Jurnal MADANI
Not a member yet
    137 research outputs found

    Pengaruh Identitas Syariah, Komisaris Independen, dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas Perusahaan Transportasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    Full text link
    This study aims to investigate the relationship between elements related to sharia-based identity, the role of independent commissioners, and company size on the financial performance of transportation companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2019 to 2023. To measure profitability, this study uses Return on Assets (ROA) as the main indicator, with sharia identity, independent commissioners, and company size as influencing factors. The method applied in this study is quantitative. With the eviews application to utilizing secondary data and panel regression techniques for data analysis. The results of the study indicate that sharia-based identity does not have a significant effect on ROA, while independent commissioners have a positive effect although not significant. On the other hand, firm size is shown to have a negative and significant impact on ROA. The findings are expected to provide useful perspectives for companies, investors, and regulators in understanding the factors that influence profitability in the transportation sector, and can be taken into consideration in formulating more appropriate policies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kaitan antara elemen-elemen yang terkait dengan identitas berbasis syariah, peran komisaris independen, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja finansial perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019 hingga 2023. Untuk mengukur profitabilitas, penelitian ini menggunakan Return on Assets (ROA) sebagai indikator utama, dengan identitas syariah, komisaris independen, dan ukuran perusahaan sebagai faktor yang memengaruhi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan aplikasi eviews untuk  memanfaatkan data sekunder dan teknik regresi panel untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas berbasis syariah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, sementara komisaris independen menunjukkan pengaruh positif meskipun tidak signifikan. Di sisi lain, ukuran perusahaan terbukti berdampak negatif dan signifikan terhadap ROA. Temuan ini diharapkan memberikan perspektif yang berguna bagi perusahaan, investor, dan pihak regulator dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas di sektor transportasi, serta dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat. Kata Kunci: Profitabilitas, Identitas Syariah, Komisaris Independen, Ukuran Perusahaa

    Analisis Pengaruh Metrik Berbasis Nilai terhadap Volatilitas Pengembalian Saham: Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan di Bursa Efek Indonesia

    Full text link
    This study aims to analyze the relationship between Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) value-based performance metrics on the volatility of stock returns in the Indonesian capital market, as well as identify the factors that moderate the relationship. Using a quantitative approach with panel data regression analysis, this study examined 150 non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2019-2023. The analysis was conducted using fixed effect and random effect models to test the relationship between EVA, MVA, and stock return volatility by controlling for company size, leverage, profitability, and industry effects. The results showed that EVA had a significant negative relationship with stock return volatility (? = -0.312, p < 0.01), indicating that companies with high economic value creation tend to have more stable stock returns. In contrast, MVA showed a positive but weaker relationship with volatility (? = 0.187, p < 0.05), suggesting that market-based metrics can amplify short-term price fluctuations. The combined model was able to explain 67.8% of the variance of stock return volatility and significantly outperformed traditional metrics. These findings make an important contribution to portfolio managers in building low-risk investment strategies and to company management in increasing shareholder value through sustainable value creation practices. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara metrik kinerja berbasis nilai Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap volatilitas pengembalian saham di pasar modal Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel, penelitian ini meneliti 150 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Analisis dilakukan menggunakan model fixed effect dan random effect untuk menguji hubungan antara EVA, MVA, dan volatilitas pengembalian saham dengan mengontrol ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, dan efek industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EVA memiliki hubungan negatif signifikan dengan volatilitas pengembalian saham (? = -0,312, p < 0,01), mengindikasikan bahwa perusahaan dengan penciptaan nilai ekonomi yang tinggi cenderung memiliki pengembalian saham yang lebih stabil. MVA menunjukkan hubungan positif namun lebih lemah dengan volatilitas (? = 0,187, p < 0,05), menunjukkan bahwa metrik berbasis pasar dapat memperkuat fluktuasi harga jangka pendek. Model gabungan mampu menjelaskan 67,8% varian volatilitas pengembalian saham dan secara signifikan mengungguli metrik tradisional. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi manajer portofolio dalam membangun strategi investasi berisiko rendah dan bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai pemegang saham melalui praktik penciptaan nilai berkelanjutan. Kata Kunci: Matrik Berbasis Nilai, Votalitas Pengembalian Saha

