UKinstitute (Journals)
Not a member yet
873 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kompetensi dan Kompensasi Finansial terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Indonesia (Tbk) Kantor Cabang Mataram Pejanggik 2
This study entitled the effect of competence and financial compensation on employee performance at PT. Bank Syariah Indonesia (Tbk) Branch Office Mataram Pejanggik 2. Aims to determine the effect of competence and financial compensation on employee performance. The type of research used is associative research with a quantitative approach. This study used the census method so that the respondents in this study were 47 employees of PT Bank Syariah Indonesia (Tbk) Branch Office Mataram Pejanggik 2. The analytical tool used is multiple linier regression using SPSS version 22. The results of the analysis show that: (1) competence has a positive and significant effect on employee performance, and (2) financial compensation has a positive and significant effect on employee performance. Abstrak: Penelitian ini berjudul pengaruh kompetensi dan kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Syariah Indonesia(Tbk) Kantor Cabang Mataram Pejanggik 2. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan kompensasi finansialterhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode sensus sehingga responden dalam penelitian ini adalah 47 karyawan PT. Bank Syariah Indonesia(Tbk) Kantor Cabang Mataram Pejanggik 2. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS versi 22. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan (2) kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
Edukasi Melalui Video Digital Tentang Simulasi Cara Perawatan Payudara (Breast Care) dan Pijat Oksitosin Untuk Mendukung Keberhasilan Ibu Memberikan ASI
Salah satu produksi ASI tidak lancar adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Perawatan Payudara (Breast Care) dan pijat oksitosin untuk memperlancar pengeluaran ASI di Desa Penyengat Olak Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi sehingga masih banyak ibu memberikan susu formula kepada bayinya. Mengembangakan kelompok masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan melalui edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan sehingga berdaya untuk melakukan perawatan payudara (Breast Care) dan pijat oksitosin dalam persiapan pemberian ASI. Metode pelaksanaan melaui pemberian edukasi kepada masyarakat tentang cara perawatan payudara dan pijat oksitosin melalui video digital. Hasi, pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan keberhasilan ibu ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya serta ibu sasaran diberikan buku saku pedoman cara perawatan peyudara dan pijat oksitosin. Kesimpulan pengabdian ini adalah bahwa edukasi melalui diveo digital tentang cara perawatan peyudara dan pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan keberhasilan ibu memberikan ASI
Pemberdayaan Kader Posyandu Bina Sejahtera dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting melalui pendekatan kesehatan Ibu dan Anak di Kelurahan Sungai Lulut
Stunting is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutrition in the long term, resulting in impaired growth in children. Stunting is also one of the causes of stunted children's height, so that it is lower than children of their age. The prevalence of stunting under-fives in South Kalimantan province based on data from the survey on the nutritional status of Indonesia in 2022 is 24.6% and in the city of Banjarmasin it is 22.4%. It is necessary to empower Posyandu Bina Sejahtera Cadres in the Prevention and Control of Stunting through a maternal and child health approach in Sungai Lulut Village. Some of the activities include increasing the knowledge and skills of cadres through education and training, providing anthropometric kit grants to support Posyandu activities, evaluating the performance of cadres related to education and service to the community by cadres. Activities can be carried out smoothly so that there is an increase in the knowledge of both cadres and the community, the performance of cadres in conducting education and posyandu services is included in the very good category, there is an increase in the quality of implementation of posyandu activities so that it also raises awareness and motivation of the community in participating in posyandu. It is hoped that the activity will continue to create stunting care cadres who can indirectly contribute to efforts to prevent stunting in toddlers. Abstrak: Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Prevalensi balita stunting provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan data hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022 sebesar 24,6% dan pada kota Banjarmasin sebesar 22,4%. Perlu dilakukan kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu Bina Sejahtera dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting melalui pendekatan kesehatan Ibu dan Anak di Kelurahan Sungai Lulut. Beberapa kegiatan diantaranya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader melalui Pendidikan dan pelatihan, pemberian hibah antropometri kit sebagai penunjang kegiatan posyandu, penilaian performa kader terkait edukasi dan pelayanan kepada masyarakat oleh kader. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar sehingga terjadi peningkatan pengetahuan baik kader maupun masyarakat, performa kader dalam melakukan edukasi dan pelayanan posyandu termasuk dalam kategori sangat baik, terjadi peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan posyandu sehingga juga menimbulkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam mengikuti posyandu. Kegiatan diharapkan terus berlanjut sehingga tercipta kader peduli stunting yang secara tidak langsung dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
