Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
701 research outputs found
Sort by
Upaya meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas xi SMAN 4 kota serang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
This study aims to determine the increase in students' cognitive abilities through jigsaw learning. This research is a classroom action research using two cycles. The subjects in this study were students of SMA Negeri 4 Kota Serang class XI MIPA in the odd semester of the 2018/2019 academic year. The object of research is students' cognitive abilities. Data on students' cognitive abilities were collected using a cognitive ability test instrument on the concept of plant tissue structure. Data were analyzed descriptively qualitatively. The results showed an increase in students' cognitive abilities before and after the action research. This action research is declared successful if it has achieved a cognitive average score at the minimum that is equivalent to the KKM value = 70. The results showed that the average value of students' cognitive abilities before the research action was 36.32, then increased to 48.23 after the first cycle, and increased again to 72.86 at the final session (cycle II). The conclusion of this study is that the application of the jigsaw learning model in learning is able to improve students' cognitive abilities on the concept of plant tissue structure.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran jigsaw. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 4 Kota Serang kelas XI MIPA semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Objek penelitian adalah kemampuan kognitif siswa. Data kemampuan kognitif siswa dikumpulkan menggunakan instrumen tes kemampuan kognitif pada konsep struktur jaringan tumbuhan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif siswa sebelum dan sesudah penelitian tindakan. Penelitian tindakan ini dinyatakan berhasil bila telah mencapai nilai rata-rata kognitif secara klasikal minimal setara dengan nilai KKM=70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa sebelum tindakan penelitian sebesar 36,32, kemudian meningkat menjadi 48,23 setelah siklus I, dan meningkat lagi menjadi 72,86 pada sesi akhir (siklus II). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran jigsaw dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada konsep struktur jaringan tumbuhan
Meningkatkan prestasi sekolah melalui manajemen PARKOSI (partisipasi, kolaborasi, dan eksekusi) di SD negeri 1 semarapura klod
This best practice is the result of a work done at SD Negeri 1 Semarapura Klod. The principal is the main figure in improving the quality and development of the school. The purpose of this paper is to provide an overview of: 1) PARKOSI management steps, and 2) the results or impacts of implementing PARKOSI's management program. The stages in implementing PARKOSI management developed at SD Negeri 1 Semarapura Klod consist of (1) forming a team work, (2) implementing PARKOSI management, and (3) partnership. The results of the implementation of PARKOSI management are: (1) it can increase participation, collaboration and execution between the principal and the teacher, the teacher and the teacher, the teacher and the students, the school with the school committee and the parents of students; (2) the achievement of schools has increased both at the sub-district and district levels; and (3) there is a partnership program between parents, committees, community members and other institutions. The impact of the implementation of PARKOSI management, namely: (1) increased participation and collaboration of principals, teachers and staff in efforts to increase school achievement; (2) students have responsibility and get motivation to improve achievement; and (3) parents believe in the school. Based on this experience, it is recommended that the principal (1) condition school activities through PARKOSI management; and (2) make careful planning for improving school achievement.
