RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
    331 research outputs found

    TANDA TERITORI PRIMER RUMAH-RUMAH DI KAMPUNG JAWA TONDANO (Studi Kasus Lingkungan III Kampung Jawa Tondano)

    Get PDF
    ABSTRAK   Adanya upaya pelestarian pola hidup yang baik antar tetangga yaitu selalu menjaga jalinan tali silaturahmi dengan tidak membuat pembatas masif antara satu pekarangan rumah dengan rumah lainnya. Ini merupakan aturan baku tidak tertulis dari Tua Kampung Bapak Abubakar Nurhamidin (1939-1942). Rumah-rumah Lingkungan III inilah yang masih mengikuti aturan tersebut, bahkan ditemukan cara hidup bersama-sama dalam satu rumah ditinggali 2-3 kepala keluarga dan dalam satu petak tanah dengan ukuran ±3600m2didirikan 4 rumah didalamnya. Selain itu, penggunaan pekarangan yang dipakai bersama dengan tetangga lain (antar rumah) jika ada kegiatan peribadatan dan sosial lainnya, serta penggunaan KM/WC yang dapat digunakan secara bersama. Penelitian ini ingin mengidentifikasi sejauhmana kesadaran memenuhi rasa teritori primerkeluarga mereka terhadap pola hidup demikian.Dikarenakan teritori berkaitan dengan kebutuhan ruang fisik, kepemilikan dengan pendekatan derajat privasi, afiliasi dan kemungkinan pencapaiannya maka penggunaan pembatas simbolik lazim digunakan.Penggunaan tanda inilah yang menjadi fokus penelitian yaitu penggunaan tanda sebagai upaya pemaknaan keberadaan zona teritori primer keluarga pada rumah-rumah di Lingkungan III Kampung Jawa Tondano. Teori Tanda (Ferdinand de Saussure) dan Teori Teritori (Altman) diambil sebagai teori dasar untuk diuji pada penelitian ini.Kedua teori ini dipilih karena kecocokan dengan situasi/kasus penelitian. Adapun penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan Pendekatan Ilmu Rasionalistik, dengan 11 informan orang dan 9 informan kasus rumah tinggal dan pekarangannya yang dipilih secara purposive sampling.Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa masih adanya kesadaran memenuhi kebutuhan teritori primer keluarga mereka baik bagi keluarga mereka sendiri maupun antara keluarga/tetangga lainnya dengan penggunaan tanda-tanda sebagai pemaknaan keberadaan teritori tersebut.tanda-tanda tersebut berupa elemen-elemen lingkungan alami seperti towaang/tumbuhan merambat, pohon besar, palawija, batu, dan elemen-elemen lingkungan binaan seperti benda-benda interior/perabot dan tindakan intervensi keluarga atasnya dalam hal perletakan dan posisi.   Keywords : Tanda, Teritori Primer, Keluarg

    STUDI KELAYAKAN PERENCANAAN PUSAT PENJUALAN DAN PERBAIKAN MOBIL DI KOTA GORONTALO DENGAN KONSEP ANALOGI LINGUISTIK SEMIOTIK

    Get PDF
    ABSTRAK   Peningkatan pembangunan infrastruktur terutama penyediaan jalan, berdampak pada peningkatan transportasi; jasa; perdagangan; sirkulasi publik dan sosial ekonomi. Kendaraan merupakan alat transportasi bagi masyarakat untuk memobilisasi dari satu tempat ke tempat lain. Mobil adalah salah satu alat transportasi yang paling berdampak pada peningkatan pembangunan infrastruktur jalan, dimana mobil sebagai alat angkutan darat yang bisa mengantar atau memuat beberapa orang atau barang dari satu daerah ke daerah lain dengan muatan yang cukup besar dibandingkan kendaraan bermotor.  Selain dapat mengangkut muatan lebih besar, mobil juga mempunyai kelebihan baik dalam tingkat kenyamanan berkendaraan dan jarak tempuh yang lebih jauh. Mobil memberi daya tampung yang lebih untuk memberikan muatan kepada penggunanya, memberikan kenyamanan dan dapat menempuh jarak tempuh yang lebih jauh serta lebih cepat. Pertumbuhan masyarakat di Gorontalo menuntut terpenuhinya akan alat transportasi yakni mobil. Pemenuhan akan kebutuhan masyarakat tersebut memerlukan suatu tempat atau fasilitas yang dapat mengakomodir, baik dari segi pemberian informasi, penjualan mobil baru dan bekas, perbaikan atau perawatan mobil dan penjualan suku cadang mobil. Penekanan Analogi Linguistik model semiotik merupakan salah satu teori yang digunakan oleh Le Corbusier, yang menyatakan bahwa Semiologi adalah ilmu tentang tanda-tanda. Penafsiran semiotik tentang arsitektur menyatakan bahwa suatu bangunan merupakan suatu tanda penyampaian informasi mengenai apakah ia sebenarnya dan apa yang dilakukannya. Sebuah bangunan berbentuk bagaikan piano akan menjual piano.   Kata Kunci : Pusat Penjualan dan Perbaikan Mobil, Analogi linguistik model semiotik &nbsp

