Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    PERAN LINGKUNGAN MEMBENTUK GENERASI MUDA CERDAS, BERKUALITAS DAN BERBUDI PEKERTI LUHUR

    Get PDF
    Peran Lingkungan Membentuk Generasi Muda cerdas, Berkualitas Dan Berbudi Pekerti Luhur. Masalah yang di ajukan adalah, bagaimanakah peran lingkungan bisa membentuk generasasi muda cerdas, berkualitas dan berbudi luhur. Tujuan penelitian yaitu dengan memahami peran lingkungan akan dapat menghayati betapa pentingnya menjaga lingkungan internal maupun eksternal. Metodologi yang digunaan adalah metodologi Tri anggulasi, yakni dengan pustaka, pengalaman dan wawancara. Hasil yang diharapakan dalam penelitian ini adalah untuk menyadari generasi muda yang faham terhadap pentingnya arti pendidikan berlandaskan lingkungan yang baik dapat sebagai menyadarkan diri sebelum menularkan kepada orang lain. Hal ini banyak terjadi pada kehidupan jaman globalisasi di jaman sekarng ini. Dengan demikian, atas pengertian di atas dapat digaris bawahi bahwa peran lingkungan yang baik, akan membawa pula dampak positif terhadap generasi muda itu

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES SISWA KELAS VI

    Get PDF
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Kuwum khususnya di Kelas VI yang kemampuan siswanya untuk materi Penjasorkes cukup rendah dan belum mencapai KKM pada nilai rata-rata klasikalnya. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan Prestsi belajar Penjasorkes siswa Kelas VI pada semester I SD Negeri 2 Kuwum tahun pelajaran 2019/2020 dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Metode pengumpulan datanya adalah tes hasil belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai rata-rata hasil belajar Penjasorkes pada siklus awal adalah 69.71 dengan prosentase ketuntasan belajar 74.28% selanjutnya pada Siklus I nilai rata-rata mencapai 73.57 dengan prosentase ketuntasan 85.71% dan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 80 dengan prosentase ketuntasan mencapai 100%. Melihat hasil belajar siswa yang sudah mencapai KKM bahkan lebih dari KKM maka tindakan dihentikan pada Siklus II. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa Kelas VI semester I SD Negeri 2 Kuwum Tahun pelajaran 2019/2020

    Analisis Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Proses Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA SMP di Lombok Barat

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan saintifik yang dilakukan oleh guru dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Proses Pembelajaran pada mata pelajaran IPA SMP di Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru di sekolah negeri dan swasta yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik stratified random sampling dengan mengambil 15% dari jumlah populasi sebanyak 162, sehingga jumlah sampel yaitu 16 guru sekolah negeri dan 8 guru sekolah swasta. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam RPP yaitu sudah masuk kategori Sangat Baik. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan pendekatan saintifik memiliki kategori Cukup Baik pada langkah Menanya dan Mengasosiasi. Guru yang menerapkan kegiatan 5M secara lengkap dan berurut sebanyak 25%, sementara guru yang menerapkan 5M secara lengkap namun tidak berurut yaitu 37.5%, serta guru yang tidak menerapkan 5M secara lengkap yaitu 37.5%. &nbsp

    Kompetensi sosial guru BK/konselor sekolah: Studi deskriptif di SMAN se-kota Denpasar

    Get PDF
    This study aims to determine: 1) internal collaboration in the workplace by BK teachers/school counselors, 2) roles in the organization and professional activities of guidance and counseling by BK teachers/school counselors, 3) collaboration between professions by BK teachers/school counselors. This research is a quantitative descriptive research. This research was conducted at the Senior High School of Denpasar City. The subjects of this study were all BK counselors/counselors with an bachelor degrre of education background who served in the Senior High School of Denpasar City with a total of 20 people. The data collection method is in the form of a questionnaire. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the indicator of internal collaboration in the workplace an average score of 4.06 with a percentage of 76.6% was in the quite good category. The indicators play a role in the professional organization of guidance and counseling with an average score of 4.29 with a percentage of 82% in the quite good category. On the collaboration indicator between professions the average score of 3.58 with a percentage of 64.7% is in the good category. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kolaborasi intern di tempat kerja oleh guru BK/konselor sekolah, 2) peran dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling oleh guru BK/konselor sekolah, 3) kolaborasi antar profesi oleh guru BK/konselor sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se-kota Denpasar. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru BK/konselor yang berlatar belakang pendidikan S1 BK yang bertugas di SMA Negeri se-kota Denpasar dengan jumlah 20 orang. Metode pengumpulan data berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kolaborasi intern di tempat kerja skor rata-rata 4,06 dengan persentase 76,6% berada pada kategori cukup baik. Pada indikator berperan dalam organisasi profesi bimbingan dan konseling skor rata-rata 4,29 dengan persentase 82% berada pada kategori cukup baik. Pada indikator kolaborasi antar profesi skor rata-rata 3,58 dengan persentase 64,7% berada pada kategori baik

    PENGUATAN SOFT SKILL DAN KETAHANMALANGAN (Adversity Quation) DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL SPIRITUAL DALAM PENGEMBANGAN GOOD CHARACTER SISWA

    Get PDF
    Education is a process of change in the development of knowledge (cognitive), skills (psychomotor) and attitudes (affective) person, then education should produce an output proportional to the ability of the hard skills and soft skills. In addition to the curriculum which has a charge that is lower than the soft skills payload hard skills, soft skills with the imbalance between hard skills can also be caused by a learning process that emphasizes the acquisition value of test results and the value of the test results. Globalization (without limit) create an atmosphere of competition in life is getting tougher. Only people who are competitive, not easily discouraged and ready to accept the challenge that will be successful in life. So people with low adversity Quation will run over time, while those with high adverity Quation will be successful and become a winner. The success of a person is not only determined by IQ (Intelligence quation) but also by adversity quotient (AQ) owned. Bali has a wide range of spiritual culture that can be used as a shield themselves from a variety of negative effects that harm. For it to develop spiritual culture at the level of soft skills and adversity Quation, a person is able to optimize towards the positive character development for the realization of qualified human resources in accordance with national education goals

    HUBUNGAN KECEMASAN MATEMATIS DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020

    Get PDF
    The purpose of this research is to determine the relationship between mathematical anxiety and adversity quotient on student mathematics learning outcomes. This type of research is correlational and uses the Ex Post Facto method. This research is conducted to examine events that have occurred and then to look back through the data to find the factors and causes that may have occurred for the events under study. In this study, there are two variables, namely two independent variables and one dependent variable. The population in this study was class X SMK TI Bali Global Denpasar in 2019/2020. The technique used was simple random sampling technique, namely by lottery where the class was drawn. The data that has been collected are mathematical anxiety, adversity quotient, and students' mathematics learning outcomes were analyzed using parametric statistics. To test the hypothesis in this study using multiple regression methods. In this study, data analysis will be carried out with the help of the SPSS 22.0 for Windows program. Before performing multiple regression analysis, first a descriptive statistical analysis and prerequisite analysis were carried out. The results of research and data analysis of the relationship between mathematical anxiety and adversity quotient on mathematics learning outcomes of class X students of SMK TI bali Global Denpasar. &nbsp

    Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Jasa Laundry Di Wilayah Pejeng, Gianyar Tahun 2019: The Effect of Prices and Promotions on Laundry Service Consumen Satisfaction in Pejeng, Gianyar in 2019

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan Konsumen, (2) Pengaruh Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen, (3) Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Jasa Laundry Di Wilayah Pejeng, Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumalah 100 orang yang diambil dari seluruh konsumen jasa Laundry di wilayah pejeng, gianyar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) variabel Harga (X1) berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen (Y) hal ini didasari oleh nilai t-hitung 4,327 lebih besar dari t-tabel 1,984 dengan nilai signifikan 0,000 < 0.05, (2) variabel Promosi (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen (Y) hal ini didasari oleh nilai t-hitung 3,409 lebih besar dari t-tabel 1,984 dengan nilai signifikan 0,001 < 0.05, (3) variabel Harga (X1) dan Promosi (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Konusmen (Y) hal ini didasari oleh uji F sebesar 98,571 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. (4) hasil koefisien uji determinasi menggunakan metode Ajusted R square yaitu sebesar 80% Harga (X1) dan Promosi (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen (Y) sedangakan sisanya sebesar 20% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukan kedalam model penelitian. Sehingga berdasarkan hasil uji diatas dapat disimpulkan terdapat Pengaruh antara Harga (X1) dan Promosi (X2) terhadap Kepuasan Konsumen (Y).   &nbsp

    Meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Hindu dan budi pekerti siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Marga melalui penerapan teknik megending

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the effectiveness of the magending technique as an effort to improve the learning outcomes of Hindu Religious Education and Characteristics of Class XI IPS2 students in semester 1 of the 2018/2019 academic year. This type of research is classroom action research conducted in the form of cycles consisting of 4 stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 37 students of SMA Negeri 1 Marga Class XI IPS2 semester 1 of the 2018/2019 academic year, while the object of the study was the learning outcomes of Hindu Religious Education and Characteristics. Learning outcomes data were collected using learning outcomes tests and analyzed descriptively qualitatively. The success criteria are set as follows: (1) the average value of each test cycle of at least 70 (KKM scores) and (2) completeness class of at least 85%. The study began by conducting initial reflections with the following conditions: students' enthusiasm for learning was very low, the average value in the previous daily tests only reached 64.78, far below the KKM score of 70, and the number of students who completed study was only 26 out of 37 students, so the classical learning completeness reaches only 70.27%. After the action research there was an increase as follows: in the first cycle the average grade had reached 71.52 and the number of students who completed as many as 30 people so that mastery learning reached 81.08%; while in cycle II the average value of the class was 78.45 with the total number of students reaching 34 people, so the classical learning completeness reached 91.89%. Conclusion: the application of the magending technique effectively improves the learning outcomes of class XI IPS2 students of SMA Negeri 1 Marga in the first semester of the 2018/2019academic year. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan teknik magending sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa Kelas XI IPS2 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam bentuk siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Marga Kelas XI IPS2 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 37 orang, sedangkan objek penelitian adalah hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kriteriakeberhasilan ditetapkan sebagai berikut: (1) nilai rata-rata ulangan setiap siklus minimal 70 (nilai KKM) dan (2) ketuntasan klasikan minmal 85%. Penelitian ini didahului dengan melakukan refleksi awal dengan kondisi sebagai berikut: semangat siswa belajar sangat rendah, nilai rata-rata pada ulangan harian sebelumnya hanya mencapai 64,78 berada jauh di bawah nilai KKM 70, dan jumlah siswa yang tuntas belajar hanya 26 orang dari 37 orang siswa, sehingga ketuntasan belajar secara klasikal baru mencapai 70,27%. Setelah dilakukan penelitian tindakan terjadi peningkatan sebagai berikut: pada siklus I nilai rata-rata kelassudah mencapai 71,52 dan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 30 orang sehingga ketuntasan belajar mencapai 81,08%; sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas sebesar 78,45 dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai 34 orang, sehingga ketuntasan belajar klasikal mencapai 91,89%. Simpulan: penerapan teknik magending efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Marga semester 1 tahun pelajaran 2018/2019

    Pengaruh Lokasi Usaha Dan Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Usaha Jasa Laundry Di Wilayah Pejeng Tahun 2019: The Influence of Bussines Location and Service Kuality on Castomer Statisfaction with Laundry Service in the Pejeng region in year 2019

    Get PDF
    Populasi dalam penelitian ini berjumlah 96 yang diambil dari pelanggan pengguna jasa laundry yang berada di Desa Pejeng Kaja, pengambilan sampel menggunakan teknik non probality sampling teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner dengan pengujian analisis regresi linier dua prediktor dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukan (1) variabel Lokasi (X1) berpengaruh terhadap Kepuasan Pelanggan (Y)  hal ini berdasarkan oleh nilai t-hitung 4,979 > 1,985. Dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditetapkan yaitu (α = 0,05). (2) variabel Kualitas Jasa (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Pelanggan (Y)  hal ini berdasarkan oleh nilai t-hitung 5,129 > 1,985. Dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditetapkan yaitu (α = 0,05). (3) variabel Kepuasan Pelanggan  (Y) nilai F-hitung  sebesar 22,890 > F-tabel 3,09. Dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditetapkan yaitu (α = 0,05). (4) hasil uji determinasi diketahui besarnya Adjusted R Square sebesar 24,9% variasi Kepuasan Pelanggan (Y) dipengaruhi oleh Lokasi (X1) dan Kualitas Jasa (X2) sedangkan sisanya sebesar 75,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

    Pengaruh penambahan ramuan herbal pada air minum terhadap persentase karkas dan persentase lemak pada ayam kampung super

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effect of herbs mixed in water added to percentage of carcass and fat percentage of super native chicken. The research used a 84 of chicken. The herbs were bawang putih (Allium sativum), kencur (kaempferia galangal), kunyit (Curcuma domestika), temulawak (Curcuma xanthohiza), jahe (Zingiber officinale), leaf leaves (piper better linn) and daun sereh. The extracted herbs were mixed with sugar and fremented with MA-11. The complete randomized design consist of 3 treatment and 7 replication were used as methods. The treatment were formulated as follow Ro = drinking water without addition of herbs, R1 = 1 liter water + 3 mL of herbs, R2 = 1 liter water + 6 mL herbs. Research result showed that the addition of herbs 3 mL and 6 mL in drinking water shows no significant effect (P > 0,05) on the percentage carcass. While the treatment give a high significantly effect (P < 0,01 ) on the percentage of abdominal fat. The conclusion of this research is the giving of herbs up to 6 mL added to drinking water does not cause the percebtage change of carcass but the giving 6 mL of herbs decrease of abdominal fat percentage of super native chicken. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ramuan herbal yang ditambahkan dalam air minum terhadap persentase karkas dan persentase lemak pada ayam kampung super. Materi yang digunakan adalah 84 ekor ayam kampung super. Tanaman herbal yang digunakan adalah bawang putih (Allium satuvum), Kencur (Kaempferia galangal), kunyit (Curcuma domestika), temulawak (Curcuma xanthoriza), jahe (Zingiber officinale), daun sirih (Piper Better Linn ), sereh. Tanaman diekstrak, dicampur dengan gula pasir, tetes tebu dan difermentasi dengan MA-11. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan tujuh ulangan, perlakuan diberikan dalam air minum dengan masing-masing perlakuan adalah Ro = air minum tanpa penambahan ramuan herbal, R1 = 1 liter air minum + 3 ml ramuan herbal, R2 = 1 liter air minum + 6 ml ramuan herbal. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan ramuan herbal 3 ml dan 6 ml pada air minum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, sedangkan untuk persentase lemak, penambahan herbal 3 ml dan 6 ml memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian ramuan herbal hingga 6 ml yang ditambahkan pada air minum tidak menyebabkan perubahan persentase karkas namun pemberian 6 ml, terjadi penurunan persentase lemak ayam kampung super

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