Direktori Jurnal Elektronik Universitas Imelda Medan
Not a member yet
1151 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI BPM (BIDAN PRAKTIK MANDIRI) ROSITA PEKANBARU
Involusi uteri adalah proses kembalinya uterus ke keadaan sebelum hamil. Proses ini sangat penting karena cepat atau lambat bisa terjadi pendarahan. Senam nifas adalah serangkaian gerakan tubuh yang dilakukan setelah melahirkan untuk memulihkan dan mempertahankan ketegangan otot yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Manfaat melakukan senam nifas adalah memulihkan kekuatan otot-otot dasar panggul, mengencangkan otot-otot dinding perut dan perineum, membentuk sikap tubuh yang baik dan mencegah terjadinya komplikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senam nifas terhadap involusi uteri pada ibu nifas di BPM Rosita Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasieksperimental menggunakan kelompok kontrol dengan metode two group pre test dan post test design. Penelitian ini dilakukan di BPM Rosita Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di BPM Rosita Pekanbaru yang berjumlah 10 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Dimana 5 responden diberikan perlakuan dan 5 responden sebagai kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan komputerisasi univariat dan bivariat menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata TFU ibu yang melakukan senam nifas mengalami penurunan sebesar 8,52 cm. Rata-rata TFU ibu yang tidak melakukan senam nifas mengalami penurunan sebesar 7,36 cm. Ada efektivitas senam nifas terhadap involusi uteri pada ibu nifas di wilayah kerja BPM Rosita Pekanbaru (p = 0,009). Saran agar petugas kesehatan dapat mengajarkan senam nifas kepada ibu nifas karena dapat mempercepat penurunan TFU
PENGARUH FISIOTERAPI DADA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN TUBERKOLOSIS PARU DI RUMAH SAKIT IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2021
Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is a disease that has long been known and is still a health problem in various countries in the world. Transmission of this disease through the intermediary of saliva or phlegm (sputum) of patients containing pulmonary tuberculosis bacilli. This research was conducted at Imelda Indonesian Workers General Hospital in Medan. The research method used in this study is a correlation research method using a cross-sectional design. The sample of this research is 34 respondents with non-probability type by using purposive sampling technique. The purpose of this study was to see or determine whether or not there is a relationship between chest physiotherapy and increased sputum production. The results showed that the P-value was 0.19 where p-value <0.05, which means that there is an influence between physiotherapy and increased sputum production in pulmonary TB patients at the Imelda General Hospital for Indonesian Workers. It is suggested that the results of this study are expected as information for lecturers and students to better understand the relationship between chest physiotherapy and increased sputum production in patients with pulmonary TB and to motivate students to learn more about the relationship between chest physiotherapy and increased sputum production so that they can prepare themselves. facing the practice of the nurse profession in providing nursing care about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) both at home and in the community.Tuberkolosis paru (TB Paru) merupakan salah satu penyakit yang lama dikenal dan sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai Negara di dunia. Penularan penyakit ini melalui perantara ludah atau dahak (sputum) penderita yang mengandung basil tuberkolosis paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. Mrode penelitian yyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penlitian Korelasi dengan mneggunakan design crossectional. Sampel dari penelitian ini adalah 34 responden dengan jenis non probability dengsan menggunakan teknik purposive sampling. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat atau mengetahui ada atau tidaknya hubungan fisioterapi dada dengan peningkatan pengeluaran sputum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pvalue sebesar 0,19 dimana pvalue <0,05 yang artinya adanya pengaruh antara fisioterapi dan peningkatan pengeluaran sputum pada pasien TB Paru di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia. Disarankan kepada hasil penelitian ini diharapkan sebagai informasi bagi dosen dan mahasiswa untuk lebih memahami tentang adanya hubungan antara fisioterapi dada dan peningkatan pengeluaran sputum pada pasien penderita TB Paru dan memotivasi mahasiswa untuk mempelajari lebih lanjut tentang hubungan fisioterapi dada dan peningkatan pengeluaran sputum sehingga mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi praktek profesi Ners dalam pemberian asuhan keperawatan tentang penyakit Tuberkolosis Paru (TB Paru) baik drumah maupun di komunitas
PENGETAHUAN LANJUT USIA TENTANG HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WENANG KOTA MANADO
Increased blood pressure is a condition that is often experienced by the elderly. This condition can be caused by age related factors and risk factors. One of the risk factors for increasing blood pressure in the elderly is a lack of knowledge about blood pressure. The purpose of this study was to determine the description of knowledge of Elderly about hypertension in the Wenang Health Center Work Area, Manado City. The research design used is descriptive research with survey method, and the number of samples are 76 elderlies. The sampling technique used was institutional based accidental sampling, in which researchers took samples that happened to meet at institutions (Puskesmas and Posyandu). The instrument used is HK-LS (Hypertension Knowledge Level Scale). The results showed that the elderly in the working area of ??the Wenang Health Center Manado City had knowledge of hypertension at a good level of 28.9% and at a low level of 71.1%. This is because the level of education is mostly at a low level of 63.2% and also patients with hypertension grade I and II who are believed to have good experience on all matters related to hypertension only 32.9%. The conclusion of this study is that the knowledge of the elderly at the Manado City Health Center regarding hypertension is mostly still at the low level of knowledge.
