Jurnal Magister Administrasi Pendidikan
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
Pengaruh Sarana Prasarana Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran Terhadap Mutu Pendidikan Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kabupaten Lombok Utara Tahun 2022
Penelitian ini dilakukan untuk menemukan pengaruh sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan perbedaan mutu pendidikan di SMP Negeri Kabupaten Lombok Utara yang memiliki perbedaan sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian kausal komparatif. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 270 orang guru ASN yang tersebar di 16 SMP Negeri Kabupaten Lombok Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling pada tiap sub populasi dan sampel ditentukan secara random. Sampel pada penelitian ini berjumlah 160 orang guru. Uji hipotesis menggunakan Analisys of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sarana prasarana tergolong cukup (69,04%); 2) Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran tergolong cukup (68,51%); 3) Mutu pendidikan tergolong baik (81,04%); 4) Sarana prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan (p ≤ 0,005); 5) Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan (p ≤ 0,005); dan 6) Tidak terdapat pengaruh interaksi sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap peningkatan mutu pendidikan (p > 0,005)
Pengaruh Kelompok Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan Kelompok Kerja Guru terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Populasi penelitian ini adalah guru SD di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah yang berjumlah 101 orang guru dan sekaligus sebagai sampel penelitian. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji prasyarat serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier untuk mengetahui pengaruh kegiatan kelompok kerja guru terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan KKG berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah sebesar 51,1% dengan p = 0,001. Artinya, semakin meningkat kegiatan KKG, maka kinerja guru akan semakin meningkat
Manajemen Pelayanan Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah
Peneliti bertujuan untuk mengetahui Manajemen Pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diambil menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dan temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep manajemen pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah. Yang berfokus pada, 1) Planning (perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian), 3) Actuating (pelaksanaan), 4) controlling (pengawasan). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pelayanan berfokus pada visi misi yang telah direncanakan yaitu “terwujudnya perpustakaan dan arsip daerah yang bermutu (bersih, mandiri, umum, tertib dan utuh)”. Pelaksanaan manajemen di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Lombok Tengah, mengadakan pembinaan dan monev keseluruh perpustakaan desa, perpustakaan rumah ibadah dan forum literasi yang telah dibentuk oleh komunitas baca masyarakat di kabupaten Lombok Tengah
Pengorganisasian Anggaran Dalam Pengelolaan Dana Operasional Sekolah Pendampingan Di SMKN 2 Kuripan Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengorganisasian anggaran dalam pengelolaan dana operasional Sekolah di SMKN 2 Kuripan Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan deskriptif metode. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa pengorganisasian anggaran dalam pengelolaan dana operasional sekolah pendampingan di SMKN 2 Kuripan dilakukan dengan membentuk tim manajemen yang terdiri dari unsur guru, unsur Tata Usaha dan komite sekolah. Pembentukannya melalui mekanisme yang ada yaitu rapat. Dalam proses ini kepala sekolah menetapkan tim yang sudah ada dan sama dengan tahun sebelumnya. Disamping bendahara dana BOS ada juga bendahara barang yang bertugas mencatat barang modal dan barang jasa yang dilaporkan ke Dinas dan Operator Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) yang membantu bendahara dalam proses pembuatan laporan online maupun offline. Ada beberapa kendala Timbul kecemburuan di antara personil yang yang tidak dipilih menjadi keanggotaan tim, Kurang mahir sumber daya manusia dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi Microsoft Office dan tidak ada honor untuk bendahara dana BO
Pelaksanaan Pengawasan Akademik Oleh Pengawas Sekolah Dasar Di Kabupaten Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pengawasan Akademik oleh pengawas Sekolah Dasar di Kabupten Lombok Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, data diambil menggunakan teknik triangulasi data yang bersumber dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan langkah-tangkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan venfikasi data. Untuk menguji Keabsahan data dilakukan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan kompirmabilitas. Hasil dan temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Pelaksanaan Pengawasan Akademik oleh pengawas Sekolah Dasar di Kabupten Lombok Barat dengan tiga tahap yaitu: 1) perencanaan; Meliputi penyusunan program dan penyiapan instrumen. 2) Pelaksanaan supervisi; Dalam pelaksanaan supervisi akademik agar dapat berjalan dengan baik dan lancar harus: a) menyusun jadwal pelaksanaan, b) melakukan koordinasi kesepakatan dengan guru, c) melaksanakan supervisi sesuai prosedur, prinsip-prinsip supervisi, pendekatan, teknik dan jadwal, d) menganalaisis hasil supervisi dan e) menyusun laporan. 3) Evaluasi; kegiatan yang dilakukan pengawas dalam rangka penilaian terhadap kemajuan yang dimiliki guru dan untuk menilai kinerja guru atau menilai keberhasilan guru dalam mengajar Sedangkan kendala pelaksanaan kegiatan supervisi Akademik. a) Jumlah pengawas yang tidak sebanding dengan sekolah dan guru binaannya. b) Kurangnya kesiapan guru untuk disupervisi. c) Kurangnya Intensitas supervisi kelas. d) Proses pembelajaran belum sesuai dengan RPP yang dibuat
