INZAH Online Journal
Not a member yet
    521 research outputs found

    Urgensi Lokalitas dalam Penelitian Keagamaan

    No full text
    Abstrak Dalam praktiknya, agama merupakan fenomena yang terkait dengan banyak dimensi, termasuk dimensi sosial. Secara esensial, agama lebihmerupakan sesuatu yang beraspek sosial daripada sesuatu yang murniindividual. Karenanya dapat dikatakan bahwa ada kaitan yang takterhindarkan antara agama sebagai salah satu fenomena sosial denganbanyak aspek kehidupan masyarakat. Agama juga dapat dikatakan tidak dapat lepas dari pengaruh-pengaruh konteks masyarakat di mana agama tersebut berkembang. Pengaruh-pengaruh tersebut lalu dapat terbawa dalam tradisi dan tidak jarang ditemukan bahwa isi interpretasi ajaranagama sudah mengandung tendensi kepentingan politik tertentu. Pernyataan bahwa agama merupakan satu fenomena memberikangambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. Seringkali praktik-praktik kehidupan pada satu masyarakat dikembangkan dari doktrin ajaran agama dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan budaya. Pertemuan antara doktrin agama dan realitas budaya terlihat sangat jelas dalam praktik ritual agama. Fenomena ini kemudian memunculkan varian praktik agama yang diidentikkan dengan sifat lokalitas suatu komunitas. Dari perspektif ini urgensi lokalitas harus juga diperhitungkan sebagai salah satu instrumen dalam membangun rencana penelitian yang kohesif dan kongruen.     Abstract In practice, religion is a phenomenon associated with many dimensions, including social dimensions. Essentially, religion is something with any social aspect rather than something pure individual. Hence it can be said that there is an inevitable connection between religion as a social phenomenon and many aspects of people's life. Religion can also be said to be inseparable from the influences of the community context in which religion develops. These influences can then be carried over the tradition and it is not uncommon to find the content of the interpretation of the teachings religion already contains certain political interests. The statement that religion is a giving phenomenon illustrated the existence of religion cannot be separated from the influence of the reality around it. Often the practices of life in one society are developed from religious doctrines and then adapted to the cultural environment. The encounter between religious doctrine and cultural reality is clearly seen in the practice of religious rituals. This phenomenon then raises a variant of religious practice that is identified with the nature of the locality of a community. From this perspective, the urgency of locality must also be taken into account as an instrument in building a cohesive and congruent research plan

    Kepemimpinan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Pesantren

    No full text
    This paper aims to review the leadership and improvement of education quality in islamic boarding school. To realize the objectives of boarding school, a leader who has the ability to answer various challenges, have a vision to be come the excellent boarding school, and the effort to achieve it with high energy and commitment. Leaders who always try to influence their subordinates through direct communication by emphasizing the importance of values, assumptions, commitments, and beliefs and have a determination to achieve the goals. Leaders act in way to motivate and inspire subordinates through the giving of meaning and challange to the duties of subordinates. The meaning of the quality of education is the suitability of the needs in education which one means to improve the quality of human resouces as well as to produce changing of human to become a perfect human beings with the noble character and good personality

    MULTICULTURALISM IN INDONESIA: BELAJAR SIKAP RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL MELALUI TRADISI BARIK’AN (LOCAL WISDOM DI DUSUN KRONGGENGAN, KABUPATEN PROBOLINGGO)

    No full text
    Indonesia adalah salah satu negara yang terkenal dengan keanekaragamannya. Keanekaragaman etnis, Bahasa, budaya, adat-istiadat tersebar dari sabang hingga merauke. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia tidak jarang menyimpan berbagai makna atau nilai-nilai di dalamnya, bahkan nilai-nilai tersebut menjadi pedoman yang harus dihormati atau dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan budaya-budaya tersebut terkadang telah melekat di masyarakat, bahkan telah ada sejak zaman dahulu dan menjadi identitas dari masyarakat tersebut. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu nilai-nilai yang dihasilkan dari budaya atau tradisi yang ada secara perlahan telah memudar. Memudarnya nilai-nilai tersebut sejalan dengan era globalisasi yang semakin berkembang. Globalisasi yang membawa aroma modernisasi sedikit demi sedikit mengikis kebudayaan yang ada di Indonesia. Tidak jarang pula di era globalisasi tersebut masyarakat Indonesia masih tetap mempertahankan budaya mereka. Oleh karena itu, pentingnya menjaga budaya tradisional perlu dilakukan sebagai salah satu identitas bangsa terutama bagi generasi muda. Melalui pendidikan multikultural, generasi muda dapat melestarikan budaya yang ada di tengah derasnya arus modernisasi dengan tujuan agar nilai-nilai atau norma dari budaya tersebut tetap terjaga, salah satunya yakni Tradisi Barik’an. Artikel ini membahas salah satu multikulturalisme di Indonesia yakni Tradisi Barik’an dan bagaimana penanaman nilai pendidikan karakter melalui Tradisi Barik’an

