Direktori Jurnal Elektronik Universitas Imelda Medan
Not a member yet
    1151 research outputs found

    Tinjauan Pengisian Formulir Informed Consent Pasien Dengan Tindakan Hecting di Puskesmas X Kabupaten Tasikmalaya

    Get PDF
    Approval for medical action or Informed Consent is required to ensure that the patient has understood all the information provided to make a decision and the patient gives consent or refusal. Informed consent is useful as legal evidence to reduce the risk of problems or claims against doctors or health care facilities for actions taken on patients. So the completeness of filling out the informed consent form is very important in community health centers. The X Health Center, Tasikmalaya Regency, has not fully complied with the completeness of filling out the informed consent form.Knowing the completeness of filling out the Informed Consent Form for Patients with Hectating Actions at the X Community Health Center, Tasikmalaya Regency. The research method used was a quantitative descriptive design with a sample of 44 Informed Consent patients with Hecting procedures based on the total sampling of patient visits in the 2023 treatment room. The results of the research on the completeness of filling out informed consent in the Patient Identification review were 78% complete, the Important Report review was 67% complete, the Authentication review was 63% complete, the Good Documentation review was 81.2% complete and from the four components of the recording review the results were 69% complete and 31% incomplete. The completeness of filling out informed consent has an important role in supporting the quality of service aspects as well as the legal aspects of the form as legal evidence for patients and health service facilities.Persetujuan tindakan medis atau Informed Consent diperlukan untuk memastikan bahwa pasien telah memahami seluruh informasi yang diberikan untuk mengambil keputusan dan pasien memberikan persetujuan atau penolakan. Informed consent berguna sebagai bukti hukum untuk mengurangi risiko timbulnya masalah atau tuntutan terhadap dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan atas tindakan yang dilakukan terhadap pasien. Jadi kelengkapan pengisian formulir informed consent sangat penting di puskesmas. Puskesmas Cisaruni Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya memenuhi kelengkapan pengisian formulir informed consent. Mengetahui kelengkapan pengisian Formulir Informed Consent Pasien dengan Tindakan Hektasi di Puskesmas Cisaruni Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 44 pasien Informed Consent dengan prosedur Hecting berdasarkan total sampling kunjungan pasien di ruang perawatan tahun 2023. Hasil penelitian kelengkapan pengisian informed consent pada tinjauan Identifikasi Pasien selesai 78%, tinjauan Laporan Penting selesai 67%, tinjauan Otentikasi selesai 63%, tinjauan Dokumentasi Baik selesai 81,2% dan dari keempat komponen review rekaman hasilnya 69% lengkap dan 31% belum lengkap. Kelengkapan pengisian informed consent mempunyai peranan penting dalam menunjang aspek mutu pelayanan serta aspek hukum formulir sebagai alat bukti sah bagi pasien dan fasilitas pelayanan kesehatan

    Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Elektronik Pasien di Poli Umum Puskesmas Surabaya Timur