    STUDI KENYAMANAN AKUSTIK RUANG KARAOKE DIVA MANADO

    Get PDF
    ABSTRAK   Proses perencanaan dan perancangan arsitektural bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi akustik ruang setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam kaitannya dengan bunyi. Pada saat ini, masih terdapat beberapa bangunan hiburan (tempat karaoke) yang memiliki masalah dalam hal penangan bunyi atau suara yang bisa memicu kebisingan, diantaranya ialah Diva Manado yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna akibat kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas dari ruang bersebelahan  Dengan akustik yang efektif, maka bunyi maupun suara akan dapat diterima oleh telinga sesuai dengan batas ambang kebisingan yang telah direkomendasikan (NC) dalam suatu ruang sehingga segala aktifitas dalam ruangan akan berjalan dengan lancar. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan dengan kondisi lagu saja; lagu dan bernyanyi. Hasil yang diukur pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 112,286 dB, TI gabungan = 109, 03 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 116,886 dB, TI gabungan = 113,01 dB.   Kata Kunci : Kebisingan, Ruang karaoke dan kusti

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ELEMEN STREET FURNITURE PEDESTRIAN KORIDOR JALAN PIERE TENDEAN di MANADO (SegmenMantos-Megamas)

    Get PDF
    ABSTRAK                                                                           Perkembangan kompleksyang dialami kota Manado menghadapi permasalahan perkotaan yang semakin meningkat.Contohnya ruang publik merupakan suatu kebutuhan utama dalam pengembangan atau pembangunan suatu kota yang tidak hanya timbul dengan sendirinya (Landry, 2006).Ruang publik adalah ruang yang dimanfaatkan  untuk kegiatan penduduk kota  berdasarkan inspirasi dan persepsi penduduk kota ( Thomas, 2002).                 Penataan elemen-elemen pedestrian yang serasi dengan disain yang menarik, perlu adanya penataan area kawasan berupa penataan etalase atau fasad bangunan agar lebih menarik.                 Bagi  masyarakat  yang  menggunakan  jalur  pedestrian  sepanjang  Jl.Piere Tendean untuk lebih sering menggunakan jalur pedestrian, demikian juga tidak menggunakan jalur pedestrian sebagai area parkir sepeda motor.     Kata Kunci : Elemen Street, Jalur Pedestrian Korido

    MENGIDENTIFIKASI DURASI DAN TENAGA KERJA BERDASARKAN ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) PADA PERENCANAAN PEKERJAAN PERUMAHAN VILLA IDAMAN BOALEMO

    Get PDF
    ABSTRAK   Pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) terdapat Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang menggunakan indeks produktivitas (Koefisein tenaga  kerja) berdasarkan dari hasil penelitian. Indeks produktivitas menunjukan kebutuhan orang dan hari atau dengan kata lain menunjukan kebutuhan durasi dan tenaga kerja. Mengidentifikasi adalah proses (analisis) menentukan identitas, durasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan tenaga kerja adalah besarnya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, maka pengertian “Mengidentifikasi Durasi dan Tenaga Kerja” adalah analisis penentuan atau penetapan waktu dan besarnya jumlah tenaga kerja untuk menyelesaiakan pekerjaan. Dengan menggunakan metode identifikasi berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dapat diketahui potensi keterlambatan (Durasi minimum) dan cara memaksimalkan waktu penyelesaian pekerjaan (Durasi maksimum) dengan melakukan langkah untuk memaksimalkan berdasarkan prinsip dasar metode Network Planning, mentukan penggunaan tenaga kerja berdasarkan asmusi faktor pengaruh produktivitas serta mengembangkan metode penjadwalan bar chart untuk mengetahui waktu maksimal penyelesaian pekerjaan yang akan ditetapkan. Hasil penelitian pada perencanaan pekerjaan pembangunan perumahan Villa Idaman Boalemo menunjukan bahwa pada pekerjaan perumahan tipe 36/120 perunit durasi minimum adalah 265 Hari dan durasi maksimum adalah 20 hari, jumlah tenga kerja maksimal yang dibutuhkan berdasarkan asumsi faktor produktivitas dengan komposisi paling banyak dalam kelompok kerja utama adalah 32 Orang.   Kata Kunci          : Identifikasi, Durasi, Produktivitas, Tenaga Kerja, Pekerjaan, Konstruksi