    Pengaruh Atribut Kualitas Situs Belanja Sosial dalam Meningkatkan Partisipasi Konsumen, E-WOM Positif, dan Co-Shopping pada Sambal Mewah Bernoeng di Lampung

    Full text link
    Social shopping websites are innovative online businesses accelerated by online social networks that allow retailers to reach consumers in new ways. Recent social e-commerce technologies focus on supporting exclusively the social aspect of the online shopping experience. More specifically, the objectives of this study are to identify website quality attributes that enhance consumer participation, positive eWOM, and co-shopping on social shopping websites, and to examine the mediating effect of participation on the relationships between website attributes and positive eWOM and co-shopping. Implications for designing social shopping websites that enhance consumer participation and behavioral outcomes are discussed. The method used for this study is a quantitative method, then analyzed by Smart PLS. The unit of analysis in this study is the consumer of Sambal Mewah Bernoeng. This study is expected to be able to reveal various factors that influence consumer participation, positive eWOM, and co-shopping on social shopping websites. The results of this study prove that there is a significant influence of entertainment and community encouragement on participation, there is no significant influence of visual aesthetics, navigation, user friendliness and privacy on participation and participation has a significant influence on increasing e-wom and co-shopping and the variables of visual aesthetics, navigation, user friendliness, privacy, entertainment, and community encouragement, participation in e-wom is 43%. The influence of the variables of visual aesthetics, navigation, user friendliness, privacy, entertainment, and community encouragement, participation in co shopping is 40.3%. If it passes the participation variable, it is greater, namely 58.1%. Abstrak Situs web belanja sosial merupakan bisnis online yang inovatif dipercepat oleh jejaring sosial online sehingga peritel dapat menjangkau konsumen dengan cara baru. Teknologi e-commerce sosial terbaru berfokus pada dukungan secara eksklusif terhadap aspek sosial dari pengalaman berbelanja online. Lebih khusus lagi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas situs web atribut yang meningkatkan partisipasi konsumen, eWOM positif, dan co-shopping di situs web belanja sosial, dan untuk menguji efek mediasi dari partisipasi pada hubungan antara atribut situs web dan eWOM positif dan belanja bersama. Implikasi untuk merancang situs web belanja sosial yang meningkatkan partisipasi konsumen dan hasil perilaku akan dibahas. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif, selanjutnya dianalisis Smart PLS. Unit analisis pada penelitian ini adalah konsumen Sambal Mewah Bernoeng. Penelitian ini diharapkan dapat mengemukakan berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi konsumen, eWOM positif, dan co-shopping di situs web belanja sosial. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan hiburan dan dorongan komunitas terhadap partisipasi, tidak ada pengaruh yang signifikan estetika visual, navigasi, keramahan pengguna dan privasi terhadap partisipasi serta partisipasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan e-wom dan co-shopping dan variabel estetika visual, navigasi, keramahan pengguna, privasi, hiburan, dan dorongan komunitas, partisipasi terhadap e-wom adalah 43%. Pengaruh variabel estetika visual, navigasi, keramahan pengguna, privasi, hiburan, dan dorongan komunitas, partisipasi terhadap co shopping sebesar 40,3%. Apabila melewati variabel partisipasi lebih besar yaitu 58,1%. Kata Kunci: Partisipasi Konsumen, E-WOM Positif, Co-Shoppin

    Membedah Strategi dan Pengembangan Bisnis Bimbapedia, Kota Tangerang Menggunakan Metode Analisis SWOT

