Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
701 research outputs found
Sort by
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division untuk meningkatkan hasil belajar siswa
This study aims to improve the learning outcomes of Prakarya dan Kewirausahaan X AP5 SMK Negeri 1 Tampaksiring students' in the 2016/2017 academic year by applying the Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model. This research is classroom action research. The subjects of the study were X AP5 students’ of SMK Negeri 1 Tampaksiring in the odd semester of academic year 2016/2017, totaling 36 people. The object of research was learning outcomes Prakarya dan Kewirausahaan. Learning outcomes data were collected using learning achievement tests. Data were analyzed descriptively qualitatively. This research is considered successful if it reaches the targets set as follows: (a) a minimum grade average of 78 and 78% absorption, (b) a minimum classical completeness of 90%. Based on the results of the study, there was an increase in student learning outcomes before the study with an average of 68.19 (Categorized “less”) and absorption of 68.19% and classical completeness of 5.56%. In the first cycle, the average value was 76.39 (less category) and absorptive was 76.39% and classical completeness was 58.33%. While in the second cycle the average value of Prakarya dan Kewirausahaan was 89.44 (Categorized “good”) and absorption was 89.44% and classical completeness was 100% from 36 students. From the data analysis above, the STAD cooperative learning model has proven to be effective in improving student learning outcomes, especially in the subjects of Prakarya dan Kewirausahaan in two cycles.
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Prakarya dan Kewirausahaan siswa kelas X AP5 SMK Negeri 1 Tampaksiring semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X AP5 SMK Negeri 1 Tampaksiring semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 36 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar Prakarya dan Kewirausahaan. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dikatakan berhasil bila mencapai target yang ditetapkan sebagai berikut: (a) nilai rata-rata kelas minimal 78 dan daya serap 78%, (b) ketuntasan klasikal minimal 90%. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan hasil belajar Prakarya dan Kewirausahaan siswa pada data awal dengan rata-rata 68,19 (kategori kurang) dan daya serap sebesar 68,19% serta ketuntasan klasikal sebesar 5,56%. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 76,39 (kategori kurang) dan daya serap sebesar 76,39% serta ketuntasan klasikal sebesar 58,33%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata Prakarya dan Kewirausahaan sebesar 89,44 (kategori baik) dan daya serap 89,44% serta ketuntasan klasikal sebesar 100% dari 36 siswa. Dari analisis data di atas, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dalam dua siklus
Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar seni rupa siswa kelas XII AP-4 SMKN 1 Tampaksiring tahun pelajaran 2018/2019 melalui metode penugasan membuat kliping gambar/foto
This study aims to determine the effectiveness of the assignment to make a picture/photo clipping of fine art as an effort to increase motivation and learning achievement of students of class XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring in the academic year 2018/2019. The subjects of this study were 35th grade XII AP-4 students of State Vocational School 1 Tampaksiring in the academic year 2018/2019. The object of research is the motivation and learning achievement of students of class XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring in the academic year 2018/2019. Learning motivation data were collected using a questionnaire, while student achievement data was collected using tests. The research data were analyzed descriptively qualitatively. Benchmarks of research success: (1) minimal student motivation in the high category, (2) the average value of the minimum daily tests of KKM, and (3) classical learning completeness of at least 85%. The results showed that in the first cycle: (1) students' motivation was quite high, (2) the average value of student achievement was 76.40; and (3) classical completeness reached 81.25%. Whereas in the second cycle: (1) students' motivation was classified as high category, (2) the average value of student achievement was 78.37; and (3) classical completeness reached 93.75%. In conclusion, the assignment of making picture clippings/photographs of fine art works can increase motivation and learning achievement of students of class XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring in the academic year 2018/2019.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penugasan membuat kliping gambar/foto karya seni rupa sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2018/2019 berjumlah 35 orang. Objek penelitian adalah motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2018/2019. Data motivasi belajar dikumpulkan dengan kuesioner, sedangkan data prestasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes tertulis. Data hasil penelitian di analisis secara deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan penelitian: (1) motivasi belajar siswa minimal dalam kategori tinggi, (2) nilai rata-rata hasil ulangan harian minimal sebesar nilai KKM, dan (3) ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I: (1) motivasi belajar siswa tergolong kategori cukup tinggi, (2) nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 76,40; dan (3) ketuntasan klasikal mencapai 81,25%. Sedangkan pada siklus II: (1) motivasi belajar siswa tergolong kategori tinggi, (2) nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 78,37; dan (3) ketuntasan klasikal mencapai 93,75%. Kesimpulan, penugasan membuat kliping gambar/foto karya seni rupa dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII AP-4 SMK Negeri 1 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2018/2019
