Direktori Jurnal Elektronik Universitas Imelda Medan
Not a member yet
    1151 research outputs found

    The THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF EFFICACY AND SPIRITUAL WELL-BEING WITH THE USE OF COPING STRATEGIES IN PEOPLE WITH HIV (ODHIV)

    No full text
    HIV infection continues to be a significant public health problem worldwide, including Indonesia, with impacts spanning social, economic, and cultural aspects. People living with HIV (PLHIV) are faced with various pressures and are in dire need of coping strategies. This study aimed to determine the relationship between self-efficacy and spiritual well-being with the use of coping strategies in PLHIV. This study is an analytic study with a cross sectional approach. A sample of 39 ODHIV was selected using purposive sampling method. Data were collected by filling out the GSES questionnaire to assess self-efficacy, the SWBS questionnaire to measure spiritual well-being, and the BRIEF RCOPE questionnaire to determine coping strategies. Logistic regression multinomial inferencial test found no association between self-efficacy and spiritual well-being with the use of coping strategies. Most were male (76.9%), high school education level (64.1%), and married (59%). Descriptive analysis obtained respondents who used problem-oriented coping strategies (28.2%); emotion-oriented (38.5%); and religious-oriented (33.3%). Multinomial logistic regression test showed no significant association between self-efficacy and the use of coping strategies and no association between spiritual well-being and coping strategies (p-value > 0.05). Spiritual aspects are important to consider as they can be a source of coping and motivation to help patients cope with sudden illness and reduce the level of pain due to the perceived condition so as to quickly move towards healing. Nurses need to apply nursing care using coping instruments, comprehensively from the assessment process to the evaluation process.Infeksi HIV terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dengan dampak mencakup aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Orang dengan HIV (ODHIV) dihadapkan pada berbagai tekanan dan sangat membutuhkan strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keyakinan diri (self-efficacy) dan kesejahteraan spiritual dengan penggunaan strategi koping pada ODHIV. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 39 ODHIV yang dipilih dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner GSES untuk menilai self-efficacy, kuesioner SWBS untuk mengukur kesejahteraan spiritual, dan kuesioner BRIEF RCOPE untuk mengetahui strategi coping. Uji inferencial multinomial regresi logistic tidak menemukan hubungan antara self-efficacy dan kesejahteraan spiritual dengan penggunaan strategi koping. Sebagian besar berjenis kelamin laki – laki (76,9%), tingkat pendidikan SMA (64,1%), dan menikah (59%). Analisis deskriptif didapatkan responden yang menggunakan strategi koping yang berorientasi terhadap masalah (28,2%); yang berorientasi terhadap emosi (38,5%); dan yang berorientasi terhadap religi (33,3%). Uji multinomial regresi logistic tidak ada hubungan signifikan antara self-efficacy dengan penggunaan strategi koping dan tidak ada hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan strategi koping (p-value > 0,05). Aspek spiritual menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena bisa menjadi sumber koping dan motivasi untuk membantu pasien menghadapi penyakit secara mendadak dan menurunkan tingkat kesakitan akibat kondisi yang dirasakan sehingga dengan cepat beralih ke arah penyembuhan. Perawat perlu mengaplikasikan asuhan keperawatan dengan menggunakan instrument koping, secara komprehensif dari mulai proses pengkajian sampai proses evaluasi