    STRATEGI FUNDRAISING DANA ZAKAT, INFAK, SEDEKAH (ZIS) DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS UPZ BAZNAS YAKIN)

    No full text
    ABSTRACT Introduction : Pada saat ini, Indonesia sedang dalam keadaan yang tidak baik khususnya dibidang ekonomi. Hal ini dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19, sehingga menghambat sektor perekonomian. Pada lembaga amil zakat kondisi pandemi ini berdampak terhadap penghimpunan dan pemberdayaan dana zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu strategi fundraising dan distribusi dana ZIS di masa pandemi Covid-19 pada UPZ BAZNAS YAKIN. Methods : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data berupa data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Results : UPZ BAZNAS YAKIN semakin meningkatkan strategi fundraisingnya dengan mengoptimalkan program-program fundraising yang dijalankan. Sedangkan dalam distribusinya, UPZ BAZNAS YAKIN menyiapkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Conclusion and suggestion : Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi sumber dana yang dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi ini. Keywords : Pandemi, Covid-19, UPZ BAZNAS YAKIN, Zakat, Infak, Sedekah, Fundraising, Distribus

    PENGELUARAN PUBLIK INDONESIA: TINJAUAN MAQASID SYARIAH

    No full text
    Introduction: Manajemen pengeluaran publik di Indonesia telah menerapkan system distribusi yang membagi pengeluaran publik untuk pengeluaran pemerintah pusat, transfer ke daerah, dan dana desa. Studi ini membahas pengeluaran publik di Indonesia dalam APBN Indonesia. Data yang dikumpulkan dari dokumentasi kebijakan fiskal, terutama tentang rencana pengeluaran pemerintah pada tahun 2018, dan kemudian analisis kebijakan, teori pengeluaran publik serta mendapatkan kesimpulan. Results: Prioritas kebijakan fiskal kepada pengeluaran publik untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan dalam kesejahteraan seluruh masyarakat. Dalam pandangan Maqasid syariah, pengeluaran publik digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang lima, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Pengeluaran publik pada pemerintah Indonesia sebagai alat yang efektif untuk menghasilkan sumber daya ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan dengan berfokus pada mewujudkan terpenuhinya tujuan Maqasid Syariah Conclusion and suggestion: Tujuan pengeluaran publik di Indonesia secara umum sudah sesuai dengan maqasid syariah, akan tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan Islam, seperti dalam hal agama, dalam Islam agama menjadi puncak untuk pengeluaran publik, sedangkan pada pengeluaran publik Indonesia agama mendapatkan porsi yang sangat sedikit, selain itu dalam Islam juga mengaut system surplus, dan Indonesia defisit, ini menjadikan tujuan dalam pengeluaran anggaran menjadi sedikit berbeda

    PENDEKATAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERUSAHAAN ASURANSI

    No full text
    Abstrak Introduction: Insurance is an agreement whereby the insurer binds himself to the insured by accepting a premium to compensate him for the loss, damage or loss of expected profit that he may suffer as a result of an event (uncertain event). Methods: The method used in this research is a normative juridical approach, with analytical descriptive specifications, while the data collection techniques use primary data and secondary data. Results: Today, the Indonesian people have realized the important role of the insurance industry in providing security guarantee against the risks that will occur, so they gradually tie themselves to several insurance companies in Indonesia. However, like companies in general, the existence of an insurance company has also experienced several disputes, such as cases of insurance claims that were not disbursed and even rejected by the insurance company. Of course this case requires a resolution as regulated in law. Based on Financial Services Authority Circular Letter Number 2 / Seojk.07 / 2014, there are two alternative dispute resolution options between Financial Services Business Actors and consumers, namely litigation and non-litigation. Conclusion and suggestion: Insurance disputes often occur between insurance companies and consumers who have tied himselves to the company. The law provides for the resolution of insurance disputes by providing two alternative solutions. Namely through litigation and non-litigation. In terms of non-litigation, the Financial Services Authority has established an Alternative Institution for Financial Services Sector Dispute Resolution as regulated in POJK Number 61 / POJK.07 / 2020.     Keywords: Despute, resolution, insuranc

    Islam di Spanyol : Jembatan Peradaban Islam ke Benua Eropa dan Pengaruhnya Terhadap Renaissance

    No full text
    Ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran, pada masa berakhirnya periode klasik Islam. Eropa bangkit dari keterbelakangannya. Kebangkitan itu bukan saja terlihat dalam bidang politik dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan, kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi itulah yang mendukung keberhasilan politiknya. Kemajuan-kemajuan Eropa ini tidak dapat dipisahkan dari pemerintahan Islam di Spanyol. Dari Islam Spanyol di Eropa banyak menimba Ilmu. Pada periode klasik, ketika Islam mencapai masa keemasannya, Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting, menyaingi Baghdad di Timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di perguruan-perguruan tinggi  Islam di sana. Islam menjadi guru bagi orang-orang Eropa. Karena itu, kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang peradaban Islam di Spanyol