Peningkatan tekanan darah adalah salah satu kondisi yang sering dialami oleh lanjut usia (lansia). Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor terkait usia dan faktor risiko. Salah satu faktor risiko peningkatan tekanan darah pada lansia adalah kurangnya pengetahuan lansia mengenai tekanan darah itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan lanjut usia mengenai hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wenang Kota Manado. Desain penelitian yang diunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey, dan jumlah jumlah sampel sebesar 76 lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan institutional based, yang mana peneliti mengambil sampel yang kebetulan bertemu di institusi (Puskesmas dan Posyandu). Instrumen yang digunakan adalah HK-LS (Hypertension Knowledge Level Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia di wilayah kerja Puskesmas Wenang Kota Manado memiliki pengetahuan tentang hipertensi pada level baik sebesar 28,9% dan pengetahuan kurang sebesar 71,1%. Hal ini disebabkan karena tingkat Pendidikan responden sebagian besar berada pada tingkat rendah yaitu sebesar 63,2% dan juga penderita hipertensi grade I dan II yang diyakini memiliki pengalaman yang baik tentang semua hal yang berkaitan dengan hipertensi hanya berjumlah 32,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan lanjut usia di Puskesmas wenang Kota Manado mengenai Hipertensi sebagian besar masih berada pada tingkat pengetahuan kurang.
 
PENGARUH PURSED LIPS BREATHING TERHADAP POLA NAPAS PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM DELIA KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2021
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease characterized by limited air flow in the respiratory tract that is not fully reversible. This progressive disorder is caused by chronic inflammation due to gases that are toxic to the body. The main causes of COPD include cigarette smoke, air pollution from burning, and harmful gas particles. Several problems will arise resulting in respiratory failure which is defined as failure of ventilation and oxygenation failure caused by respiratory center disorders, chest wall muscle disorders and acute inflammation of lung tissue that causes shortness of breath. The general purpose of this study was to determine the Effect of Pursed Lips Breathing on the Breathing Pattern of Chronic Obstructive Pulmonary Disease Patients at Delia General Hospital, Kec. Done Kab. Langkat. The type of research used is a quasi-experimental (quasi-experimental) with a one group pretest-posttest design. This design also does not have a comparison group (control), but at least the first observation (pretest) has been carried out which allows testing the changes that occur after there is an experiment (program). In this study, parametric statistical tests were first carried out with the results meeting the assumption that the data were normally distributed, so that this study was analyzed using the paired t test using the degree of significance = 0.05. After the statistical test with the help of SPSS, the p value = 0.000 was obtained. The statistical test is said to be meaningful if the p value is below 0.05 < at the 95% confidence level. This study was analyzed using a paired t test using the degree of significance = 0.05. After the statistical test with the help of SPSS, the p value = 0.000 was obtained. Which means p value < (0.000 < 0.05), meaning H1 is accepted. Then it can be interpreted that there is a significant effect between Pursed Lips Breathing Exercise and breathing patterns in Chronic Obstructive Pulmonary Disease Patients. DF : degree of freedom, T : value T count, Sig,(2-tailed) : probability value/p value.Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronik paru yang ditandai dengan terbatasnya aliran udara di dalam saluran pernafasan yang tidak sepenuhnya reversible.Gangguan bersifat progresif ini disebabkan oleh adanya inflamasi kronik akibat gas yang bersifat racun bagi tubuh. Penyebab utama PPOK antara lain asap rokok, polusi udara dari pembakaran, dan partikel – partikel gas berbahaya. Beberapa masalah akan timbul sehingga mengakibatkan kegagalan pernafasan yang didefinisikan sebagai kegagalan ventilasi dan kegagalan oksigenasi disebabkan karena gangguan pusat pernafasan, gangguan otot dinding dada dan peradangan akut jaringan paru yang menyebabkan sesak nafas. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Pola Napas Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis di Rumah Sakit Umum Delia Kec. Selesai Kab. Langkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimen (Eksperimen Semu) dengan rancangan one group pretest-posttest design.Rancangan ini juga tidak ada kelompok pembandingan (kontrol), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Pada penelitian ini terlebih dahulu dilakukan uji statistik parametrik dengan hasil memenuhi asumsi data berdistribusi normal, sehinggapenelitian ini dianalisis menggunakan uji paired t test dengan menggunakan derajat kemaknaan ? = 0.05. Setelah dilakukan uji stastitik dengan bantuan SPSS diperoleh nilai p value = 0.000. Uji statistik dikatakan bermakna jika nilai p value dibawah 0,05< pada tingkat kepercayaan 95%. penelitian ini dianalisis menggunakan uji paired t test dengan menggunakan derajat kemaknaan ? = 0.05. Setelah dilakukan uji stastitik dengan bantuan SPSS diperoleh nilai p value = 0.000. Yang berarti p value < ? (0.000 < 0.05), artinyaH1 diterima.Maka dapat diartikan ada pengaruh yang signifikan antara Latihan Pursed Lips Breathing dengan pola napas pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik.DF :degree of freedom (derajat kebebasan), T : nilai T hitung, Sig,(2-tailed) : nilai probabilitas/p value
PENYULUHAN KPSP UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN BALITA
World Health Organizations mengungkapkan bahwa sekitar 43% atau 250 juta anak-anak di negara berpenghasilan rendah mengalami permasalahan dalam tumbuh kembang anak. Diperkirakan sekitar 5-10% anak mengalami penyimpangan perkembangan, namun untuk penyebab utama tidak dapat di ketahui secara pasti. Untuk Indonesia sendiri terdapat 10% atau sekitar 23,7 juta jumlah akan anak balita. Dari jumlah tersabut dapat di perkirakan sekitar 1-3% balita di Indonesia mengalami masalah tumbuh kembang. Adapun rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi Exsperimental yaitu Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design.Desain yang memberikan pretest sebelum dikenakan perlakuan, serta posttest sesudah dikenakan perlakuan pada masing-masing kelompok. Penelitian ini menggunakan 40 ibu yang memiliki balita. Tujuan dari penelitian ini agar ibu dapat mendeteksi dini masalah penyimpangan perkembangan pada balita. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik usia, pendidikan, pekerjaan, serta jumlah anak yang di peroleh hasil 83,4% yang mengikuti penyuluhan adalah ibu dengan usia 20-35 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA/SMK yaitu sebesar 63,8% , berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan 66,6 % memiliki ? 2 orang anak. Tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan balita hanya 39% ibu yang memilki dasar pemahaman, kemudian setelah di berikan penyuluhan mengalami peningkatan sebesar 83 %. Kesimpulan Penyuluhan KPSP untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perkembangan balita, memang harus di berikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita apalagi untuk ibu muda
Kedudukan Wakaf Tunai Dalam Pembangunan Perekonomian Umat Islam
Waqf is defined as something that is given for the usefulness of the people (as a charity) or for purposes related to Islam. This article aims to embrace the concept of waqf from the perspective of history, fiqh, and also economic perspective. The cash waqf has the potensial to be develoved in Indonesia and has beenguaranted in positive law in Indonesia though law no. 41 0f 2004, but some scholars and the public in Indonesia still think thatcash waqfis not valid, because the conditions for valid waqf objects are fixed, while money can run out. The designed use is a literature review.The results show that waqf is one of Islamicteachings and also pre-Islamic teachings in providing their places of worship. From the fiqh perspective, fiqh scholars have explained the concept of waqf in the books of fiqh based on the al-Quran, the hadith and also their ijtihad. The concept of fiqh always undergoes development following the development of humanreason. This is because the majority of waqf concepts are based on ijtihad which can change time and place
Tinjauan dan Pelaksanaan Penyusutan Rekam Medis Di RSU Madani Medan
