E-Journal Universitas Panji Sakti
Not a member yet
1346 research outputs found
Sort by
The Effect of E-WOM and Religiosity on “X” Company’s Customer Satisfaction
While the company is anonymized as “X Company” in the title, the empirical context of this study focuses on Starbucks Indonesia, where the rise of social media has amplified the impact of boycott movements through electronic word of mouth (e-WOM). This study examines the influence of anti-genocide digital campaign on consumer satisfaction in Malang City by analyzing: (1) the directly effect of e-WOM, religiosity, boycott, and brand image on boycott, brand image, and customer satisfaction (2) the influence of e-WOM and religiosity on customer satisfaction through brand image, and (3) the influence of e-WOM and religiosity on customer satisfaction through boycotts and brand image. The research employed a quantitative method using a Likert-based questionnaire, involving 64 respondents. Data analysis was conducted using SEM-PLS with SmartPLS 4.0 software. The results indicate that brand image has a positive and significant effect on consumer satisfaction, while e-WOM and religiosity have a significant positive effect on boycotts. However, e-WOM and boycotts have a significant negative impact on consumer satisfaction, while e-WOM has a positive effect on brand image. In contrast, religiosity does not significantly impact consumer satisfaction, nor does religiosity have a significant influence on boycotts or brand image. Additionally, negative e-WOM encourages boycotts, which harm brand image and reduce consumer satisfaction. These findings underscore the importance for companies, particularly Starbucks Indonesia, to closely monitor negative e-WOM, with a focus on upholding moral and religious values. As well as strengthening the brand image. Future research should consider consumer loyalty as a dependent variable, future explore religiosity dimensions, and expand the study to other industries. This study provides valuable insight for academics and businesses regarding the interplay between e-WOM, religiosity, and boycotts
NATURE, CULTURE, DAN POLIS YUNANI KUNO, PERSEMAIAN SUBUR PEMIKIRAN FILSAFAT DAN ILMU
Sudah menjadi pengetahuan umum saat ini bahwa pemikiran filsafat dan ilmu jaman ini berhutang kepada pemikiran filsafat dan ilmu era Yunani Kuno yang sudah muncul dan berkembang abad ke 6 sebelum masehi (SM). Kemunculan dan perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu di era Yunani Kuno paling tidak dipicu oleh tiga faktor. Pertama, faktor alam yang memicu munculnya pemikiran filsafat dan filsuf alam. Kedua, faktor budaya seperti keberadaan mitologi yang mendorong upaya mencari penjelasan rasional dan empiris dari mitologi; dan kehiupan di Polis (Negara Kota) yang demokratis dan memandang penting pendidikan, memunculkan orang-orang kritis, rasional dan bergairah untuk berdebat yang pada akhirnya mendorong perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu. Ketiga, interaksi bangsa Yunani dengan dunia timur seperti Mesir, Mezopotamia, dan India juga mewarnai pemikiran filsafat dan ilmu era Yunani Kuno. Pemikiran-pemikiran filsafat dan ilmu itu misalnya pemikiran filsafat Socrates, Plato, Aristoteles memengaruhi pemikiran filsafat dan masih dipelajari sampai jaman ini. Metode ilmiah, Rasionalisme dan Empirisme Plato dan Aristoteles masih juga memengaruhi dan dipelajari hingga era kini. Teorema Pythagoras di bidang Geometri dan Matematika juga masih dipakai dan dipelajari hingga kini, dan masih banyak lagi pemikiran filsafat dan ilmu dari era Yunani Kuno yang masih memengaruhi dan dipelajari jaman ini
KEADILAN DIGITAL: TANTANGAN HUKUM DALAM ERA DISRUPSI TEKNOLOGI
Disrupsi teknologi membawa tantangan signifikan bagi sistem hukum dalam menjamin keadilan digital, terutama dalam hal perlindungan privasi, hak digital, kejahatan siber, dan kesenjangan akses teknologi. Penelitian ini mengkaji tantangan hukum yang muncul di era digital serta mengevaluasi relevansi regulasi yang ada dalam menghadapi perubahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis, didukung oleh analisis sosiologis-yuridis untuk memahami pengaruhnya terhadap masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi sering kali lebih cepat daripada kemampuan regulasi hukum yang ada, sehingga menciptakan celah hukum yang dapat mengancam keadilan digital. Beberapa tantangan utama meliputi perlindungan data pribadi, harmonisasi regulasi internasional, dan keadilan akses teknologi bagi semua lapisan masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya adanya reformasi hukum yang adaptif dan inovatif untuk menghadapi dinamika teknologi serta membangun sistem hukum yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam membangun fondasi hukum yang kuat untuk menghadapi tantangan di era digital serta mewujudkan keadilan yang sejati di tengah disrupsi teknologi
