Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    Analisis Minat Dan Bakat Olahraga Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Banyuwangi

    Get PDF
    Kabupaten Banyuwangi memiliki beberapa macam suku diantaranya suku jawa, osing danmadura. Ketika ditinjau dari perbedaan tempat tinggal serta letak geografis yang berbeda-beda, maka hal tersebut berpotensi untuk menghasilkan para calon atlet dengan minat dan bakat yang bervariatif berdasarkan dari masing-masing suku. Tujuan d a r i p e n e l i t i a n i n i untuk mengidentifikasi minat dan bakat olahraga pada siswa Sekolah Dasar berdasarkan beberapa suku yang ada di Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan rancangan deskriptif kuantitatif dan jumlah sampel berjumlah 90 siswa yang merepresentasikan populasi seluruh siswa SD di Kabupaten Banyuwangi. Rentang usia 11–14 tahun, memiliki latar belakang dari suku Jawa, Madura dan Osing. Proses pengumpulan data menggunakan metode angket dan tes pengukuran pemanduan bakat sport search. Hasil penelitian menunjukkan pada anak-anak suku jawa sangat berpotensi pada cabang olahraga lari cepat dengan jumlah 14 anak (46,6%), suku madura sangat berpotensi pada lompat tinggi dengan jumlah 12 anak (40%) dan suku osing sangat berpotensi pada lari gawang dengan jumlah 12 anak (40 %). Hasil dari jumlah anak dan persentase tersebut mewakili dari 30 responden untuk setiap suku. Sedangkan data yang didapatkan dari hasil penyebaran angket pada 30 sampel di setiap suku tersebut, menunjukkan minat pada suku jawa, suku madura dan suku osing lebih dominan pada cabang olahraga sepak bola dengan jumlah anak dan persentase sebagai berikut: suku jawa 18 anak (60%), suku madura 12 anak (40%) dan suku osing 13 anak (43,3%)

    PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY TEACHING DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN RESPONS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 2 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020

    Get PDF
    This study aims to determine the responses and learning outcomes of class XI IPA 3 SMA Negeri 2 Denpasar after implementing the Guided inquiry teaching method by utilizing mathematics learning media. This type of research is classroom action research (PTK). CAR is designed using several cycles consisting of four stages, namely: planning, implementing, observing and reflecting. The subjects of this study were 36 class XI IPA 3 students of SMA Negeri 2 Denpasar in the 2019/2020 academic year and the object of this research was student learning after being given learning with guided discovery methods and using visual learning media. Student learning outcomes are said to be successful individually if they have obtained a value of ≥ 70.Students are classically said to have succeeded if 85% of the total students in the class have scored ≥ 70.The results of the analysis are obtained (1) There is an effect of the guided inquiry teaching method using the media learning in mathematics can increase student response. (2) The guided inquiry teaching learning method by utilizing learning media can improve mathematics learning outcomes in class XI IPA 3 students of SMA Negeri 2 Denpasar in the 2019/2020 academic year

    Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring

    Get PDF
    The purpose of this study was to improve learning outcomes of PPKn in class XI AP1 students of SMK Negeri 1 Tampaksiring in semester 2 of the 2018/2019 academic year through the application of Group Investigation cooperative learning models. Subjects in the study were students of class XI AP1 of SMK Negeri 1 Tampaksiring in semester 2 of the 2018/2019 academic year totaling 35 people. The object of the research was the PPKn learning outcomes. Student learning outcomes data in PPKn subjects were collected using tests. Data were analyzed using qualitative descriptive techniques. The study was said to be successful if it met the criteria: (1) the average value of the minimum PPKn test was KKM of 77, and (2) the classical completeness was at least 85%. The results of data analysis showed an increase in student learning outcomes in PPKn subjects in class XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring after using the application of the GI type cooperative learning model. In cycle I, the average value of daily tests was 75.21 and classical completeness was 88.57%, while in cycle II the average value of daily tests was 80.68 with a classical completeness of 100%. Thus, the application of the Group Investigation type of cooperative learning model could improve student learning outcomes in PPKn learning after two cycles. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa kelas XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 35 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar PPKn. Data hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian dikatakan berhasil bila memenuhi kriteria: (1) nilai rata-rata ulangan PPKn minimal sebesar nilai KKM sebesar 77, dan (2) ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil analisis data menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring setelah menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Pada Siklus I, nilai rata-rata ulangan harian mencapai 75,21 dan ketuntasan klasikal 88,57%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata ulangan harian mancapai 80,68 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn setelah dilakukan dua kali siklus.