    Get PDF
    The digital transformation of health is one proof of technological developments in health services. The implementation of health digitalization in the Surabaya City environment has started on November 10 2014 and in 2020 it will be ready to transform into an Electronic Health Record (EHR). The implementation of EHR began with the implementation of RME at Surabaya City Health Centers since March 2022. However, RME implementation is still not optimal, so research needs to be carried out on the completeness of RME at East Surabaya Regional Health Centers. This research method uses a type of quantitative research that collects data in the form of numbers using an observational approach. The population used is RME patients at Community Health Centers in the East Surabaya Region, namely Menur Health Center and Keputih Health Center, while the research sample will be taken using the Cochran Formula. The results of the identified data will be processed using Microsoft Excel for quantitative analysis and will be presented in table form to describe the object. The results of the research show that incomplete filling in of patients' RME at the East Surabaya Community Health Center General Polyclinic is found in the Identity, Important Reports and Authentication components, while the Documentation component is 100% complete. It can be concluded that the incompleteness of RME filling at the East Surabaya Community Health Center reaches 70%, the data is not complete.Transformasi digitalisasi kesehatan merupakan salah satu bukti perkembangan teknologi dalam pelayanan kesehatan. Pelaksanaan digitalisasi kesehatan di lingkungan Kota Surabaya sudah dimulai sejak 10 November 2014 dan tahun 2020 sudah siap bertransformasi menjadi Electronic Health Record (EHR). Pelaksanaan EHR diawali dengan penerapan EMR di Puskesmas Kota Surabaya sejak Maret 2022. Namun pelaksanaan EMR masih belum optimal, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang kelengkapan RME di Puskesmas Wilayah Surabaya Timur. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang mengumpulkan data-data berupa angka menggunakan pendekatan observasional. Populasi yang digunakan adalah RME pasien di  Puskesmas di Wilayah Surabaya Timur yaitu Puskesmas Menur dan Puskesmas Keputih, sedangkan sampel penelitian akan diambil dengan menggunakan Rumus Cochran. Hasil dari data yang telah diidentifikasi akan diolah menggunakan microsoft excel untuk dianalisis secara kuantitatif serta akan disajikan dalam bentuk tabel dalam menguraikan objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklengkapan pengisian RME pasien di Poli Umum Puskesmas Surabaya Timur terdapat pada komponen Identitas, Laporan Penting dan Autentifikasi, sedangkan untuk komponen Pendokumentasian sudah 100% lengkap. Dapat disimpulkan ketidaklengkapan pengisian RME di Puskesmas Surabaya Timur mencapai 70% data tidak legkap

    EFEKTIVITAS TINDAKAN AMBULASI DINI TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG POST KATETERISASI JANTUNG KLIEN DENGAN SINDROM KORONER AKUT (SKA): SEBUAH STUDI KASUS DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

    Get PDF
    Acute coronary syndrome (ACS) is a disease in which blood flow to the heart is decreased. Cardiac catheterization is one of the medical interventions to treat ACS. Post-catheterization patients must be immobilized to prevent hematoma and bleeding in the insertion area. Back pain was one of the complaints frequently reported by patients who were required for strict bed rest and immobilization after cardiac catheterization. The purpose of this study with the application of nursing care to Mr. Y and Mr. D with the implementation of early ambulation to reduce the discomfort of post-cardiac catheterization back pain in the CVCU room of Arifin Achmad Hospital, Riau Province strarted from 10th June – 17th June 2023. The analyze nursing care for patients' back pain with early ambulation after cardiac catheterization on implementation of early ambulation begins with a head bed 15o, head bed 30o, lateral position opposite to the puncture site as one piece, and then Patients were also advised to walk around the room and use the bathroom if they wanted. Based on the results of the early ambulation, it was found that the pain scale before Mr. Y was VAS 5 (moderate pain) and Mr. D VAS 4 (moderate pain). After early ambulation, the back-pain scale of Mr. Y was VAS 1 (mild pain), and Mr. D's pain scale was VAS 3 (mild pain). The above study concludes that the application of early ambulations can increase the patients' back pain.Sindrom koroner akut (SKA) merupakan kumpulan sindrom dengan kondisi terjadinya penumpukan plak (arterosklerosis) yang diatasi dengan penatalaksanaan medis yaitu kateterisasi jantung. Keluhan yang sering muncul pada pasien post kateterisasi jantung dan tirah baring adalah nyeri punggung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangangi nyeri punggung secara non-farmakologi ialah pelaksanaan ambulasi dini. Tujuan penelitian ini dengan penerapan asuhan keperawatan pada Tn. Y dan Tn. D dengan penerapan ambulasi dini untuk menurunkan ketidaknyamanan nyeri punggung post kateterisasi jantung di ruang CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang dilaksanakan 10 Juni 2023 sampai 17 Juni 2023. Pelaksanaan ambulasi dini dimulai dengan head bed 15o, head bed 30o, posisi lateral (miring kiri-miring kanan), latihan duduk ditepi tempat tidur dan diakhiri latihan berjalan ke kamar mandi. Berdasarkan hasil penerapan ambulasi dini didapatkan bahwa skala nyeri punggung sebelum intervensi Tn. Y yaitu VAS 5 (nyeri sedang) dan Tn. D VAS 4 (nyeri sedang), setelah dilakukan penerapan ambulasi dini skala nyeri punggung Tn. Y yaitu VAS 1 (nyeri ringan) dan Tn. D skala nyeri VAS 3 (nyeri ringan). Hasil penerapan ini menunjukkan bahwa penerapan ambulasi dini memiliki pengaruh dalam menurunkan skala nyeri punggung pasien post kateterisasi jantung

