UKinstitute (Journals)
Not a member yet
    873 research outputs found

    Pelatihan Pembuatan Kudapan Bolu Kukus Bayam Sebagai Makanan Tambahan Balita Pada Kader Posyandu Waraswanawati di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari

    Get PDF
    Pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan salah satu program pemerintah melalui posyandu untuk memenuhi asupan gizi balita. Pemberian makanan tambahan diartikan sebagai suatu upaya pencegahan masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada balita yang disesuaikan dengan umur balita untuk memenuhi asupan gizi sehingga mencapai status gizi yang baik. Makanan tambahan untuk balita dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Pengetahuan kader tentang pengolahan bahan pangan menjadi kudapan sehat bergizi untuk balita sangat penting karena jenis makanan tambahan berbahan baku lokal akan semakin bervariasi sehingga PMT tidak hanya berupa susu kemasan dan biskuit. Dalam pengelolaan posyandu, pengetahuan dan keterampilan kader menjadi hal penting dalam melakukan tanggung jawabnya selama pelaksanaan kegiatan posyandu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada kader posyandu tentang pembuatan kudapan sehat bergizi dengan memanfaatkan sayur bayam. Pelatihan pembuatan bolu kukus bayam sebagai kudapan sehat bergizi ditujukan untuk kader posyandu tepatnya posyandu Waraswanawati di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan disertai praktik pembuatan bolu kukus bayam. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan bahwa kegiatan pelatihan pada kader posyandu berhasil memberikan pengetahuan tentang membuat kudapan sehat bergizi sebagai makanan tambahan balita dengan menggunakan bahan tambahan berupa sayur. Perlu dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan produk pangan yang menggunakan pangan lokal sehingga makanan tambahan yang diberikan kepada balita dan ibu hamil lebih bervariasi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

    Increasing Competitiveness In UMKM Momala Candle Studio: Digital Marketing Strategy And International Shipping (Meningkatkan Daya Saing UMKM Momala Candle Studio: Strategi Pemasaran Digital dan Pengiriman Internasional)

    Get PDF
    Momala Candle Studio, a micro, small, and medium enterprise (MSME) in Batam, produces aromatherapy candles that are highly attractive to foreign tourists. The challenges faced include a lack of effective digital marketing strategies and insufficient understanding of international shipping procedures. The aim of this research is to expand Momala Candle Studio's market reach, enhance product exposure among local and international audiences, and improve the competitiveness of the business. The research methods include observation and interviews. The implementation results indicate an increase in product exposure, access to international markets, and customer satisfaction.Abstrak: Momala Candle Studio, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam, memproduksi lilin aromaterapi yang sangat diminati wisatawan mancanegara. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya strategi pemasaran digital yang efektif dan pemahaman yang kurang mengenai prosedur pengiriman internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperluas jangkauan pasar Momala Candle Studio, meningkatkan eksposur produk di antara khalayak lokal dan internasional, dan meningkatkan daya saing bisnis. Metode penelitian meliputi observasi dan wawancara. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan eksposur produk, akses ke pasar internasional, dan kepuasan pelanggan

    Introduction to Simple Accounting Technology for Traditional Market Traders in Rural Indonesia for Daily Financial Management (Pengenalan Teknologi Akuntansi Sederhana Bagi Pedagang Pasar Tradisional di Pedesaan Indonesia untuk Pengelolaan Keuangan Harian)

    Get PDF
    This Community Service activity aims to improve the financial literacy of traditional market traders in rural Indonesia by introducing simple accounting technology. This program was carried out online using the Zoom platform and involved 50 participants who were market traders from several villages. The training includes material on recording daily transactions, using simple accounting applications, and preparing financial statements. Program evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure the improvement of participants' understanding and questionnaires to assess satisfaction with the training. The results showed a significant improvement in the participants' skills, with the average pre-test score of 38% increasing to 80% in the post-test. In addition, 90% of the participants were satisfied with the training methods. Although online implementation is effective, internet connectivity challenges in rural areas must be considered. This program shows that a technology-based approach can be a solution to increase financial literacy among market traders. It has the potential to be implemented more widely in efforts to empower the economy of rural communities. This research is expected to be a model for similar programs.Abstrak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pedagang pasar tradisional di pedesaan Indonesia dengan memperkenalkan teknologi akuntansi sederhana. Program ini dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom dan melibatkan 50 peserta yang merupakan pedagang pasar dari beberapa desa. Pelatihan meliputi materi pencatatan transaksi harian, penggunaan aplikasi akuntansi sederhana, dan penyusunan laporan keuangan. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta dan kuesioner untuk menilai kepuasan terhadap pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 38% meningkat menjadi 80% pada post-test. Selain itu, 90% peserta merasa puas dengan metode pelatihan. Meskipun pelaksanaan secara daring efektif, namun kendala konektivitas internet di pedesaan perlu diperhatikan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pedagang pasar. Pendekatan ini berpotensi untuk dilaksanakan secara lebih luas dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi model bagi program serupa

