Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    PEMBUATAN HAIR TONIC BERBAHAN DASAR LIDAH BUAYA DAN ANALISIS DENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED

    Get PDF
    Dewasa ini penggunaan lidah buaya sangat banyak digunakan dalam pembuatan produk kosmetik yang ramah lingkungan salah satu penggunaan lidah buaya pada pembuatan hair tonic yang berguna untuk melebatkan rambut. Lidah buaya memiliki kandungan utama seperti: minyak atsiri, gum, aloin, mineral, emodin dan vitamin. Lidah buaya yang dimanfaatkan pada penelitian ini adalah gel lidah buaya dari jenis lidah buaya barbadensis yang berarti tanaman yang kaya akan protein, vitamin A, C, dan E, kalsium, untuk melembabkan kulit, menghilangkan jerawat dan meremajakan kulit. Lidah buaya juga berfungsi sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Kandungan kimia lidah buaya yang berupa gel dapat dipaparkan secara rinci yaitu saponin, asam sinamat, lignin, polisakarida, eteral oil, acemannan, vitamin B1, B2, B6, asam folat, tannin, enzim oksidase, amilase, monosakarida, glukomanan, enzim bradikinase, dan salisilat. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat hair tonic dari lidah buaya dengan kode F1, F2 dan F3 dengan masing – masing perbandingan ekstrak lidah buaya dan cairan lidah buaya 1:1; 1:2; 1:3, untuk mengetahui sifat fisik dari ketiga hair tonic dan untuk melihat gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic dengan alat instrumentasi Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa Hair tonic F1 memiliki aroma khas lavender, warna peach, bentuk cairan kental, tekstur lembut, pH 3,8 dan viskositas sebesar 0,0039 ± 0,0003 NS/m2. Gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic F1 yaitu -(CH2)n, C=C aromatic, C=O amida, C=O ester, C-H alkana, C-H alkuna, C-H bending, alkuna dan O-H stretching. Hair tonic F2 memiliki aroma khas melati, warna peach, bentuk caiarn kental, tekstur lembut, pH 3,7 dan viskositas sebesar 0,0034 ± 0,0002 NS/m2. Gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic F2 yaitu -(CH2)n, C=C aromatic, C-O-C eter, C=O aldehid, C-H alkana dan O-H stretching. Hair tonic F3 memiliki aroma khas melati-peppermint, warna peach, bentuk caiarn kental, tekstur lebih lembut, pH 3,8 dan viskositas sebesar 0,0037 ± 0,0001 NS/m2. Gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic F2 yaitu -(CH2)n, C=C aromatic, C-O-C eter, C=O amida, C=O aldehid, C-H alkana dan O-H stretching

    ANALISIS KOMPONEN BIOMOTORIK PADA OLAHRAGA PERMAINAN WOODBALL

    No full text
    Permainan woodball menjadi olahraga yang sangat populer dikalangan anak-anak hingga orang tua. Pemain woodball yang baik berawal dari teknik dasar yang baik. Teknik dasar yang baik selain dari hasil latihan yang rutin juga dipengaruhi oleh kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik yang baik didapat dari hasil pengembangan komponen biomotorik yang optimal. Sementara yang digunakan sebagai referensi atau acuan komponen biomotorik permainan woodball adalah komponen biomotorik olahraga golf, karena pada dasarnya permainan woodball mirip dengan olahraga golf. Analisis komponen biomotorik pada olahraga permainan woodball dilakukan untuk dapat menetukan komponen biomotorik dominan pada permainan woodball, dan dapat digunakan sebagai acuan pecinta permainan woodball dalam berlatih sehingga dapat meraih berprestasi. Metode analisis komponen biomotorik yang dilakukan berdasarkan kajian literatur. Kajian literatur yang dilakukan berdasarkan pada aspek alat yang digunakan, lapangan atau lintasan permainan, teknik dasar permainan, keterampilan pukulan woodball, aturan permaianan, dan lamanya permainan woodball. Berdasarkan hasil kajian literatur dapat simpulkan bahwa komponen biomotorik yang dibutuhkan oleh pemain woodball untuk dapat bermain dengan baik sehingga dapat berprestasi yaitu 1) komponen kekuatan khususnya kekuatan otot lengan, kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot kaki, dan kekuatan otot core, 2) koordinasi, 3) fleksibilitas, 4) daya tahan, 5) keseimbangan, dan 6) ketepatan. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya

    Efektivitas pendampingan implementasi kurikulum 2013 untuk meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran

    Get PDF
    This research aims to determine the effectiveness of the implementation of the 2013 curriculum implementation assistance activities in improving the ability of teachers to carry out learning. This research uses a mixed methods research design, carried out quantitatively and qualitatively and uses the method (research) evaluation. Data collection techniques through questionnaires, observation and interviews. Observations were made on the results of the accompanying documents in the form of a review of the Learning Implementation Plan (RPP) and the results of classroom observations. Quantitative data analysis uses descriptive statistics, while qualitative data analysis consists of three main activities, they are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that: The first, based on an analysis of research results at the reaction level, learning level and application level stated that the activities of the 2013 curriculum implementation assistance were effective in increasing the ability of teachers to carry out learning. The second, there was an increase of 4.8% of the results of the study of RPP and 12.77% of the observation results of learning after the teacher participated in coaching activities. The third, the weakness of the coaching activities in the implementation of the 2013 curriculum was due to the implementation factors that did not fully follow the technical instructions, the ability of the teacher assistants and the recruitment process, the commitment of couchee, the coaching time was too short, and the facilities which is considered inadequate. The strength of the mentoring activities, among others: is considered good, helps the teacher, is useful and needs to be continued. Besides this activity is felt to be able to increase knowledge, understanding, insight and experience for the teacher. Based on the results of the research it can be concluded that the coaching of the implementation of the 2013 curriculum effective in improving the ability of teachers to carry out learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan disain penelitian mixed methods, dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dan menggunakan metode (penelitian) evaluasi. Teknik pengumpulan data melalui angket, pengamatan dan wawancara. Pengamatan dilakukan terhadap dokumen hasil pendampingan berupa hasil telaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan hasil observasi kelas. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sementara analisis data kualitatif ini ada tiga kegiatan pokok,yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, berdasarkan analisis hasil penelitian pada tingkat reaksi, tingkat learning, dan tingkat aplikasi menyatakan bahwa kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 efektif dalam meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran. Kedua, terjadi peningkatan sebesar 4,8% hasil telaah RPP dan 12,77% hasil observasi pembelajaran setelah guru mengikuti kegiatan pendampingan. Ketiga, kelemahan kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 disebabkan faktor pelaksanaan yang tidak sepenuhnya mengikuti petunjuk teknis, kemampuan guru pendamping dan proses perekrutan, komitmen guru sasaran, waktu pendampingan yang terlalu singkat, dan sarana pra sarana yang dianggap kurang memadai.Kekuatan kegiatan pendampingan, antara lain: dinilai baik, membantu guru, bermanfaat dan perlu diteruskan. Selain itu kegiatan ini dirasakan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, wawasan dan pengalaman bagi guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 efektif dalam meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran

    PENGEMBANGAN MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Kondisi kesegaran jasmani anak Indonesia masih rendah dengan sedikit kontribusi dari pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) terhadap kesegaran jasmani anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kebugaran jasmani pada siswa tingkat sekolah dasar melalui permainan dengan menekankan pengembangan media pembelajaran yang dimodifikasi. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah : Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI), Permainan-Permainan yang telah dimodifikasi. Dari hasil analisis data, diskripsi, pengujian hasil penilitian dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan, yaitu tingkat kesegaran Jasmani Umur 10-12 Tahun Siswa Kelas V SDN Lemah Putro 1 berada pada kategori “kurang sekali “ dengan presentase sebesar 00.00% (0 siswa), kategori “kurang” presentasi sebesar 8.00% (2 siswa),kategori “sedang“ presentase sebesar 68,00% (17 siswa), kategori “baik” presentase sebesar 24.00% (6 siswa), dan kategori “baik sekali“ dengan presentase sebesar 00.00% (0 siswa)

    Model Pembelajaran Daring Sebagai Alternatif Proses Kegiatan Belajar Pendidikan Jasmani di Tengah Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu proses interaksi pendidik dengan peserta didik, baik interaksi langsung (tatap muka), maupun tidak langsung (kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran dalam aplikasi web). Di tengah pandemi covid-19 kegiatan belajar mengajar disarankan menggunakan model pembelajaran daring. Tidak semua metode pembelajaran daring dapat digunakan pada proses pembelajaran pendidikan jasmani yang berkaitan dengan aspek psikomotor (gerak) yang bersifat praktikum. Metode yang memiliki aplikasi video dapat digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani

    Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dengan Strategi Tandur Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X Iis I Sma Negeri 2 Satarmese Langke Majok Tahun Pelajaran 2018/2019: Application Of Learning Models Quantum Teaching With Tandur Strategy To Improve Historical Learning Achievement Of Class X Iis I Sma Negeri 2 Satarmese Langke Majok Study Year 2018/2019

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dengan Strategi Tandur Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese Langke Majok Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese tahun pelajaran 2018/2019. Jumlah siswa adalah 33 orang yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dengan Strategi Tandur Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese Langke Majok Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi tes dan dokumentasi. Adapun tahapan dalam penelitian ini berupa siklus, dimana didalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi atau pengamatan dan tahap refleksi. Hasil refleksi awal sebelum diterapkannya model pembelajaran Quantum Teaching   pada kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese Langke Majok tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 33 orang siswa, yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan yaitu dengan total nilai mata pelajaran sejarah sebesar 2110 dengan rata-rata 63,94 (2110:33) daya serap 63,94% (63,94:100x100%) sertas ketuntasan klasikal 27,27% (9:33x100). Pada  sikus 1 skor rata-rata siswa kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese semester II tahun pelajaran 2018/2019 dalam mata pelajaran sejarah adalah 69,09 (2280:33) dengan total daya serap siswa 69,09% (69,09:100x100%) dan ketuntasan klasikal siswa sebesar 54,55% (18:33x100). Pada siklus II skor rata-rata siswa kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese tahun pelajar 2018/2019 dalam mata pelajaran sejarah adalah 79,09 (2610:33) dengan daya serap 79,09% (79,09:100x100%) dan ketuntasan klasikal siswa sebesar 93,94% (31:33x100). Berdasarkan siklus I sampai siklus II rata-rata prestasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching Dengan Strategi Tandurdapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas X IIS I SMAN 2 Satarmese Langke Majok tahun pelajaran 2018/2019

