Journals of Universitas Sangga Buana
Not a member yet
    82937 research outputs found

    Data

    No full text

    Illustrated Checklist

    No full text

    Raw data

    No full text

    Makna Simbolik Tari Salonreng: Ekspresi Budaya dan Pelestarian Warisan di Desa Ara, Indonesia

    Get PDF
    Indonesian traditional dance, as part of cultural heritage, contains deep symbolic values. One interesting example is the Salonreng Dance from Ara Village, South Sulawesi, which reflects the relationship between humans and nature, culture, and spiritual power. Although it plays an important role in the lives of the local community, understanding of the symbolic meaning contained in the movements, music, costumes, and rituals of this dance is still limited. This study aims to explore the symbolic meaning in the Salonreng Dance and its role in strengthening the cultural identity of the Ara Village community. This study uses a qualitative approach with semiotic analysis, specifically Ferdinand de Saussure's theory, to understand the relationship between the signifier and the signified in each dance movement. Data was collected through interviews with key informants, participatory observation, and documentation. The results of the study show that each movement in the Salonreng Dance contains symbolic meanings that reflect local cultural values, such as happiness in marriage, acceptance, and maintaining harmony in the household. In addition, Salonreng Dance also plays an important role in strengthening social relationships and preserving ancestral traditions. The significance of these findings lies in a deeper understanding of the role of dance in maintaining local cultural identity and facing the challenges of globalization. This research also contributes to the preservation of Salonreng Dance as a cultural heritage that must be preserved and passed on to future generations.Tari tradisional Indonesia sebagai bagian warisan budaya mengandung nilai-nilai simbolik yang mendalam. Salah satu contoh yang menarik adalah Tari Salonreng dari Desa Ara, Sulawesi Selatan yang mencerminakn nilai hubungan antara manusia dengan alam, budaya dan kekuatan spritual. Meskipun memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat, pemahaman mengenai makna simbolik yang terkandung dalam gerakan, musik, kostum, dan ritual tari ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna simbolik dalam Tari Salonreng serta mengeksplorasi peranannya dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Ara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika, khususnya teori Ferdinand de Saussure, untuk memahami hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam setiap gerakan tari. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan kunci, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gerakan dalam Tari Salonreng mengandung makna simbolik yang mencerminkan nilai-nilai budaya lokal, seperti kebahagiaan dalam pernikahan, penerimaan, dan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Selain itu, Tari Salonreng juga berperan penting dalam mempererat hubungan sosial dan melestarikan tradisi leluhur. Signifikansi temuan ini terletak pada pemahaman yang lebih dalam tentang peran seni tari dalam mempertahankan identitas budaya lokal dan menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada pelestarian Tari Salonreng sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan diteruskan kepada generasi mendatang

    Analisis Penerapan Teori Legitimasi dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pada PT Kereta Api Indonesia Kiaracondong

    Get PDF
    This study aims to analyze the application of legitimacy strategy by PT Kereta Api Indonesia (KAI) through its Corporate Social Responsibility (CSR) program as part of responsible corporate governance practices. As a state-owned enterprise operating in the public transportation sector, PT KAI needs to maintain social legitimacy to sustain public trust and gain support from various stakeholders. This research adopts a qualitative approach using a case study method, focusing on PT KAI, and analyzing the documentation of its CSR programs. The findings show that PT KAI utilizes CSR programs not only to comply with regulatory requirements but also as a means to build a positive corporate image by addressing social issues such as infrastructure development, environmental conservation, and educational support. This strategy has proven effective in strengthening the company's social legitimacy, especially in meeting public expectations. Based on these findings, this study recommends strengthening the evaluation of CSR impact systematically to ensure the sustainability of social legitimacy.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PT Kereta Api Indonesia menerapkan strategi legitimasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) sebagai bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab. Dalam konteks perusahaan milik negara (BUMN) yang beroperasi di sektor transportasi publik, legitimasi sosial menjadi aspek penting untuk mempertahankan kepercayaan publik dan dukungan stakeholder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada PT KAI, melalui analisis dokumentasi program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI memanfaatkan program CSR tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai sarana membangun citra perusahaan yang peduli terhadap isu sosial, seperti pembangunan infrastruktur, lingkungan, dan bantuan pendidikan. Strategi ini terbukti efektif dalam memperkuat legitimasi institusional perusahaan, terutama dalam menjawab ekspektasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan evaluasi dampak CSR secara sistematis agar legitimasi sosial dapat dipertahankan secara berkelanjutan

    Analisis Kualitas Kaus Kaki dengan Seven Tools di PD Kalvin

    Get PDF
    This research aims to analyze the quality control of sock products at PD Kalvin, a home industry company that produces socks. The main focus of this research is identifying types of product defects, factors causing defects, as well as proposals for quality improvements to minimize product defects. The method used in this research is Seven tools, which consists of inspection sheets, histograms, Pareto diagrams, control charts, flow diagrams, scatter diagrams and cause-and-effect diagrams. The results of the study indicate that the dominant types of defects in sock products at PD Kalvin are torn defects with 949 pairs of units and dirty defects with 1,518 units. The more dominant type of defect is dirty defects at 60%, followed by torn defects at 40%. Proposals for improvement include regular machine maintenance, stricter production supervision, employee training, and maintaining a clean production environment.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk kaus kaki di PD Kalvin, sebuah perusahaan home industri yang memproduksi kaus kaki. Fokus utama penelitian ini adalah identifikasi jenis-jenis kecacatan produk, faktor-faktor penyebab kecacatan, serta usulan perbaikan kualitas untuk meminimalkan cacat produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Seven tools, yang terdiri dari lembar pemeriksaan, histogram, diagram Pareto, peta kendali, diagram alir, diagram tebar, dan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kecacatan yang dominan pada produk kaus kaki di PD Kalvin adalah cacat sobek sebanyak 949 pasang unit dan cacat kotor sebanyak 1518 unit. jenis kecacatan lebih dominan terhadap cacat kotor sebesar 60% dan cacat sobek 40%. Usulan perbaikan mencakup perawatan mesin rutin, pengawasan produksi ketat, pelatihan karyawan, dan menjaga kebersihan lingkungan produksi

    COS Ambassadors

    No full text
    A collection of materials and resources for COS ambassadors

    Religion vs. the Welfare State

    No full text
    Two studies investigating how people seek comfort from religion and from the welfare state. Study 1 focus on how people turn to the welfare state/religion when experiencing threat. Study 2 focus on how reminders of religion/the welfare state make people more prone of risk taking

    1,111

    full texts

    82,937

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Sangga Buana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