UMI Medical Journal
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai pada Ibu Nifas terhadap Kelancaran Produksi Asi di Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten Pangkep
Produksi ASI merupakanhal yang sangatberpengaruh pada jumlahpengeluaran ASI sejakbayilahir.Faktor yang memengaruhi pembentukan dan produksi ASI antara lain faktormakananibu, isapanbayi, frekuensi menyusui. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada Ibu Nifas. Metode Penelitian:experiment dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sampel sebanyak 30 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji statistik Uji wilcoxon Sign Rank Test.Hasil:hasil analisis pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada Ibu Nifasdiperoleh nilai ρ = 0,000 berarti ada pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada Ibu nifas. Implikasi penelitian: kenaikanjumlahproduksi ASI dalam 2 minggumengkonsumsi susu kedelai. Rekomendasi: diharapkan adanya penelitian lebih lanjut dengan Diharapkan menilaipemberian susu kedelaisaatkehamilan dan pengaruhnya pada pengeluaran ASI 1-3 hari postpartum
Hubungan Usia, Lama Pendidikan, Pekerjaan, dan Paritas Ibu Dengan Tingkat Kepatuhan ANC di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2018
Latar Belakang: : ANC atau Antenatal Care merupakan suatu pelayanan oleh tenaga kesehatan yang memenuhi standard yang sesuai kepada ibu hamil untuk memeriksa kondisi kehamilannya. Ibu hamil dapat patuh melakukan ANC disebabkan oleh banyak faktor seperti diantaranya adalah usia ibu saat hamil, lama pendidikan yang sudah ditempu, status pekerjaan, dan paritas ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan usia, lama pendidikan, status pekerjaan, dan paritas ibu dengan tingkat kepatuhan ANC.
Hasil: Design penelitian ini adalah analitik retrospektif dengan menggunakan pendekatana Cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang mengalami komplikasi berupa perdarahan postpartum kemudian melihat bagaiman kepatuhan kepatuhan ANC ibu tersebut berdasarkan dari rekam medik RSUD Syekh Yusuf pada Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu total sampling.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan AN
Efek Forest Bathing Pada Kardiovaskular, Respon Inflamasi, Imunitas Dan Psikologi.
Latar Belakang:. Terdapat hubungan antara manusia, lingkungan dan kesehatan. Hidup dekat dengan alam mampu memberikan efek salutogenik pada kesehatan. Forest bathing memberikan kesempatan manusia untuk kembali hidup dekat dengan alam . Sejak dimulai pada tahun 1982, penelitian - penelitian terkait forest bathing banyak di lakukan di Jepang melaporkan berbagai efek fisiologis dan psikologis setelah terapi.
Isi: Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa peningkatan dalam kesehatan fisiologis dan psikologis ini mungkin sebagian disebabkan oleh phytoncides (senyawa volatil organik di udara) yang dihirup dari tumbuhan di hutan. Senyawa volatil organik dapat dimanfaatkan melalui aplikasi kulit atau asupan oral minyak esensial. Namun, forest bathing mungkin lebih aman dan cost-effective karena kegiatan bersifat rekreasi dan dapat memanfaatkan lingkungan alam sekitar.
Kesimpulan:. Forest bathing memiliki efek fisiologis dan psikologis sehingga dapat bermanfaat bagi kebutuhan penelitian di masa depan serta berpotensi sebagai terapi komplementer yang dapat di lakukan di Indonesia
Covid-19 Pada Pasien Myasthenia Gravis
Coronavirus disease (COVID-19) telah menjadi pandemi global dalam waktu singkat. Selama pandemi ini, terdapat peningkatan resiko eksaserbasi pada pasien dengan myasthenia gravis. Angka morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi terlihat di antara orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta dan defisiensi imunologis. Agen imunosupresif, respons imun yang tidak teratur, dan kelemahan otot pernapasan adalah beberapa kemungkinan etiologi yang dapat meningkatkan keparahan hasil yang terkait dengan COVID-19. Kasus awal myastenia gravis (MG) dengan COVID-19 simultan menunjukkan hasil yang bervariasi dengan potensi eksaserbasi berbahaya. Sedikit yang diketahui tentang hubungan antara dua penyakit. Di sini, kami berharap dapat menggambarkan prognosis COVID-19 pada pasien MG bersama dengan fitur yang sama dari kedua penyakit tersebut dan mendiskusikan pendekatan terapeutik untuk memaksimalkan hasil untuk populasi pasien khusus ini
Hubungan Pengetahuan tentang COVID-19 terhadap Kepatuhan Physical Distancing pada Mahasiswa Tingkat 4 FK UPNVJ
Latar Belakang: Indonesia memiliki prevalensi COVID-19 yang cukup tinggi akibat rendahnya kepatuhan physical distancing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 terhadap kepatuhan physical distancing pada mahasiswa tingkat 4 FK UPNVJ tahun 2020.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara simple random sampling.
