASAN PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI INSTALASI GAWAT DARURAT: SYSTEMATIC REVIEW
ABSTRAK
Infark miokard akut adalah salah satu jenis penyakit arteri coroner yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan masalah gangguan jantung. Kecemasan pada pasien infark miokard akut akan meningkatkan jumlah kematian dan perawatan di rumah sakit. Perlu adanya strategi untuk mengetahui manajemen kecemasan pada pasien dengan infark miokard akut. Systematic review ini dilakukan untuk melakukan analisa terkait manajemen kecemasan pada pasien infark miokard akut pada setting instalasi gawat darurat. Penelitian ini dilakukan dengan metode telusur pustaka secara daring dari pusat data Pubmed, Cinahl, dan Google Schoolar sesuai PICO yang sudah ditetapkan. Data – data penting terkait literatur yang didapatkan ditabulasikan dalam tabel khusus untuk kemudian dianalisa. Penelitian ini menunjukkan analisa terkait berbagai macam metode penanganan kecemasan pada pasien infark miokard akut. Perlu adanya usaha untuk melakukan standarisasi intervensi manajemen kecemasan pada pasien infark miokard akut melalui penelitian lebih lanjut
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS SEHARI HARI DENGAN RESIKO JATUH PADA LANSIA DI DESA TULUNG REJO KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN BOJONEGORO
ABSTRAK
Lansia merupakan kelompok usia pada manusia yang telah memasuki tahap akhir. Lansia dimulai dari usia 60 tahun, permasalahan kesehatan lansia dapat mengakibatkan penurunan fungsi tubuh lansia. Masalah sistem muskuloskeletal pada lansia dapat mengalami perubahan seperti pada gangguan berjalan, gangguan keseimbangan, kaki cenderung mudah goyah, dan respon yang lambat memudahkan terjadinya jatuh. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat aktivitas sehari-hari dengan resiko jatuh pada lansia yang dilakukan di Desa Tulung Rejo Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan corss sectional. Populasi dalam penelitiant adalah lansia yang berusia >60 tahun sejumlah 450 lansia dan diambil sampel sejumlah 45 responden. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukan tingkat aktivitas lansia yang mandiri total 16 responden (35,6%), Sedangkan lansia yang memiliki resiko jatuh tinggi 31 responden (68,9%). Berdasarkan uji Chi-Square di dapatkan hasil ρ value sebesar 0,000 dan nilai r sebesar 33.802 yang berati terdapat hubungan antara tingkat aktivitas sehari-hari dengan resiko jatuh pada lansia.
Resiko jatuh pada lansia harus dicegah dengan memperhatikan faktor seperti kondisi lingkungan rumah, penerangan rumah harus cukup, lantai rumah rata, tidak licin, kamar mandi diberi pegangan dan pintu kamar mandi mudah dibuka, selain itu juga harus melihat fungsi keseimbangan dan gaya berjalan serta faktor emosional lansia
DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN KELUARGA DENGAN PENDEKATAN KELUARGA BINAAN DI DESA PUNGPUNGAN KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO
ABSTRAK
Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga. Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan PERSAGA menjadi fokus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Metode yang dilakukan dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat dengan mengaplikasikan PHBS, serta mapu memodifikasi lingkungan dalam kehidupan keluarganya
Pengalaman Praktikan Ners Terhadap Proses Pembelajaran Praktik Profesi Ners Masa Pandemi Covid-19 STIKes ICsada Bojonegoro
ABSTRAK
Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda 215 negara di dunia, memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga Pendidikan. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang perguruan tinggi untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka (konvensional) dan memerintahkan untuk menyelenggarakan perkuliahan atau pembelajaran secara daring. Akan tetapi perguruan tinggi dengan program studi keperawatan akan mengalami hambatan dalam menjalankan proses pembelajaran. Tujuan penelitian Mengekspolrasi pengalaman praktikan ners terhadap proses pembelajaran praktik profesi ners masa pandemi covid19. Desain Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam secara tatap muka, yang melibatkan 5 partisipan. Hasil penelitian ini mendapatkan 4 tema. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengetahuan praktikan ners tentang metode pembelajaran adalah Pembelajaran Daring Dan Luring Yang Kurang Efektif. Kondisi psikologi praktikan ners dalam pelaksanaan pembelajaran praktik profesi adalah merasakan kesedihan dalam proses belajar di masa pandemic dan merasa kecewa tidak mendapat ilmu penuh dan harapan praktikan ners dalam proses pembelajaran masa pandemic covid19 adalah berharap covid segera berakhi