    ANALISIS LALU LINTAS SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN HB. YASIN KM 5 KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Jalan HB. Yasin KM 5 yang ada di Kota Gorontalo merupakan salah satu jalan penghubung langsung lalu lintas dari luar kota ke pusat Kota Gorontalo dan merupakan jaringan jalan perkotaan. Dengan kondisi jalan yang termasuk kawasan pemukiman, rumah makan dan SPBU yang menyebabkan kemacetan lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Karena itulah perlu dilakukan Analisis penanganan arus lalu lintas pada ruas Jalan HB. Yasin KM 5 di Kota Gorontalo dengan tujuan untuk mengetahui kinerja dan faktor yang mempengaruhi kemacetan pada ruas jalan tersebut serta solusi untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas tersebut. Penelitian ini dilakukan di Jalan HB. Yasin KM 5 Kota Gorontalo dengan panjang jalan 500 m, dan menggunakan Metode MKJI 1997. Data-data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi langsung di lokasi penelitian yaitu pengukuran geometrik jalan yang meliputi lebar kerb, lebar jalan dan survei kendaraan. Data sekunder memberikan gambaran secara umum tentang hal-hal yang berkaitan dengan objek dari penelitian. Waktu penelitian di lapangan dilakukan selama seminggu yaitu dari pukul 06.00-18.00 Wita. Berdasarkan Hasil Penelitian Analisis Kinerja Arus Lalu Lintas, diperoleh hasil Volume lalu lintas maksimum terjadi pada hari Jumat pukul 17.00 – 18.00 wita yaitu sebesar 1452,95 smp./jam. Sedangkan kapasitas diperoleh 2244,6 smp/jam. Kecepatan arus bebas kendaraan ringan di lokasi penelitian adalah 35,6  km/jam dengan waktu tempuh 0,014 jam (0,84 menit atau 50,56 detik). Derajat kejenuhan diperoleh (DS = 0,65), maka tingkat pelayanan di ruas Jalan HB. Yasin KM 5 Kota Gorontalo masih termasuk dalam kategori C, dimana kondisi arus stabil, kecepatan lalu lintas sekitar 40 km/jam (tanpa ada hambatan), Volume lalu lintas sekitar 75% dari kapasitas (1500 smp/jam/lajur).   Keywords  :  Volume Lalu Lintas, Kapasitas, MKJI 199

    TINJAUAN KERUSAKAN LAPIS PERMUKAAN JALAN BERDASARKAN ANALISIS KADAR ASPAL Studi Kasus AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course) Pada Ruas Jalan Sawah Besar Kabupaten Bone Bolango

    Get PDF
    ABSTRAK   Lapis perkerasan jalan akan mengalami kerusakan lebih cepat dari umur rencana yang ditentukan. Kerusakan perkerasan jalan pada umumnya disebabkan oleh sistem drainase yang kurang baik, volume beban lalu lintas, air, iklim, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, material konstruksi perkerasan jalan, sistem pengolahan bahan yang kurang baik, dan kurang baiknya proses pemadatan atau hal-hal lain yang mempengaruhi kerusakan jalan.   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kerusakan lapis permukaan jalan AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course) pada Ruas Jalan Sawah Besar Kabuparen Bone Bolango berdasarkan analisis kadar aspal dengan cara pengumpulan data pembanding dengan mengambil hasil Job Mix Formula (JMF) dari kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo Subdinas Bina Marga, dan melakukan pengetesan kadar aspal lapangan (extraksi test)   Dari hasil pengujian Laboratorim, kadar aspal rata-rata lapangan didapat 4,95% sedangkan menurut Job Mix Formula (JMF) kadar aspal pilihan  yang dibutuhkan adalah 5,5% ini berarti bahwa telah terjadi perbedaan kadar aspal sehingga ditengarai mengakibatkan kerusakan pada lapisan permukaan jalan. Pengaruh kurangnya kadar aspal tersebut menyebabkan antara lain: Rongga terisi aspal semakin berkurang ini berarti bahwa agregat yang terselimuti aspal akan tipis yang menyebabkan campuran AC-BC tidak akan bertahan lama sesuai dengan umur rencana serta dapat menyebabkan kerusakan pelepasan butiran pada lapisan aspal, yang lama kelamaan akan mengakibatkan terjadinya lubang-lubang kecil. Nilai rongga dalam campuran semakin besar yang menyebabkan  campuran kurang kedap air dan  udara,  sehingga   campuran AC-BC tersebut kurang baik dan menyebabkan kerusakan retak (crack).   Kata Kunci : JMF, Extraksi dan Kadar Aspa

    ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PENINGKATAN STRUKTUR JALAN BY PASS (Studi Kasus : PT. LIA Membangun Persada)