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL BERISIKO

    Full text link
    Perilaku seksual berisiko yang terjadi pada remaja dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti kehamilan tak diharapkan, penyakit menular seksual dan HIV AIDS. Remaja yang melakukan perilaku sekusal beresiko yang dilakukan pada remaja berdampak pada tingginya angka aborsi dan menjadi penyebab kematian tertinggi saat ini, selain itu ada masalah sosial dan menyebabkan penyakit menular seksual. Maka hal ini perlu dilakukan informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya perilaku seksual beresiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko. Metode pernelian menggunakan pre-experimental design One group pretest-posttest, sampel diambil dengan stratified random sampling dengan keterwakilan setiap kelas XI jurusan TKJ. Intervensi yang diberikan melalui video selama 15 menit yang diberikan kepada siswi, dimana kelompok diberi pretest dan psottest terkait kuesioner pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko. Uji statistik  yang digunakan wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menjunjukkan sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku Seksual berisiko adalah sebanyak 61 (50,4%) memiliki pengetahuan kurang dan terjadi perubahan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku seksual dengan jumlah responden sebanyak 71 (58,7%) dengan pengetahuan baik. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Negeri 1 Kota Sorong dengan p-value = < 0,000 (<0,05). Kesimulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh pendidikan ksehatan terhadap pengetahuan siswi tentang perilaku seksual berisiko. Diharapkan agar remaja dapat mengendalikan dan mendapatkan informasi tentang bahaya dan dan dampak dari melakukan perilaku seksual berisiko.  Kemenkes menunjukkan pengetahuan remaja belum memadai, hanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengetahui bahwa perempuan dapat hamil dengan hanya sekali melakukan hubungan seksual begitu juga dengan kurangnya pengetahuan remaja tentang Penyakit Menular Seksua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko di SMK Negeri 1 Kota Sorong dengan jenis penelitian Stratified random sampling dengan rancangan One group pretest-posttest design. Responden sebanyak 174 siswa kelas XI jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Kota. Responden yang diambil menggunakan rumus Slovin dengan uji statistik Wilcoxon sign rank test. Sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku Seksual berisiko adalah sebanyak 61 (50,4%) memiliki pengetahuan kurang dan terjadi perubahan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku seksual dengan jumlah responden sebanyak 71(58,7%) dengan pengetahuan baik. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Negeri 1 Kota Sorong dengan p-value = < 0,000 (<0,05

    PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI PERSONAL HYGIENE SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN PADA SISWA SISWI KELAS IX UPT SMP NEGERI 15 MEDAN KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN SUMATERA UTARA 2025

    Full text link
    Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus di perhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dapat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang dapat mempengaruhinya seperti kebudayaaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi personal hygiene sebagai langkah awal kesehatan personal pada remaja yang memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Kegiatan edukasi bertema personal hygiene pada remaja dilaksanakan dosen dan mahasiswa Universitas Haji Sumatera Utara dan jumlah siswa yang mengikuti penyuluhan berjumlah 35 orang yang berusia 14-15 tahun. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan kesehatan, media yang diberikan secara langsung pada peserta dan menyampaikan materi dengan menggunakan PPT yang telah dirancang sebelumnya sebagai alat promosi kesehatan. Kegiatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan yang dilaksanakan di ruangan kelas IX UPT SMP Negeri 15 Medan. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini bahwa seluruh peserta dapat memahami materi yang telah di berikan dan kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan mendapatkan respon serta antusias yang baik dari para siswa/i. Hal ini ditunjukkan dengan antusias siswa/i untuk bertanya dan menyampaikannya kembali dengan orang disekitarnya. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang ditunjukkan dari peningkatan pengetahuan siswa/i terkait bahayanya tidak menjaga personal hygiene. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pendidikan kesehatan tentang bahaya personal hygiene pada remaja ini dapat menigkatkan pengetahuan dan juga kesadaran siswa/i. sosialisasi juga harus dilakukan berulang-ulang dan menarik, untuk itu dibutuhkan kegiatan edukasi dengan menggunakan penyuluhan perlu terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan remaja, kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan masyarakat khususnya pada remaja

    PEMBERDAYAAN CALON PENGANTIN (CATIN) MELALUI EDUKASI KESEHATAN TENTANG KEHAMILAN SEHAT DI KUA KECAMATAN TANJUNG PURA LANGKAT