    Pemberdayaan Desa Manurung Sebagai Sentra Tenun Kaliman Selatan menggunakan ATBM

    Get PDF
    Tenun merupakan karya manusia bernilai estetika dan memuat simbol dengan berbagai makna yang dituangkan ke dalam bentuk helaian kain berbahan dasar benang, dibuat dengan proses yang lama melalui cara menyatukan benang pakan melintang secara berulang-ulang. Salah satu sentra desa tenun di Kalimantan Selatan adalah Desa Manurung. Tehnik tenun yang dilakukan di Desa ini menggunakan tehnik gedog. Salah satu kelemahan tehnik gedog yaitu untuk memproduksi 1 kain dengan ukuran 2 meter diperlukan waktu satu bulan. Sehingga diperlukan tehnik lain untuk mempercepat produksi kain tenun. Salah satu tehnik tenun yang sederhana adalah menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin.  Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dengan Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Masyarakat; Perencanaan Program Pelatihan ATBM; Pelaksanaan Pelatihan; Pelatihan Managerial. Hasil dari kegiatan ini adalah ketertarikan generasi muda berjumlah dua belas orang untuk mempelajari menenun menggunakan ATBM, dari dua belas orang yang terampil menggunakan ATBM lima orang, sehingga di Desa manurung yang terampil menggunakan ATBM delapan orang. Berdasarkan pelatihan managerial terdata aset Mitra 1 sebesar Rp 159.500.000,- dan Mitra II sebesar Rp 15.900.000,-. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian berupa pelatihan penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin dan managerial terhadap Mitra 1 dan Mitra 2 dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam hal tehnik menenun dan managerial dapat menjadi peluang pekerjaanAbstract. Tenun is a human work that has aesthetic value and contains symbols with various meanings that are poured into the form of strands of cloth made from yarn, made with a long process by repeatedly uniting the weft threads across. One of the centers of weaving villages in South Kalimantan is Manurung Village. The Tenun technique used in this village uses the gedog technique. One of the weaknesses of the gedog technique is that it takes one month to produce 1 cloth measuring 2 meters. So other techniques are needed to speed up the production of woven fabrics. One of the simple Tenun techniques is using Alat Tenun Bukan Mesin. The community service method used begins with Identifying Community Needs and Potential; ATBM Training Program Planning; Training Implementation; Managerial Training. The result of this activity is the interest of the young generation totaling twelve people to learn to weave using ATBM, of the twelve people who are skilled at using ATBM five people, so that in Manurung Village eight people are skilled at using ATBM. Based on the managerial training, the assets of Partner 1 were recorded at IDR 159,500,000 and Partner II at IDR 15,900,000. Conclusion Community Service Activities in the form of training on the use of Alat Tenun Bukan Mesin and managerial for Partners 1 and 2 can improve the knowledge and skills of partners in terms of tenun techniques and managerial can be a job opportunit

    Sosialisasi Dagusibu pada Kader PKK dan Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Tanjung Johor Kota Jambi