KONSEP BIMBINGAN DAN KONSLING PRIBADI SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF SISWA
Penelitian ini membahas tentang bimbingan pribadi sosial sebagai upaya pengembangan sikap mental positif pada siswa. Dalam bimbingan pribadi sosial acapkali berkaitan dengan faktor lingkungan dan pembawaan, serta berbagai aspek perlu menjadi perhatian pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanan sebagai dasar diagnosis, dan pemberian bantuan kepada siswa. Salah satu layanan bimbingan pribadi sosial untuk melakukan suatu bimbingan konseling untuk pengembangan sikap mental positif siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yang memiliki sifat penelitian deskriptif kualitatif yang berkeinginan mendapatkan data analisis tentang bimbingan pribadi sosial dalam upaya pembentuk sikap mental positif, Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan follow up. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi sosial dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kolaborasi dengan orang tua, kolaborasi dengan pihak terkait di luar dari sekolah, kunjungan rumah. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi sosial untuk mengembangkan dan mempertahankan sikap mental positif siswa
SADAR DAN TAAT HUKUM SEJAK DINI DAN PAHAM TERHADAP PRAKTIK DALAM MENGGUNAKAN CANVA DI SMAN 2 SINGARAJA-BALI
Siswa dan Siswi SMAN 2 Singaraja yang beranjak dewasa, yang tentunya masih tidakteguh pendirian, apalagi Anak muda sebagai agen perubahan dan menentukan arahperkembangan bangsa dan negara nantinya maka harus memahami hukum terkait denganbagaimana mempunyai etika dalam berprilaku dan etika dalam menggunakan media sosial,tidak melakukan bullying dikalangan siswa dan siswi serta mampu memahami secara teoripenggunaan teknologi dengan baik menurut ilmu teknologi informasi, maka SMAN 2Singaraja dalam melakukan pembinaan kepada siswa dan siswi, sehingga membutuhkankerjasama dengan pihak ketiga untuk ikut serta membantu SMAN 2 Singaraja dalammelakukan pembinaan kepada Siswa dan Siswi. Akhir kegiatan penyuluhan hukum ini parapeserta dari Siswa dan Siswi SMAN 2 Singaraja dapat mewujudkan sadar dan taat hukumsejak dini dan paham terhadap praktik dalam menggunakan canva
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Pada PT Adira Dinamika Multi Finance Cabang Singaraja
This study aimed to determine the factors that influence employee performance at PT Adira Dinamika Multi Finance Singaraja Branch. The data collection technique used in this study was a questionnaire with an agree-disagree scale measuring instrument, where all 50 employees of PT Adira Finance Singaraja Branch were selected as respondents. The data analysis technique used in this study was the Structural Equation Modeling (SEM) based on variance or component based SEM, which is known as Partial Least Square (PLS) visual version 3.0. The variables used in this study were Work Environment, Job Satisfaction, Workload and Employee Performance. The results of this study indicate that the Work Environment has a positive and significant influence with a coefficient of 0.223 with a t-statistic value that is greater than 1.96, namely 2.831. Job Satisfaction has a positive and significant influence with a coefficient of 0.410 with a t-statistic that is greater than 1.96, namely 3.450. Workload has a positive and significant influence with a coefficient value of 0.369 which is indicated by a t-statistic value of 2.382 which is greater than the t-table value of 1.96
Pengaruh Life satisfactionKonsumen Terhadap Impulsive buying Di Tiktok Shop Di Mediasi Oleh Host live
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana host live mempengaruhi hubungan antara kepuasan hidup dan pembelian impulsif di toko Tiktok di Bali. Penelitian ini menggunakan Teori Penerimaan Informasi Model (IAM) untuk melihat bagaimana host live mempengaruhi hubungan antara kepuasan hidup dan pembelian impulsif. Penelitian ini melibatkan 100 individu dari generasi milenial dan generasi Z yang tinggal di Bali. Penelitian ini menggunakan metode sampel purposive dan non-probability. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Metode Partial Least Square (PLS) digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa host live berpengaruh positif dalam memediasi hubungan antara kepuasan hidup dan keinginan membeli pelanggan Toko TikTok di Bali. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan hidup yang tinggi dapat ditingkatkan dengan keterlibatan host live akan meningkatkan melakukan impulsif buying pada pengguna TikTok Shop generasi milenial dan generasi Z di Bali