Hasil: Analisis univariat memperlihatkan 67 responden (55.8%) memiliki pengetahuan tentang COVID-19 yang baik dan 70 responden (58.3%) memiliki kepatuhan physical distancing yang baik. Uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dengan kepatuhan physical distancing pada mahasiswa tingkat 4 FK UPNVJ tahun 2020 (p = 0.203).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dengan kepatuhan physical distancing pada mahasiswa tingkat 4 FK UPNVJ tahun 2020
Perbandingan Pelaksanaan Imunisasi pada Masa Pandemi dan Non Pandemi Covid-19 di Puskesmas Massenga Polewali Mandar
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 berdampak pada peIayanan kesehatan khususnya imunisasi di beberapa daerah. Pemberian imunisasi dasar sangat penting bagi bayi untuk mencegah penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imuunisasi, misalnya penyakit polio. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan peIaksanaan imunisasi pada masa pandemi dan non pandemi Covid-19 di Puskesmas Massenga PoIewaIi Mandar.
Metode: PeneIitian ini menggunakan rancangan analitik observationak dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. SampeI yang digunakan pada penelitian ini adalah bayi yang berusia 0-11 buIan yang mendapatkan imunisasi dasar di Puskesmas Massenga PoIewaIi Mandar, sesusai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. AnaIisa data yang digunakan adalah anaIisa univariat dan anaIisa bivariat dengan uji T Independent.
Hasil: didapatkan niIai signifikansi (p) perbedaan imunisasi sebesar 0.032. HasiI ini menunjukkan niIai signifikansi , dimana terjadi penurunan cakupan imunisasi sebesar 11.33 % pada masa pandemi Covid-19 di puskesmas Massenga PoIewaIi Mandar.
KesimpuIan: terdapat perbedaan cakupan imunisasi dasar pada masa pandemi dan non pandemi Covid-19
Uji Aktivitas Bakteri Salmonella Thypii pada Sayuran Lalapan Kemangi (Ocimum Sanctum L) Secara In Vitro
Keamanan pangan menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena konsumsi pangan yang tercemar oleh mikroorganisme atau bahan kimia yang dapat menyebabkan suatu penyakit yang disebut foodborne disease. Daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya Salmonella typhii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Salmonella typhii pada sayuran lalapan kemangi (Ocimum sanctum L) menggunakan pengujian Biokimia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan eksperimental dengan teknik Probability sampling berjumlah 10 sampel pada 10 lokasi berbeda di pasar Kota Makassar, dilakukan dengan identifikasi bakteri menggunakan medium selektif, kemudian isolasi bakteri dengan medium SSA dan medium NA, kemudian dilakukan uji Biokimia kemudian dilakukan pewarnaan gram. Sampel yang teridentifikasi bakteri Salmonella typhii dilakukan uji daya hambat dengan medium MHA dan antibiotik, selanjutnya dilakukan pengukuran zona hambat yang terbentuk dengan menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel dengan kode S1-S10, didapatkan pada sampel S1 terdapat bakteri Salmonella typhii. Kesimpulan bahwa terdapat bakteri Salmonella typhii pada sayuran lalapan kemangi yang diambil di pasar Kota Makassar.
