Jurnal Universitas Katolik Darma Cendika
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Effectiveness of Law No. 5 of 1999 in Handling Cross-Border Business Competition
This paper examines the issues of business competition in an extraterritorial context and its implications for the authority of the Indonesian Business Competition Supervisory Commission (KPPU). The research focuses on the extent to which the KPPU can enforce its duties beyond the borders of Indonesia, particularly concerning the effective application of Law No. 5 of 1999. Analysis of KPPU's decisions in extraterritorial cases, especially those involving share acquisitions, provides insights into the approaches and solutions adopted. The study aims to foster discussion on the role of KPPU in addressing extraterritorial challenges, along with the application of international cooperation and principles of international law in enforcing competition law. The research findings are expected to offer recommendations to enhance the effectiveness of KPPU's enforcement of competition law in a global context
Perlindungan Hukum Indonesia Bagi Pemegang Hak Atas Pencantuman Merek Terkenal Pada Parfum Lokal
A form of preventive protection against the inclusion of well-known perfume brands on local perfumes is the existence of regulations in the form of provisions in Articles in Law Number 20 of 2016 concerning Brands and Geographical Indications. Apart from that, the regulations include registration and licensing which also includes forms of preventive protection. A form of repressive protection for the owner of a famous perfume is in the form of a claim for compensation or termination of all actions related to the use of the brand or based on criminal prosecution through law enforcement officials. Owners of well-known foreign perfume brands are required to register their brands in Indonesia using the International Registration method according toMadrid Protocol as previously explained. After that, we will enter into a licensing agreement with a local perfume owner who wants to list a famous perfume brand in Indonesia
Penerapan Sisa Material Kayu dan Triplek Sebagai Elemen Kedap Suara Dalam Bangunan
Waste material is a very serious problem in the world of building construction. Efforts to reduce the use of new materials and reuse leftover materials can have a positive impact on the environment. Moreover, many building materials cannot be renewed so they are only used once. Apart from that, producing new materials requires the use of quite a lot of energy. There are many new materials, but this does not rule out the possibility that wood-based materials are still widely used. Wood is a type of building material that has a natural grooved character and is able to withstand noise and weather. The aim of this research is to determine the difference in soundproofing between wood and plywood materials in semi-permanent buildings. The method used was an experimental trial using the CoolExp software cellphone application to measure the decibel sound from each experiment. This research data was obtained through several experiments from several types of sounds, namely, knocking sounds, the sound of pebbles being dropped, the sound of music, the sound of people talking, the sound of vehicles. The results of the research show that: (1) the sound of knocking on wooden material is more soundproof (2) the sound of pebbles being dropped on wooden material is more soundproof (3) the sound of music on wooden material is more soundproof (4) the sound of people talking on tripek material is more soundproof (5) the sound of plywood material vehicles is more soundproof
Fenomena Teknologi Virtual Digital Di Dunia Arsitektur Dalam Proses Perencanaan dan Desain Perancangan Arsitektur
In the architectural planning and design process, the use of virtual digital technology is a necessity in the world of architecture today. The digital virtual technology used in the architectural planning and design process in this scientific paper is virtual reality, augmented reality and artificial intelligence. This technology is a further development after the era of digital architectural drawings on computers with special programs such as AutoCAD, ArchiCAD and the like. The process of planning and designing two-dimensional designs using a drawing table machine and paper media in the past, can now be directly created and viewed in three dimensions on a computer screen or via virtual digital technology tools. This study aims to study the potential and influence of digital virtual technology using qualitative-descriptive research methods through literature study. With this study, it is hoped that it can become a reference in distinguishing between the three digital virtual technologies, selected and used according to user needs in the architecture planning and design process
KEBERSIHAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM KERJA BAKTI (KKN) DI KAMPUNG WARMON KOKODA KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT DAYA
Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang merupakan nilai kearifan lokal bangsa Indonesia. Kegiatan ini dilakukan di Kampung Warmon Kokoda merupakan bagian dari Kecamatan Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Berdasarkan letak geografisnya, wilayah Desa Warmon Kokoda merupakan salah satu wilayah terdekat dengan laut di Kabupaten Sorong, tepatnya di bagian ujung kepala kasuari. Gotong royong terjadi dalam beberapa kegiatan kehidupan untuk kepentingan bersama; seperti gotong royong dalam bentuk gotong royong saat pernikahan, atau khitanan, gotong royong jika terjadi musibah atau meninggalnya salah satu warga, dan gotong royong dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tradisi pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk kepentingan bersama yang dilakukan secara sukarela atau tanpa pamrih. Setiap individu yang memiliki peran dalam masyarakat harus berpartisipasi aktif dengan mengorbankan kepentingan pribadi. Nilai gotong royong dalam tradisi pengabdian masyarakat ini telah menjadi karakter bangsa yang diturunkan secara turun temurun oleh para pendahulu kita yang kaya akan nilai-nilai pendidikan. Namun, di era globalisasi saat ini, tradisi pengabdian masyarakat yang manfaatnya penting untuk pewarisan nilai-nilai luhur bangsa kini semakin kabur. Nilai gotong royong tampaknya mengalami pasang surut dalam kehidupan masyarakat saat ini. Sehingga diharapkan tradisi bakti sosial ini dapat bertahan sebagai bentuk gotong-royong yang dilestarikan. Menyokong tradisi ini tidak terlepas dari peran masyarakat dalam membangun rasa kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial. Agar orang-orang terpelajar tidak menjadi individualistis, melainkan memprioritaskan kepentingan umum untuk bangsa dan negaranya.