    Full text link
    Program kesehatan pada remaja sesuai dengan Permenkes RI No. 88 tahun 2014 tentang standar Tablet Tambah Darah (TTD) bagi wanita usia subur dan ibu hamil melalui upaya mencegah anemia pada remaja putri yaitu program pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) yang diinisiasi oleh Kementrian Kesehatan sejak tahun 2014. Penyaluran TTD kepada remaja putri melalui perantara pihak sekolah. Kemudian, sekolah diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan konsumsi TTD bersama satu minggu satu kali. Hal ini merupakan upaya pencegahan anemia pada remaja putri dikarenakan remaja puteri adalah calon ibu. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri dalam bentuk pemberian edukasi melalui buku saku remaja PATEN di SMP Bintang Langkat Kabupaten Langkat berjumlah sebanyak 40 remaja putri. Hasil kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pencegahan anemia pada remaja putri dengan menggunakan buku saku remaja PATEN yang dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab guna memberdayakan remaja putri. Kegiatan dilakukan selama dua minggu yaitu tanggal 21 dan 28 Februari 2025 di SMP Bintang Langkat. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan mendapat dukungan dari semua pihak sekolah ataupun pihak kesehatan

    Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Standar CCERA Pada Rumah Sakit Umum Denpasar Bali

    No full text
    Based on PMK number 24 of 2022, all health service facilities must provide electronic medical records in accordance with the Minister's regulations. No later than 31 December 2023. To make this policy a success, it is important to assess the needs and readiness of health service facilities to help the successful implementation of RME. Readiness assessments prior to implementing an information system can be used to determine readiness, indications and requirements in facilitating EMR implementation. The purpose of this study is to assess the readiness of implementing electronic medical records in terms of organization, management, operations and IT. This research is a qualitative descriptive research with a case study plan, taking place at RSU Dharma Yadnya Depasar. The data collected was readiness to implement EMR as seen from organizational alignment and management capacity, by conducting in-depth interviews. Research subjects were determined using purposive sampling who were deemed to have the capacity to make decisions regarding RME. Hospitals are said to be ready to implement electronic medical records which will be applied to inpatient units, this can be seen from organizational alignment, management capacity, operational capacity and technical capacity where culture, organization, leadership, strategy, information management, clinical staff, accountability and finance The budget has been planned and has begun to be implemented.Based on PMK number 24 of 2022, all health service facilities must provide electronic medical records in accordance with the Minister's regulations. No later than 31 December 2023. To make this policy a success, it is important to assess the needs and readiness of health service facilities to help the successful implementation of RME. Readiness assessments prior to implementing an information system can be used to determine readiness, indications and requirements in facilitating EMR implementation. This research is a qualitative descriptive research with a case study plan, taking place at RSU Dharma Yadnya Depasar. The data collected was readiness to implement RME as seen from organizational alignment and management capacity, by conducting in-depth interviews. Research subjects were determined using purposive sampling who were deemed to have the capacity to make decisions regarding RME. Hospitals are said to be ready to implement electronic medical records which will be applied to inpatient units, this can be seen from organizational alignment, management capacity, operational capacity and technical capacity where culture, organization, leadership, strategy, information management, clinical staff, accountability and finance The budget has been planned and has begun to be implemente

    ANALISIS HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI: STUDI KASUS KONTROL DI RSUD DR. H. MOHAMAD RABAIN TAHUN 2023

    Full text link
    Premature Rupture of Membranes (PROM) is a significant complication in pregnancy, posing increased risks of morbidity and mortality for both mother and baby. Previous studies have shown varied results regarding the association of maternal age and parity with the incidence of PROM. This study aims to analyze the relationship between age and parity with the occurrence of PROM at Dr. H. Mohamad Rabain Hospital in 2023. A case-control design was employed with a total sample of 352 respondents, divided into case and control groups. The majority of respondents were aged between 20-35 years (76.6%), and most were multiparous (67.6%). Statistical analysis revealed no significant relationship between age and the incidence of PROM (p-value 0.063; OR 0.608; CI 95% 0.372-0.996). However, a significant association was found between parity and the occurrence of KPD (p-value 0.000; OR 0.608; CI 95% 0.372-0.996). The study concludes that age is not a significant factor in the incidence of PROM at Dr. H. Mohamad Rabain Hospital in 2023, while parity shows a significant relationship. Further research is recommended to explore other potential factors influencing the occurrence of PROM

    HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH SEWAKTU DAN LAMA MENDERITA DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH

    Full text link
    There are many factors that trigger complications in type 2 diabetes mellitus. Some of them are age, body mass index, hypertension, hyperlipidemia, and smoking. However, there are still inconsistent research results related to random blood sugar levels and duration of suffering with diabetes complications. The aim of this study was to determine the relationship between random blood sugar levels and duration of suffering of diabetes with diabetes complications. This study is a correlational analytical study with a cross-sectional approach involving 150 respondents. Respondents were recruited using a purposive sampling method. Data collection used a demographic data questionnaire and random blood sugar measurements result. The finding of this study indicated that most respondents were women, had low education, and were 59 years old on average. There was no relationship between random blood sugar levels and diabetes complications. There was a significant relationship between duration of suffering with diabetes complications (p = .000). Nurses are expected to be able to provide appropriate interventions as the duration of the patient's illness increases so that patients can manage their condition better.Terdapat banyak faktor yang memicu munculnya komplikasi pada diabetes melitus tipe 2. Beberapa waktu diantaranya adalah usia, indeks masa tubuh, adanya hipertensi, hiperlipidemia, dan merokok. Namun masih terdapat inkonsisten hasil penelitian kaitannya kadar gula darah sewaktu dan lama menderita dengan komplikasi diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional yag melibatkan 150 orang responden. Responden direkrut dengan metode purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner data demografi dan hasil observasi pengukuran kadar gula darah sewaktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebian besar responden adalah perempuan, berpendidikan rendah, dan berusia rata-rata 59 tahun. Tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dan komplikasi diabetes. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita dengan komplikasi diabetes (p = .000). Perawat diharapkan untuk dapat memberikan intervensi yang tepat seiring dengan bertambahnya durasi penyakit pasien sehingga pasien dapat mengelola kondisinya dengan lebih baik

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH PINANG MUDA (Semen Areca Catechu L.) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS

    Full text link
    Biji Buah Pinang Muda (Semen Areca Catechu L.) merupakan salah satu sumber pangan fungsional, dimana bijinya mengandung tanin, polifenol dan alkaloid yang berperan sebagai antioksidan, serta memiliki kegunaan antara lain untuk konsumsi, bahan industri kosmetik,dan kesehatan.Untuk mngetahui efektivitas ekstrak etanol biji buah pinang muda (Semen Areca Catechu L.) Terhadap Jamur Candida Albicans. Penelitian ini yaitu eksperimental. Ekstrak etanol biji buah pinang muda dibuat secara maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi kertas cakram dengan variasi konsentrasi 20%, 30% dan 40% serta kontrol negatifnya adalah aquadest dan kontrol positif adalah ketoconazol.Hasil skrining senyawa fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji buah pinang muda mengandung flavonoid, saponin, dan alkaloid. Uji aktivitas antibakteri ekstrak biji buah pinang muda dari 3 variasi konsentrasi memiliki daya hambat yang sama dimana analisa yang menggunakan anova tidak memiliki efektivitas antijamur yang nyata dimana nilai p memiliki sig 0,029 < 0,05. Ektrak etanol biji buah pinang muda (Semen Areca Catechu L.) terbukti memiliki efektivitas Terhadap Jamur Candida Albicans

    UJI MUTU FISIK SEDIAAN LIP BALM DAN KADAR TOTAL ANTOSIANIN EKSTRAK DAUN JATI (Tectonagrandislinn., F.)