Best practice ini merupakan hasil karya yang dilakukan di SD Negeri 1 Semarapura Klod. Kepala sekolah merupakan tokoh utama dalam peningkatan mutu dan pengembangan sekolah. Tujuan karya tulis ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai: 1) langkah-langkah manajemen PARKOSI, dan 2) hasil atau dampak dari pelaksanaan program manajemen PARKOSI. Tahapan dalam implementasi manajemen PARKOSI yang dikembangkan di SD Negeri 1 Semarapura klod terdiri atas (1) pembentukan team work, (2) pelaksanaan manajemen PARKOSI, dan (3) kemitraan. Hasil dari Implementasi manajemen PARKOSI yaitu: (1) dapat meningkatkan partisipasi, kolaborasi dan eksekusi antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan siswa, pihak sekolah dengan komite sekolah dan orang tua siswa; (2) meningkatnya prestasi yang diraih sekolah baik ditingkat kecamatan maupun di kabupaten; dan (3) terjalin program kemitraan antar orang tua, komite, masyarakat sekotar dan lembaga lain. Dampak dari implementasi manajemen PARKOSI yaitu: (1) meningkatnya partisipasi dan kolaborasi kepala sekolah, guru dan staf dalam upaya peningkatan prestasi sekolah; (2) peserta didik memiliki tanggung jawab dan mendapat motivasi untuk meningkatkan prestasi; dan (3) orang tua percaya kepada sekolah. Berdasarkan pengalaman ini direkomendasikan agar Kepala sekolah (1) mengkondisikan kegiatan sekolah melalui manajemen PARKOSI; dan (2) membuat perencanaan peningkatan prestasi sekolah secara cermat
Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar memahami unsur intrinsik cerpen
This research is a classroom action research that aims to determine whether the Jigsaw cooperative learning model can improve student achievement. The research subjects were 35 students of SMA Negeri 1 Sukawati class XI MIPA2, odd semester academic year 2019/2020. The object of research is student achievement in the material of understanding the short story intrinsic elements. Collecting data in this study using learning achievement tests. While the data analysis used quantitative descriptive analysis. This research is said to be successful if the learning achievement classically reaches an average of at least 80 (equivalent to KKM). The results obtained from this study are the Jigsaw cooperative learning model can improve student achievement. This is evident from the results obtained in the first cycle an average learning achievement of 77.63, an increase of 6.45% from 72.69 in the initial activity value. In the second cycle the average learning achievement reached 82.71, an increase of 6.57% from the first cycle for learning achievement. The conclusion that can be obtained from this research is that the type of jigsaw cooperative learning model can improve student achievement in class XI MIPA2 SMA Negeri 1 Sukawati in Indonesian, especially in basic competence 7.2, namely explaining the intrinsic elements of short stories.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Sukawati kelas XI MIPA2 berjumlah 35 orang siswa, semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Objek penelitian adalah prestasi belajar siswa pada materi memahami unsur intrisik cerpen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi belajar. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila prestasi belajar secara klasikal mencapai rata-rata minimal 80 (setara dengan KKM). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada siklus I rata-rata prestasi belajar 77,63 meningkat 6,45% dari 72,69 pada nilai kegiatan awal. Pada siklus II rata-rata prestasi belajar mencapai 82,71 meningkat 6,57% dari siklus I untuk prestasi belajar. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA2 SMA Negeri 1 Sukawati pada bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar 7.2 yaitu menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen
Perbandingan Puskesmas Kecamatan Kuta dengan Pelaksanaan Penggunaan Obat Rasional (POR) Berdasarkan Indikator Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan
Pengawasan terhadap penggunaan obat paling banyak dilakukan di Puskesmas yang mengacu pada indikator utama pada panduan WHO tentang penggunaan obat rasional (POR). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan Puskesmas Kecamatan Kuta dengan pelaksanaan POR berdasarkan indikator pelayanan dan fasilitas kesehatan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif yang menggunakan metode retrospektifcross-sectional. Penelitian ini mengambil data pasien melalui rekam medis dan resep periode Januari-Mei 2020. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 400. Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney untuk mengetahui perbandingan pelaksanaan POR. Hasil penelitian menunjukkan gambaran indikator pelayanan pasien dan fasilitas kesehatan terdapat perbedaan dan uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05). Puskesmas Kuta I dan II memiliki perbedaan rata-rata waktu pelayanan dan ketersediaan obat esensial. Perbedaan ini disebabkan karena ketersediaan jumlah tenaga kefarmasian khususnya apoteker belum terpenuhi. Sehingga, proses pelaksanaan akan menjadi lebih lama dan pengelolaan obat menjadi kurang baik. Oleh karena itu, Puskesmas Kuta I dan II perlu melakukan evaluasi mengenai jumlah apoteker yang disesuaikan dengan kunjungan pasien dan pelatihan dalam perencanaan pengadaan obat
Studi Kasus Keluhan Fisik pada Pekerja Batu Bata
Keluhan fisik menjadi masalah utama bagi pekerja batu bata yang berakibat pada ketercapaian target pemesanan. Sehingga menjadi penting untuk diketahui tentang masalah kasus keluhan fisik pada para pekerja yang nantinya dapat dilakukan tindakan atau pertolongan cedera. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kasus keluhan fisik pada pekerja batu bata. Jenis penelitian meggunakan studi kasus, dimana menggambarkan secara rinci kondisi yang terjadi. Analisis data meggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan 13 keluhan yang difokuskan pada titik keluh yang dirasa. Mendapatkan presentasi keluhan tertinggi pada 3 titik keluh yaitu pada tubuh bagian punggung, pinggang dan tangan kanan dengan total responden 9 serta memiliki persentase sebesar 100% dan RULA menunjukkan hasil 7 (level 4). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah para pekerja memerlukan tindakan secara preventif karena keluhan terbesar pada bagian tubuh punggung, pinggang dan tangan kanan yang merupakan komponen utama dalam membuat batu bata
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Kuta Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Kuta Selatan. Faktor yang diteliti yakni faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal), faktor yang datang dari luar (faktor eksternal) dan faktor dari pendekatan belajar dari siswa itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dengan teknik survei menggunakan instrumen berupa angket, dokumentasi berupa data nilai raport dan wawancara. Subjek penelitian dipilih secara acak yang berjumlah 52 siswa. Data hasil survei dianalisis menggunakan deskriptif statistik. Hasil analisis data terdapat perbadingan rerata antara faktor internal yaitu fisikologis dan psikologis yang sering mempengaruhi hasil belajar dengan rerata 3,6, faktor eksternal yaitu lingkungan sosial dan lingkungan non sosial yang juga sering mempengaruhi hasil belajar dengan rerata 3,6 dan faktor pendekatan belajar (approach to learning) dengan rerata 3,5 yang kadang mempengaruhi hasil belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal sering mempengaruhi hasil belajar siswa. Sedangkan faktor pendekatan belajar kadang mempengaruhi hasil belajar siswa
Daya Tahan Otot Atlet UKM Olahraga Universitas Wahid Hasyim Tahun 2020
Kondisi fisik salah satu faktor pendukung terpenting dalam pencapaian prestasi olahraga yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet UKM Olahraga UNWAHAS Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet UKM Olahraga UNWAHAS Tahun 2020 berjumlah 53 atlet. Teknik analisi data menggunakan teknik analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk presentase yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu, kurang sekali, kurang, sedang, baik, dan baik sekali. Hasil tes shit-up menunjukan 2 atlet berkategori kurang sekali (3,8%), 6 atlet kurang (11,3%), 23 atlet sedang (43,4%), 18 atlet baik (34%), dan 14 atlet baik sekali (26%). Hasil tes push-up menunjukan 1 atlet kurang sekali (1,9%), 12 atlet kurang (22,6%), 37 atlet sedang (69,8%), 3 atlet baik (5,7%). Hasil tes pull-up menunjukan 1 atlet berkategori kurang sekali (2,4%), 12 atlet kurang (28,6%), 18 atlet sedang (42,9%), 11 atlet baik (26,2%). Hasil Tes Flaxed-arm hang menunjukan 1 atlet kurang sekali (9,1%), 7 atlet sedang (63,6%), 2 atlet baik (18,2%), 1 atlet baik sekali (9%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet UKM Olahraga Universitas Wahid Hasyim Semarang tahun 2020 dalam kategori sedang. Bagi atlet yang masih mempunyai kondisi fisik kurang sekali dan kurang agar bisa meningkatkannya