    Hizbullah di Lebanon: Aktualisasi Gerakan Agama Berkedok Politik di Masa Kini

    No full text
    This paper discusses the long history of the Hezbollah organizational movement from its initial formation which was still in the form of military-based movements based on jihad to transforming into a political movement based on idealism-democratization. Until Hezbollah finally became an influential political force in Lebanon. This paper also contains the author's analysis of the changes that were originally Hizbullah a community organization based on a strong Shia understanding of the breath of the resistance which later became an organization that could enter and win elections and occupy strategic positions in the Lebanese government.   Keyword: Hezbollah, Religious, Politica

    Implementasi Konsep Pendidikan Karakter dalam Idatun Nasyi’in Terhadap Generasi Milenial

    No full text
    Pendidikan karakter adalah pendidikan awal dan paling fundamental untuk membentuk karakter bangsa yang bermoral. Hal terebut sesuai dengan fungsi pendidikan nasional dalam UU Sikdiknas yaitu mengembangkan dan membentuk watak untuk mencerdaskan generasi bangsa. Pembangunan karakter generasi milenial juga merupakan tanggung jawab sistem pendidikan nasional, karena mustahil untuk mencapai peradaban bangsa yang bermartabat tanpa disertai tumbuhnya karakter generasi bangsa yang kuat, lebih-lebih di era yang serba teknologi ini. Generasi milenial yang lahir pada era globalisasi menjadikan mereka sebagai generasi yang serba diliputi oleh derasnya arus teknologi sehingga mereka lebih menonjol dari segi kognitif darpida afektifnya. Untuk mewujudkan generasi muda yang seimbang dari segi kognitif dan afektif, maka generasi milenial harus mendapatkan pendidikan karakter yang baik. Segala unsur tripusat pendidikan (keluarga, sekolah, dan mayarakat) harus saling berkontribusi dalam memberikan tauladan, nasihat dan petunjuk. Jika tripusat pendidikan tidak bisa bekerja sama dalam mendidik generasi muda, maka degradasi moral bagi generasi selajutnya akan terus terjad

    Komik Sebagai Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Mahãrat Al-Kalãm

    No full text
    ملخص كوميك وسيلة من الوسائل التعليمية التي لم تستخدم واسعا في المجال التعليمي وعلى وجه خاص في تعليم مهارة الكلام. مع أن كوميك له خصائص و مميزات يدعم الطلاب في التعلم. هدف هذا البحث إلى معرفة كوميك كالوسيلة التعليمية لتعليم مهارة الكلام. استخدم هذا البحث المكتبي أسلوب التوثيق لجمع البيانات. أما مصادر البيانات فهي الكتب، والدراسات السابقة، والبحوث، والدورية التي تتعلق بالوسائل التعليمية على وجه خاص عن وسيلة كوميك وتعليم مهارة الكلام. ولتحليل البيانات اعتمد هذا البحث على ثلاثة أمور أساسية منها تخفيض البيانات، وعرض البيانات، والاستنباط. أصبحت وسيلة كوميك عاملا فعالا لترقية دافعية تعلم الطلاب و ترقية تحصيلهم. هذا لأن كوميك امتلأت بالصور الملونة التي تترتب حسب قصص ممتعة جذابة تدعم الطلاب على تعلم حر وممتع. أما استخدام وسيلة كوميك في تعليم مهارة الكلام تم تنفيذها بثلاث مراحل وهي مرحلة القراءة، مرحلة المناقشة، ومرحلة الحديث أو التعبير.   الكلمة الرئيسية: وسائل تعليمية، كوميك، مهارة الكلام، المهارة اللغوية.   Abstrak Komik merupakan salah satu media pembelajaran yang belum digunakan secara luasa dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran mahãrat al-kalãm. Padahal komik memiliki karakteristik dan kelebihan yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap media komik sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran mahãrat al-kalãm. Penelitian pustaka ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun sumber data penelitian berupa buku-buku, penelitian terdahulu, serta jurnal yang terkait dengan media pembelajaran khususnya media komik serta terkait pembelajaran mahãrat al-kalãm. Adapun analisis data, penelitian ini menggunakan tiga prosedur dasar yakni reduksi data, display data, dan kesimpulan. Media komik merupakan media yang effektif untuk meningkatkan motivasi belajara siswa dan meningkatkan hasil belajar. Hal ini karena komik yang tediri dari gambar-gambar berwarna yang tersusun sesuai dengan cerita yang menyenangkan dan menarik dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri dan menyenagkan. Adapun penggunaan media komik dalam pembelajaran mahãrat al-kalãm terlaksana melalui tiga tahap, membaca, diskusi, dan bercerita.  Kata Kunci: Media Pembelajaran, Komik, Kemahiran Berbicara, Kemahiran Bahasa

    237

    full texts

    521

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    INZAH Online Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