Kata Kunci: Salmonella; Ocimum Sanctum; Foodborne Diseases; Probabilit
High Flow Nasal Canula (HFNC) In COVID-19 Associated Acute Respiratory Distress Syndrome (CARDS)
Latar Belakang: Pasien Covid-19 related Acute Respiratory Distress Syndrome (CARDS) dengan gejala ARDS sedang hingga berat memerlukan Invasive mechanical ventilation (IMV) dan memiliki prognosis yang buruk dengan angka ARDS sekitar 75% serta 63% menerima Invasive mechanical ventilation (IMV) dengan tingkat kematian 59%. Tingginya angka kematian pasien CARDS mendapat terapi invasive mechanical ventilation (IMV) menyebabkan para praktisi kesehatan berusaha untuk menunda intubasi dan ventilasi mekanik secara dini sehingga Non Invasive Ventilation Mechanic (NIV), CPAP dan HFNC menjadi alternatif terapi dalam penanganan CARDS. Kasus: Perempuan usia 49 tahun, masuk ICU dengan diagnosa POH-4 Craniectomy evakuasi tumor sphenoid, Sepsis Syok dan Covid-19 terkonfirmasi. Pada pemeriksaan didapatkan hipoksemia dengan ARDS berat P/F ratio 112.1 mmHg dan gambaran pneumonia dextra dan efusi pleura dextra. Sebelum pindah ke ICU Covid, pasien mendapatkan terapi HFNC FiO2 40% dengan flow 35 L/menit, RR 25, Saturasi 95%, ROX index 9,5. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Wbc : 7.800/L, Hb: 8,1mg/dl, Plt : 131.000/mm3, Bilirubin total 1,3 mg/dl, bilirubin direct 0,83 mg/dl, Na/K/cl : 143/2,9/111, Procalcitonin : 11.2. Kesimpulan:. Terapi oksigen dengan HFNC pada CARDS sedang sampai berat menjadi pilihan bijaksana dimana terapi HFNC dapat menunda intubasi dan IMV dengan outcome yang baik. Sebagaimana Surviving Sepsis/Society of Critical Care Medicine merekomendasikan HFNC sebagai pendekatan lini pertama.
 
Penggunaan Laser CO2 Pada Penderita Kondiloma Akuminata Perianal dan HIV
Latar Belakang: Kondiloma Akuminata (KA) atau venereal warts adalah infeksi menular seksual (IMS) disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) berbentuk papilomatosis, permukaan verukosa mengenai kulit dan mukosa. Lesi terdapat didaerah kelamin dan atau anus. Infeksi oleh HPV adalah IMS paling umum di seluruh dunia, mengenai 9 hingga 13 persen dari populasi umum yang terinfeksi. Di Indonesia, angka kejadian KA bervariasi, tetapi lebih banyak menunjukkan KA sebagai angka paling tinggi diantara IMS lain. Infeksi Menular Seksual dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebaran infeksi oleh HIV, dan infeksi HIV juga memungkinkan peningkatan prevalensi terjadinya IMS. Infeksi HIV menjadi faktor resiko terjadinya penularan KA. Faktor risiko lain termasuk riwayat kontak seksual berganti pasangan, kontak seksual dengan sesama jenis, dan infeksi menular seksual lainnya.
Hasil: Dilaporkan pasien laki-laki 39 tahun, pekerja swasta, belum menikah, dengan keluhan benjolan kecil diperianal, kadang gatal, dialami sebulan sebelumnya. Pasien terkonfirmasi HIV dan mengkonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) 3 bulan sebelumnya. Pemeriksaan fisik ditemukan papul dan nodul, permukaan verukosa, batas tegas, konsistensi padat. Uji acetowhite menunjukan hasil positif. Pernah dilakukan terapi tinktura podofillin, tetapi tidak memberikan perbaikan. Dilakukan terapi bedah laser CO2 dan didapatkan respons yang baik.
Kesimpulan: Salah satu modalitas terapi yang aman dan memberikan respon perbaikan cepat bagi penderita KA dan HIV adalah dengan laser CO
Asupan Nutrisi Mikro Pada Penderita Tuberkulosis dari Beberapa Ekstrak Tanaman
Menurut Kemenkes 2016 Indonesia memiliki jumlah pasien TB yang ternotifikasi berjumlah 324.539 orang Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycrobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.Orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis akan mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gangguan tersebut jika bertambah berat akan menyebabkan penurunan status gizi yang ditandai dengan berkurangnya asupan makanan. Status gizi yang rendah dan ketidakmampuan meningkatkan berat badan selama terapi berkaitan erat dengan resiko kematian, terjadinya TB kambuhan, respon terapi yang tidak adekuat, beratnya penyakit TB dan atau adanya penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh penderita tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian ini, adapun kesimpulannya adalah beberapa nutrisi mikro untuk penderita tuberkulosis adalah retinol, vitamin D, vitamin E, zink, dan selenium yang banyak terdapat di buah-buahan dan sayur-sayuran, serta senyawa- senyawa aktif yang terdapat dalam bagian-bagian tanaman seperti, alkaloid, flavonoid, terpenoid dan steroid