    Full text link
    This research aims to dissect the strategy and development of the Indonesian Educational Children's Tutoring Business (Bimbapedia) in Tangerang City. The research uses qualitative methods. Data analysis techniques include SWOT Analysis, IFE Matrix Analysis, EFE Matrix Analysis, IE Matrix Analysis, SWOT Matrix, and SWOT Analysis Diagram. The research results show the IFE Matrix's strengths and weaknesses with a score of 3.89. Then in the EFE Matrix opportunities and threats with a score of 3.91. Based on the IE Matrix, the company's position in cell I shows that the appropriate strategy is growth and development (growth and build), which means this strategy is adjusted to the internal strengths of the company to take advantage of the right opportunities to gain profits for the company. Meanwhile, in the SWOT Matrix using the SO, WO, ST and WT formulas, twelve strategies are obtained. The results of the SWOT Analysis Diagram show that the company in quadrant II is implementing a product diversification strategy. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membedah strategi dan pengembangan bisnis Bimbingan Belajar Anak Pendidikan Indonesia (Bimbapedia) yang ada di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik Analisis data meliputi Analisis SWOT, Analisis Matrisk IFE, Analisis Matrisk EFE, Analisis Matriks IE, Matriks SWOT, dan Diagram Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pada Matriks IFE kekuatan dan kelemahan dengan skor 3,89. Kemudian pada Matriks EFE peluang dan ancaman dengan skor 3,91. Berdasarkan Matriks IE, posisi perusahaan yang berada di sel I, memperlihatkan strategi yang sesuai adalah tumbuh dan kembangkan (growth and build) yang berarti strategi ini disesuaikan dengan kekuatan dari sisi internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang tepat untuk mendapat keuntungan bagi perusahaan. Sedangkan pada Matriks SWOT dengan menggunakan rumus SO, WO, ST, dan WT diperoleh dua belas strategi. Adapun hasil Diagram Analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan pada posisi kuadran II  yaitu melakukan strategi diversifikasi produk (product diversification strategy). Kata Kunci: Analisis/Matriks SWOT, Perkembangan Bisnis, Manajemen Strateg

    Pengaruh Kinerja Lingkungan, Biaya Lingkungan, dan Sertifikasi ISO 14001 terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Indeks Kompas 100 Periode 2021-2023

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of environmental performance, environmental costs, and ISO 14001 certification on corporate profitability. The research focuses on large companies listed in the Kompas 100 Index over the 2021 to 2023 period. A quantitative approach was employed using panel data regression analysis to examine the relationship among the studied variables. The findings reveal that environmental performance has a positive effect on profitability. In contrast, environmental costs and ISO 14001 certification do not show a significant effect on profitability. These results suggest that tangible and measurable environmental efforts are more appreciated by the market than mere environmental spending or formal certification. This study provides important implications for company management, regulators, and investors in understanding the role of environmental responsibility in creating sustainable economic value. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja lingkungan, biaya lingkungan, dan sertifikasi ISO 14001 terhadap profitabilitas perusahaan. Fokus penelitian ini adalah pada perusahaan-perusahaan besar yang tergabung dalam Indeks Kompas 100 selama periode 2021 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel untuk menguji hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Sebaliknya, biaya lingkungan dan sertifikasi ISO 14001 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya lingkungan yang bersifat nyata dan terukur lebih diapresiasi oleh pasar dibandingkan sekadar pengeluaran lingkungan atau kepemilikan sertifikasi formal. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan, regulator, dan investor dalam memahami peran tanggung jawab lingkungan dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kinerja Lingkungan, Biaya Lingkungan, ISO 14001, Profitabilita

    Pengaruh Corporate Social Responsibility, Likuiditas, dan Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Sektor Energi

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of Corporate Social Responsibility (CSR), Liquidity, and Capital Structure on Firm Value in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2024 period. Firm value, as the dependent variable, is measured using Tobin's Q, while CSR, liquidity, and capital structure are positioned as independent variables. This research employs a quantitative approach with a panel data regression analysis technique. Secondary data were collected from 14 companies selected through a purposive sampling method, resulting in a total of 70 observations over a five-year period. The results show that, partially, Corporate Social Responsibility has a positive and significant effect, while Capital Structure has a negative and significant effect on Firm Value. However, Liquidity was found to have no significant influence. Simultaneously, the three independent variables have a significant effect on Firm Value, explaining 65.21% of its variation. These findings indicate that a commitment to social responsibility and prudent debt policies are crucial factors in enhancing firm value in the energy sector, providing important implications for managers and investors in strategic decision-making amidst high industry dynamics. Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), Likuiditas, dan Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Nilai perusahaan, sebagai variabel dependen, diukur menggunakan Tobin’s Q, sementara CSR, likuiditas, dan struktur modal diposisikan sebagai variabel independen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi data panel. Data sekunder dikumpulkan dari 14 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling, menghasilkan total 70 observasi selama periode lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Corporate Social Responsibility berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan Struktur Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Namun, Likuiditas tidak ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan, dengan kemampuan menjelaskan variasi sebesar 65,21%. Temuan ini mengindikasikan bahwa komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan kebijakan utang yang hati-hati merupakan faktor krusial dalam meningkatkan nilai perusahaan di sektor energi, memberikan implikasi penting bagi manajer dan investor dalam pengambilan keputusan strategis di tengah dinamika industri yang tinggi.   Kata Kunci: Nilai Perusahaan, CSR, Likuiditas, Struktur Moda