    Full text link
    Lip balm is a product that serves to prevent dryness of the lips by increasing moisture and protecting them from the adverse effects of the environment. In making this lip balm, Teak leaves (Tectonagrandislinn., F) are used as a natural colorant because they contain pigments, especially anthocyanins. Anthocyanins are flavonoid compounds that have antioxidant properties. This study aims to determine the total anthocyanin content in teak leaf extract and design a lip balm formulation that meets physical quality standards. In addition, the study also tested variations in concentration to find the best formulation. The type of research used with experimental methods involving physical quality tests of lip balm preparations and total anthocyanin levels of teak leaf extract.The results showed that lip balms with formula 0 (no extract), formula I (2% extract), formula II (3% extract), and formula III (4% extract) met the physical quality standards based on SNI 1-4399-1996, including in the aspects of homogeneity, adhesion, spreadability, viscosity, and pH. The total anthocyanin content in teak leaf extract was 68.298 mg/L. In addition, variations in extract concentration also affected the panelists' level of liking, where formula III with a concentration of 4% was the most preferred because it had an even composition, suitable pH, good spreadability and adhesiveness, and did not cause irritation

    Tinjauan Aspek Legalitas Penggunaan Tanda Tangan Elektronik Pada Rekam Medis Elektronik di RS. X Kab. Tasikmalaya

    Full text link
    The current era of information technology has penetrated various areas of life, including the health sector, where hospitals are expected to provide not only quality medical services, but also supporting services such as medical records. Medical records, which include patient identity, examination, treatment, actions, and services, have now been transformed into electronic medical records that include electronic signatures . The use of  digital signature must meet the legality and security aspects with certification from official electronic certification organizers in Indonesia. This study aims to describe the legality and security aspects of the use of digital signature in medical records at RS. X The study used a qualitative descriptive method with a purposive sampling technique through interviews, observations, and documentation. The results showed that Digital signature at RS. X were divided into two: certified digital signature through BSrE used by doctors for important documents that have legal aspects, and uncertified digital signature used by other health workers with lower legal force. Although the hospital has implemented an information security system such as encryption, VPN, SSL, user whitelist, and routine system maintenance, there is no specific SOP regarding the use of digital signature. The main constraints are network disruptions and reliance on external systems such as BSrE, which can hamper healthcare delivery when systems are inaccessible, forcing hospitals to revert to manual procedures.Era teknologi informasi saat ini telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang kesehatan, dimana rumah sakit diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan medis yang bermutu, tetapi juga pelayanan penunjang seperti rekam medis. Rekam medis yang meliputi identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan kini telah bertransformasi menjadi rekam medis elektronik yang di dalamnya terdapat tanda tangan elektronik. Penggunaan tanda tangan elektronik harus memenuhi aspek legalitas dan keamanan dengan sertifikasi dari penyelenggara sertifikasi elektronik resmi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek legalitas dan keamanan penggunaan tanda tangan digital pada rekam medis di RS. X. Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda tangan digital di RS. X terbagi menjadi dua yaitu tanda tangan elektronik tersertifikasi melalui BSrE yang digunakan oleh dokter untuk formulir penting yang memiliki aspek legal, dan tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi yang digunakan oleh tenaga kesehatan lain dengan kekuatan hukum yang lebih rendah. Meskipun pihak rumah sakit telah menerapkan sistem keamanan informasi seperti enkripsi, VPN, SSL, user whitelist, dan pemeliharaan sistem secara rutin, namun belum ada SOP khusus terkait penggunaan tanda tangan digital. Kendala utamanya adalah gangguan jaringan dan ketergantungan pada sistem eksternal seperti BSrE, yang dapat menghambat pemberian layanan kesehatan saat sistem tidak dapat diakses, sehingga membuat rumah sakit untuk kembali ke prosedur manual

    1,088

    full texts

    1,151

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Direktori Jurnal Elektronik Universitas Imelda Medan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