Depreciation of medical record documents is an activity to separate documents that are declared active and inactive. If the implementation of depreciation is delayed, there will be a buildup of medical record documents that fill the medical record document storage rack. The accumulation of medical record documents makes storage shelves untidy and prone to misplacement of medical record documents (missfile). In Permenkes No. 269/MENKES/PERIII/2008 concerning medical records, medical records are files containing notes and documents regarding patient identity, examination, treatment, actions and other services provided to patients. The purpose of this study was to determine the implementation of shrinking medical record files at Madani Hospital Medan. This type of research is descriptive qualitative. This method is used to describe the cause of the non-implementation of shrinkage of medical record files at RSU Madani Medan. Collecting data in this study conducted interviews with medical record officers. Based on the results of research at Madani General Hospital in Medan, there were 6 medical record officers and only 4 people with RMIK D-III educational background. The implementation of sorting medical record files at RSU Madani Medan is not in accordance with standard operating procedures because the sorting process is more than 5 years old. Hospitals should provide training for filing officers. For non-medical record officers, medical record education and health information to better understand the implementation of depreciation. Hospitals also need to immediately make a retention schedule so that there is a regular schedule for retention
Analisa dan Implementasi Kompresi File Wave Dengan Menggunakan Metode Huffman
One of the sound file formats that are widely used in the Windows operating system is the Wave format (*. WAV). This format is widely used for gaming and multimedia purposes. Wave is actually a raw format where the voice signal is directly recorded and quantized into digital data. The basic format of this file by default does not support compression and is known as PCM (Pulse Code Modulation). If you record a CD Audio quality song using a sampling rate of 44.1 kHz, 16 bits per sample, 2 channels (stereo), then the total media required to store this audio data per second is 176,400 bytes, so for a duration of 1 minute it takes 10,584 MB. If the average duration of one song is 5 minutes, it takes more than 50 MB of space to store the audio data of the song. This is of course very wasteful of storage media such as hard disks even though there are currently large hard disk capacities available.Salah satu file format suara yang banyak dipakai dalam sistem operasi Windows adalah format Wave (*.WAV). Format ini banyak digunakan untuk keperluan game dan multimedia. Wave sebenarnya merupakan format kasar (raw format) dimana signal suara langsung direkam dan dikuantisasi menjadi data digital. Format dasar dari file ini secara default tidak mendukung kompresi dan dikenal dengan nama PCM (Pulse Code Modulation). Jika direkam suatu lagu sekualitas CD Audio menggunakan sampling rate 44,1 kHz, 16 bit per sample, 2 kanal (stereo), maka total media yang diperlukan untuk menyimpan data audio ini per detik adalah 176.400 byte sehingga untuk durasi 1 menit diperlukan 10,584 MB. Jika rata-rata durasi satu lagu selama 5 menit, maka dibutuhkan tempat lebih dari 50 MB untuk menyimpan data audio lagu tersebut. Ini tentunya sangat memboroskan media penyimpanan seperti hard disk meskipun saat ini telah tersedia kapasitas hard disk yang besar
Perancangan Aplikasi Data Mining Transaksi Penjualan Untuk Mengetahui Pola Beli Konsumen Pada Toko Endang Pasaman Barat Menggunakan Algoritma Apriori Berbasis Web
Algoritma apriori merupakan salah satu metode pencarian dalam data mining. Algoritma apriori biasa di gunakan dalam perhitungan itemset dalam sebuah perusahaan dalam transaksi hariannya, di dasari oleh masalah-masalah seperti analisa keranjang belanja. Suatu keranjang belanja (market base) merupakan kumpulan item yang dibeli oleh pelanggan dalam suatu transaksi pelanggan tunggal. Transaksi penjualan inilah yang di proses untuk menemukan pola pembelian konsumen di toko Endang Pasaman Barat
PENYULUHAN TENTANG FAKTOR YANG MENYEBABKAN KERUSAKAN FISIK DOKUMEN REKAM MEDIS DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN, MEDAN
Rekam medis adalah catatan atau dokumen yang berisikan identitas, anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik rawat jalan, rawat inap mauapun pelayanan gawat darurat. Dokumen rekam medis harus didukung dengan keamanan dan kerahasiaan di ruangan peyimpanan berkas rekam medis itu sendiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi/penyuluhan secara langsung tentang faktor penyebab kerusakan fisik dokumen rekam medis di Puskesmas Pulo Brayan dan demonstrasi serta pendampingan tentang kerusakan fisik dokumen rekam medis di ruang penyimpanan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan petugas penyimpanan dalam mengelola dokumen rekam medis untuk meminimalisir terjadinya kerusakan fisik dokumen rekam medis. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan baik berkat kerjasama yang baik serta dukungan dari semua pihak baik tim pelaksana, mahasiswa, petugas dan Kepala Puskesmas Pulo Brayan serta Dinas Kesehatan Kota Medan