    Pengaruh Keunggulan Kompetitif Hijau, Inovasi Hijau, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Nilai Perusahaan

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of green competitive advantage, green innovation, and sales growth on firm value, while considering leverage and firm size as control variables in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2023 period. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the annual reports of 40 energy companies. The sampling technique used is purposive sampling, and the data were analyzed using panel data regression with the aid of EViews software. The results show that green competitive advantage, green innovation, and sales growth have a positive and significant effect on firm value. These findings indicate that sustainability-oriented and environmentally innovative business strategies can enhance investor perceptions and increase overall firm value. This study is expected to serve as a reference for companies in strengthening their sustainability strategies and for investors in considering environmental and innovation aspects as a basis for investment decision-making. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keunggulan kompetitif hijau, inovasi hijau, dan pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan, dengan mempertimbangkan leverage dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan 40 perusahaan energi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif hijau, inovasi hijau, dan pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan inovasi lingkungan mampu meningkatkan persepsi investor serta nilai perusahaan secara keseluruhan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam memperkuat strategi keberlanjutan, serta bagi investor dalam mempertimbangkan aspek lingkungan dan inovasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Keunggulan Hijau, Inovasi, Pertumbuhan Penjuala

    Dampak Sistem Informasi Akuntansi, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kabupaten Sumbawa

    Full text link
    This study seeks to examine the impact of Accounting Information Systems (AIS), Financial Literacy, and Financial Inclusion on the Financial Performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sumbawa Regency.  Financial success, as a dependent variable, is assessed through business actors' evaluations of profitability, sales growth, and cost efficiency, whereas AIS, financial literacy, and financial inclusion serve as independent factors.  This study employs a quantitative methodology utilising the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) analytical tool.  Primary data were gathered by the distribution of questionnaires to 100 MSME participants selected via suitable sample methods.  The study's results demonstrate that Accounting Information Systems, Financial Literacy, and Financial Inclusion each exert a favourable and significant influence on MSME Financial Performance.  The three variables collectively account for 74.5% of the variance in financial success.  The findings affirm that the integration of accounting technology, enhancement of financial literacy, and broadened access to formal financial services are essential elements that can enhance the performance and sustainability of MSMEs in Sumbawa Regency, serving as a foundation for policy formulation that supports the small business ecosystem. Abstrak    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA), Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa. Keberhasilan finansial sebagai variabel dependen dinilai melalui penilaian pelaku usaha terhadap profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan efisiensi biaya, sedangkan SIA, literasi keuangan, dan inklusi keuangan berperan sebagai faktor independen. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 peserta UMKM yang dipilih melalui metode sampel yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan masing-masing memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM. Ketiga variabel tersebut secara kolektif menyumbang 74,5% varians keberhasilan finansial. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi teknologi akuntansi, peningkatan literasi keuangan, dan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal merupakan elemen penting yang dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan UMKM di Kabupaten Sumbawa, sehingga dapat menjadi landasan bagi perumusan kebijakan yang mendukung ekosistem usaha kecil.    Kata Kunci: Kinerja Keuangan, SIA, Literasi Keuangan, Inklusi Keuanga

    Pengembangan Industri Mikro pada Rumah Dinas PT XYZ Menggunakan Analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP)

