Journals of Universitas Sangga Buana
Not a member yet
82937 research outputs found
Sort by
Analisis Strategi Komunikasi Politik Puan Maharani sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dalam Merespons Kritik Publik pada Pemberitaan di MediaIndonesia.com
This study examines Puan Maharani’s political communication strategy as Speaker of the Indonesian House of Representatives in responding to public criticism reported by MediaIndonesia.com. Using a constructivist paradigm, a qualitative descriptive approach, and Aristotelian rhetorical theory (ethos, pathos, and logos), the study analyzes news texts containing her statements. The findings show that Puan employs a reflective and legitimative rhetoric by acknowledging criticism, using inclusive emotional language, and presenting rational arguments. This strategy aims to rebuild public trust and strengthen the DPR’s institutional image in the digital media era.Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi politik Puan Maharani sebagai Ketua DPR dalam merespons kritik publik yang diberitakan MediaIndonesia.com. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan deskriptif kualitatif, serta teori retorika Aristotelian (ethos, pathos, dan logos) dengan menganalisis teks berita berisi pernyataannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puan menerapkan retorika reflektif dan legitimatif melalui pengakuan atas kritik, penggunaan bahasa emosional yang inklusif, dan argumen rasional. Strategi ini bertujuan membangun kembali kepercayaan publik dan memperkuat citra institusi DPR di era media digital
Analisis Wacana Kritis Terhadap Pemberitaan Isu Sampah di Media Rri.Co.Id
The issue of waste, as both an ecological and social problem, demands that mass media not only report facts but also frame a sense of collective responsibility between the government and society. This study analyzes how rri.co.id frames the issue of waste accumulation at the Temporary Disposal Site (TPS) in Bukit Betung, Bangka, using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis framework. The analysis covers three dimensions: text, discourse practice, and social practice. At the textual level, rri.co.id employs a neutral and educational tone, using phrases such as “public awareness” and “shared responsibility.” The discourse practice dimension reveals a top–down communication pattern, with government officials as the dominant sources and citizens positioned merely as narrative support. In the social practice dimension, the reporting reinforces a paternalistic ideology, shifting responsibility primarily onto individual behavior while structural aspects—such as waste management policies and infrastructure—receive limited attention.Isu sampah sebagai persoalan ekologis dan sosial menuntut media tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membingkai tanggung jawab kolektif antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini menganalisis bagaimana rri.co.id membingkai isu penumpukan sampah di TPS Bukit Betung Bangka menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Analisis mencakup tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Pada dimensi teks, rri.co.id menggunakan bahasa netral dan edukatif, dengan diksi seperti “kesadaran masyarakat” dan “tanggung jawab bersama.” Dimensi praktik wacana menunjukkan pola komunikasi satu arah, dominan dari pejabat pemerintah, dengan warga hanya sebagai pendukung narasi. Sementara pada dimensi praktik sosial, pemberitaan mencerminkan ideologi paternalistik yang menitikberatkan tanggung jawab pada perilaku warga, bukan pada kebijakan atau infrastruktur pengelolaan sampa
The Influence of Green Digital Marketing on Brand Image and Customer Loyalty
The rapid growth of digital business has encouraged companies to adopt environmentally responsible marketing strategies to strengthen their competitiveness. Green digital marketing has emerged as an approach that integrates sustainability values into online promotional activities. This study aims to examine the influence of green digital marketing on brand image and customer loyalty in the digital marketplace.This research applies a quantitative approach using a survey method. Data were collected from 150 respondents who actively use online shopping platforms and have interacted with digital promotional content from environmentally responsible brands. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the support of statistical software.The results show that green digital marketing has a significant positive influence on brand image. Furthermore, brand image also has a significant positive effect on customer loyalty. The findings indicate that green digital marketing indirectly contributes to strengthening customer loyalty through the improvement of brand image. These results confirm that integrating sustainability values into digital marketing strategies can enhance brand perception and encourage long-term relationships with customers.This study provides practical implications for digital business managers to design marketing campaigns that emphasize environmental responsibility as a strategic tool to build a strong brand image and loyal customer base.Perkembangan bisnis digital yang pesat mendorong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada tanggung jawab terhadap lingkungan. Konsep green digital marketing muncul sebagai strategi pemasaran yang mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam aktivitas promosi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green digital marketing terhadap citra merek dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 150 responden yang aktif menggunakan platform digital dan pernah melihat konten pemasaran dari merek yang mengusung nilai ramah lingkungan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek. Selain itu, citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital yang mengedepankan kepedulian lingkungan mampu meningkatkan persepsi positif terhadap merek serta mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dalam jangka panjang
Kemitraan Strategis Antar-Unit Ekonomi Lokal: Kolaborasi KMP Benteng dan Dapur MBG Sukabumi
Penguatan ekonomi lokal menuntut adanya sinergi antar-unit ekonomi berbasis komunitas agar mampu menghadapi dinamika rantai pasok dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemitraan strategis antara Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Benteng dan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi, dengan fokus pada pola kerja sama dan manajemen rantai pasok pangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dalam praktik kemitraan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara KMP Benteng dan Dapur MBG telah berjalan secara operasional dengan dukungan legalitas kelembagaan koperasi, mekanisme rantai pasok yang relatif terstruktur, serta integrasi peran personel yang mempercepat koordinasi. KMP Benteng berperan sebagai penghubung utama antara distributor dan Dapur MBG dalam penyediaan bahan pangan seperti beras SPHP, telur, dan minyak goreng. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam formalitas kerja sama dan kapasitas manajerial, kemitraan ini terbukti mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat fungsi koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan strategis antar-unit ekonomi lokal yang dibangun atas dasar kebutuhan riil, kepercayaan, dan komunikasi intensif dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan
Social Identity Complexity and Curiosity About Immoral Agents (Study 2)
This pre-registration is for a project investigating the impact of social identity complexity on curiosity about immoral agents
The interaction of contextual and syntactic information in the processing of Turkish anaphors
In contrast with languages where anaphors can be classified into pronouns and reflexives, Turkish has a tripartite system that consists of the anaphors "o", "kendi", and "kendisi". The syntactic literature on these anaphors has proposed that whereas "o" behaves like a pronoun and "kendi" behaves like a reflexive, "kendisi" has a more flexible behavior and it can function as both a pronoun and a reflexive. Using acceptability judgments and a self-paced reading task, we examined how Turkish anaphors are processed in isolated sentences and within larger discourse contexts. We manipulated contextual information by creating passages where the context favored a local, long-distance or extra-sentential referent prior to the appearance of the anaphor. We measured the effect of the context on participants' reading times and their end-of-trial coreference assignments. Our results suggest that contextual information affects the interpretive possibilities associated with an anaphor, but that the influence of context depends on the degree to which the anaphor is syntactically constrained
Experimental evidence that apologies promote forgiveness by communicating relationship value
Human Behaviour-Change Project
This folder contains materials generated by the Human Behaviour-Change Project: a multidisciplinary collaboration between behavioural scientists, computer scientists and system architects
Experiment 6
In this experiment, we will ask pairs of participants to make keypress responses to bimanually- and unimanually- liftable objects while seated beside each other.
We seek to replicate an effect in a previous experiment, in which participants that performed the task jointly responded faster to bimanually (or jointly) liftable objects, but responded faster to unimanually liftable objects when subsequently performing the task alone