Denyut Nadi Indikator Istirahat dalam Kegiatan Sehari-Hari
Tujuan penelitian untuk memberikan bukti pentingnya pemanfaatan jumlah jam tidur terhadap pemulihan setelah beraktivitas keseharian yang ditunjukkan dengan perubahan denyut nadi. Jumlah jam istirahat sangat penting untuk siklus kehidupan seseorang. Jika jam istirahat kurang maka pada waktu bangun tidur akan terasa belum segar. Indikator bahwa istirahat telah pulih adalah sudah kembalinya denyut nadi pada nadi normal. Orang yang mengalami kelelahan atau masih dalam kondisi lelah salah satunya akan terlihat dari denyut nadi yang di atas denyut nadi normal. Pengecekan denyut nadi sebelum dan setelah bangun tidur perlu dilakukan penelitian sebagai pembuktian. Penelitan ini melakukan pengecekan denyut nadi sebelum tidur dan bangun tidur selama 1 bulan terhadap 6 sampel. Nadi yang diambil adalah pengukuran denyut nadi dimana sampel tidak melakukan latihan/olahraga (beraktivitas biasa). Pengukuran denyut nadi dihitung berapa denyut dalam 1 menit. Data dianalisis dengan Uji T dan uji korelasi. Berdasarkan hasil analisis uji T ternyata terdapat perbedaan sampel yang melakukan tidur 6 jam ke bawah dan lebih dari 6 jam. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan 0,000. Hasil analisis ini memberikan informasi bahwa semakin lama jumlah jam tidur akan semakin menurunkan denyut nadi
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Teknik Passing Bola Voli
In the field, there are still many students who are not able to do well by combining playing volleyball from the initial attitude, the attitude regarding the ball and the final attitude. This study aims to improve the activities and learning outcomes of volleyball passing in class X1 SMA Negeri 4 Singaraja. This research includes classroom action research which was carried out in 3 cycles. The research subjects were 32 students of class X1 public senior high school number 4 Singaraja, consisting of 17 male students and 15 female students. The data in this study were analyzed using descriptive statistics with the results obtained in the first cycle, namely the average percentage of student learning activities classically ( ) 73,9% (active), while in cycle II ( ) 76,3% (very active) and in cycle III ( ) 77,4% (very active). While the level of completeness of learning outcomes in cycle I was 81,3% (good), in cycle II was 90.7% (very good) and in cycle III was 96.8% (very good). So from cycle I, cycle II and cycle III there was an increase and had met the completeness criteria of at least 75% classically and 65% individually. It can be concluded that the activities and learning outcomes of volleyball passing have increased through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in class X1 public senior high school number 4 Singaraja
Hubungan Rasio Perilaku Konsumsi Makro Nutrisi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Remaja
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan fisik yang dimiliki seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Aktivitas fisik dan asupan nutrisi yang baik dapat menjaga kebugaran jasmani dan merupakan usaha pencegahan dari berbagai jenis penyakit berbahaya. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan metode survei, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara proporsi asupan makro nutrisi dan tingkat kebugaran jasmani. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan formulir Food Record untuk mengukur proporsi asupan makro nutrisi dan Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani. Analisis data menggunakan uji korelasional bivariate. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara asupan makro nutrisi terhadap kebugaran jasmani dengan nilai korelasi sebesar 0,419 sehingga asupan makro nutrisi memiliki kontribusi sebesar 17,56% terhadap kebugaran jasmani. Nilai korelasi pada masing-masing asupan makro nutrisi terhadap kebugaran jasmani yaitu karbohidrat (-0,118), lemak (-0,374), dan protein (-0,210). Kontribusi karbohidrat 1,39%, lemak 13,98%, dan protein 4,41%. Proporsi asupan makro nutrisi memiliki kontribusi terhadap tingkat kebugaran jasmani pada remaja. Proporsi asupan nutrisi dapat dipertimbangkan dan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai terutama untuk atlet