    PENGARUH SENAM OTAK DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF DAN KESIAGAAN MENGHADAPI GANGGUAN KONSENTRASI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA SIDIKALANG

    Get PDF
    ABSTRACT Education for early childhood is an effort to provide and provide guidance to help the physical and spiritual growth and development of children from birth to 6 years of age so that they are ready to enter the next stage of education. The quality of a child's future development is largely determined by the stimulation they receive from an early age. Providing educational stimulation is very important, because 80% of brain growth develops at an early age. Brain exercises are used as a method to improve cognitive abilities or memory and concentration in children. This research aims to determine the effect of brain exercises in improving cognitive function and preparedness to deal with concentration disorders in students at Pembina Kindergarten, Dairi Regency. The study design in this research is quasi experimental with one group pre test and post test design. Determining the sample for this study used the G-Power application version 3.1.9.7 with T-test, one tail, effect size 0.85, alpha error 0.05, and power 0.80, so a minimum of 16 plus a possibility of error of 10% are needed, so the respondents needed in this study totaling 18 respondents. Brain exercise is carried out 3 (three) times a week for a week and evaluation is carried out on the seventh day. The results of this study used bivariate analysis, namely the Wilcoxon statistical test to identify cognitive function and preparedness for facing concentration problems before and after brain exercise. The results of this study show that there are differences in cognitive function and preparedness for concentration disorders between before and after brain exercise with a P value of 0.002 and a P value of 0.001. This shows that there is a statistically significant difference in cognitive function and preparedness for dealing with concentration problems before and after being given the intervention with a P value <0.05. Conclusion: Brain exercise training has an effect on cognitive function and preparedness for facing concentration problems in children 4-5 years old in Kindergarten Pembina, Dairi Regency.Pendidikan bagi anak usia dini merupakan upaya pemberian dan pembinaan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak semenjak lahir sampai usia dengan 6 tahun agar memiliki kesiapan untuk memasuki tahapan pendidikan selanjutnya. Kualitas Perkembangan masa depan seorang anak sangat bergantung pada stimulasi yang diterimanya sejak dini. Pemberian stimulasi edukasi penting dilakukan karena 80% perkembangan otak terjadi pada anak sejak usia dini. Senam otak digunakan sebagai metode untuk meningkatkan kemampuan kognitif atau daya ingat dan konsentrasi pada anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam otak dalam meningkatkan fungsi kognitif dan kesiagaan menghadapi gangguan konsetrasi pada murid di TK Pembina Kabupaten Dairi. Desain study pada penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan one group pre test and post test design. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan aplikasi G-Power versi 3.1.9.7 dengan uji-T, one tail, effect size 0.85, alpha error 0.05, dan power 0.80, sehingga diperlukan minimal 16 ditambah kemungkinan error 10%, maka responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini berjumlah 18 responden. Tindakan senam otak dilakukan pada 3 (tiga) kali seminggu selama seminggu dan Evaluasi dilakukan dihari ke tujuh. Hasil penelitian ini menggunaan analisa bivariat yaitu uji statistik Wilcoxon untuk mengidentifikasi fungsi kognitif dan kesiagaan menghadapi gangguan konsetrasi sebelum dan sesudah senam otak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan fungsi kognitif dan kesiagaan menghadapi gangguan konsetrasi antara sebelum dan setelah tindakan senam otak dengan nilai P value 0.002 dan P value 0.001. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik ada perbedaan yang signifikan fungsi kognitif dan kesiagaan menghadapi gangguan konsetrasi sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai P value <0,05. Kesimpulan bahwa latihan senam otak berpengaruh terhadap fungsi kognitif dan kesiagaan menghadapi gangguan konsetrasi pada anak 4-5 tahun di TK Pembina Kabpuaten Dairi

    PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI DISMENORHOE DI SMP SWASTA IMELDA TAHUN 2024

    Get PDF
    Menstruasi merupakan periode normal perdarahan teratur dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan telah matang dan berfungsi. Banyaknya remaja putri mengalami gangguan aktivitas belajar disebabkan oleh dismenorhoe yang dirasakan yaitu berdampak pada fisik yang mudah lelah dan tidak bersemangat, serta sulit berkonsentrasi karena rasa tidak nyaman yang timbul. Beberapa jenis terapi komplementer yang terbukti efektif untuk mengurangi dismenorhoe primer diantaranya adalah terapi kompres hangat, bed rest. relaksasi, exercise dan penggunaan tanaman herbal. Sedangkan penelitian lain menyebutkan bahwa alternatif lain dapat menggunakan akupuntur, pengobatan herbal cina dan suplementasi makanan. Meskipun berdasarkan hasil penelitian terdahulu penggunaan terapi komplementer ini efektif untuk mengurangi dismenorhoe primer, tetapi pada kenyataannya di masyarakat terapi ini belum diketahui secara jelas oleh remaja putri, karena mungkin dianggap sesuatu yang tidak praktis dan perlu waktu untuk menggunakannya. Pelaksanaan PkM ini bertujuan untuk memberi penyuluhan tentang terapi komplementer dalam mengurangi dismenorea kepada remaja putri yang telah mengalami menstruasi dan terganggu aktivitasnya akibat rasa nyeri menstruasi. Metode Pelaksanaan dari pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan berupa ceramah dan tanya jawab mengenai dismenorhoe dan penanganannya melalui terapi komplementer, dengan jumlah responden sebanyak 30 remaja putri siswi SMP yang sering mengalamai nyeri dismenorhoe pada saat menstruasi. hasil pre test responden sebagian besar remaja putri tidak mengetahui tentang pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenorhoe yaitu dalam kategori kurang sebanyak 22 responden (73,3%), setelah diberikan penyuluhan dan diukur kembali didapatkan hasil post test sebagian besar mengerti tentang pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenorhoe yaitu pada kategori baik sebanyak 26 responden (86,6%)

    SOSIALISASI KESESUAIAN PELAYANAN REKAM MEDIS DENGAN STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS TAHUN 2023 DI PUSKESMAS PASAR MERAH MEDAN