PERAN MANAJER DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI DANAKITA DI DESA APUAN KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN
Motivasi merupakan sebuah dorongan untuk mencapai suatu keinginan dalam mencapai tujuan. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana etos kerja karyawan Koperasi Danakita. Bagaimana peran manajer dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan Koperasi Dana Kita. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja karyawan Koperasi Danakita dan mengetahui peran manajer dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan Koperasi Danakita di desa Apuan Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Ukuran meningkat dalam penelitian ini dilihat setelah adanya motivasi manajer kepada karyawan, sebelum adanya motivasi dari manajer proses kerja karyawan itu biasa-biasa saja tetapi, setelah adanya motivasi dari manajer maka proses kerja karyawan meningkat menjadi lebih baik. . Selain menjadi lembaga keuangan yang bertujuan untuk memberikan kredit dan jasa-jasa keuangan lainnya, peran koperasi sangatlah penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat serta dalam mewujudkan kehidupan ekonomi yang demokratis, kekeluargaan dan keterbukaan. Oleh karena itu bangsa Indonesia dianggap telah melakukan pembangunan untuk mewujudkan pembangunan nasional, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Analysis of Food Security Index Predictions in Indonesia using Machine Learning Approach
Food is one of the basic human needs that should be available at all times. To fulfill the role of in a region, the concept of food security is established to measure sufficiency, availability and quality of food. Food security for a country is expressed using Food Security Index (FSI). FSI score for a country reflects its ability for survival. It is therefore very important to measure the score and be able to predict future score to enable control and improvement. To realize the improvement of Indonesia's food security, a model is needed to predict the Food Security Index in Indonesia. This This paper explores the models using data from the Indonesian Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) at the Regency and City levels in 2018-2024 period with a total of 3,598 records. We evaluated Multiple Linear Regression, Least Absolute Shrinkage and Selection Operator, Random Forest, eXtreme Gradient Boosting, Support Vector Regression, and Ensemble Machine Learning models for predicting the FSI score. The models are evaluated using r-squared (R2), Root Mean Square Error (RMSE), and Mean Absolute Error (MAE). The results shows that the XGBoost method is the best method for predicting the Food Security Index in Indonesia with an R2 value of 0.912, RMSE of 0.053, and MAE of 0.037. Meanwhile, the ensemble machine learning method provides an R2 value of 0.79, RMSE of 0.083, and MAE of 0.063. In addition, the XGBoost method predicts the Food Security Index score in 2025 to be 75.56 and in 2026 to be 75.48
Analysis of the Competitiveness of Indonesian Clove Exports to the Main Destination
Indonesia is the largest producer of cloves and one of the largest exporters of cloves in the world. In 2023, Indonesia's clove production reached 135,178 tons, with an export value of US$ 99,605,682. Indonesia's clove trade balance has been in surplus since 2017-2023. Between 2021 and 2022, there was a decrease in the export value of cloves to major destination countries. This was caused by Indonesia's high demand for cloves due to the presence of the kretek cigarette industry in the country. The aim of this research is to analyze the competitiveness of Indonesian cloves in its main export markets and examine the factors that influence the export of cloves to these key destination countries. This study uses Revealed Comparative Advantage (RCA) analysis, Export Product Dynamic (EPD), X-Model, and panel data regression. From 2011 to 2023, Indonesia had a comparative advantage in all destination countries. The highest comparative advantage was found in the United Arab Emirates, while the lowest was in Singapore. Indonesia has a competitive advantage in four countries: Bangladesh, India, Pakistan, and the United Arab Emirates, and these countries show optimism for the development of exports. The variables of Indonesian clove production and export prices have a positive and significant effect on the export value of Indonesian cloves