    KETERAMPILAN MENULIS STRUKTUR DAN ISI TEKS PIDATO PERSUASIF SISWA KELAS X TB SMK PGRI 4 DENPASAR

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the skills, difficulties experienced and the factors that cause students to write skills in structure and content of persuasive speech text. The population in this study were all class X TB students of SMK PGRI 4 Denpasar in the 2020/2021 academic year, totaling 165 people from 4 classes. The sample in this study were students of class X TB SMK PGRI 4 Denpasar totaling 4 classes with a total of 62 students. In collecting data using the test method is the preparation of tests, implementation of tests, and scoring tests. The data processing method used in this research is descriptive statistical method. Based on these results it can be concluded. (1) The students' skills in writing the structure and content of persuasive speech text are good. (2) The difficulties faced by students in writing the structure and content of persuasive speech text, namely the title of the speech, the structure of the persuasive speech, the use of effective sentences, the choice of words, and the use of EYD. (3) The factors that cause difficulties experienced by students in writing the structure and content of a persuasive speech text can be seen from the results of interviews with 3 students each answering the use of effective sentences, good and standard word choices, and the use of EYD during the study

    PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENARIKAN TARI PUSPAWRESTHI SISWA KELAS X MIA 1 SMA N 1 BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the use of interactive multimedia can improve responsiveness and ability to dance Puspawresthi dance students. In this classroom action research method descriptive design. The research design used in this study was classroom action research (CAR). This research was carried out through four main stages, namely (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and (4) reflection. The average class results obtained by students in pre-cycle of 66.97, in the first cycle increased to 71.84 and in the second cycle increased again to 80. The results of student action tests that scored above 75 in the second cycle has exceeded 75%. Classically the learning outcomes have been able to increase from 60.52% completeness in the first cycle to 100% in the second cycle. The use of interactive multimedia can improve the response of students of class X MIA 1 SMA N 1 Blahbatuh Gianyar district in the academic year 2019/2020. Judging from the first cycle, obtained an average student response results of 71, 4 with enough categories, and in the second cycle the average response of students was 84.7 with a high category. This means that the use of interactive multimedia can improve student responses in learning to improve Puspawresthi dance which is very effective and can be well received

    MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENTS TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES

    Get PDF
    The purpose of this classroom action research was carried out in class V A semester I SD No. 4 Kerobokan 2018/2019 academic year is to improve the learning achievement of Physical Education by using the student team achievement division (STAD) cooperative learning model with peer tutoring strategies. This classroom action research involved 21 research subjects conducted in two cycles through the stages of planning, implementing, observing / observing and reflecting. Learning achievement test is a tool used in collecting research data which is then analyzed using descriptive analysis. The results obtained from this study showed that there was an increase in the ability of students to follow the learning process from an initial average of 70.71 to 74.95 in cycle I and increased to 83.33 in cycle II with 38.10% initial learning completeness in cycle I increased to 66.67% and in cycle II increased to 100%. The conclusion that can be drawn from these results is that the student team achievement division (STAD) cooperative learning model with peer tutor strategies can improve the learning achievement of Physical Education and Health

    CIRI DAN TIPE KATA BANTU BILANGAN DALAM BAHASA BALI

    Get PDF
    Generally, this paper is expected to contribute to the preservation and development of the Balinese language. In addition, it is also expected to continue efforts to standardize the Balinese language, as well as be able to contribute in the field of Balinese teaching. Specifically, this paper describes the characteristics and types of Balinese numeral classifier. The theory used in this study is a structural Linguistic theory, from some linguistic books and library materials that are relevant to the problem of this paper. Numeral classifier is a word or form that indicates the noun group, which follows the numeral itself (Kridalaksana, 1982: 76). According to Ramlan (1985: 54), numeral classifier is a word that lies behind the numeral to form a phrase called as a numeral phrase, which may be located in front of the nominal word. In principle, the numeral classifier is a word behind (follows) the number and shows the group of nouns or a number of phrases and may (can) be followed by the noun but positioned in front of the noun. That understanding is used in identifying Balinese numeral classifier. By this theory, it is found that Balinese numeral classifiers have structural and semantic characteristics. Its structural characteristics include morphological features and syntactic features. Morphological features are divided into two, namely the characteristics of a single form and the characteristics of complex form. The semantic characteristic is used to count the number of the noun (people, animals, or goods), for example the word 'ekor' to indicate the existence of an animal. By the type of Balinese numeral classifier, there are two types, namely endocentric type, that is in the form of attributive endocentric and exocentric type

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