    Full text link
    In asset utilization, the official residence owned by PT XYZ has strategic potential in the development of Micro and Small Industries (MSE) that can drive local economic growth. This research aims to identify the potential use of the official residence as a business location, analyze the benefits that can be obtained, and provide strategic recommendations for optimizing the use of these assets. The research method employed includes SWOT analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP) supported by Expert Choice 11 software. Study findings indicate that optimizing the official residence can create added value for the company and support MSE actors in developing their businesses. The conclusion of this study reveals accessibility criteria of 41.7% and local market competitiveness of 32.7%. The chosen alternative for using the official residence as MSE development is a Fuel Filling Station Business (46.1%) and Food and Beverage Business (23.2%). Strategically utilizing the official residence not only benefits the company but also contributes to job creation and local economic improvement, thus necessitating more focused strategy implementation to address existing challenges in asset management. Abstrak Pada pemanfaatan aset, rumah dinas yang dimiliki oleh PT XYZ memiliki potensi strategis dalam pengembangan Industri Mikro dan Kecil (IMK) yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemanfaatan rumah dinas sebagai lokasi usaha, menganalisis keuntungan yang bisa diperoleh, serta memberikan rekomendasi strategis untuk optimalisasi penggunaan aset tersebut. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan dukungan software Expert Choice 11. Temuan studi mengindikasikan jika pengoptimalan rumah dinas dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan serta mendukung pelaku IMK dalam mengembangkan usaha mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kriteria aksesibilitas sebesar 41,7% dan daya saing pasar lokal 32,7%. Alternatif penggunaan rumah dinas sebagai pengembangan IMK yang dipilih adalah Usaha Stasiun Pengisian BBM (46,1%) dan Usaha Makanan dan Minuman (23,2%.) Pemanfaatan rumah dinas secara strategis tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi pun berkontribusi pada pembangunan lapangan kerja serta peningkatan ekonomi lokal, sehingga perlu implementasi strategi yang lebih terfokus untuk mengatasi tantangan yang ada dalam pengelolaan aset. Kata Kunci: Pemanfaatan Aset, IMK, Analisis SWOT, AH

    Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi Digital: Tinjauan terhadap ASEAN Digital Economy Framework Agreement

    Full text link
    The development of the digital economy requires every country to be responsive and able to adopt technological developments quickly to capture opportunities from the digital economy. Various efforts and policies are made to take advantage of digital economic developments that can contribute to economic growth. ASEAN is one form of regional cooperation that intensively pays attention to the development of the digital economy in the region. One of the cooperative framework efforts currently in process is the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Through the ASEAN DEFA, it is expected that there will be harmonization among ASEAN member countries in digital economy policies. On the other hand, regarding the digital economy, ASEAN countries are still faced with several challenges in developing the digital economy, both in terms of access to digital technology and the skills of human resources in adapting to the development of digital technology. Therefore, this study aims to analyze the future cooperation of ASEAN DEFA, which is faced with several challenges by ASEAN member countries. Through analysis of various sources from previous research, journal articles, and other secondary data sources, the study's results show that there are still several digital economy challenges in the region, such as digital economy infrastructure development, the digital divide, the role of MSMEs in the digital economy, and policy harmonization. The region's variety of digital economy challenges requires mapping the readiness of ASEAN countries, collaboration and cooperation, and policy harmonization. This needs to be done so that member countries can benefit from implementing ASEAN DEFA in the future. Abstrak Perkembangan ekonomi digital menuntut setiap negara untuk responsif dan dapat melakukan adopsi perkembangan teknologi secara cepat dalam menangkap peluang dari ekonomi digital. Berbagai upaya dan kebijakan dibuat untuk memanfaatkan perkembangan ekonomi digital yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. ASEAN menjadi salah satu bentuk kerja sama regional yang secara intensif memberikan perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital di kawasan. Salah satu upaya kerangka kerja sama yang saat ini sedang berproses adalah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Melalui ASEAN DEFA diharapkan nantinya terdapat harmonisasi antarnegara anggota ASEAN dalam kebijakan ekonomi digital. Di sisi lain, sehubungan dengan ekonomi digital, negara-negara ASEAN masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi digital baik dari sisi akses terhadap teknologi digital sampai dengan keterampilan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama ASEAN DEFA ke depan yang dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh negara anggota ASEAN. Melalui analisis dari berbagai sumber dari penelitian terdahulu serta artikel jurnal dan sumber data sekunder lainnya, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan ekonomi digital di kawasan seperti pembangunan infrastruktur ekonomi digital, kesenjangan digital, peran UMKM dalam ekonomi digital, sampai dengan harmonisasi kebijakan di kawasan. Beragamnya tantangan ekonomi digital di kawasan membutuhkan adanya pemetaan kesiapan negara-negara ASEAN, kolaborasi dan kerja sama, serta harmonisasi kebijakan. Hal ini perlu dilakukan sehingga negara anggota dapat memperoleh manfaat dari implementasi ASEAN DEFA ke depannya. Kata Kunci: ASEAN DEFA, Ekonomi Digital, Kerja sama, Tantanga

    134

    full texts

    137

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal MADANI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