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar
This research is a classroom action research that aims to determine the effectiveness of the application of the Jigsaw cooperative learning model can improve student motivation and learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI MIPA3 of SMA Negeri 1 Marga in semester 1 of the 2019/2020 academic year, totaling 39 people consisting of 18 male students and 21 female students. The object of research is motivation and learning outcomes of chemistry.Student motivation data were collected using a questionnaire, while learning outcomes data were collected using learning outcomes tests. The data collected was analyzed descriptively qualitatively. This action research is said to have succeeded if it met the following requirements: (1) minimal student motivation in the high category, (2) the average value of minimum daily tests of KKM = 68, and classical learning completeness of at least 85%. Before the study was conducted the students' motivation was very low, as seen from the assignments not being completed on time, some students arrived late, and in class many students were sleepy. The average value of the previous daily tests was 66.18 and from 39 students it turned out that only 27 people were complete so that classical completeness only reached 69.23%. After conducting classroom action research, inthe first cycle students 'motivation was quite high, the average value of the students daily tests was 69.03, and from 39 students only 32 people were completed so that classical completeness reached 82.05%. In the second cycle the results achieved were high student learning motivation, the average value of daily tests reached 72.68, and of 39 students it turned out that 35 people had reached completeness so that learning completeness classically reached 89.74%. Conclusion: the applicationof a jigsaw cooperative learning model can increase students' motivation and chemistry learning outcomes in two cycles.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatof tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 1 Marga semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 39 orang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar kimia. Data motivasi siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptifkualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan sudah berhasil bila memenuhi syarat-syarat: (1) motivasi siswa minimal tinggi, (2) nilai rata-rata ulangan harian minimal sebesar KKM=68, dan ketuntasan belajar klasikal minimal 85%. Sebelum dilakukan tindakan motivasi belajar siswa sangat rendah, terlihat dari tugas-tugas tidak diselesaikan tepat waktu, beberapa siswa datang terlambat, dan di kelas siswa banyak yang mengantuk. Nilai rata-rata ulangan harian sebelumnya adalah 66,18 dan dari 39 orang siswa ternyata hanya 27 orang dinyatakan tuntas sehingga ketuntasan klasikal hanya mencapai 69,23%. Setelah dilakukan penelitian tindakankelas, pada siklus I motivasi siswa tergolong cukup tinggi, nilai rata-rata ulangan harian siswa 69,03, dan dari 39 orang siswa hanya 32 orang yang dinyatakan tuntas sehingga ketuntasan klasikal baru mencapai 82,05%. Pada siklus II hasil yang dicapai adalah motivasi belajar siswa tinggi, nilai rata-rata ulangan harian mencapai 72,68, dan dari 39 orang siswa ternyata 35 orang sudah mencapai ketuntasan sehingga ketuntasan belajar secara klasikan mencapai 89,74%. Kesimpulan: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa dalam dua siklus
NILAI ESTETIS RELIGIUS TARI BARIS KEKUWUNG DI DESA ADAT SANDAKAN
Kebudayaan Bali sekarang ini merupakan buah dari proses historis yang begitu panjang. Pelacakan dari sejarah kebudayaan Bali dari data arkeologi menunjukan bahwa manusia Bali telah mengembangkan kebudayannya semenjak zaman prasejarah yakni masa meramu,berburu, bercocok tanam dan puncaknya terjadi pada masa perundagian. Proses penelitian ini menggunakan beberapa metode penelitian yaitu metode pengumpulan data, metode wawancara, dan metode observasi. Tari Baris Kekuwung berfungsi sebagai Tari wali, karena Tari ini merupakan tarian yang disucikan oleh masyarakat Desa Adat Sandakan. Dan pelaksanaannya hanya terbatas ketika upacara Mapag Toya dan dipura Masceti di Desa Adat Sandakan. Dalam pelaksanaan Tari Baris Kekuwung terdapat nilai estetis yang terdiri dari unsur seni tari dan unsur seni tabuh atau gambelan pengiringnya. Dan nilai religiusnya meliputi nilai tatwa, spiritual , dharama atau kebenaran dan nilai upacara. Tari Baris Kekuwung ini terlahir dari janji/ kaul masyarakat dalam pengairan atau irigasi dibidang pertanian
Implementasi Aplikasi UKBM berorientasi STEM untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa
This class action research aims to improve student physics learning outcomes and describe student responses to the application of STEM-oriented Independent Learning Unit applications. The subjects of this study were students of class XI MIPA 1 SMA Negeri Mandara. The object of this study is learning outcomes and student responses. This research was conducted in two learning cycles, with the stages in each cycle are planning, action, observation/evaluation, and reflection. Learning outcomes in question are abilities that include aspects of knowledge and skills collected by giving student worksheets (worksheets), assignments (homework), quizzes, and tests understanding the concept of the end of the cycle. Student response data were collected using a questionnaire. This research is said to be successful if the average student learning outcomes are 75 with classical completeness of 85%, and student responses are at least positive. The collected data is then analyzed descriptively. The analysis showed 1) the average value of student learning outcomes in the first cycle was 73 with classical completeness of 39% and in the second cycle was 80 with classical completeness of 100%; 2) student responses to the application of module in physics learning is with an average score of 84.64 and are in the positive category.