    Get PDF
    Upaya swamedikasi warga dalam menyembuhkan penyakit ringan sangat penting untuk menjadi perhatian, terutama oleh tenaga farmasi. Perihal ini terpaut dalam pencegahan meningkatnya medication error disebabkan kesalahan dalam pengelolaan obat-obatan dalam rumah tangga. Bermacam kasus mengenai obat bisa disebabkan karena warga belum menguasai pengelolaan obat dengan benar. Salah satu upaya pencegahan kesalahan tersebut yaitu edukasi mengenai DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, serta BUang) yang diberikan kepada kader PKK serta Ibu rumah tangga yang merupakan mercusuar pemakaian obat yang benar dalam rumah tangga. Bersumber pada data yang diperoleh, Kader PKK dan Ibu Rumah tangga di Daerah Tanjung Johor Kota Jambi belum sempat memperoleh informasi tentang DAGUSIBU sehingga butuh dilakukan sosialisasi DAGUSIBU. Giat ini diharapkan Kader PKK serta Ibu Rumah Tangga bisa memberikan dan melanjutkan informasi tentang pemakaian serta perlakuan obat yang benar kepada anggota keluarganya dan saudara serta warga di daerah tempat tinggal mereka khususnya warga di daerah Tanjung Johor Kabupaten Jambi. Tata cara yang digunakan dalam aktivitas ini merupakan pengenalan permasalahan, penerapan sosialisasi DAGUSIBU dengan metode penyuluhan, dialog interaktif, serta pambagian buku saku DAGUSIBU, serta poster. Giat sosialisasi tentang DAGUSIBU berjalan dengan lancar. Antusias dari partisipan dalam sosialisasi sangat besar, hal ini terindikasi dengan banyaknya pertanyaan serta komunikasi interaktif antara narasumber serta partisipan. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menunjang keberhasilan upaya pencegahan terjadinya medication error dalam pemakaian obat dalam keluarga serta warga.Abstract: Community self-medication efforts in treating minor illnesses need attention, especially by pharmacists. This is related to the prevention of medication errors due to errors in managing medicines in the household. Various problems related to drugs can be caused by people not understanding drug management properly. One of the efforts to prevent this error is education about DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose of) which is given to PKK cadres and housewives who are considered to be a beacon of correct drug use in the household. Based on the information obtained, PKK cadres and housewives in the Tanjung Johor Region, Jambi City, have never received information about DAGUSIBU, so it is necessary to socialize about DAGUSIBU. With this activity, it is hoped that PKK Cadres and Housewives can share information about the correct use and handling of drugs to their family members as well as relatives and the community in the area where they live. The methods used in this activity are problem identification, implementation of DAGUSIBU socialization by means of counseling, interactive discussions, and distribution of DAGUSIBU pocket books, and posters. Socialization activities about DAGUSIBU went smoothly. The enthusiasm of the participants who attended the socialization was very high, this was indicated by the many questions and interactive communication between the resource person and the participants. This is expected to support the success of efforts to prevent medication errors in drug use in families and communities. It is also hoped that PKK cadres and housewives can pass on this information to friends, relatives and the surrounding community, especially the people in the Tanjung Johor area, Jambi Regency

    Edukasi manajemen diri penderita diabetes mellitus di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun

    Get PDF
    Diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun akibat kadar gula darah yang tinggi. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang membutuhkan pengontrolan status metabolik untuk meminimalkan terjadinya komplikasi multi organ yang seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2021, lebih dari lebih dari setengah miliar manusia dari seluruh dunia hidup dengan diabetes, atau tepatnya 537 juta orang, dan jumlah ini diproyeksikan akan mencapai 643 juta pada tahun 2030, dan 783 juta pada tahun 2045. Indonesia menempati peringkat kelima dari negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk edukasi atau pemberian informasi untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang manajemen diri penderita diabetes melitus.  Subjek atau sasaran dalam kegiatan ini adalah masayarakat yang tinggal di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa sebelum diberikan edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 17 orang (48,5%), pengetahuan cukup sebanyak 10 orang (28,6%), dan pengetahuan baik 8 orang (22,9%), sedangkan setelah pemberian edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah baik sebanyak 29 orang (82,8%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (17,2%) dan pengetahuan kurang 0 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi manajemen prilaku penderita diabetes memberikan dampak yang positif bagi peserta dan terdapat peningkatan pemahaman peserta dari sebelum dan sesudah pemberian edukasi.Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by high blood sugar levels. Diabetes Mellitus is a disease that requires controlling metabolic status to minimize the occurrence of multi-organ complications which over time can cause serious damage to the heart, blood vessels, eyes, kidneys and nerves. The number of cases and prevalence of diabetes has continued to increase over the last few decades. In 2021, more than half a billion people from all over the world live with diabetes, or to be precise 537 million people, and this number is projected to reach 643 million in 2030, and 783 million in 2045. Indonesia is ranked fifth among the countries in the world. The country with the highest number of diabetes sufferers in the world. Implementation of community service is carried out in the form of education or providing information to provide public understanding about self-management of diabetes mellitus sufferers. The subjects or targets in this activity are the people who live in Huta III Tanjung Pasir, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. The results of community service showed that before being given education, the majority of respondents' knowledge was 17 people (48.5%) lacking, 10 people had sufficient knowledge (28.6%), and 8 people (22.9%) had good knowledge. The majority of respondents' education knowledge was good, 29 people (82.8%), 6 people had sufficient knowledge (17.2%) and 0 people had poor knowledge. The results of this activity show that providing education on behavior management for diabetes sufferers had a positive impact on participants and there was an increase in participants' understanding before and after providing education

    Deseminasi mesin perontok padi berbasis screw pengarah di Pegagan Julu (Dissemination of screw-based rice threshing machine in Pegagan Julu)

    Get PDF
    Masyarakat yang bermukim di Dusun I Desa Pegagan Julu VII pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani padi sawah. Di lokasi mitra ini, proses perontokan padi masih dilakukan secara manual, ada pula yang menggunakan mesin perontok, namun seperti mesin perontok padi pada umumnya, hasil perontokan padi banyak yang berserakan di bawah mesin dan ada pula yang terlempar jauh akibat terdorongnya kipas angin dan pisau perontok padi, karena itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan hasil panen, agar tidak banyak padi yang hilang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi mitra dengan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) secara mandiri, dalam hal: 1) Pembuatan mesin perontok padi berbasis ulir dan blower pendorong yang sangat dibutuhkan petani padi, 2) Pelatihan teknik penggunaan mesin pembersih padi agar memperoleh hasil yang berkualitas, 3) Pelatihan perawatan berkala dan analisis ekonomi. Metode pelaksanaan diawali dengan melakukan asesmen terhadap kekurangan teknologi dan peralatan mesin perontok padi. Selama proses ini dilakukan dengan cara menyewa/mempekerjakan orang yang memiliki mesin atau dilakukan secara manual, maka metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah 1). Survei lanjutan di lokasi mitra untuk mengetahui proses kerja mesin perontok padi dan kapasitas hasil yang ingin dicapai; 2). Perancangan mesin perontok padi berbasis ulir dan blower pendorong; 3) Pembuatan alat. 5) Sosialisasi cara perawatan mesin perontok padi. 6) Serah terima unit mesin perontok padi kepada mitra. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan saat ini dalam tahap penyelesaian pembuatan alat dengan pabrik untuk komponen pendukung. Beberapa komponen terlihat sudah terpasang sesuai dengan rancangan awal, namun belum sampai pada tahap uji fungsional karena belum semua komponen terpasang.Abstract. People who live in Hamlet I, Pegagan Julu VII Village generally work as wet rice farmers. At this partner's location, the rice threshing process is still done manually, some also use a thresher machine, but like rice thresher machines in general, a lot of the rice threshing results are scattered under the machine and some are thrown far away due to the push of the fan and rice thresher knife, because This requires innovation to increase crop yields, so that not much rice is lost. The aim of this activity is to help solve problems facing partners by implementing Appropriate Technology (TTG) independently, in terms of: 1) Making screw-based rice thresher machines and pusher blowers that are needed for rice farmers, 2) Training techniques for using rice cleaning machines to obtain quality results, 3) training on periodic maintenance and economic analysis. The implementation method begins with assessing the deficiencies in technology and equipment for rice threshing machines. As long as this process is carried out by renting/employing someone who owns the machine or it is done manually, the method used to achieve the objectives is 1). Further surveys at partner locations to find out the working process of the rice threshing machine and the capacity of the results to be achieved; 2). Design of screw-based rice threshing machine and pusher blower; 3) Making tools. 5) Socializing how to care for rice threshing machines. 6) Hand over the rice threshing machine unit to the partner. The results of community service activities that have been carried out are currently in the completion stage of making tools with factories for supporting components. Several components appear to have been installed according to the initial design, but have not yet reached the functional testing stage because not all components have been installed

    Socialization and Legal Counseling on Cyber Crime and Personal Data Protection In the Digital Age (Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Kejahatan Dunia Maya dan Perlindungan Data Pribadi di Era Digital)

    Get PDF
    The advancement of digital technology has had a positive and negative impact on society. On the one hand, easy access to information and communication increases productivity. But on the other hand, cybercrimes such as data theft, fraud, and the spread of illegal content are increasing. This community service activity aims to provide a comprehensive understanding to the public about cybercrime, personal data protection, and strategies for preventing and overcoming cybercrime. Through the method of socialization and counseling, the service team delivered material on the types of cyber crimes, the impact caused, and legal remedies that could be taken. In addition, participants were also equipped with knowledge about the importance of personal data protection and how to secure digital information. This activity is expected to increase public awareness and vigilance in using digital technology safely and responsibly, as well as minimize the risk of becoming a victim of cybercrime.Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Di satu sisi, kemudahan akses informasi dan komunikasi meningkatkan produktivitas. Namun di sisi lain, kejahatan dunia maya seperti pencurian data, penipuan, dan penyebaran konten ilegal semakin marak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat tentang kejahatan dunia maya, perlindungan data pribadi, serta strategi pencegahan dan penanggulangan kejahatan dunia maya. Melalui metode sosialisasi dan penyuluhan, tim pengabdian menyampaikan materi tentang jenis-jenis kejahatan dunia maya, dampak yang ditimbulkan, serta upaya hukum yang dapat ditempuh. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan cara mengamankan informasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab, serta meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan dunia maya

    Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang asam urat dan pemeriksaan kesehatan di Kelurahan Lembah Sari, Rumbai Timur

    Get PDF
    Asam urat merupakan salah satu radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki. Kadar asam urat antara pria dan wanita berbeda, dimana asam urat yang normal pada pria berkisar antara 2,5-7mg/dL dan pada wanita berkisar antara 1,5-6mg/dL. Asam urat yang tinggi dapat diobati dengan obat antiinflamasi non steroid seperti ibuprofen, dan sebagainya. Namun dapat juga dicegah dengan menerapkan pola makan sehat dan pola hidup yang sehat. Pengetahuan masyarakat RT 02 RW 06 Lembah Sari masih minim terhadap asam urat. Pengabdian bertujuan untuk mengedukasi dan mendeteksi dini asam urat. Pengabdian ini dilakukan di RT 02 RW 06 Lembah Sari dengan cara pengisian kuesioner pretest, penyampaian materi secara langsung, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab, dan pengisian kuesioner posttest. Hasil pretest dan posttest terkait pengetahuan asam urat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta menjadi baik sebesar 46,2%. Pada pemeriksaan dari 4 orang prempuan didapatkan 50% peserta memiliki kadar asam urat yang tinggi, 1 peserta (25%) rendah, dan 1 peserta (25%) normal

    Hubungan riwayat kekurangan energi kronis pada saat kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kalimukti kecamatan Pabedilan kabupaten Cirebon

    Get PDF
    The consequences that can occur when toddlers experience stunting include short-term and long-term impacts. Short-term impacts on children experiencing stunting include disrupted brain development that can affect intelligence, growth disorders, and metabolic disturbances. The aim of this research is to determine the relationship between a history of chronic energy deficiency during pregnancy and the occurrence of stunting in toddlers in the Kalimukti Community Health Center area, Pabedilan District, Cirebon Regency. This is quantitative research using a pre-experimental research method with a One Group Pretest Posttest approach. The research population includes all mothers with toddlers aged 0-24 months in the Kalimukti Community Health Center area, Pabedilan District, Cirebon Regency in 2023, totaling 256. The sample selection technique uses purposive sampling. Data analysis involves univariate and bivariate analysis. The chi-square test results show a significant relationship between chronic energy deficiency in pregnant women and the occurrence of stunting in toddlers aged 0-24 months (ρ=0.004). Based on the Odds Ratio (OR) calculation, pregnant women with Chronic Energy Deficiency during pregnancy are 15.4 times more likely to experience stunting in their children in the future

    781

    full texts

    873

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UKinstitute (Journals)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