Implementasi Aplikasi E-Cashin Pada UMKM Di RT 6 RW 6 Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan Kota Surabaya
Penggunaan teknologi informasi semakin menjadi kebutuhan penting dalam dunia bisnis. Salah satunya adalah aplikasi E-Cashin. Aplikasi ini memungkinkan transaksi keuangan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat terutama untuk UMKM yang seringkali mengalami kesulitan dalam hal administrasi keuangan. Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan Kota Surabaya merupakan wilayah yang memiliki banyak UMKM, namun sebagian besar dari mereka masih menggunakan cara konvensional dalam melakukan transaksi keuangan. Hal ini tentu saja membuat proses administrasi keuangan menjadi lebih rumit dan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan penggunaan teknologi informasi dalam dunia bisnis, khususnya pada UMKM di wilayah tersebut. Dalam pengabdian ini, dilakukan pembuatan aplikasi E-Cashin yang digunakan oleh UMKM di RT 6 RW 6 Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan Kota Surabaya untuk memudahkan transaksi keuangan mereka. Selain itu, pelatihan dan pendampingan juga diberikan kepada pemilik UMKM di RT 6 RW 6 Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan Kota Surabaya tentang penggunaan aplikasi E-Cashin agar mereka dapat memanfaatkannya dengan baik. Hasil dari pengabdian ini, UMKM di RT 6 RW 6 mampu mengoperasikan aplikasi E-Cashin sehingga UMKM dalam melakukan transaksi keuangan menjadi efektif dan efisien
Manajemen pencegahan penyakit tidak menular melalui pemberdayaan SDM kesehatan (KADER) di wilayah kerja Puskesmas Suranadi Lombok Barat NTB
Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular. Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi antara lain oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, teknologi, ekonomi dan sosial budaya. Peningkatan beban akibat PTM sejalan dengan meningkatnya faktor risiko yang meliputi meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan merokok serta alkohol. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan Keterampilan SDM Kesehatan ( kader) tentang Pemeriksaan Faktor Resiko PTM dan untuk Meningkatkan Pengetahuan Keterampilan masyarakat (kader) tentang Pengukuran Faktor Resiko PTM (Khusus Hipertensi). Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ini menghasilkan kader yang mampu melakukan pemeriksaan dan pengukuran factor resiko PTM, di mana data ini sangat di butuhkan sebagai langkah awal dalam menemukan kasus dini PTM di tingkat dasar yang nantinya bisa di gunakan oleh pemegang program puskesmas khusus PTM. Dengan demikian diharapkan peran serta dari Kader tersebut untuk mencegah dan menemukan kasus lebih dini bisa di lakukan
Gerakan Masyarakat Melalui Senam Sehat Pencegahan Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM) ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Peningkatan DM didasarkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, kurangnya aktivitas fisik sehingga tidak terkontrolnya kadar glukosa darah. Senam diabetes merupakan aerobic low impact dan ritmic, bermanfaat menurunkan kadar glukosa darah dan mencegah kegemukan serta menekan terjadinya komplikasi. Untuk menggerakan masyarakat untuk hidup sehat dan aktif melakukan pencegahan DM melalui aktivitas senam. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober tahun 2022 dengan total peserta 63 orang, uasia dewasa muda sebanyak 4 orang (18%), usia dewasa tua sebanyak 43 orang (57%), lansia sebanyak 10 orang (25%). Jenis kelamin peserta terdapat 22 orang (36%) laki-laki, 41 orang perempua (74%). Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik sesuai dengan target. Kegiatan senam sehat bersama sangat disupport oleh Puskesmas Mokoau dan masyarakat yang berada diwilayah kerja Puskesmas Mokoau
Counseling on the Utilization of Tourism Linguistic Landscape Theory at the Museum Subang West Java
Linguistics has developed as a scientific discipline that can be side by side with disciplines outside of language. One of them is with the discipline of landscape and tourism science. In this article, Servant analyzes labeling within the Museum Subang by utilizing the theory of tourism linguistic landscape. Within the Museum Subang area, labeling is spread from the entrance gate to the back of the museum building. There are seven labels that Servicemen take by documenting using a digital camera. Then, the Servant conducts counseling on the results of the analysis of the seven labels that the Servant received earlier, to officers or guides who are in the museum area. The purpose of this service is to introduce the theory of tourism linguistic landscapes to the public, in this case officers or guides. The methods of implementing community service activities used in this community service are direct approaches, surveys, counseling, discussions, documentation, and literature. The results and conclusions of this dedication are that linguistics can be useful to be juxtaposed with other sciences and is beneficial for the wider community's knowledge in a comprehensive manner
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat dalam Mengolah Pisang Uter di Dusun Pengkok, Panjatan, dan Srumbung Desa Pengkok Gunungkidul Yogyakarta
Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang memiliki karakteristik wilayah berupa perbukitan ini, mempunyai Gunung Ireng yang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal dari nuansa alam yang indah dan momen sunrise dan sun set di puncaknya. Di sisi lain, kelompok perempuan menyumbang persentase warga yang tidak bekerja karena umumnya perempuan di desa ini menjadi ibu rumah tangga. Desa Pengkok mempunyai sumber daya alam, salah satunya pisang uter yang banyak dijumpai karena dapat tumbuh baik di berbagai jenis lahan tetapi pisang ini kurang diminati karena dalam buahnya terdapat biji yang cukup banyak sehingga pisang ini kurang laku atau harganya murah di pasaran. Tujuan program ini adalah meningkatkan nilai ekonomis pisang uter melalui produk olahannya dan mensosialisasikan tepung pisang pada masyarakat luas tentang pemanfataannya sebagai bahan pangan substitusi gandum dan pangan fungsional mengingat pisang mempunyai banyak manfaat. Dari program ini akan diperoleh produk akhir yang memenuhi standar mutu dan diversifikasi produk yang akan dibuat antara lain: tepung pisang, cake kukus, cookies, egg roll. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi makanan khas sekaligus oleh-oleh dari desa wisata Pengkok. Metode yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan diantaranya (a) Pelatihan teknologi pengolahan pisang uter menjadi tepung, (b) Pelatihan teknologi diversifikasi pengolahan tepung pisang uter, dan (c) Pelatihan teknik pengemasan dan pelabelan. Peserta dari rangkaian kegiatan tersebut adalah ibu-ibu rumah tangga di Dusun Pengkok, Srumbung, dan Panjatan, Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Program pemberdayaan masyarakat melalui beberapa pelatihan dasar memberikan pengaruh pada perubahan pengetahuan masyarakat sasaran. Pelatihan-pelatihan yang diberikan menyebabkan peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran yaitu kelompok ibu-ibu di Dusun Pengkok, Panjatan, dan Srumbung, Desa Pengkok, Kec Patuk, Gunung Kidul. Selain pengetahuan, keterampilan masyarakat sasaran juga mengalami peningkatan keterampilan. Masyarakat sasaran menjadi lebih terampil dalam membuat tepung pisang uter, egg roll pisang uter, cookies pisang uter, dan cake kukus pisang uter, serta mengemas dan labelling
Edukasi dan Pembagian Masker Bersticker Aromaterapi Pada Penumpang di Enam Stasiun Banyuwangi Sebagai Pencegahan Penyebaran Covid-19
Covid-19 merupakan virus yang ditemukan pada tahun 2019 dan terus bermutasi sampai sekarang pada tahun 2022 yang disebut varian omicron. Pandemi sangat berdampak pada perubahan pertauran perjalanan yang menggunakan kendaraan umum, karena penggunaan kendaraan umum merupakan faktor terbesar penyebaran virus covid-19. Peraturan di PT KAI (kereta api Indonesia ) sudah mengikuti peraturan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus salah satunya adalah mewajibkan penumpang menggunakan masker selama perjalanan, namun penumpang masih belum melaksanakan dengan baik dan benar. Permasalahan yang sering terjadi adalah penumpang sering melepas masker selama perjalanan. Hal tersebut dikareßnakan banyak keluhan dari masyarakat merasa tidak nyaman menggunakan masker lebih dari satu jam. Sehinnga solusi yang diberikan dalam pengabdian ini adalah memberikan edukasi pada penumpang tentang pentingnya masker serta membagikan masker bersticker aromaterapi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dalam melakukan perjalanan. Tujuan lain dari pengabdian ini adalah meningkatkan kenyamanan masyarakat saat menggunakan masker sehingga bisa mencegah penyebaran covid-19
Pengembangan Model Pembelajaran Motorik Kasar Berbasis Permainan Tradisional untuk Anak Sekolah Dasar Kelas Tinggi di Kecamatan Batulayar
This study aims to: (1) Develop a traditional game-based gross motor learning model, and (2) Test the suitability of using the developed product in terms of the traditional game-based gross motor learning implementation model. The research and development design consists of seven steps, namely (1) existing product research (literature study and field research), (2) product development planning, (3) 1st internal design test (expert validation), (4) 1st product revision, (5) internal design test 2nd (expert validation), (6) 2nd product revision, (7) final product. Collecting research data using questionnaires and documentation techniques, with research instruments and scoring sheets used by experts in the first and second expert validation stages. Data analysis used qualitative and quantitative descriptive analysis techniques. The result of the research is the development of a traditional game-based gross motoric learning model for high-grade elementary school children fulfilling the "appropriate" category. as an alternative to gross motor learning for high school elementary school children in the Batulayar sub-district