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar fisika siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan aplikasi Unit Kegiatan Belajar Mandiri berorientasi STEM . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri Bali Mandara tahun pelajaran 2018/2019. Objek penelitian ini adalah hasil belajar, dan tanggapan siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Hasil belajar yang dimaksud adalah kemampuan yang mencakup aspek pengetahuan dan keterampilan yang dikumpulkan dengan pemberian lembar kerja siswa (LKS), tugas-tugas (PR), kuis, dan tes pemahaman konsep akhir siklus. Data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini dikatakan berhasil jika rata-rata hasil belajar siswa 75 dengan ketuntasan klasikal 85%, dan tanggapan siswa minimal berkategori positif. Data yang telah terkumpul tersebut, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan 1) nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 73 dengan ketuntasan klasikal 39% dan pada siklus II sebesar 80 dengan ketuntasan klasikal 100%; 2) tanggapan siswa terhadap penerapan aplikasi ukbm dalam pembelajaran fisika adalah dengan skor rata-rata sebesar 84,64 dan berada pada kategori positif
Penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika
This research is a classroom action research that aims to find out whether the application of the Group Investigation learning model can improve students' mathematical creative thinking abilities. The preliminary data of mathematical creative thinking ability was obtained from the results of daily math tests in pre-cycle, which showed that the class XII MIPA 3 had the lowest level of creative thinking ability compared to other classes with a percentage of 32.05% creative thinking ability level that was classified as less creative, with an average of 63.98 below the minimum completeness criteria of 65. Therefore, the chosen research subjects were students of class XII MIPA 3 odd semester 2018/2019, totaling 40 people at SMAN 2 Kuta. The object of this study is the ability of students to think creatively in Limit Trigonometry. Data on students' mathematical creative thinking skills were collected using a mathematical description test and analyzed descriptively qualitatively. This research is said to be successful if the students' creative mathematical thinking ability is at least a creative category. After calculating the results obtained have increased in cycles I and II respectively 51.39% and 71.39%. If classified as creative thinking abilities, the first cycle is classified as quite creative, while the second cycle is classified as creative, so the action is considered successful. The conclusion that the application of the Group Investigation learning model can improve the ability to think creatively in mathematics.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Data awal kemampuan berpikir kreatif matematika diperoleh dari hasil ulangan harian matematika pada pra siklus, yang menunjukkan bahwa kelas XII MIPA 3 memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif paling rendah dibandingkan kelas lainnya yaitu dengan persentase tingkat kemampuan berpikir kreatif 32,05% yang tergolong kurang kreatif, dengan rata - rata 63,98 di bawah kriteria ketuntasan minimum 65. Oleh karena itu, subjek penelitian yang dipilih adalah siswa kelas XII MIPA 3 semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 40 orang di SMAN 2 Kuta. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif matematika siswa pada materi Limit Fungsi Trigonometri. Data kemampuan berpikir kreatif matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian matematika dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika kemampuan berpikir kreatif matematika siswa minimal kategori kreatif. Setelah dilakukan penghitungan hasil yang diperoleh mengalami peningkatan pada siklus I dan II masing–masing 51,39% dan 71,39%. Jika digolongkan ketingkat kemampuan berpikir kreatif, maka siklus I tergolong cukup kreatif, sedangkan siklus II tergolong kreatif, sehingga tindakan dianggap berhasil. Kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika
Analisis perangkat pembelajaran biologi SMA dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa
This study aims to determine the suitability of high school biology learning tools in developing students' critical thinking skills to support the successful implementation of the 2013 Curriculum. The method used in this study is a qualitative descriptive study with a case study method. This study took location 8 SMAN in Banten. The source of data in this study was the biology teacher. Data collection techniques used consisted of observation, interviews, documentation and student response questionnaires. The results showed that the suitability between the lesson plan and its implementation was in the quite good category, the suitabilityof the lesson plan with the syllabus to develop students' critical thinking skills was in the very good category, the UH problem in developing critical thinking skills was in the sufficient category, the suitability of the lesson plan for the level of learning implementation that developed skills Students' critical thinking is categorized as quite good. It is concluded that the implementation of the 2013 curriculum for learning tools in developing critical thinking skills in biology lessons at 8 high schools in Banten was classified into the fairly good category.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perangkat pembelajaran biologi SMA dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dekriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini mengambil lokasi 8 SMAN di Banten. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru pelajaran Biologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara RPPdengan pelaksanaannya tergolong dalam kategori cukup baik, kesesuaian RPP dengan silabus mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa masuk dalam kategori sangat baik, Soal UH dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritismasuk dakam kategori cukup, kesesuain RPP terhadap tingkat keterlaksanaan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa termasuk kategori cukup baik. Disimpulkan bahwa implementasi kurikulum 2013 perangkat pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran biologi di 8 SMAN di Banten tergolong ke dalam kategori cukup baik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KECEMASAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara model pembelajaran Problem Based Learning dengan model pembelajaran konvensional terhadap kecemasan matematis dan hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penilitian ini tergolong Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Abiansemal sebanyak 11 kelas dengan jumlah 342 peserta didik. Dengan teknik simple random sampling diperoleh dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas VII I dengan 32 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII J dengan 31 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa skor kecemasan matematis (menggunakan angket) dan hasil belajar matematika (menggunakan tes essay). Analisis menggunakan MANOVA dengan bantuan SPSS 22.0 for Windows. Dari hasil uji analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kecemasan matematis dan hasil belajar matematika peserta didik, baik secara parsial maupun secara simultan
VISUALISASI IMAGINE GANESHA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL DALAM SENI PATUNG
Secara harfiah komunikasi visual berarti proses transformasi ide dan informasi dalam bentuk yang dapat dibaca dan ditanggapi. Komunikasi visual, berkaitan erat dengan dunia seni rupa, simbol-simbol, fotografi, tipografi, desain grafis, ilustrasi lukisan, patung, dan lain-lain. seni patung juga dapat digunakan sebagai media komunukasi untuk menyampaikan informasi, pesan, saran, makna, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan fenomena lingkungan atau ungkapan pengalaman pribadi seniman. Dahulu patung Ganesha difungsikan sebagai sarana pemujaan ditempatkan di pura atau tempat-tempat suci lainnya. Ganesha dalam bahasa Sanskerta terdiri atas kata “gana” dan “isha”. Kata gana berati kelompok, orang banyak, atau sistem pengelompokan, dan kata Isha berati penguasa atau pemimpin. Dalam penciptaan karya penulis mengangkat judul Visualisasi Imagine Ganesha sebagai media komunikasi visual dalam seni patung untuk mengkomunikasikan pengalaman pribadi penulis terhadap filosofi simbol simbol pemujaan dalam agama hindu. Karya diwujudkan dengan menyederhanaan melalui teknik deformasi bentuk.
Literally visual communication means the process of transforming ideas and information in a form that can be read and responded to. Visual communication is closely related to the world of fine arts, symbols, photography, typography, graphic design, painting illustrations, sculpture, and others. Sculpture can also be used as a communication medium to convey information, messages, suggestions, meanings, and so on relating to environmental phenomena or the expression of an artist's personal experience. In the past, the Ganesha statue was functioned as a means of worship and placed in temples or other holy places. Ganesha in Sanskrit consists of the words "gana" and "isha". The word gana means group, crowd, or grouping system, and the word Isha means ruler or leader. In the creation of the work, the author carries the title Visualization Imagine Ganesha as a visual communication medium in sculpture to communicate the author's personal experience of the philosophy of symbols of worship in Hinduism. The work is realized by simplifying the form deformation technique
UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI KELAS XII SMK NEGERI 1 SUKAWATI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) sikap siswa kelas XII terhadap pembelajaran Sastra Indonesia di SMK Negeri 1 Sukawati, (2) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sikap siswa kelas XII terhadap pembelajaran Sastra Indonesia di SMK Negeri 1 Sukawati, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi guru untuk menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran Sastra Indonesia siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Sukawati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) upaya guru dalam meningkatkan sikap siswa, yaitu menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada guru dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sikap siswa pada pembelajaran Sastra Indonesia, yaitu faktor fisiologis, psikologis, faktor sosial, yaitu lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan di dalam keluarga. (3) kendala-kendala yang dihadapi guru, yaitu menerapkan metode pembelajaran karena situasi tidak kondusif, alokasi waktu, dan mengevaluasi sikap siswa terhadap pembelajaran sastra. Guru mengalami berbagai kendala saat meningkatkan sikap siswa terhadap pembelajaran sastra. Untuk itu, disarankan kepada guru bahasa Indonesia agar lebih meningkatkan upaya dan cara mengajar, baik dari penerapan suatu metode pembelajaran maupun strategi-strategi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar