E-Journal Politeknik Negeri Cilacap
Not a member yet
919 research outputs found
Sort by
Comparative Analysis of Keypoint Detection Performance in SIFT Implementations on Small-Scale Image Datasets
Scale-invariant feature transform (SIFT) is widely used as an image local feature extraction method because of its invariance to rotation, scale, and illumination change. SIFT has been implemented in different program libraries. However, studies that analyze the performance of SIFT implementations have not been conducted. This study examines the keypoint extraction of three well-known SIFT libraries, i.e., David Lowe\u27s implementation, OpenSIFT, and vlSIFT in vlfeat. Performance analysis was conducted on multiclass small-scale image datasets to capture the sensitivity of keypoint detection. Although libraries are based on the same algorithm, their performance differs slightly. Regarding execution time and the average number of keypoints detected in each image, vlSIFT outperforms David Lowe’s library and OpenSIFT
THE ANALYSIS OF THE ELECTRONIC SYSTEM IN PAS8E10 ACTIVE SPEAKER AT PT HARTONO ISTANA TEKNOLOGI
This paper contains an analysis and understanding of the operation and performance of the Audio PAS8E10 instrument, an active speaker widely used in various audio applications. The PAS8E10 active speaker is known for its superior sound quality, high durability, and advanced features that support various user needs. This paper will also discuss the technical specifications of the PAS8E10, signal path analysis, and include an analysis of key components such as the power supply and internal amplifier. This active speaker is equipped with modern features like Bluetooth connectivity, multiple input options, all of which play an important role in determining the final performance of this product
RANCANG BANGUN SISTEM TRANSMISI PADA MESIN PEMISAH ANTARA DAGING DAN BIJI BUAH DURIAN KAPASITAS 3 KG
Proses pemisahan daging dan biji buah durian menggunakan cara manual memiliki kesulitan dan kelemahan yang membuat pekerja mengalami cidera pada jari tangan dan membutuhkan waktu serta tenaga yang banyak. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat sistem transmisi mesin pemisah daging buah dari biji durian serta melakukan pengujian fungsi dan hasil. Metode yang dilakukan melalui observasi langsung di UMKM untuk merealisasikan mesin tersebut. Hasil yang diperoleh berupa putaran output sebesar 200 rpm dengan kapasitas mesin 3 kg. Sistem transmisi yang digunakan pada mesin adalah puli dan sabuk-v tipe B dengan sumber penggerak berupa motor listrik AC 1 HP. Hasil pengujian fungsi terhadap sistem transmisi menunjukkan bahwa setiap komponen mesin dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsi serta mampu menghasilkan putaran 200 rpm sesuai yang direncanakan. Hasil pengujian menunjukkan dengan 2 mata blade dengan waktu 30 detik menghasilkan jumlah rata – rata pemisahan sebesar 1.495 kg. Sedangkan dengan 3 mata blade dengan waktu 30 detik menghasilkan jumlah rata-rata pemisahan sebesar 1.580 kg. Jadi pengaduk dengan 3 mata blade lebih efisien untuk proses pemisahan daging buah dari biji durian
Studi Tingkat Penerimaan Abon Jantung Pisang dengan Penambahan Kacang Koro
Jantung pisang merupakan bagian dari pisang yang sering terbuang. Jantung pisang mengandung serat yang tinggi dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Upaya pemanfaatan jantung pisang adalah menjadikan sebagai produk Abon. Jantung pisang yang telah diolah menjadi abon dapat diperkaya dengan penambahan kacang koro. Kacang koro dilaporkan mempunyai kandungan protein yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap abon jantung pisang yang diberikan penambahan kacang koro. Penambahan kacang koro yaitu 0%,10% dan 30%
Jantung pisang dan kacang koro dibersihan, dibersihkan kemudian direbus selama 20 menit. Jantung pisang ditiriskan dan dicacah untuk mendapatkan potongan yang lebih halus, sementara kacang koro dihaluskan menggunakan chopper. Jantung pisang digoreng dengan menambahkan bumbu dan kacang koro. Pengeringan abon dilakukan menggunakan oven pada suhu 1200C selama 60 menit.
Hasil uji tingkat kesukaan terhadap abon jantung pisang dengan penambahan kacang koro menyatakan bahwa panelis lebih menyukai abon jantung pisang tanpa penambahan kacang koro (0%). Panelis hanya lebih menyukai jantung pisang dengan penambahan kacang koro yaitu pada parameter warna (penambahan kacang koro 10%)
Analisis Indeks Diversitas Vegetasi Hutan Sosial Sukobubuk Kabupaten Pati (Studi Terhadap Habitat Vegetasi Pohon Kayu Jati, Balsa, dan Sengon Hutan Sukobubuk)
Pati Regency, located in Central Java, is known to have many social forests. One example is the Sukobubuk Social Forest. With the management efforts carried out by the Sukobubuk Rejo Forest Farmers Group (KTH), the condition of the Sukobubuk Social Forest has experienced significant improvements. To assess the extent of this progress, an analysis of the vegetation diversitas index in the forest is needed. This research uses a quantitative approach with a diversitas index calculation method which includes frequency, density, dominance, relative number, significant figure index (INP), and diversitas index (ID). The results show that the level of biodiversitas or diversitas index in the dominant woody vegetation habitat in the Sukobubuk forest is still relatively low. This can be seen from the diversitas index figures for the entire vegetation calculated which are still below number 1 (H\u27<1), with the highest to lowest order being sengon 0.154115951, teak 0.11926885, and balsa 0.078055196. However, forest management by KTH Sukobubuyk Rejo can be said to have experienced quite a development with conservation efforts, this is marked by the start of growth of vegetation habitat, although not yet significant
Evaluasi Pengolahan Sampah menjadi Refuse Derived Fuel pada TPST Mengwitani Badung, Bali
Badung Regency is the fourth city which is the largest waste producer in Bali Province, with the amount of waste production in Badung Regency in 2022 reaching 119,475 tons per year. On the other hand, the generated waste is only disposed of at the Suwung Final Disposal Site (TPA), without prior processing. However, as of March 2023, the Bali Provincial Government has begun to gradually close the Suwung TPA, due to waste overcapacity, as evidenced by the presence of rubbish piles as high as 25 meters. In response to this, the Badung Regency Environmental Service (DLH) built the Mengwitani Integrated Waste Processing Site (TPST), where waste is processed into Refuse Derived Fuel (RDF) with the aim of reducing waste generation in Badung Regency. This research aims to evaluate the process of processing waste into RDF at the Mengwitani TPST, so that it can be seen how much waste generation can be reduced through RDF processing at the Mengwitani TPST. The method used is a quantitative method, with a mass balance analysis approach. Therefore, it was found that processing waste into RDF was carried out by going through 5 stages of filtering or segregation. So, after processing the waste into RDF, it was found that the potential for waste reduction at the Mengwitani TPST reached 72% every day, and on the other hand, the RDF produced by the Mengwitani TPST had been adjusted to standards, namely SNI 8966:2021
Hubungan PM2,5 Dan PM10 Dalam Udara Ambien Terhadap Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Studi Kasus Desa Tanjung Jambu Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat)
The increase in coal mining activities in Lahat Regency, South Sumatra Province continues to increase, which has an impact on Tanjung Jambu Village which is a portal for special road entry for lifting and transporting coal. This of course has the potential to result in a decrease in ambient air quality. This study aims to determine the relationship between PM2.5 and PM10, as well as to examine the physical environmental factors and community behavior at the productive age of 15-64 years to the increase in the incidence of ISPA, to further provide recommendations and control strategies. This study used an analytical observational study design with crosss sectional, samples were selected by stratified random system, Particulate Matter (PM) data was collected directly using High Volume Air Sampler (HVAS) at two sample points with a distance of <50m and >50m from the road, data on Acute Respiratory Tract Infection (ARI), physical condition of the environment and community behavior were obtained from the results of observations and interviews through questionnaires. The results showed that the concentration of PM2.5 PM10 met the requirements below the environmental quality standards. that is determined. The prevalence of ARI community is 25.5%, not ARIA is 74.5%, which means there is no relationship to the increase in the incidence of ARI. Five variables of physical factors of the environment and community habits, namely ventilation, residential density, distance from the house to the road, smoking behavior, hand washing and the use of masks are not related. The variable of smoking habit had a significant relationship with the incidence of ARI (OR= 2,315; 95% CI: 1,388-4,007).Meningkatnya kegiatan pertambangan batubara di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan, hal berimbas pada Desa Tanjung Jambu yang menjadi portal entry jalan khusus angkat dan angkut batubara. Hal ini tentunya berpotensi mengakibatkan penurunan kualitas udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan PM2,5 PM10, serta mengkaji faktor lingkungan fisik dan perilaku masyarakat pada usia produktif 15-64 tahun terhadap peningkatan kejadian ISPA, untuk selanjutnya diberikan rekomendasi serta strategi pengendaliannya. Penelitian ini menggunakan rancangan studi observasional analitik dengan cross sectional, sampel dipilih dengan sistem stratified random, data Partikulate Matter (PM) dikumpulan langsung menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) di dua titik sampel dengan jarak <50m dan >50m dari jalan, data Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kondisi fisik lingkungan dan perilaku masyarakat didapatkan dari hasil observasi dan interview melalui kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 PM10 memenuhi syarat dibawah baku mutu lingkungan. yang ditetapkan. Prevalensi masyarakat ISPA 25,5%, tidak ISPA 74,5% yang berarti tidak ada hubungan terhadap peningkatan kejadian ISPA. Lima varibel faktor fisik lingkungan dan kebiasaan masyarakat yakni ventilasi, kepadatan hunian, jarak rumah dengan jalan, perilaku merokok, cuci tangan dan penggunaan masker tidak berhubungan. Variabel kebiasaan merokok ada hubungan bermakna dengan kejadian ISPA (OR= 2.315;95% CI:1.388-4.007)
Review Pelaksanaan Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Terhadap Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun oleh Kegiatan Industri
The Karawang Regency Government has a target to make Karawang Regency an industrial city. Based on open Jabar 2021 data, there are 1,608 industries in Karawang Regency, which has many negative impacts on the environment. Many industrial production processes use hazardous and toxic materials. The number of industries in Karawang Regency will increase the amount of hazardous and toxic waste that will be produced. Therefore, the supervision of industries is assigned to the Environmental Agency of Karawang Regency. This study aims to determine the supervisory function carried out by the Environmental Agency of Karawang Regency in the management of hazardous and toxic waste in industrial activities in Karawang Regency. The method used is by conducting direct observations and interviews at Environmental Agency of Karawang Regency with a span of 4 months. Based on the results of the research that has been carried out, Environmental Agency of Karawang Regency has carried out supervision of hazardous and toxic waste management properly and is in accordance with applicable laws and regulations, namely Law Number 32 of 2009. Supervision priority is given to industries that have potential violations, locations vulnerable to pollution, and high-risk activities. This effort aims to protect the environment, public health and sustainable natural resources. Supervision is conducted directly and indirectly. The management of hazardous and toxic waste has covered all aspects starting from the environmental documents to the hazardous and toxic waste managementPemerintah Kabupaten Karawang memiliki target menjadikan Kabupaten Karawang sebagai kota industri. Berdasarkan data open Jabar 2021 perindustrian yang ada di Kabupaten Karawang yaitu 1.608, hal ini membawa banyak dampak negatif pada lingkungan. Proses produksi industri banyak yang menggunakan bahan berbahaya dan beracun. Banyaknya perindustrian yang ada di Kabupaten Karawang akan semakin banyak limbah bahan berbahaya dan beracun yang akan dihasilkan. Maka, dilakukannya pengawasan terhadap perindustrian yang ditugaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun pada kegiatan industri yang ada di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang dengan rentang waktu 4 bulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang telah melakukan pengawasan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dengan baik dan sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Prioritas pengawasan diberikan kepada industri yang memiliki potensi pelanggaran, lokasi rentan akan pencemaran, dan kegiatan beresiko tinggi. Upaya ini bertujuan untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat dan sumber daya alam berkelanjutan. Pengawasan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sudah mencangkup semua aspek mulai dari dokumen lingkungan, pengemasan, penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun sampai dengan kerja sama oleh pihak ke-3 dan rincian teknis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang dapat mencapai target total pengawasan yang direncanakan pada tahun 2023 yaitu sebanyak 60 perusahaan yang difokuskan pada sekitar aliran sungai Citarum
Pembuatan Hidrogel Berbasis Carboxymethyl Cellulose (CMC) dan Pektin sebagai Adsorben Logam Cu dengan Metode Freeze-Thaw
Water pollution is a serious global problem caused by increasing industrialization and urbanization. The heavy metal Cu is one of the dangerous compounds that causes water pollution because it has a toxic effect on humans and can cause mental retardation, anemia, hypertension, etc. Removal of Cu metal in water can be done using CMC and Pectin-based hydrogel adsorbents. Hydrogels are hydrophilic polymer composites with a physically well-defined three-dimensional (3D) network and chemically responsive functional groups, which enable the hydrogel to easily capture metal ions without dissolving. The hydrogel synthesized via the Freeze-Thaw method has greater elastic characteristics. The adsorption properties were investigated by two isotherm models and five kinetic models. FTIR analysis proved that the –OH group was detected freely due to the interaction between CMC and pectin, the COOH group with the highest ability to bind metals, and other groups, namely C=O, C-O, and C-O-C. BET analysis shows that the hydrogel has a surface area of 1.685 m²/g and is classified as type 1 on the isotherm chart, referring to the dominance of micropores in a material or materials with mesopore content close to micropores. The optimum conditions in the adsorption process are at a concentration of 223 ppm, using the Langmuir isotherm model with an adsorption efficiency of 20,84%. The highest adsorption capacity was at a concentration of 74 ppm which occurred at 120 minutes, using a Pseudo 2nd Order kinetic model with an adsorption efficiency of 85,07%.Pencemaran air merupakan salah satu masalah global yang serius disebabkan oleh meningkatnya industrialisasi dan urbanisasi. Logam berat Cu menjadi salah satu senyawa berbahaya penyebab pencemaran air karena memiliki efek racun bagi manusia sehingga dapat mengakibatkan keterbelakangan mental, anemia, hipertensi, dan lain-lain. Penyisihan logam Cu dalam air dapat dilakukan menggunakan adsorben hidrogel berbasis CMC dan Pektin. Hidrogel merupakan komposit polimer hidrofilik dengan jaringan tiga dimensi (3D) yang terdefinisi dengan baik secara fisik dan memiliki gugus fungsi yang responsif secara kimia, yang memungkinkan hidrogel dengan mudah menangkap ion logam tanpa larut. Hidrogel yang disintesis melalui metode Freeze-Thaw memiliki karakteristik elastis yang lebih besar. Sifat adsorpsi diselidiki oleh dua model isoterm dan lima model kinetik. Analisis FTIR membuktikan adanya gugus –OH terdeteksi bebas akibat dari interaksi antara CMC dan pektin, gugus COOH yang mempunyai kemampuan paling tinggi dalam mengikat logam, serta gugus lainnya yaitu C=O, C-O, dan C-O-C. Analisis BET menunjukkan bahwa hidrogel memiliki luas permukaan 1,685 m²/g dan tergolong pada grafik isoterm tipe 1 mengacu pada dominasi mikropori pada suatu bahan atau bahan dengan kandungan mesopori yang dekat dengan mikropori. Kondisi optimum dalam proses adsorpsi yaitu pada konsentrasi 223 ppm, menggunakan model isoterm Langmuir dengan efisiensi adsorpsi sebesar 20,84%. Kapasitas adsorpsi paling tinggi pada konsentrasi 74 ppm yang terjadi di menit 120, menggunakan model kinetika Pseudo Orde 2 dengan efisiensi penyerapan sebesar 85,07 %
Karakterisasi Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis CaO/SiO2 dari Ekstrak Cangkang Telur dan Sekam Padi
Renewable energy currently has great attention to world energy security. This is because fossil-based oil reserves are depleting. One alternative renewable energy is biodiesel. The current price of biodiesel production is still relatively expensive. So this study aims to make cheap biodiesel from used cooking oil. The catalyst used is CaO/SiO2 from egg shell waste and rice husks with a ratio of 50:50 w/w. The study was conducted by making catalysts with certain calcinations and characterizing the catalyst using the Surface Area Analyzer (SAA). Furthermore, biodiesel was made through esterification and transesterification processes. The CaO/SiO2 catalyst produced has a total surface area of ​​31.958 m2/gram. This value has met the standard for the surface area of ​​heterogeneous catalysts. The yield of biodiesel produced from the amount of catalyst 5; 10; and 15 grams were respectively 80%, 81%, and 86%. The density of biodiesel decreases with increasing levels of catalyst used. The density of biodiesel with catalyst amounts of 5, 10, and 15 grams were 890, 860, and 870 kg/m3, respectively. These values ​​have met SNI 7162:2015. The resulting kinematic viscosity decreased slightly with increasing amounts of catalyst used. The kinematic viscosity produced from catalyst amounts of 5; 10; and 15 grams were 3.1; 3.1; and 3.0 mm2/s, respectively. The FFA content of biodiesel tended to decrease with increasing amounts of catalyst used. The results of this study have not met the standard for FFA content of biodiesel, which is a maximum of 0.5 mg-KOH/g. The resulting FFA content was 0.64%, 0.65%, and 0.64%, respectively. Increasing the amount of catalyst used caused an increase in methyl ester stearate. The yields of methyl ester stearate produced based on the amount of catalyst 5, 10, and 15 grams were 80.3%; 91.4%; and 95.8%, respectively.Energi terbarukan saat ini memiliki perhatian besar terhadap ketahanan energi dunia. Hal ini dikarenakan cadangan minyak berbasis fosil mengalami penipisan. Salah satu alternatif energi terbarukan adalah biodiesel. Harga produksi biodiesel saat ini masih relatif mahal. Sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel murah dari minyak jelantah. Katalis yang digunakan adalah CaO/SiO2 dari limbah cangkang telur dan sekam padi dengan perbandingan 50:50 w/w. Penelitian dilakukan dengan pembuatan katalis dengan kalsinasi tertentu dan karakterisasi katalis menggunakan Surface Area Analyzer (SAA). Selanjutnya, biodiesel dibuat melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Katalis CaO/SiO2 yang dihasilkan memiliki luas permukaan total sebesar 31,958 m2/gram. Nilai ini telah memenuhi standar luas permukaan katalis heterogen. Yield biodiesel yang dihasilkan dari jumlah katalis 5; 10; dan 15 gram berturut-turut sebesar 80%, 81%, dan 86%. Densitas biodiesel semakin kecil dengan meningkatnya kadar katalis yang digunakan. Densitas biodiesel dengan jumlah katalis 5,10, dan 15 gram berturut-turut 890, 860, 870 kg/m3. Nilai ini telah memenuhi SNI 7162:2015. Viskositas kinematik yang dihasilkan sedikit menurun dengan meningkatnya jumlah katalis yang digunakan. Viskositas kinematik yang dihasilkan dari jumlah katalis 5; 10; dan 15 gram berturut-turut adalah 3,1; 3,1; dan 3,0 mm2/s. Kadar FFA biodiesel cenderung menurun dengan penambahan jumlah katalis yang digunakan. Hasil penelitian ini belum memenuhi standar kadar FFA biodiesel yaitu maksimum 0,5 mg-KOH/g. Kadar FFA yang dihasilkan berturut-turut adalah 0,64%, 0,65%, dan 0,64%. Peningkatan jumlah katalis yang digunakan menyebabkan peningkatan methyl ester stearate. Hasil methyl ester stearat yang dihasilkan berdasarkan jumlah katalis 5, 10, dan 15 gram berturut-turut adalah 80,3%; 91,4%; dan 95,8%