    Integrasi satua bali dalam konseling postmodern untuk meminimalisasi perilaku bullying siswa

    Get PDF
    Bullying behavior is a serious problem that occurs in almost every school in Indonesia, including in SMP Negeri 1 Selemadeg. This must be addressed immediately so that things do not interfere with the learning process and the psychological atmosphere of students in school. One strategy that can be done to overcome this is by strengthening counseling guidance services through postmodern counseling approaches from the perspective of Nangun Sat Kertih Loka Bali, namely Satua Bali-based counseling services. This best practice research with an experimental approach was carried out in semester 1 of the 2019/2020 academic year in class IX of Selemadeg 1 Public Middle School, which was spread into 5 classes with a total of 158 students. Two classes were randomly selected as an experimental group and one class as a control group. Data collection before treatment using document recording and after treatment using observations made by BK teachers. The treatment was carried out twice in each of the experimental classes, once with online counseling and once again with face-to-face counseling. The results showed that for 1 month after treatment, there was a decrease in cases of bullying in the experimental class to 94%, while in the control group bullying cases remained the same as before. Thus it can be concluded that Satua Bali which is integrated in postmodern counseling services is very effective in minimizing student bullying behavior.   Perilaku bullying merupakan permasalahan serius yang terjadi hampir di setiap sekolah di Indonesia termasuk di SMP Negeri 1 Selemadeg. Hal ini harus segera ditanggulangi agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu proses belajar mengajar dan suasana psikologis siswa di sekolah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya adalah dengan memperkuat layanan bimbingan konseling melalui pendekatan konseling postmodern perspektif Nangun Sat Kertih Loka Bali yaitu layanan konseling berbasis Satua Bali. Penelitian best practice dengan pendekatan eksperimen ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 di kelas IX SMP Negeri 1 Selemadeg, yang tersebar ke dalam 5 kelas dengan jumlah 158 orang siswa. Dua kelas dipilih secara acak sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data sebelum perlakuan menggunakan pencatatan dokumen dan setelah perlakuan menggunakan pengamatan yang dilakukan oleh guru BK. Perlakuan dilaksanakan dua kali pada masing-masing kelas eksperimen, sekali dengan konseling online dan sekali lagi dengan konseling tatap muka. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama 1 bulan setelah perlakuan, terjadi penurunan kasus bullying di kelas eksperimen sampai 94 %, sementara pada kelompok control kasus bullying masih tetap seperti semula. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Satua Bali yang diintegrasikan dalam layanan konseling postmodern sangat efektif untuk meminimalisasi prilaku bullying siswa

    Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team accelerated instruction untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia

    Get PDF
    This research is a classroom action research which aims to determine the extent to which the application of the Team Accelerated Instruction (TAI) cooperative learning model can improve Indonesian learning outcomes. The research subjects were students of class XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Marga semester 2 of the 2018/2019 academic year consisting of 32 students. The object of research is the result of learning Indonesian at KD 3.13 Analyzing the content, systematics and language of a proposal and 4.13 Designing a scientific work proposal by paying attention to the information, objectives, and essence of the scientific work needed. Student learning outcomes data were collected using learning outcome tests. The data analysis was conducted in a descriptive qualitative manner. This action research is said to be successful if it meets the following criteria: (1) a minimum grade average score of 68 and (2) a minimum classical completeness of 85%. The results showed that in the first cycle the class average value was 67.88, increasing in the second cycle to 74.69; while classical completeness increased from cycle I of 81.25% to 90.63% in cycle II. Thus this action research was successfully carried out in 2 cycles. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Marga semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 terdiri dari 32 orang siswa. Objek penelitian adalah hasil belajar bahasa Indonesia pada KD 3.13 Menganalisis isi, sistematika, dan kebahasaan suatu proposal dan 4.13 Merancang sebuah proposal karya ilmiah dengan memerhatikan informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang diperlukan.Data hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian tindakan ini dikatakan berhasil bila memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) nilai rata-rata kelas minimal 68 dan (2) ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 67,88  meningkat pada siklus II menjadi 74,69; sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari siklus I sebesar 81,25% menjadi 90,63% pada siklus II. Dengan demikian penelitian tindakan ini berhasil dilaksanakan dalam 2 siklus

    Penerapan model pembelajaran discovery learning dengan metode outdoor dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar

    No full text
    Research on classroom actions is motivated by: (1) student learning outcomes are still relatively low ; (2) the learning activities of students are less active, (3) the method of learning to descend is still conventional; and (4) students do not yet have good motivation to learn. This condition wants to be changed through the application of discovery learning learning models with outdoor methods. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of the discovery learning model of learning with the oudoor method in an effort to increase the activities and learning outcomes in the subject of Chemistry. Classroom Action Research was carried out in 2 cycles of each cycle with the main steps: planning, acting, observing, raftakting with always revise actions to find better results or skunt. Data processing using descriptive analytical techniques. With the action research procedure carried out, it is found that the results are as follows: (1) the application of discovery learning learning models with outdoor methods can be said to be effectively applied to increase activity and learning outcomes in lessons are proven from the results of research in cycles 1, and 11 with the average value of student learning outcomes increased from 6945 to 77.17 and classical learning excellence also increased from 58%, to 94%. Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh: (1) hasil belajar siswa masih tergolong rendah; (2) aktivitas belajar siswa kurang aktif; (3) metode pembelajaran guru cenderung masih konvensional; dan (4) siswa belum memiliki motivasi belajar yang baik. Kondisi ini ingin diubah melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dengan metode outdoor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas penerapan model pembelajaran discovery learning dengan metode outdoor dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dengan langkah-langkah pokok: planning, acting, observing, reflekting dengan selalu melakukan revisi tindakan untuk menemukan hasil yang lebih baik atau akurat. Pengolahan datanya menggunakan teknik deskriptif analitis. Dengan prosedur penelitian tindakan yang dilakukan, ditemukan hasil sebagai berikut: (1) penerapan model pembelajaran discovery learning dengan metode outdoor dapat dikatakan efektif diterapkan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar yang dibuktikan dari hasil penelitian pada siklus I, dan II dengan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik kelas meningkat dari 65,45 menjadi 77,17 serta ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 58%, menjadi 94%

    Implementasi model pembelajaran REACT untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika

    No full text
    This study aims to improve understanding of the physics concepts of class X MIPA 3 students at SMA Negeri 1 Kerambitan in the 2017/208 academic year through the implementation of the REACT learning model. The research subjects were students of class X MIPA 3 at SMA Negeri 1 Kerambitan in the 2017/2018 school year. The object of research is understanding the concept of physics. Data were collected using a physics learning achievement test. The data analysis technique used a qualitative descriptive technique. The results show that the implementation of the REACT learning model can improve understanding of the physics concepts of class X MIPA 3 students in SMA Negeri 1 The 2017/2018 school year updates. This can be seen from the average value of students' understanding of physics concepts in the first cycle of 70.4 with 74% classical completeness and 74.85 in the second cycle with good categories and 94% classical completeness. The implementation of the REACT model in learning causes an increase in students' understanding of physics concepts. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Kerambitan Tahun Pelajaran 2017/208 melalui implementasi model pembelajaran REACT. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 di SMA Negeri 1 Kerambitan tahun pelajaran 2017/2018. Objek penelitian adalah pemahaman konsep fisika. Data dikumpulkan mengginakan tes prestasi belajar fisika. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran REACT dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa kelas X MIPA 3 di SMA Negeri 1 Kerambitan tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pemahaman konsep fisika siswa pada siklus I sebesar 70,4 dengan ketuntasan klasikalnya 74% dan siklus II menjadi 74,85 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikalnya 94%. Implementasi model REACT dalam pembelajran menyebabkan terjadinya peningkatan pemahaman konsep fisika siswa

    POTENSI PEMULIHAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG : DAMPAK POSITIF PANDEMI COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN

    No full text
    Terumbu karang adalah salah satu ekosistem penting bagi keberlanjutan kawasan pesisir dan lautan serta mempunyai banyak fungsi ekologis. Ekosistem tersebut sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Kebijakan pembatasan aktivitas manusia selama masa pandemi Covid-19 dan berkurangnya berbagai kegiatan ekonomi termasuk beberapa sektor industri memberikan potensi pemulihan ekosistem terumbu karang. Fenomena tersebut merupakan dampak positif pandemi Covid-19 terhadap lingkungan. Pemulihan ekosistem terumbu karang akan terjadi bila tekanan akibat aktivitas manusia dibatasi

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI TKR 1 SMK PGRI 2 BADUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE WRITING CONFERENCE TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode writing conference dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Objek penelitian pembelajaran menulis cerpen dengan metode writing conference. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasiatau pengamatan, dan tahap refleksi. Hasil penelitian untuk kemampuan menulis cerpen siswa termasuk kategori cukup dengan nilai rata-rata 2.77 pada siklus satu, pada silkus II sebesar 3,08 dan pada siklus III sebesar 3,42. Jadi penerapan metode writing conference dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI TKR 1 SMK PGRI 2 Badung Tahun Pelajaran 2014/2015

    Penerapan model pembinaan kelompok dan individu untuk meningkatkan nilai akreditasi komponen standar isi bagi sekolah binaan SMP wilayah kecamatan Pemalang

    No full text
    This study aims to improve the ability of schools in making physical evidence of school accreditation of content standard components through group and individual models. The method used in this research is comparative descriptive. Data were collected using observation and documentation. The school that was used as a research location was SMP Pemalang District. The results showed that not all schools were able to make physical evidence of school accreditation standard components of the initial data content from the results of the self-evaluation of the coaching observations obtained a score of 2.0 (sufficient category) in cycle I reached an average of 2.81 (good category) there was an increase of 0 , 81, while in the second cycle it reached an average of 3.6 (very good category) there was an increase of 1.6. The results of supervision got an average score of 2.8 (good category) after coaching the group model reached an average of 3.0 (good category) there was an increase of 0.2, and in cycle II with an individual model it reached an average of 3, 9 (very good category) there is an increase of 1.1. From the results of this study, it can be suggested that schools carry out physical evidence preparation using group and individual models, as well as mobilizing teachers, school administrator, committees, and other stakeholders to prepare physical evidence of school accreditation, especially the content standard component. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sekolah dalam membuat bukti fisik akreditasi sekolah komponen standar isi melalui model kelompok dan individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Data dijaring dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Sekolah yang dijadikan tempat penelitian, yaitu SMP wilayah Kecamatan Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum semua sekolah dapat membuat bukti fisik akreditasi sekolah komponen standar isi data awal dari hasil evaluasi diri pengamatan pembinaan memperoleh skor 2,0 (kategori cukup) pada siklus I mencapai rata–rata 2,81 (kategori baik) ada kenaikan 0,81, sedangkan pada siklus II mencapai rata–rata 3,6 (kategori amat baik) ada kenaikan 1,6. Hasil supervisi mendapatkan nilai dengan rata–rata 2,8 (kategori baik) setelah diadakan pembinaan model kelompok mencapai rata–rata 3,0 (kategori baik) ada kenaikan 0,2, dan pada siklus II dengan model individu mencapai rata–rata 3,9 (kategori amat baik) ada kenaikan 1,1. Dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan agar sekolah melaksanakan penyiapan bukti fisik dengan model kelompok dan individu, serta menggerakan guru, penjaga, komite, dan stakeholder yang lain untuk menyiapkan bukti fisik akreditasi sekolah, khususnya komponen standar isi

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