Kata kunci: Pengabdian Masyarakat, Sampah, Gotong royong
Analisis Pelanggaran Postulat Audit dalam Kasus Audit Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Tahun 2018
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran postulat audit yang terjadi dalam kasus audit laporan keuangan PT. Garuda Indonesia pada tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dokumen dan literatur terkait dengan audit laporan keuangan serta studi kasus PT Garuda Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pelanggaran postulat audit yang dapat mempengaruhi keandalan laporan keuangan perusahaan tersebut. Pelanggaran tersebut mencakup aspek materialitas, substansi ekonomi, kehati-hatian, kelengkapan, dan konsistensi. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pelanggaran tersebut antara lain kebijakan akuntansi yang kurang transparan, kelemahan dalam sistem pengendalian internal, dan konflik kepentingan yang mungkin mempengaruhi independensi auditor. Implikasi dari pelanggaran postulat audit ini dapat merugikan kepercayaan para pemangku kepentingan, seperti investor, kreditor, dan pihak yang terkait. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang dinamika pelanggaran postulat audit dalam konteks kasus PT. Garuda Indonesia pada tahun 2018 dan menyoroti pentingnya peningkatan transparansi, pengendalian internal yang kuat, dan independensi auditor dalam mendukung integritas laporan keuangan perusahaan. Studi ini juga memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut dalam upaya meningkatkan praktik audit dan kepercayaan publik terhadap informasi keuangan perusahaan
The Urgency Of The Follow The Money Approach In Law Enforcement Efforts Against Money Laundering Resulting From Corruption
The follow the money approach in tracing criminal acts of money laundering and other criminal acts is a new step applied in the context of law enforcement processes. The purpose of this paper is to find out how urgent the application of the follow the money approach is in enforcing money laundering laws, and to find out how effective the follow the money approach is in enforcing money laundering laws. The methodology used is a normative legal research method in the form of secondary data accompanied by a statutory approach and a case approach. The results of the study show that the follow the money approach is very important and urgent to apply in law enforcement against money laundering, especially the results of corruption, because this approach is a very strategic and most appropriate approach considering some of its advantages or advantages, namely being oriented to assets or proceeds of crime, after it will be possible to further reveal who the perpetrators were, what the predicate crimes were, who the other perpetrators were, and where they were hidden
Kajian Penilaian Kondisi Fisik Hunian di Dalem Mangkubumen
Dalem Mangkubumen merupakan bangunan yang terletak tidak jauh dari Kraton Yogyakarta. Dalem yang awalnya difungsikan sebagai hunian pangeran dari raja yang sedang bertahta, saat ini berkembang menjadi kawasan permukiman. Permukiman tersebut muncul dan berkembang karena keturunan pangeran dan abdi dalem tetap memilih tiggal di area tersebut, ditambah warga diluar abdi dalem. Hal tersebut salah satunya dipicu oleh posisi dalem Mangkubumen berada di pusat kota, sehingga permukiman tersebut tetap berkembang. Berdasarkan UU. No. 1/2011 tentang Perumahan dan Permukiman, diharapkan kompleks Dalem Mangkubumen wajib memiliki sarana dan prasarana untuk upaya pemenuhan rumah yang layak huni. Penelitian ini fokus pada penilaian kondisi fisik bangunan hunian berdasarkan indikator rumah layak huni. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan pengambilan data observasi serta wawancara langsung dilapangan. Hasil penilaian nantiya dapat mengetahui kelayakan kondisi hunian, serta menunjukkan ketidak sesuaian menurut indikator hunian layak hun
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI MOBILE NUZANTARA DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI NUSANTARA MENGGUNAKAN PENDEKATAN DESIGN THINKING
Indonesia merupakan negara berkembang dengan memiliki beragam kebudayaan. Namun terdapat sebagian masyarakatnya yang kurang memahami kebudayaan yang ada di Indonesia terlebih untuk masyarakat usia dini. Karena itu diperlukan solusi inovatif dan dalam mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini memfokuskan pada perancangan aplikasi Nuzantara berupa mobile Android menggunakan framework Flutter. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan antarmuka yang memudahkan pengguna untuk mengeksplorasi berbagai aspek tradisi Nusantara. Pengujian yang dilakukan melibatkan pengguna target untuk mengidentifikasi kelemahan melalui partisipasi responden pengguna yang memberikan umpan balik menggunakan Google Form. Hasil pengujian berbasis kuantitatif ini menunjukkan respon yang positif dengan tingkat usability yang tinggi dengan persentase 81%
Perancangan Fasilitas Tata Letak pada UMKM Sari Kedelai Sehati
UMKM Sari Kedelai Sehati yang berlokasi di Simo Sidomulyo VII No. 60, merupakan usaha mikro kecil dan menengah yang fokus pada produksi minuman sari kedelai. Seiring dengan peningkatan permintaan produk, UMKM ini menghadapi tantangan dalam optimasi tata letak fasilitas produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi pembukaan cabang sari kedelai sehati yang optimal, Untuk mengetahui aliran material yang optimal yang dapat diterapkan pada UMKM Sari Kedelai Sehati,untuk memperoleh penempatan mesin dan peralatan yang paling sesuai guna meminimalkan waktu dan biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membuka cabang baru UMKM ini di pasar kembang dianggap cocok karena lokasinya strategis berada dekat dengan sumber bahan baku untuk sari kedelai, dan terhubung dengan akses utama di daerah tersebut srta ditentukan dari perolehan nilai bobot skornya mencapai 73.4, dengan penempatan mesin dan peralatan yang lebih strategis, aliran material dapat dioptimalkan, sehingga proses produksi menjadi lebih lancar dan efisien. Kesimpulannya, perancangan tata letak yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM Sari Kedelai Sehati di pasar.
Kata Kunci: UMKM, sari kedelai, tata letak fasilitas, efisiensi produksi, aliran material