Pengelolaan Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Dalam Memperbaiki Kompetensi Dan Kinerja Guru Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam memperbaiki kompetensi dan kinerja guru Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui data collection, data reduksi, data display dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Untuk menguji keabsahan data dilakukan uji kreadibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabititas. Data yang dideskripsikan melalui penelitian ini yaitu pengelolaan program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam memperbaiki kompetensi dan kinerja guru Sekolah Dasar (SD) di Gugus IV Kecamatan Narmada. Hasil penelitian menemukan bahwa pengelolaan program kelompok kerja guru (KKG) dalam memperbaiki kompetensi dan kinerja guru Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Lombok Barat sesuai dengan pedoman dan rambu-rambu KKG
Implementasi Manajemen Pendidikan Karakter Di SD Negeri Teratak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pendidikan karakter di SDN Teratak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, data diambil menggunakan teknik triangulasi data yang bersumber dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dan temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep pendidikan karakter di SDN Teratak berupa nilai moral universal yang bersumber dari nilai-nilai agama (religius). Adapun implementasi manajemen pendidikan karakter di SDN Teratak tersebut meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 1) Tahap perencanaan. meliputi a) Penyiapan nilai-nilai karakter yang akan di implementasikan. Penentuan nilai karakter sekolah tidak terlepas dari konsep lima nilai yang tercantum dalam gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yakni nilai religius, nilai integritas, nilai nasionalis, nilai mandiri, dan nilai gotong royong, b) Sosialisasi kebijakan. Dalam sosialisasi ini sekolah melakukan sosialisasi terhadap internal sekolah dan eksternal sekolah. c) Penyiapan pendidik dan tenaga pendidik. 2) Tahap pelaksanaan meliputi a) Sistem perekrutan pendidik dimaksudkan untuk menjamin mutu pendidikan SDN Teratak melalui pendidiknya. b) Pengembangan kurikulum dalam hal ini meliputi silabus pembelajaran, RPP dan pemilihan bahan ajar. c) Pengembangan program melalui program ekstrakurikuler dan bina prestasi d) Melakukan kerjasama dengan orang tua wali murid dan penyediaan sarana dan prasarana.3) Tahap Evaluasi. meliputi evaluasi kelas, evaluasi program, evaluasi guru dan evaluasi sarana dan prasarana
Manajemen Program Boarding School Dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Di MTs. Mu’allimin NW Anjani Lombok Timur
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen program Boarding school dalam membentuk karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sumber data pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data skunder. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penampilan data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan kabsahan data menggunakan uji creadibility, Transferbility, Defendability, dan comfirmability. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Proses perencanaan program Boarding school berlangsung dalam bentuk forum musyawarah yang diikuti oleh yayasan, tenaga pendidik, komite madrasah, wali santri, tenaga kependidikan, dan pengurus asrama. (2) Pengorganisasian pada program Boarding school merupakan kegiatan pembagian tugas yang ditentukan secara struktural (3) Pelaksanaan program Boarding school terbagi menjadi beberapa jenis kegiatan; 1) kegiatan religius di lingkungan asrama. 2) kegiatan religius di lingkungan madrsah/sekolah. 3) pembiasaan budaya religius di lingkungan asrama dan lingkungan sekolah. (4) Pengontrolan program Boarding school di MTs Mu’allimin NW Anjani dilakukan dalam bentuk evaluasi kegiatan setiap bulan bersama pengurus program Boarding school. (5) Faktor pendukung; Fasilitas asrama dan madrasah, pengasuh tetap bersama santri, kerjasama orang tua dan guru, semangat menuntut ilmu, dan do’a serta semangat orang tua. Faktor penghambat; turunnya komitmen dari diri sendiri; tercermin dari kenakalan, kebosanan, dan kemalasan santri karena kegiatan-kegiatan terlalu padat
Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19 Di SMAN 1 Terara Lombok Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan di SMAN 1 Terara dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus sebagai metode penelitian. Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai alat pengumpul data. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari seluruh warga sekolah dan membagikan angket kebutuhan kepada siswa. Informasi yang didapat dianalisis dan disusun dalam bentuk program apa saja yang dibutuhkan siswa diikuti dengan waktu pelaksanaannya. Kemudian program yang telah tersusun dikonsultasikan dan disahkan oleh kepala sekolah; (2) Tahap pengorganisasian dilakukan dengan pembagian siswa asuh kepada masing-masing guru BK, pembagian tugas dan wewenang, dan penetapan alur layanan BK kepada masing-masing warga sekolah yang terlibat; (3) Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Terara tidak berjalan sepenuhnya sebagaimana perencanaan program yang telah dibuat. Pemberian layanan BK lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan siswa mengikuti asas kekinian sebagai sasaran kegiatan bimbingan dan konseling; (4) kendala yang ditemui yaitu kurangnya jumlah guru bimbingan dan konseling, tidak tersedianya waktu khusus dalam jadwal pelajaran, tidak sampainya informasi yang utuh kepada orang tua/wali siswa, dan adanya persepsi negatif pada siswa tentang BK
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator di BPSDM Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi data, penampilan data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji credibility, Transferability, Dependability, and confirmability. Hasil penelitian, pertama; Proses perencanaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator di BPSDMD Provinsi NTB meliputi; analisis kebutuhan pelatihan, kepesertaan, tenaga pelatihan, fasilitas dan pendanaan. Kedua; Model Pelaksanaan PKA ada dua yaitu on campus dan Off campus. Kegiatan on campus merupakan proses menyampaikan materi pembelajaran oleh Widyaiswara dengan empat agenda kegiatan. Agenda ke-4: Aktualisasi Kepemimpinan merupakan Kegiatan off campus dengan dua jenis kegiatan, yaitu Studi Lapangan Kinerja Organisasi dan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi. Ketiga; (1) Evaluasi akhir peserta. (2) Evaluasi widyaiswara (3) Kepuasan peserta terhadap aspek edukatif (4) Kepuasan peserta pelatihan terhadap aspek fasilitas kelas (5) Kepuasan peserta pada aspek hasil belajar