Efektivitas Pembelajaran Daring Terhadap Pencapaian Kemampuan Knowledge Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan
ABSTRAK
Tahun Akademik 2020/2021 diterapkan kebijakan pembelajaran daring karena terjadi peningkatan jumlah kasus covid-19. Suasana pembelajaran daring diciptakan lebih menyenangkan, penyajian dalam media yang menarik, lengkap dan jelas sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar para mahasiswa. Tujuan penelitian adalah mengetahui Efektivitas Pembelajaran Daring Terhadap Pencapaian Kemampuan Knowledge Mahasiswa Prodi D-III Keperawatan. Desain Penelitian: penelitian ini adalah quasi eksperimental design dengan pendekatan restrospektif. Populasi penelitian ini adalah Seluruh Mahasiswa tingkat I Prodi D-III Keperawatan sejumlah 23 orang dan teknik sampling penenelitian ini menggunakan Total Sampling Analisis Data menggunakan Uji t berpasangan. Hasil penelitian 35% responden menggunakan koneksi wifi, dan 65% responden menggunakan paket data. 95,7% resonden dari pembelajaran daring kadang mudah dari metoda memahami materi kuliah sedang pada pembelajaran luring 69,6% responden. 56,5% resonden pembelajaran luring merasa tujuan pembelajaran tercapai 43,4% responden pembelajaran luring termotivasi mendapatkan hasil yang baik. 91,3% pengajara selalu memberi kesempatan bertanya kepada setiap mahasiswa. 47,8% responden menjawab dosen efisien membawakan perkuliahan pada metoda pembelajaran daring. Pada uji t didapatkan p value (0,000) < 0,05 maka Ho ditolak artinya ada perbedaan Efektifitas pembelajaran Daring dengan Kemampuan Knowledge Mahasiswa. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan efektifitas pembelajaran daring dengan kemampuan knowledge. Saran. Sangat penting merancang model pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam forum pembelajaran dan pemantauan ketat terhadap berbagai aspek mahasiswa karena mereka berada di luar pengawasan langsung dosen.
Kata Kunci : Kemampuan Knowledge, Pembelajaran Darin
Medcov-19 (Medical Covid-19)
ABSTRAK
Penyakit infeksi paling berbahaya yang sedang menjadi topik utama diseluruh dunia belakangan ini yaitu penyakit coronavirus. Penyakit menular pada manusia yang disebabkaan oleh virus Coronaviridae. Wabah penyakit ini pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2019 di Wuhan, Cina. Virus ini menyebar cepat di Cina dan telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak langkah-langkah dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan pandemic ini. Salah satu langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah yaitu mensosialisasikan gerakan Social Distancing untuk masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan pandemi covid-19. Banyak kabar yang didapatkan oleh keluarga tentang covid 19 yang membuat mereka menjadi lebih waspada serta cemas. Akan tetapi keluarga jarang memakai masker saat keluar rumah dan cuci tangan dengan sabun saat masuk rumah. Ada juga yang tidak mempercayai adanya penyakit covid 19 serta mengindahkan anjuran pemerintah terkait social distancing maupun memakai masker pada saat bepergian. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Program “MEDCOV 19” (Medical Covid-19) yang terdiri dari kegiatan Pendidikan Kesehatan terkait COVID 19 di masyarakat. Kegiatan Pendidikan Kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait covid 19. Terlebih Pendidikan ini dapat meningkatkan kepedulian akan pencegahan COVID 19. Selain itu Pendidikan Kesehatan yang diberikan tidak hanya menargetkan COVID 19 tapi juga meningkatkan kesadaran warga terkait pola hidup bersih dan sehat