    Get PDF
    ABSTRAK   Manajemen waktu sangat diperlukan selain untuk mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek agar dicapai hasil yang maksimal dari sumber daya yang tersedia.Saat ini banyak dijumpai proyek jalan raya yang memiliki manajemen waktu yang kurang, sehingga proyek mengalami keterlambatan dari jadwal rencana. Seperti halnya proyek Peningkatan Struktur Jalan By Pass yang dilaksanakan oleh PT. Lia Membangun Persada untuk tahun anggaran 2016. Proyek ini sementara dilaksanakan dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo Utara. PT. Lia Membangun Persada merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan banyak menangani proyek-proyek di bidang konstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan manajemen waktu proyek jalan raya pada PT. Lia Membangun Persada dan mengetahui kendala yang dihadapi dalam manajemen waktu proyek dan memberikan masukan atau solusi dari kendala tersebut. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa pelaksanaan sistem manajemen waktu yang dilakukan oleh PT. Lia Membangun Persada belum sepenuhnya mampu melaksanakan secara ideal, karena ada beberapa aspek dalam manajemen waktu yang belum terpenuhi secara maksimal. Monitoring merupakan salah satu aspek yang belum bisa dilakukan secara akurat dan teliti karenaka jumlah tenaga kerja dalam skala besar menyebabkan tidak dilakukannya pencatatan terhadap produktivitas tenaga kerja. Selain itu, aspek Corrective Action dapat dikendalikan pada saat terjadi keterlambatan schedule yakni dengan cara menambah kapasitas sumber daya seperti penambahan jumlah alat, mempercepat kedatangan material, serta menambah tenaga kerja dan jam kerja (lembur, shift).   Kata Kunci : Manajemen Waktu, Monitoring, Corrective Actio

    MATERIAL KONSTRUKSI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

    Get PDF
    ABSTRAK Secara tradisional, sebagian besar proses konstruksi bangunan berlangsung di lokasi bangunan tersebut (meskipun beberapa bagian konstruksi tersebut berlangsung di tempat lain, misalnya bagian dari kayu tersebut yang berbentuk bingkai yang bercorak dan dibawa ke produksi material untuk proses berikutnya). Namun, pada proses bangunan tradisional ini melibatkan penggunaan komponen pabrik yang dihasilkan misalnya atap gulungan.  Aplikasi dari bangunan ramah lingkungan biasanya disebut juga dengan konstruksi hijau (green construction), yakni pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award sebagai desain bangunan yang hemat energi, yaitu sistem bangunan yang didesain agar mengurangi pemakaian listrik untuk pencahayaan dan tata udara. KATA KUNCI :  Kontriksi Tradisional, Industr

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN PINTU AIR DI DAERAH IRIGASI ALALE KABUPATEN BONE BOLANGO

    Get PDF
    ABSTRAK   Pintu air merupakan bangunan penunjang pada suatu bendungan irigasi dan bendungan pengendali banjir Daerah Irigasi Alale terbagi antara dua daerah layanan yakni Kabupaten Bone Bolango areal persawahan potensial yang dilayani sebesar 565 Ha dan Kota Gorontalo luas areal persawahan potensial yang dilayani sebesar 51,15 Ha. Rusaknya pintu air menyebabkan kurang optimalnya pelayanan pengairan di daerah Irigasi Alale khususnya yang ada di Kabupaten Bone Bolango dengan tidak optimal, untuk itu perlu dilakukan identifikasi kerusakan pintu air di daerah irigasi alale.   Penelitian ini dilakukan survei pada jaringan Irigasi Alale dari Bangunan Alale 1 sampai Bangunan Alale 6 hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis kerusakan yang terjadi pada pintu pintu air den seberapa besar tingkat kerusakan yang terjadi. Dari hasil survey tersebut akan dapat diketahui perencanaan anggaran biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki pintu air yang ada dijaringan Irigasi Alale. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey. Hasil dari penelitian diketahui penyebab kerusakan yang terjadi pada pintu air di jaringan Irigasi Alale terdiri dari beberapa hal, yaitu faktor alam dan juga faktor kesalahan dari manusia dalam pengoperasian yang terjadi. Tingkat kerusakan yang terjadi di jaringan irigas i Alale terdiri dari berbagai macam tingkat kerusakan ringan seperti korosi ringan, tingkat kerusakan sedang patahnya baut penyangga serta kerusakan berat rusaknya daun pintu, miringnya tiang ulir dan keausan pada brons. hasil identifikasi kerusakan pintu air maka anggaran biaya yang diperlukan dalam perbaikan pintu air adalah sebesar Rp.8.281.850   Kata Kunci : Irigasi, Kerusakan, Pintu Ai

    324

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RADIAL (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