Journals of Universitas Sangga Buana
Not a member yet
82937 research outputs found
Sort by
Impact of Social Media Influencers on Shaping Brand Loyalty and Consumer Trust
This study aims to examine the function of social media influencers in creating brand loyalty and to examine the factors that influence consumer trust in brands through influencers. This study is necessary because social media has become a major means of interaction between brands and consumers. Through social media, businesses can build trust and confidence with consumers in a personalized and accurate way that is not possible with traditional business methods. In addition, the trust established through social relations plays an important role in increasing brand loyalty, which strengthens the long-term relationship between brands and consumers. strength. Given the high level of competition in the digital world, understanding how social media influencers can influence consumers to shape consumer perceptions and decisions is crucial to ensure a successful marketing process in the digital age. This investigation employs a quantitative methodology utilizing a Structural Equation Modeling framework. There is a strong and significant correlation between social media influencers and brand loyalty and a strong correlation between brand loyalty and customer trust, but in contrast, a weak relationship is seen between social media influencers and customer trust.Penelitian ini bertujuan untuk menguji fungsi pemberi pengaruh di media sosial dalam menciptakan kesetiaan terhadap merek. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap merek melalui pemberi pengaruh. Penelitian ini sangat diperlukan karena media sosial telah menjadi sarana utama dalam interaksi antara merek dan konsumen. Melalui media sosial, perusahaan dapat menciptakan loyalitas dan kepercayaan konsumen dengan cara yang lebih pribadi dan langsung, yang tidak dapat dicapai melalui metode pemasaran tradisional. Selain itu, kepercayaan yang terbangun melalui interaksi di media sosial berperan penting dalam meningkatkan loyalitas merek, yang pada gilirannya memperkuat hubungan jangka panjang antara merek dan konsumen. Mengingat tingginya kompetisi dalam dunia digital, pemahaman tentang bagaimana influencer media sosial membentuk persepsi dan keputusan konsumen sangat penting bagi keberhasilan strategi pemasaran di era digital ini. Investigasi ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan kerangka kerja structural equation modelling. Terdapat korelasi yang kuat dan signifikan antara influencer media sosial dengan loyalitas merek dan korelasi yang kuat antara loyalitas merek dengan kepercayaan pelanggan, namun sebaliknya, terdapat hubungan yang lemah antara influencer media sosial dengan kepercayaan pelanggan
Loyalitas Pelanggan Berbasis Green Brand Image dan Green Trust di I.C.O Water
Environmental damage caused by business activities opens up opportunities for business actors to apply the green marketing concept. Components such as green brand image and green trust are important elements of green marketing that can increase customer loyalty, along with increasing public awareness of the importance of protecting the environment. This research aims to test the significant and positive influence, both partially and simultaneously, of green brand image and green trust on I.C.O Water customer loyalty in Laok Jang-Jang Village, Arjasa District, Sumenep Regency. This research uses quantitative methods by collecting data through observation, interviews and documentation. The research population was all I.C.O Water customers, with a sample of 80 people selected using purposive sampling techniques. The sample size is determined based on the Roscoe formula because the population size is unknown. The research results show that partially, the variables Green Brand Image (X1) and Green Trust (X2) have a positive and significant influence on customer loyalty (Y), so that the first and second hypotheses are accepted. Simultaneously, all independent variables (green brand image and green trust) have a significant influence on customer loyalty, so that the fourth hypothesis is accepted. This research concludes that implementing green marketing strategies, especially through strengthening green brand image and green trust, can be a key factor in increasing I.C.O Water customer loyalty.Kerusakan lingkungan akibat aktivitas bisnis menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk menerapkan strategi pemasaran ramah lingkungan. Elemen seperti citra merek hijau (green brand image) dan kepercayaan terhadap merek hijau (green trust) berperan penting dalam pemasaran berkelanjutan serta dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, terutama seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh signifikan, baik secara parsial maupun simultan, dari citra merek hijau dan kepercayaan terhadap merek hijau terhadap loyalitas pelanggan I.C.O Water di Desa Laok Jang-Jang, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pelanggan I.C.O Water, dengan sampel sebanyak 80 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan jumlah sampel mengacu pada rumus Roscoe, mengingat populasi tidak diketahui secara pasti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, citra merek hijau (X1) dan kepercayaan terhadap merek hijau (X2) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Y), sehingga hipotesis pertama dan kedua dapat diterima. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut juga berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan, sehingga hipotesis keempat diterima. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran hijau, terutama melalui penguatan citra merek hijau dan kepercayaan pelanggan terhadap produk ramah lingkungan, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan loyalitas pelanggan I.C.O Water
Publikasi Informasi Pada Pembuatan Konten Instagram @Bukune Di PT Bukune Kreatif Cipta
This study analyzes the content management of the @bukune Instagram account using the Circular Model of Some: Share, Optimize, Manage, and Engage. Using a qualitative descriptive method through interviews and observation, the research finds that Bukune applies a structured, collaborative strategy. In the Share stage, content is tailored to audience preferences. Optimization is done by evaluating post performance and adapting to trends. The Manage stage highlights coordination among teams, especially content creators. Engagement is built through replies, interactive features, and a personal tone. Content creators serve as a bridge between creative ideas and technical execution, ensuring relevance and appeal. Overall, Bukune’s Instagram functions not only as an information platform but also as a means to build emotional connection with followers.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan konten informasi dilakukan oleh akun Instagram @bukune dengan menggunakan teori Circular Model of Some yang mencakup empat tahap: Share, Optimize, Manage, dan Engage. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap akun tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bukune menjalankan strategi konten yang terorganisir dan melibatkan kerja tim yang solid. Pada tahap Share, konten disusun berdasarkan karakteristik audiens. Proses Optimize dilakukan dengan meninjau performa unggahan dan mengikuti tren terkini. Tahap Manage menunjukkan adanya kolaborasi antar tim, terutama peran penting content creator. Sementara pada tahap Engage, interaksi dijalin melalui komentar, fitur interaktif, dan pendekatan yang personal. Content creator berperan sebagai penghubung antara sisi kreatif dan teknis, memastikan konten tetap relevan dan menarik. Hal ini menjadikan Instagram Bukune bukan hanya sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga media yang membangun kedekatan emosional dengan audiensnya
OPTIMALISASI PRODUKSI DAWET SIWALAN DENGAN INOVASI MESIN PERAJANG
Usaha Dawet Siwalan Bu Sumi di Desa Hendrosari, Gresik, menghadapi permasalahan utama pada tahap perajangan buah siwalan yang masih dilakukan secara manual. Proses ini membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan menghasilkan rajangan yang tidak seragam sehingga kapasitas produksi terbatas dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan optimalisasi ini adalah mengoptimalkan proses produksi dawet siwalan melalui penerapan inovasi teknologi mesin perajang siwalan yang efisien dan praktis. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, perancangan serta pembuatan mesin, pelatihan penggunaan bagi mitra, uji coba produksi, dan evaluasi dengan indikator efisiensi waktu, kapasitas, serta kualitas hasil rajangan. Hasil menunjukkan bahwa proses manual membutuhkan rata-rata 119,21 menit untuk mengolah 10 kg bahan, sedangkan dengan mesin hanya 30,28 menit. Penerapan mesin perajang meningkatkan efisiensi waktu hingga 74,6%, sekaligus memberikan hasil yang lebih stabil dan konsisten. Kesimpulannya, penggunaan teknologi tepat guna berupa mesin perajang siwalan terbukti meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi dawet siwalan. Inovasi ini juga memberikan dampak sosial-ekonomi positif bagi usaha Bu Sumi dan masyarakat Desa Hendrosari
Pengaruh Kualitas Layanan Mobile Banking Terhadap Kepuasan Konsumen pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi
This study aims to evaluate the quality of mobile banking services at PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi, assess consumer satisfaction with these services, and examine the impact of service quality on customer satisfaction at PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi. The research employs a quantitative method with an associative approach. The sampling method used is probability sampling, with a sample size of 100 respondents. Data analysis involves classic assumption tests and hypothesis testing, including simple linear regression analysis, t-tests (partial tests), and the coefficient of determination (R²). The t-test results indicate that the quality of mobile banking services significantly affects customer satisfaction at PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi. This is evidenced by a t-value of 15.177, which is greater than the t-table value of 0.195, with a significance level of 0.000, which is less than 0.05. The coefficient of determination results show that the quality of mobile banking services accounts for 70.22% of the variance in customer satisfaction, while the remaining 29.78% is influenced by other unexamined factors. The service quality dimensions that need improvement are responsiveness and empathy.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan mobile banking di PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi, serta menilai kepuasan nasabah yang memanfaatkan layanan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur sejauh mana kualitas layanan mobile banking mempengaruhi tingkat kepuasan nasabah di PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah probability sampling, dengan total sampel sebanyak 100 responden. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik dan uji hipotesis, yang meliputi analisis regresi linear sederhana, uji parsial (uji t), dan koefisien determinasi (R²). Hasil uji hipotesis dengan uji t menunjukkan bahwa kualitas layanan mobile banking memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah di PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. KCP Bandung Cimindi. Hal ini dibuktikan dengan nilai t = 15,177 yang lebih besar dari t= 0,195, dengan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan koefisien determinasi, ditemukan bahwa kualitas layanan mobile banking mempengaruhi kepuasan nasabah sebesar 70,22%, sementara sisanya, yaitu 29,78%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dimensi kualitas layanan yang perlu diperbaiki adalah daya tanggap (responsiveness) dan empati (empathy)
Analisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan pada Produk Komik PT Elex Media Komputindo (Studi Kasus Pada Komunitas Kolektor Komik Indonesia)
The purpose of this study is to determine the effect of product quality on customer satisfaction regarding comic products published by PT Elex Media Komputindo. This research was conducted using a quantitative method, with data collection through the distribution of questionnaires to a sample. The population in this study were members of the Indonesian Comic Collector Community who purchased comics published by PT Elex Media Komputindo within the last 6 months. The sample size in this study is 35 respondents selected using the accidental sampling method. The collected data will be processed and the hypothesis tested using a t-test. The results of the study indicate a significant relationship between product quality and satisfaction levels for the comic products of PT Elex Media Komputindo.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan pada produk komik yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan metode pengambilan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Kolektor Komik Indonesia yang melakukan pembelian komik terbitan PT Elex Media Komputindo dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang yang dipilih melalui metode accidental sampling. Data yang telah terhimpun akan diolah dan dibuktikan hipotesisnya dengan melakukan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas produk dan tingkat kepuasan pada produk komik PT Elex Media Komputindo
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELANJA ONLINE DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW
Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, diantaranya transaksi jual beli. Jual beli dapat dilakukan dengan menggunakan e-commerce. Pertumbuhan transaksi ini dari tahun ke tahun didukung oleh data dari Bank Indonesia Dimana transaksi e-commerce sebesar 453,75 triliun rupiah. Studi dilakukan untuk mengetahui factor-faktor yang dapat mempengaruhi belanja online di Indonesia. Studi ini melakukan analisis terhadap 40 literatur di awal, dan akhirnya menjadi 10 literatur
TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI ERP: TANTANGAN NETRAL KARBON DI UNIT MARKETING PT SINKONA
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di PT Sinkona Indonesia Lestari, dengan fokus pada unit Marketing dan Penjualan Internasional, serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan efisiensi operasional dan pengelolaan data. Sistem Odoo ERP yang diterapkan oleh perusahaan mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis, mulai dari penjualan, manajemen inventaris, pengiriman produk, hingga akuntansi, ke dalam satu platform yang saling terhubung secara real-time. Selain itu, sistem ERP mendukung upaya perusahaan dalam menghadapi tantangan untuk meningkatkan netralitas karbon di lingkungan operasionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ERP telah mempercepat alur kerja, meningkatkan koordinasi antar unit bisnis, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam proses adaptasi sistem, khususnya terkait pemahaman karyawan dan masalah teknis, seperti konektivitas internet, yang dapat memengaruhi kelancaran operasional. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi ERP sangat dipengaruhi oleh faktor seperti pelatihan karyawan, dukungan manajemen puncak, dan kesiapan infrastruktur teknologi. Secara keseluruhan, implementasi ERP di PT Sinkona Indonesia Lestari telah memberikan manfaat signifikan dalam hal efisiensi dan efektivitas operasional. Namun, tantangan terkait teknologi dan proses adaptasi masih memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mencapai optimalisasi jangka panjang
SYSTEMATIC REVIEW: STRATEGI PEMBERDAYAAN UMKM BERBASIS KEBERLANJUTAN DARI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam menyediakan peluang kerja dan mendukung kestabilan ekonomi negara. Pada 2021, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat. Pemberdayaan UMKM sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian daerah. Program pemberdayaan di beberapa daerah seperti Bali, Jawa Tengah, Sukabumi, dan Lampung, yang berbasis pada potensi lokal, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta pemasaran digital, menunjukkan hasil positif dalam peningkatan omzet, kualitas produk, dan perluasan pasar. Oleh karena itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk pendampingan berkelanjutan dan peningkatan infrastruktur yang mendukung UMKM. Secara keseluruhan, pemberdayaan UMKM berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperluas akses pasar, yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, terutama di pedesaan
EKONOMI HIJAU DAN KETERAMPILAN HIJAU MENUJU NETRAL KARBON INDONESIA TAHUN 2060
Indonesia berkomitmen terhadap pembangunan rendah karbon dan mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui berbagai kebijakan, termasuk peta jalan netral karbon 2060 dalam LTS-LCCR 2050. Tantangan utama dalam transisi ekonomi hijau adalah kesiapan tenaga kerja dengan keterampilan hijau (green skills), yang memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pembangunan dan ketenagakerjaan Indonesia dalam mendukung ekonomi hijau serta kesiapan program pelatihan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif scientometrics dan Institutional Development Framework (IDF) untuk menganalisis kebijakan ekonomi hijau serta kualitas pelatihan keterampilan hijau. Analisis mempertimbangkan hierarki regulasi dan pengalaman lembaga pelatihan, dengan skor perkembangan berdasarkan rentang waktu penyelenggaraan pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penelitian menggunakan metoda scientometrics, dan informasi yang diperoleh dianalisis menggunakan metoda Institutional Development Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi hijau di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menciptakan tenaga kerja dengan keterampilan hijau. Kebijakan yang mendukung tenaga kerja hijau masih terbatas pada level regulasi di bawah undang-undang, meskipun beberapa program pelatihan telah menunjukkan keberhasilan. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan efektivitas kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan serta mencapai net zero emission pada 2060