    Get PDF
    Akreditasi merupakan salah satu bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Implementasinya dilaksanakan sesuai dengan Permenkes RI No. 34/2022 yang menyebutkan bahwa akreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan puskesmas, klinik, Labkes, unit transfusi darah, praktik mandiri dokter, dan praktik mandiri dokter gigi setelah dilakukan penilaian (Permenkes RI, 2022). Hasil akhir yang diharapkan dari pelaksanaan akreditasi yaitu untuk menjamin pelayanan kesehatan berkualitas. Adapun standar akreditasi yang terbaru sesuai dengan Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/165/2023 tentang Pemenuhan Standar Akreditasi Puskesmas (Kepmenkes RI, 2023).Data yang diperoleh mayoritas puskesmas masih menggunakan Standar Akreditasi SIAP 2019. Tujuan pengabdian melaksanakan sosialisasi perubahan standar akreditasi dan menganalisa kembali kesesuaian pelayanan rekam medis dengan standar Akreditasi terbaru.Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mensosialisasikan Standar Akreditasi Puskesmas terbaru. Sosialisasi diberikan kepada staf rekam medis dan petugas administrasi yang berperan dalam pelayanan rekam medis serta pengunjung yang dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode presentasi materi dan tanya jawab. Peserta sosialisasi adalah petugas rekam medis dan petugas administrasi 7 orang dan pengunjung sebanyak 11 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemaparan materi, analisis kesesuaian pelayanan rekam medis, sosialisasi kembali SOP yang ada untuk memenuhi elemen penilaian akreditasi dan memberikan masukan untuk pembaharuan SOP. Hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan meningkatnya pengetahuan petugas puskesmas tentang pentingnya akreditasi dalam peningkatan mutu puskesmas serta regulasi dan sarana prasarana yang diperlukan dalam pemenuhan standar tersebut. Kegiatan ini terlaksana dengan baik karena dukungan dari semua tim pelaksana, Kepala Puskemas dan seluruh petugas puskesmas khususnya pegawai rekam medis Puskesmas Pasar Merah Medan

    PENTINGNYA PEMBUATAN KEMASAN SERTA LABELING HOME INDUSTRI KUE BASAH DAN KUE KERING KECAMATAN MEDAN SELAYANG

    Get PDF
    Pembuatan kemasan mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat konsumen, karena  produk tersebut akan terlihat menarik secara visual dan higienis. Para wirausaha juga perlu mengemas dengan bijak sekaligus memberi label pada produknya agar masyarakat mengetahui produk apa yang dijualnya. Pembuatan kemasan dan label yang menarik  akan membuat produk  yang dijual dapat bersaing dan laku di pasaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan secara langsung, demonstrasi dan pendampingan dalam pelaksanaan dengan memberikan  pengetahuan dan  wawasan kepada mitra mengenai pengelolaan usaha serta pentingnya pengemasan dan pelabelan kue  untuk menciptakan kue basah dan kering yang higienis.  Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman ibu-ibu pemilik industry kue basah dan kue kering  tentang pentingnya manajemen wirausaha yang baik untuk bersaing di pasaran , peningkatan pemahaman dalam pembuatan kemasan produk yang unik dan peningkatan pemahaman dalam pembuatan labelling produk. Capaian keseluruhan adalah ibu-ibu yang berwirausaha menguasai ilmu pengetahuan tentang pengelolaan  proses produksi dalam menghasilkan lebih banyak produk/barang

    HEALTH BELIEF MODEL PADA IBU HAMIL DALAM PERILAKU MENGHITUNG GERAK JANIN

    Get PDF
    Monitoring the well-being of the fetus is an important part of the management of pregnancy and childbirth. Health Belief Model (HBM) is a model of individual health beliefs in determining attitudes to do or not to do health behavior. The purpose of this study was to describe the description of the Health Belief Model in pregnant women in the behavior of counting fetal movements during pregnancy. This type of research is descriptive quantitative with a total sample of 30 pregnant women who have felt fetal movement. The sampling technique uses accidental sampling. The research was conducted in July 2022 at PMB Santi Rahayu, Malang Regency. The research instrument used the Health Belief Model questionnaire. The results showed that the most negative perceptions were in the perceived barriers variable (60%) and positive perceptions in the cues to action variable (60%). From the result of the researh it is hoped that midwives can teach how to calculate fetal movement so that pregnant women can apply it independently

    PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PASIEN SEBELUM CAPSULE ENDOSKOPI DI RS PLUIT

    Get PDF
    Background: Capsule endoscopy is a non-invasive diagnostic procedure to examine the upper digestive tract (small intestine). Capsule endoscopy examinations are still rarely performed by patients for various reasons. Therefore, it is necessary to increase knowledge and perception. The aim of this research is to determine the characteristics of respondents based on knowledge and perception Research Method: using a cross sectional design. The population in the study were all internal medicine patients at Pluit Hospital, totaling 36 samples. The research sample consisted of 36 people divided into 2 groups with a ratio of 18 respondents in the intervention group and 18 respondents who did not receive intervention or the control group. The research time was from May 2023 to January 2024 with side purpose sampling technique. The intervention carried out was providing education to the control group and instruments used to collect data using questionnaires. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Wilcoxon Test and the Mann - Whitney Test. Research Results: show that there is an influence of Health Education on patient knowledge and perceptions (p value 0.004). Conclusion: Providing Health Education can influence respondents' knowledge and perceptions about carrying out capsule Endoscopy examinations. The recommendation given is that patients should be given Health Education by medical personnel who are experts in each field, such as in this study, nurses who are experts and work in the diagnostic room..Latar Belakang: Kapsul endoskopi adalah prosedur diagnostik yang non-invasif untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas (usus halus) Pemeriksaan kapsul endoskopi masih jarang dilakukan oleh Pasien degan berbagai alasan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan persepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dari karakteristik responden berdasarkan pengetahuan dan persepsi  Metode Penelitian: menggunakan rancangan cros sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien penyakit dalam di RS Pluit yang berjumlah 36 sampel. Sampel penelitian berjumlah 36 orang yang terbagi dalam 2 group dengan perbandingan 18 reponden kelompok  intervensi dan 18 responden tidak mendapatkan intervensi atau kelompok kontrol.Waktu penelitian dari bulan Mei 2023 sampai dengan Januari 2024 dengan Teknik samping purpose sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian edukasi kepada kelompok kontrol dan instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Wilcoxon dan uji Mann - Whitney Test. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Health Education terhadap pengetahuan dan persepsi pasien (p value 0,004). Kesimpulan: Pemberian Health Education dapat mempengaruhi pengetahuan dan persepsi responden untuk melakukan pemeriksaan kapsul Endoskopi. Rekomendasi yang diberikan adalah sebaiknya pasien diberikan Health Education oleh tenaga medis yang ahli untuk setiap bidang seperti dalam penelitian ini perawat yang ahli dan bekerja di ruangan diagnostic

    PEMANFAATAN MORINGA OLIEFERA DAN ESSENTIAL OIL MENJADI MASKER PEEL OFF KESEHATAN KULIT WAJAH DENGAN KONSEP ECOFRIENDLY

    Get PDF
    A peel-off mask cosmetic product has been made from the ethanol extract of the leaves of the Moringa oliefera plant. The research method is experimental. Moringa leaf extract was obtained by the maceration method using 75% ethanol solvent. The extract is divided into six formulations, namely FI (0.5%), FII (1%), FIII (1.5%) and FIV (0.5%), FV (1%), FVI (1.5%) . The formulation for making peel off mask products uses a mixture of green tea essential oils (FIV, FV, FVI). Evaluation of Peel Off mask product preparations consists of organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, Hedonic tests, Irritation tests, spreadability tests. Based on the results of organoleptic tests, non-essential oil preparations in FI have a yellow color, FII has a brown color, and FIII has a brown color, where all three formulations have the aroma of Moringa leaves, while the formulation with the addition of essential oil in FIV has a white color, FV has a brown color, and FVI Brown in color, all three formulations have the aroma of green tea essential oil. The homogeneity test results of all formulations have a homogeneous texture and have a pH of 7. The hedonic test uses 10 panelists to determine the panelists' level of preference. The hedonic test results for color are 40% FI, 50% FII, 60% FIII, 100% FIV, 90% FV and 90% FVI.  The hedonic test for texture is 50% FI, 60% FII, 50% FIII, 80% FIV, 100% FV, and 90% FVI. The hedonic test for aroma obtained 20% FI, 40% FII, 50% FIII, 80% FIV, 90% FV and 90% FVI. The Moringa leaf extract peel off mask does not cause irritation to the skin and has a spreadability of around 3.9 – 6.2 cm

    1,088

    full texts

    1,151

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Direktori Jurnal Elektronik Universitas Imelda Medan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